Mendahulukan Hak Suami dari Orang Tua

Tanya:
Assalamu’alaikum. Mana yang harus didahulukan bagi seorang istri antara berbakti kepada suami dan mengurusi anak, dengan berbakti dan mengurus orang tua? Keduanya tidak bisa dikerjakan secara bersamaan karena tempat tinggal yang saling berjauhan. Memilih salah satunya berarti mengabaikan yang lain. Dua adik belum menikah dan masih tinggal dengan orang tua. Jazakumullah. Nuryati Wassalam. 08139xxxx

Jawab:

Wassalamu’alaikum warahmatullah,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا ».

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya” (HR Tirmidzi no 1159, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).

Ketika menjelaskan hadits di atas penulis Tuhfatul Ahwadzi mengatakan, “Demikian itu dikarenakan banyaknya hak suami yang wajib dipenuhi oleh istri dan tidak mampunya istri untuk berterima kasih kepada suaminya. Dalam hadits ini terdapat ungkapan yang sangat hiperbola menunjukkan wajibnya istri untuk menunaikan hak suaminya karena tidak diperbolehkan bersujud kepada selain Allah”.

Berdasarkan hadits di atas maka seorang istri berkewajiban untuk lebih mendahulukan hak suami dari pada orang tuanya jika tidak mungkin untuk menyelaraskan dua hal ini.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Seorang perempuan jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (Majmu Fatawa 32/261).

Di halaman yang lain beliau mengatakan,
“Seorang istri tidak boleh keluar dari rumah kecuali dengan izin suami meski diperintahkan oleh bapak atau ibunya apalagi selain keduanya. Hukum ini adalah suatu yang disepakati oleh para imam. Jika suami ingin berpindah tempat tinggal dari tempat semula dan dia adalah seorang suami yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami serta menunaikan hak-hak istrinya lalu orang tua istri melarang anaknya untuk pergi bersama suami padahal suami memerintahkannya untuk turut pindah maka kewajiban istri adalah mentaati suami, bukan mentaati orang tuanya karena orang tua dalam hal ini dalam kondisi zalim. Orang tua tidak boleh melarang anak perempuannya untuk mentaati suami dalam masalah-masalah semacam ini” (Majmu Fatawa 32/263).

[Konsultasi dari Majalah Swara Qur’an]

COMMENTS

WORDPRESS: 197
  • nurbaiti 5 years ago

    assalamualaikum ustad ? sebelumnya saya ingin menjelaskan saya adalah seorang anak tunggal dan mempunyai ibu yang sedang sakit sementara ayah saya telah meninggal,ketika saya menikah saya mendapatkan seorang suami yang tempat bekerja + tempat tinggal ny sangat jauh dari tempat tinggal orang tua saya, sementara ibu saya tidak di beri izin oleh keluarga saya untuk ikut tinggal bersama saya dan suami saya,jd manakah yang harus saya dahulukan untuk ikut tinggal bersama ibu atau suami??mohon penjelasan ny iy ustad

  • assalamu alaikum pak ustad…
    skrg sy jg mrsa dilema antra orang tua dan suami…krna suami sy ini mau prgi ke orang tuax dia ingin membawa sy tp orang tua sy kykx tdk rela kalau sy ikut suami atw tnggl brjauhan dng orang tua sy…krna pkirx mrka tkut kalau dsna nnti sy disia siakn dengan suami sy…dan orng tua sy mengungki ungkit kalau dia itu sudah susah payah merawat sy smpe skrg….dan katanya suami bs dcri lgi tp kalau orang tua itu tdk ada gntix…mohon pencerahannya pak ustad….saya hrus bagaimana?

  • Saya bru menikah mau 2 bulan, suami sya dinas d luar pulau smntara saya bkerja di bumn d jawa barat,, saya bngung karna orngtua sya tdk mengijinkan sya keluar kerja krna perjuangan sya untk mnjdi pgwai tetap itu berat dan bulan ini sya mau dipromosikan.,.smntara suami sngat menginginkan sya untk mndmpinginya,.. rekan kantor pun menyayangkan sya resign dri pkrjaan sya krna sya dinilai bagus,, di rumah ortu sya bersikap dingin slayaknya orng yg kecewa,, sya harus bersikap sperti apa? Mohon bantuanya

  • Pa ustad saya mau tanya dong..qt kan tau yang hrs d dahulukan adalah suami di banding org tua sndri…tapi bagaimana klo suaminya jarang ibadah n slalu menyimpang dr agama..?dan org tua kita tau mslh itu..skrg apa sya hrs tetap ikut suami apa ikut org tua?

  • Bulan Nur Latifatul Intan 5 years ago

    askum,,
    Pak ustad, aku mau nanya ?
    Kalo istri sedang hamil dan lebih nyaman tinggal di rumah ibu kandungnya dari pada tinggal di rumah mertua dan ikut suaminya apakah dosa ?
    Sedangkan sang istri sedang hamil dan lebih ingin dekat dengan ibu kandungnya meski sang istri tau, kalo sang suami lagi kerja dan dengan terpaksa harus tinggal di rumah ibu suami saya ( mertua )

  • Assalamualaikum
    Saya seorang istri yang tinggal dirumah mertua selama 1th.awal mulanya kami mengontrak setelah melahirkan mertua menyuruh menemaninya dirumah lama kelamaan disuruh pindah karena ayah suami sy akan mendapatkan arisan jadi uangnya bisa dipinjam dahulu untuk beli rumah.tapi lama kelamaan selalu ditunda dan adiknya suami sy meninggal mertua bilang disini temani.tpi mertua selalu membicarakan yg jelek’ kpd tetangga tentang saya.setiap ortu sy nenggok kerumah,mertua tdk melayaninya bhkan brkata yg tdk’ dkarenakan tdk mmbw apa’ sedangkan kondosi ortu sy pas’an ditambah masih ada 2adik yg masih sekolah.sekarang mertua sy selalu menanyakan gaji suami sy kenapa segini.suami ingin keluar dari rumah karena mmhnya takut akn masa dpan sya dan cucunya takut tidak terurus .Suami sy sudah berbicara baik’ tapi tidak dihiraukan klo kepada ayahnya suami sy tdk terlalau dekat.sya sering bertengkar dengan suami krena mertua.ditambah mertua selalu dihasut sama bibinya suami sy.saya harus bagaimana?apakah saya harus menuruti suami sy keluar dari rumah?bagaimana cara berbicara kepada mertua?
    Sebelumnya terimakasih mohon penjelasanya
    Walaikumsalam

  • hamba اَللّهُ 5 years ago

    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ pak ustad
    Sya mau tnya,, saya baru menikah 5 bulan dan saya sedang hamil,, saya dan suami sama” bekerja
    Tetapii kami beda kota saya di jatim dan suami di jabar
    Kedua ortu saya tidak mengizikan kalo saya pindah dan mengikuti suami, dan hal itu sudah saya lakukan, sekarang yang saya tnyakan,, kenapa kedua orang tua saya juga tidak mngizikan saya untuk menemui suami saya
    Maksih pak ustad

  • suami sy selingkuh 2x skrgpun suami masih selingkuh tp tdk mengakuinya, saya sdh turuti kemauan suami dari tdk boleh kerja, dicaci maki ditampar. sekarang suami sdh tdk plg krn ortu saya marah krn kami srg ribut gr2 WILnya. bapak saya bilang kalo sdh tdk bisa dinasehati pergi dari sini. suami pergi. parahnya WILnya ini srg telp n SMS saya, suami jg menceritakan semua kejadian di rumah ke WILnya. Wilnya bilang katanya suami saya sdh tdk bisa pisah ma dia. sekarang suami minta sy ikuti dia kontrak tapi anak2 juga tdk mau pisah dari ortu saya, mereka tahu papanya selingkuh. salahkah jika saya milih tuk tetap tinggal di rmh ortu demi kebahagiaan anak2 n harga diri saya. jujur saya sdh trauma. trimakash

  • assalamu’alaikum ustadz..
    ibu mertua sy bru saja meninggal dan sekarang istri sy lebih cenderung suka tinggal dengan ortuny untuk membantu pkrjaan rmh tanggany,,wlpun d rmhnya sudah ada adik dan kakakny..pdhl sy ingin istri sy tinggl dgn sy..
    apa yg hrs sy lakukan ustadz..trmksh.
    wassalamu’alaikum

  • assalamualaikum ustad, mau tanya, apa hukumnya seorang ayah yang menggadaikan perhiasan anak perempuannya yang berasal dari suaminya tanpa sepengetahuan anak perempuannya tersebut?

  • ummu zainab 5 years ago

    Di group bias,kan ada ttg berbuat baik kpd ortu khususnya ibu. jgn sampe ortu meminta kpd kita klo bisa kita yg hrs mmberi kpd beliau. trus sejauh mana kita hrs menafkahi ortu/ mertua kita yg punya penghasilan ttp,yg sllu menuntut kita tuk mmbantu beliau,sdg kan kita ( afwan ) hidup pas pasan.

  • someone 5 years ago

    Ass…saya mau tanya gimana solusinya klo ibu saya tdk akur sama mertuanya (nenek saya dari ayah) dan ketika saya baik sama nenek ibu melarang saya,kami tdk boleh terlalu perhatian sama nenek,sbenarnya saya ksihan sama ayah karena ini menjadi beban yg sangat berat disatu sisi dia sayang sama istrinya tp disisi lain jg ksihan sama ibunya yg hidup sendiri tanpa perhatian yg lbh dari anaknya.saya harus bagaimana pak ustad menghadapinya,saya sayang ibu dan jg nenek

  • adrian 5 years ago

    ass.wr.wb..berdosakah saya,klw krna saya,istri saya di benci oleh ibunya…padahal jelas2 ibunya yg tlah merendahkan n membohongi saya..pa ustadz apa hukumnya menurut pa ustadz,jika saya meminjam uang mertua saya uuntuk membeli tanah,setelah 4 bulan saya bayar ke mertua saya,berhubung mertua saya dapat uang itu hasil pinjaman dri bank dia minta bunga 5jt dri pinjaman saya selama 4 bulan itu,

  • assalamualaikum
    pak ustadz aku dalam keadaan hamil 7bln suamiku pergi meninggalkan aku selama 1mggu
    aku masih tinggal dirumah orangtuaku dari awal menikah
    setelah dy pergi 1mggu dengan alasan tidak pernah dihargai dengan aku dan keluargaku
    dy kembali kerumahku baru 2hari dy mengajak aku pergi dari rumah dengan memaksakan aku sampai2 dy tidak bisa kontrol emosi sampai main tangan karena aku tidak ingin ikut denganya
    alasan aku tidak ingin ikut
    1. suamiku belum bekerja
    2. posisi aku sakit dy sudah menghina2 aku dan menelantarkan aku
    3.dy sudah ringan tangan denganku
    4.orangtuaku dan keluarga tidak mengizinkan aku untuk pergi bersamanya dikarenakan sikapnya yang seperti itu
    apa aku salah tetap tidak mengikuti suami aku hingga saat ini usia kandunganku 9bulan lebih dy pergi meninggalkan aku dan saat ini dy memeiliki kekasih
    posisi akupun tidak mau durhaka terhadap orangtua karena walaupun aku memiliki suami aku juga selalu ingin taat kepada orangtuaku.

  • mia mindiey 5 years ago

    assalam pak ustadz..
    begini pak..saya sudah menikah dan skrg saya tinggal dengan suami saya.
    _yg pertama.2bln stlh menikah thun lalu ibu saya menyuruh suami saya meminjam uang di koprasi dengan bunga yg besar dan jaminan surat2 penting milik suami saya.dengan janji ibu akan membayarnya tiap bulan. 3x cicilan pertama memng ibu membayarnya.tp selanjutnya tidak, padahal keuangan saya dan suami sedang tdk baik.sampai 1thun ini saya dan suami selalu dkejar2 hutang tersebut.
    _yg kedua.ibu selalu meminjam uang kepada saya tapi selalu tidak pernah beliau mengganti sampai akhirnya suami saya hilng kpercayaan trhdp saya.
    _yg ketiga.ibu saya selalu berkeinginan seperti yg beliau mau.jika kemauannya tdk dipenuhi,maka yg ada saya di musuhi dan di omongin.
    _yg keempat.saya sedang hamil sebentar lg saya melahirkan ank pertama kami.ibu selalu bilang dan meminta kpd saya dan suami saya ,nnti stlh saya melahirkan saya harus tinggal bersama ibu.di IZINKAN ATAU TIDAK oleh suami saya.saya harus tnggl dgn beliau untuk 1 buln lamanya.sdngkan drumh saya.suami saya sdh mendtngkn ibunya ibu mertua saya untuk mnjaga saya.suami saya tdk mengizinkan klo saya hrus tinggal d tmpt ibu saya.smntara suami saya drumh.tp ibu saya mengharuskan saya tinggal dengannya.
    bagaimana saya harus bersikap pa ustadZ?
    terimakasih.wassalam…

  • assalammualaikum ustadz.
    ustadz ni sbtar lgi mau nikah,cuma saya bingung ustadz soalnya ibu saya berkehendak jika sudah nikah disuruh pulang krmah saya,sedangkan sibuk dari calon istri saya disuruh pulang krumahnya si perempuan.tolong solusinya ustadz

  • pak ustad, saya menikah sudah sekitar 6 tahin saya mempunayai anak 3, dulu waktu anak saya yg pertama lahir saya titipkan sama ortu saya karena saya dan suami kerja di kota lain, kami kerja di kota suami saya tetapi ibu saya tidak mengixinkan anak kami ikut kami tinggal dikota suami karena alasan ortu saya kasian masih kecil nanti dijaga orang lain, akhirnya kami menuruti dengan dijanjikan jika anak saya udah agak besar baru kami boleh membawanya tinggal bersama. usia anak saya 1 tahun kami udah mau membawanya bersama ortu saya masih belum mengizinkan masih kecil katanya tunggu sudah masuk TK aja, akhirnya tahun berganti sekitar umur anak pertama 3 tahun suami dan saya dapat kerjaan dikota ortu saya.akhirnya kami tinggal disatu kota tetapi beda rumah dan akhirnya anak saya masih juga tidak diizinkan untuk tinggal sama kami. akhirnya saya dapat anak kedua kembar disini puncaknya anak pertama saya tidak diizinkan untuk tinggal sama kami walau hanya satu malam smentara suami saya maunya semua anak-anak ikut kami tetapi ortu saya tidak mengizinkan dengan alasan kan sekarang saya sudah mempunyai anak lagi jadi anak pertama spenuhnya tinggal sama ortu saya padahal semua keperluan anak pertama saya itu dari dia bayi samapai dy sekolah TK kami yang memenuhi kebutuhannya teapi ortu saya tetap tidak mengizinkan anak saya ikut tinggal bersama kami gimana caranya tuk menyampai keinginan kami padahal suami saya sudah tidak mengizinkan anak pertama ikut oertu saya, tetapi jika saya bilang sama ortu saya mamak saya pernah bilang jika saya tidak mau menurut sama dy nanti dy sakit ataupun mati saya tidak boleh menjenguk atau melihat kekuburannya saya sedih mendengarnya tetapi permintaan suami saya juga membuat saya bingung . gimana solusinya supaya anak pertama saya bisa sama kami selalu tanpa menyakiti perasaan ortu saya? terimakasih sebelunya pak ustad

  • pak ustad aku punya istri, rumah tangga kita tadinya baik_baik saja. sampai kami punya anak. setelah kami punya anak, kami sering berdebat mau tinggal dmana. akte kelahiran anak kami pun terlantar karena perselisian kami. padahal aku suaminya tapi istri aku gak mau ikut dengan aku. dia ngotot pengen tinggal di kampungnya. alasannya katanya aku nurutin kata ibuku terus. aku sangat bingung pak ustad, kemudian aku bilang sama istriku, untuk tinggal di jakarta saja. dmana tempat aku kerja. tp dia masih tetap gak mau ikut aku, alasannya karena aku belum punya rumah sendiri di jakarta,
    pak ustad aqu mau tanya. bagaimana solusinya agar istri aku mau ikut dengan aku, dan aku tidak sampai kami bercerai,,,, tolong pak ustad segera kirim jawabannya. terima kasih

  • assalamualaikum pak ustadz,
    sudah 4 thun sya mnikah,, tp org tua istri saya slalu ikut cmpur mslh kluarga kcil kmi, awal ny baik2 saja, tetepi pd saat itu,, istri sya jg bkerja, dn pnghasilan ny lbh bsr dr sya, smnjak itu dy tdk prnh mghormti sya lg, dn dy lbh memilih mghormati org tua ny,, dan dy slalu mengakui uang yg slma ini d tbung mlik dy smua,, pda saat itu org tua ny meminjam uang sma istri sya dngan nominal yg lumayan bsar. pdhl uang itu kmi brmksd mndrikan gubuk kcil, dn setelah selang 1 thun lbih, sya menanykan uang itu pd istri saya,, smpai lh dngan org tua ny, stlh itu org tua ny membayar ny, tp dy skit hti krna dy fkit sya mentagih ny. wktu itu istri sya tnggl dngn ortu sya dn sya,, saat mlm itu, mertua laki2 sya dtng, dngn alsan membyar hutang ny,, tp istri sya di bwa plng oleh ny, krna mrtua sya skit hti,, di mslh yg ke dua skrg pun sma, mertua sya pnjam uang lg dngn, istri sya,,, bru 2 hri pun sya , cma brtny dngn istri sya, ao uang ny sdh d kmblikan,? dismpaikn lh lg dngn mrtua sy, yg sya heran, knp mrtua sya slalu pnjam uang dngn kluarga kcil sya, pdhl uang itu untuk cita2 sya dn istri sya , smntra itu mrtua sya malah merehap rumah ny,, pdhl dy tau, klau km brncna sbntr lg membangun gubuk kcil, tmpt tinggal, pda saat mlm tiba, mertua sya, dtng lg krmah, dngn alsan membyar lg,, lalu istri sya d bwa plng lg oleh ny,, istri sya lbih mnuruti org tua ny, dr pd sya. dan smpai skrg sya pisah dngn istri sya, sdh 6 bln, pisah yg prtna, 3 hr sy jmpt plng, itu jg sy yg meminta mf,, dn smpai skrg ortu ny mlh mengurus prcerain di pngadilan, dngn istri sya,, ap yg hrus sy lakukan pak ustad, sya msh syg sma istri dn ank sya, krna sya msh mampu memberi nfkah untuk kluarg sya, ap sya slh, pdhl istri sya yg mninggl kn sya,

  • Asalamualaikum ustad
    Sy ad mslh dlm rmh tangga ustad.
    Istri sy kan plg k rmh org tuany dr blan 2 ustad.habis tu sya blaan 6 n sya jemput dia utk ikut sya lg.dia gk mau
    Di blg dia krja utk org tuany d kmpngnya sna.
    Sya pun jdi bingung
    Sy bujuk2 dia supaya ikut sya ustad.suatu mlm istri sy bertny am bundany.rupany bndany mrh2 ustad.smpai d blg am bndany mau d pisah lan sy ustad.pertama istri sy gk mau ustad.slng beberapa lma istri sy yg mnta pisah ustad.sy berusaha utk mnta maaf sama istri sy..ttp istri sy gk mau maafin sy ustad.dia tetap am pndirianny mau psah am sy ustad.
    Jdi sy n skrng hrus berbuat ap ustad.mohon. petunjukny ustad

  • Lasran 4 years ago

    Assalamu alaikum pak ustad,
    Disaat anak laki laki dan anak perempuan sudah dinikahkan oleh orang tuanya,siapakah yang lebih bertanggung jawab menjaga dan merawat serta menafkahi atas kedua orang tuanya dimasa tua mereka?..
    Dalam hukum islam pembagian harta peninggalan orang tua,,siapakah yang lebih berhak menempati rumah atas peninggalan orang tua? Apakah anak laki laki atau anak perempuan? Sementara pembagian hak masing masing untuk saudara yang lain sebenarnya sudah ada dan cukup untuk dibagi..ini hanya perkara peruntukan Rumah peninggalan untuk siapa,? Andai ada aturannya dalam Hukum Islam.

  • hamba allah 4 years ago

    Ass…bagaimana jika orang tua kita mengancam jika tidak menuruti ke inginan nya sampai si orang tua itu sesumbar bahwa anak perempuan nya akan durhaka kepada orang tua nya jika mematuhi perintah suami nya di bandingkan orangtua nya,,apakah perkataan orang tua dan do’a nya itu akan di kabulkan oleh allah dan anak perempuan nya itu jadi durhaka karena mematuhi perintah suaminya??
    Mohon jawaban nya pak ustad

  • Assalammualaikum..
    Pak ustadz..saya mau bertanya dan meminta solusi..ini masalah keluarga saya..saya sudah menikah dan mempunyai anak..saya dan suami saya bertengkar ..dan suami saya memutuskan pergi untuk mencari pekerjaan..tapi akhirnya orang tua saya menyuruh saya menceraikan suami saya dikarna kan suami saya belum memberikan napkah..sudah 2 minggu lebih saya d tinggal suami.akhirnya orang tua memutuskan mengantarkan saya ketempat saudarah ayah saya..ketika saya sudah pergi keesokan harinya suami saya datang memberitahukan bahwa dirinya sudah mendapatkan pekerjaan tetap dan untuk mengajak kami pindah dan suami saya sudah mendapatkan rumah yg akan kami tempati..di posisi lain saya sudah tidak ada d rumah dan dia sangat marah sekali ..tetapi orang tua saya tidak menanggapi suami saya..akhirnya suami saya dapat menghubungi saya tapi fikiran saya masih labil saya tetap ngotot bercerai ..tapi semenjak saya diam d tempat saudara ayah saya ..saya banyak perubahan alhamdulila solat 5 waktu saya kerjakan..membaca ayat2 suci al-quran dan doa2..akhirnya Allah swt mengetuk pintu hati saya hati saya terbuka dan saya menyadari semua itu kesalahan saya..memang saya yg egois yg mau menang sendiri…dan suatu malam orang tua saya menghubungi saya mereka bilang” jika saya kembali ke suami saya jangan pernah mengharap kami orang tuamu dan jika mereka meninggal dunia jangan pernah saya menapakan rumah mereka. Dan ibu saya bilang hidup saya takan tentram..hati saya langsung sakit ..saya tidak tahu yg mana yg harus saya taati di suatu sisi saya ingin memperbaiki rumah tangga saya disisi lain orang tua saya berbicara seperti itu..malam makin berlarut saya tak tahu harus bertanya dengan siapa .?akhirnya saya memutuskan untuk solat kepada siapa lagi saya mengadu ..mengadu dgn keluarga ,keluarga tidak menaggapi ..selesai solat saya membaca doa ..akhirnya selesai saya tidur sambil memegang buku doa2,,saya bermimpi di beritahukan saya harus menaati suami saya ..saya bangun dan sudah azan subuh..saya bangkit dari tidur dan mengambil wuduh untuk solat..saya bertanya2 ya..Allah apa maksud mimpi saya ..saya tidak tahu yg mana yg harus saya taati suami saya apa orang tua saya dan lebih berdosa yg manakah ..apa hukumnya.? Tolong beri saya solusi dan pendapat pak ustad ..
    Terimakasi..
    Waalaikumsalam…

  • Assalamualaikum ustad.. saya baru 3 bulan menikah dan saya ingin mengajak istri saya ikut ke daerah tempat kerja saya tapi istri saya menolak dengan alasan dia adalah tulang punggung keluarga,sekedar informasi ibu istri saya sdh almarhum dan ayahnya sdh menikah lagi dan saudaranya sdh menikah tapi istri saya mengatakan harus membayar listrik rumah yg di tempati bersama dengan kakak perempuannya yang sudah menikah dan menafkahi neneknya.. jujur saya tidak masalah dengan hal itu dan saya mengatakan tdk keberatan klo harus menanggung tp istri saya mengatakan masih banyak impian yg harus dia wujudkan dan itu akan lama terwujud jika uang yang saya berikan ke dia harus di bagi..bahkan istri dengan lantang mengatakan memilih kerjanya ketimbang saya suaminya.. jujur pak ustad sy sangat ingin istri saya bisa ikut bersama saya.. saya juga merasa sudah diabaikan sebagai suami.. kira2 apa yang harus saya lakukan pak ustad? Saya selalu ingin belajar menjadi suami yg baik sesuai syariat

  • Assalamu’alaikum ustadz
    saya sudah menikah selama setahun lebih dan saya mempunyai satu anak yang masih balita, sejak awal pernikahan, kami tinggal masih bersama dengan orang tua saya, kurang lebih sekitar 2 bulan lalu istri saya merasa tidak betah di rumah ortu saya dan mengajak pindah ke rumah orang tuanya, tetapi kalau saya harus pindah di sana maka saya harus meninggalkan tempat kerja saya karena tidak mungkin terjangkau dengan tempat tinggal mertua saya, sampai satu saat kami cekcok hebat, istri saya tetap kekeh tidak mau kembali ke rumah ortu saya, dan ahirnya kakak perempuan istri saya malah ikut campur dalam rumah tangga keluarga saya dia menyuruh adiknya (istri saya) untuk tidak ikut saya katanya “biarkan dia di sana (rumah orang tua saya) kalau dia ingin di sana kamu di sini saja, saya juga bisa menghidupi kamu”, karena mertua perempuan saya sudah meninggal sedangkan bapak mertua sudah tua, jadi yang mengatur rumah tersebut adalah kakaknya yang sudah berumah tangga.

    yang saya tanyakan :
    1. apakah saya harus mengikuti apa kata kakak istri saya tetapi saya tidak bisa menafkahi istri saya (hilangnya hak kepala rumah tangga)
    2. istri saya tetap harus ikut saya di mana saya tinggal tetapi harus ribut dengan keluarga istri saya

  • pak ustadz saya mau tanya,saya sudah sekitar 5 tahun tinggal bersama mertua,sambil sedikit sedikit ngumpul lin uang,untuk membeli rumah sendiri,,sebelum uang terkumpul ternyata allah memberi rezeki kepada kami (hamil) anak kedua,niatnya kami ingin mengontrak rumah untuk menyambut anak kedua kami,di karena kan kondisi rumah mertua yang sudah tidak memungkinkan kami tinggal ber 4 disana ( sempit),tapi mertua melarang justru mereka mau uang kami di gunakan untuk membangun rumahnya,,sedangkan di rumah itu ada adik dan kakak ipar saya beserta istri,lagipula saya sudah tidak betah,,saya ingin hidup mandiri,,tapi tetap saja di larang mengontrak,dan menasehati suami saya agar tidak mengontrak,suami saya jadi dilema dan bingung,,apa yang harus saya lakukan pa ustadz,,saya sudah tidak nyaman tinggal dngn mertua,,,terimakasih atas jawabannya

  • assalamualaikum ustadz… maaf sblmny critanya panjang. sya wanita bekerja d kntoran yg kmyn gajiny dan suami saya bkrja si slh stu perisahaan yg gajinya krg tuk kebutuhn sehari2.dulu sy ambil uang di bank utk buka usha bwt suami sy yaitu beli tenda pesta. skitr 50 jta.dgn ciciln 1,3 jt per bln slm 5 thn dgn gaji say sbgai itri dipoting tiap bln namun.msh ad disa sktr 1 .skrg sdh berjln 2,5 thn.namun karena suami sy tidak sanggup menjalankan usha itu tenda dijual dn dibeli ortu sy dgn cra byr dicicil.dn sisa hutang sktr 20 jt lg.kemudian ayah sy meninggal.tinggal ibu sy janda.ibu sy kerja sbg perias pengantin dn sewa tenda.ibu sy bingung bgmn melunasi hutanh tab kpd sya.nmun krn itu adlh gaji sy.sy bilang kpd ibu sy hutang itu tdk usah dbayar.krn kn gaji sy.sbgai bkti sy kpd ibu yg audah menyekolahkn sya.namun yg jadi masalah suami sya menuntut agar ibu sy membayr hutang tsb.namun berbicra sm sya tdk kpd ibu sya.sya sdh menjelskn kpd suami bhwa itu gaji sy bkn suami. yg mau sy tanykn apakah berdosa sy menganggap hutang ibu sy itu lunas? dn suami tdk ikhlas.sementra itu adlh gaji sy bkn suami.walaupun trkdng ibu sy dpt job sewa tenda.bgmn cra sy menjelaskn kpd suami agr dia mengerti.mksh

  • shinta 4 years ago

    assalamu’alaikum wr. Wb
    Apakah sya slah mmbntu ayah sya??
    Ayh sya sudah brcrai dgn ayah,mamah sy yg mnceraikan ayah sya dkrenakn hnya masalah hang.
    Kbutuhan kluarga tdk cukup.
    Sya dilarang keras untuk mmbntu ayah sya dkrenakan mamah sya ingin melihat ayah sya sengsara.
    Sedangkan sy Sudah mndapat izin Dr suami boleh mmbntu ayah sya.
    Setelah say mbntu ayah sya, mamah sya tdk terima sehingga kluar kata2 kasar until sy.

  • Ass ustadz,, saya seorang istri saya punya ank 1 saya sedang ada masalah dngan suami saya,d sini saya selama awal mnikah sampai punya ank kehidupan saya berpindah” kadang d rmh ibu saya kadang d rumah suami sebenarnya saya ingin tinggal brsama orang tua saya karena saya ingin buka usaha d rmh org tua saya tp suami saya tdk mau ikut saya,dan bgtu jg sebaliknya saya tdk mau menetap d rmh suami saya karena sya tdk cocok dngn ibu mrtua saya,ibu mertua saya sllu ikt cmpur dlm rmh tangga saya dan ibu mrtua saya sering menjelek”an ibu saya d belakang saya,apalagi kalo ibu mertua saya sedang mengajak ank saya mulai pagi sampai sore dan hmpir tdk pernh ktmu saya,sampai” rasa kngen terhadap ank saya saya tahan,suami tdk pernh mngajak saya untuk sholat berjamaah setiap suami saya ingtkn untk sholat dia hnya diam saja,apakah saya berdosa klo saya tdk mnuruti suami saya??dan apakah saya salah klo saya ikut orng tua saya,mohon penjelasannya

  • ass..pa ustadz aku dulu gamau ikut suami aku karna dilarang ortu aku terus mertua aku suka jutek sm aku lgian suami akunya juga gamau kerja pdahl dia sehat tp mlah mau minta sm ortunya terus..aku malu klo harus minta terus sm ortunya gitu.tp skrng aku posisinya kasian sama anak aku mau memperbaiki hubungan aku sm suami.. tp suami aku gamau karna dilarang sm ortunya terus suami aku juga jadi ga hormatin kluarga aku krna dulu mungkin sempet ada kata2 dari ortu aku yg nyakitin hati suami aku.apa yg harus aku lakukan skrang? apa aku harus mundur? apa harus perjuangin rumah tangga aku sedangkan suami aku ga bisa hrgain kluarga aku?mohon pencerahannya.aku bingung banget

  • Assalamuaalaikum
    Ustadz mw tanya….
    Apakah orang tua masih berhak memukul anak perempuannya yang sudah menikah, meskipun anak itu dimata orang tuanya salah?????

  • Fatima 4 years ago

    Assalamualaikum Ustadz, saya saat ini dalam kondisi yang bingung. Suami saya merupakan anak terkecil di keluarganya. Kakaknya tinggal jauh di amerika dan menikah dgn orang asing yg tidak mau tahu ttg keluarganya, Ayah suami sudah meninggal dunia dan hanya tgl ibunya saja di Indonesia.Saya sadar bahwa seorang anak laki2 berkewajiban untuk mengurus ibunya. Tetapi ibu mertua saya bukan seperti ibu2 normal lainnya. Jadi singkat cerita, suami saya berasal dari keluarga yg berantakan. Alm. Bapak mertua menikah lg dan mementingkan hartanya utk anak tiri dan istri barunya. Saya ga bisa 100% menyalahkan sikap beliau, karena ibu mertua saya sejak menikah selalu berbisnis yg tdk jelas sehingga ditipu org dan berkali2 rumah disita, anak dan suami dikejar2 penagih hutang. Intinya hidup keluarga tidak tenang krn ibu mertua slalu melakukan hal2 yg sama dan keras kepala bahkan rela berbohong dibelakang keluarganya. Bahkan satu bulan sebelum menikahpun ibu mertua menipu ibu saya dgn meminjam uang puluhan juta dan mengancam utk tidak memberitahukan ke siapa2. Saya pun sering menjadi korban hutang bahkan di awal2 pacaran. Karna saya sangat mencintai suami saya akhirnya saya trima kekurangan ibunya. Awalnya hidup kami sdh tenang tinggal berdua di rumah yg disediakan oleh orang tua saya, dan krn rumah itu kecil jd mertua tdk bisa ikut tgl bersama kami. Hanya skali2 saja berkunjung. Nah masalah baru timbul ketika saya dan suami membeli rumah baru yg lebih besar, karna mertua meminta untuk tinggal bersama kami. Sedangkan yg kami tahu mertua masih melakukan bisnis2nya yg tidak jelas dimana suami sudah meminta mertua utk berhenti jika beliau mau tinggal bersama kami, krn takut kejadian kaya dulu sampai kehilangan rumah dan keluarga kami ikut terseret2 dgn masalahnya. Apalagi rumah itu saya dan suami bekerja keras berdua utk membelinya plus kami punya anak kecil. Tp mertua marah dan tidak mau suami atur2 ttg bisnisnya. Di lain sisi saya sebagai istri stress berat krn membayangkan harus menghadapi risiko bisnis mertua dan saya kurang tenang hidup dgn mertua yg suka bohong bahkan pernah mencuri emas saya. Saya takut anak2 saya jd mengikuti kebiasaan buruk mertua saya itu. Di lain sisi, saya tahu suami berkewajiban menjaga orang tuanya. Walaupun suami blm 100% bisa menghidupi RT kami. Masih tergantung juga dgn penghasilan bulanan saya yg lebih besar drpd gaji suami. Bagaimana ya pak ustad saya hrs menyikapi kondisi ini. Saya takut RT saya dgn suami hancur krn kehadiran mertua di runah saya. Karna selama 5 tahun menikah ga berhenti2 kami slalu bertengkar masalah mertua.

  • devi fajarwati 4 years ago

    Assalammualaikum ustadz.sy mau tanya dlm 2thn kmrn suami sy g kerja krn sdh mengikuti pnddkn jd sy yg kerja dan suami pnddkn sambil ngasuh anak dan yg sllu hidangin mknan ibu sy disaat sy kerja.nah skrg suami sy sdh bekerja nah sempat slama 6bln sy yg pegang uangnya habis utk byr hutang2 sblmnya dan bantu orgtua sy.dan suami g ikhlas su bantu byr hutang orgtua krn qt blm punya rmh.dan skrg sy dilarang kerja oleh suami krn percuma krja g ada tabungan dan ank g keurus pdhl anak ibu sy yg jaga sht dan lincah.sy bingung ustadz kl sy g krja sy g bs bantu nyelesaikn hutang2 sy sblm suami krja sdg dy tdk tau menau dan sy juga g bs bantu orgtua sy lg kesusahan.jd sy bingung ustadz hrs ikut suami g kerja tp g bs bantu orgtua sy yg sdg kesusahan ustadz…

  • Assalamu ‘alaikum.

    Mohon pencerahann ya
    Saya menikah kurang lebih satu tahun yang lalu. Setelah menikahpun kami tidak langsung hidup bersama dikarenakan kami bekerja di beda kota, Istri saya, tinggal dengan orang tuanya, dan saya tinggal sendiri di kota tempat saya mencari nafakah. Awalnya, istri saya berkomitmen mau ikut saya jika saya sudah mapan, setelah saya merasa mapan saya berniat untuk mengajak istri saya pindah, tetapi istri menolak dengan berdalih berat meninggalkan orang tua dan belum cukup tabungan dan orang tua istri saya selalu menahan istri saya untuk tidak boleh saya bawa ke tempat saya tinggal, dengan berbagai alasan. Istri meminta waktu selama dua tahun lagi dia baru bisa mengikuti suaminya. Saya sempat tinggal satu rumah cuma lima bulan saja di karenakan saya tidak tahan dengan omongan mertua saya yang sering menyinggung dan membeda-bedakan saya dengan orang lain. Sudah dua bulan ini, kami pisah, karena saya pindah tempat usaha yang baru dan istri saya tetap tinggal bersama orang tuanya karena istri juga bekerja.

    Akhir-akhir ini, sering terjadi pertengkaran hebat antara kami, dan istri saya meminta saya cari pengganti dia tetapi saya tidak kabulkan. Dan saya tidak habis pikir mertua saya berkata “di dunia ini tidak ada yang namanya mantan orang tua, kalo mantan suami si banyak” secara tidak langsung saya mengartikannya menyarankan di antara kami untuk berpisah saja.
    Saya ingat pernah membaca ada yang berpendapat “Seorang istri tidak boleh keluar dari rumah kecuali dengan izin suami meski diperintahkan oleh bapak atau ibunya apalagi selain keduanya. Hukum ini adalah suatu yang disepakati oleh para imam. Jika suami ingin berpindah tempat tinggal dari tempat semula dan dia adalah seorang suami yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami serta menunaikan hak-hak istrinya lalu orang tua istri melarang anaknya untuk pergi bersama suami padahal suami memerintahkannya untuk turut pindah maka kewajiban istri adalah mentaati suami, bukan mentaati orang tuanya karena orang tua dalam hal ini dalam kondisi zalim. Orang tua tidak boleh melarang anak perempuannya untuk mentaati suami dalam masalah-masalah semacam ini” (Majmu’ Fatawa, 32/263).

    Yang menjadi pertanyaan saya :
    1. Apa yang harus saya lakukan sekarang ? Di satu sisi, saya ingin mempertahankan keluarga saya. Di sisi lain, saya kecewa dengan istri saya yang terlalu mementingkan orang tuanya.
    2. Berdosakah mertua saya ini yang berniat memisahkan saya dan istri ?
    3. Termasuk istri yang durhakakah istri saya ini, dia lebih mementingkan orang tuanya dibanding suaminya ?
    4. Apakah saat ini sudah jatuh talak saya kepada istri saya, sedangkan istri pergi meninggalkan saya ?
    5. Langkah terbaik apakah yang harus saya lakukan kedepan ?

    Terimakasih

  • Ass pak ustad, suami sy ank tunggal, barusan ini bpk mertua meninggal dan ibu mertua akan ikut tinggal bersama kami..padahal utk kebutuhan rumah tangga kami saja tiap bln sllu kurang 500-700rb…klo mertua tinggal disini pasti nambah biaya lg.. Selama ini sy tdk bekerja krn mengasuh 2 anak…sebelumnya hub sya dgn mertua buruk krn kmi tdk cocok, bahkan selama ini mertua kurang semua2nya ke kelurga kecil kami…dlu2 kyk gak mau ikut bantu momongn bahkan cenderung tdk mau krn dianggap ada ortu saya yg momong ank2..bahkan cucunya msk RS pun gak dijenguk sama mertua pdhl satu kota…ortu saya yg beda kota lsg hari pertama anak saya opname lsg dtg bahkan mengambil anak saya yg satunya utk diasuh selama saya nunggu anak saya d’RS..selain itu byk hal lg yg sya rasa mertua kurang dlm sgl sesuatunya, kurang perhatiannya, kurang sygnya, kurang jasanya…tp klo blg k suami sya, sayang sama cucu2nya… Dlm hti saya, sayang kok begitu…makanya sya sujujurnya berat hati mertua tinggal bsama sama klo ingat semua hal yg pernah dia lakukan kpd sya sama anak2..apalagi kami tnp mertua saja sdh kekurangan, ketambahan mertua pasti lbh besar lg kurangnya…dan saya tdk mau bekerja krn klo sy bekerja, suami akhirnya gampangkan saya, pasti semua kkekurangannya akan dihibahkan k saya…apa saya salah pak ustad gak mau bekerja krn saya gak mau uang saya utk kebutuhan ibu mertua… Krn dlm pemikiran saya, ketika saya kerja,itu utk kebutuhan saya dan kebutuhan anak2 diluar makan… Sya ingin menabungkan uang saya tiap bln utk 2 anak saya, sya ingin anak saya ikut les privat musik, ngaji dll, bs jln2 sama anak2 sya (salama ini juarang sekali kmi bs jalan2, mkn diluar, ngajak renang,beli ini tiu krn tdk cukup uang), belika mereka buku2( yg skrg hrg buku mahal2) dll pas ustad pokoknya utk anak2 saya, utk pengetahuan anak saya, masa depan anak saya, utk menyenangkan anak2.. Ketika sya kerja berarti saya mengorbankan waktu saya bersama anak2… Saya tdk mau pengorbanan sya dgn kehilangan waktu buat anak2, tp tdk membuahkan hasil apa2 utk mereka… Apa saya salah pak ustad…

  • assalamualaikum ustad..
    saya seorang istri punya 1 anak..saya tinggal bersama orangtua saya tp suami tinggal dengan orangtuanya..jadi kami pisah rumah..
    saya mau tnya apa salah saya membantu melunasi hutang orangtua saya tetapi suami menyuruh meninggalkan orgtua saya karna banyak hutang.. kami selalu cekcok karna saya memihak kepada orangtua saya.. saya pnya kakak tp kakak saya tidak peduli dengan keadaan orgtua.. apa saya salah jika menginggalkan orgtua disaat seperti ini ?
    terimakasih ustad..

  • sigit fahlevi 4 years ago

    Assalamualaikum
    Saya mau tanya pak, apa hukum nya bila istri lebih mementingkan omongan orang tua nya dari pada suamj nya, saya udah 9 bulan nikah dan saya selama itu juga menahan sabar tetapi namanya manusia pasti ada batas sabar nya, yang saya pertanyakan berdosa kah saya pada saat istri tidak mematuhi omongan saya dan saya sudah habis sabar saya yg selalu memprioritaskan omongan orang taunya saya menyebut kata pisah? Apakah saya salah ngelakuin tindakan itu atau istri saya yang salah dan durhaka sama suami ? Mohon di jawab dan di perjelas pak ustad.
    Terima kasih

  • SSALAMUALAIKUM PAK USTAD ..
    SAYA MAU BERTANYA..ADA SEORANG ISTRI YG SEDANG SAKIT PARAH ..SAMPAI MAU MENINGGAL LALU IA BERNAZAR DAN BERPESAN KPD SUAMINYA ,JIKA KU NANTI MENINGGAL DUNIA DAN TIDAK SEMBUH..KAMU BOLEH NIKAHI ADIKKU … EH TAU TAU ISTRINYA LANGSUNG JD SEHAT SEMBUH GA SAKIT LAGI…
    PAS LAMA LAMA KELAMAAN SI SANG ISTRI SAKIT PARAH LAGI ,SAMPAI MAU MENINGGAL DAN BERPESAN LAGI KEPPDA SUAMINYA BLG GNI JIKA KU MENINGGAL NANTI KAMU TIDAK BOLEH MENIKAH LAGI DGN PEREMPUAN LAIN TIDAK BOLEH..APALAGI MENIKAHI ADIIKKU TIDAK BOLEH..
    KALO UDAH SEPERTI ITU BAGAIMANA YA PAK USTADZ HUKUM DLAM ISLAMNYA .. MOHON DIJELASIN YA PAK ..AGAR SAYA MENGERTI ..
    MAKASIH YA PAK USTADZ SEBLUMNYA..
    WASSALAM

  • assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh
    ustadz, bagaimana hukumnya
    JIKA ADA SEORANG SUAMI YG MENIKAH TANPA IZIN ISTRINYA ..
    CERITANYA GINI ITU SUAMI PAS MAU NIKAH LAGI SM ISTRI YG KE 2 DIA IZIN SM ISTRI PERTAMANYA BOLEH,LALU MENIKAH LAGI DGN ISTRI KE 3 LALU IZIN MENIKAH LAGI LALU DIBOLEHIN .. LALU PAS DIA MAU NIKAH LAGI DGN ISTRI YG KE 4 ,ITU SUAMI TIDAK IZIN KPD SANG ISTRI DAN MENIKAH TANPA SEPENGETAHUAN ISTRI NYA (MENIKAH SCRA DIEM DIEM)
    KALO UDH KAYA GTU BAGAIMANA HUKUM DLAM ISLAMNYA ..DAN BAGAIMANA KEDUDUKAN SI SUAMI ..mohon penjelasannya.

  • Bhewani 4 years ago

    Baru 1 minggu ini saya diusir oleh ibu kandung saya sendiri, karena seringnya terjadi perbedaan pemikiran. Bahkan suami saya sendiri pun sebenarnya telah lama meminta saya utk keluar dari rumah, karena gak tahan dengan sikap ibu saya yang selalu merasa benar dan merasa bahwa saya ikut beliau jadi harus KASIH uang bulanan. Jujur Demi Allah saya pernah katakan secara pelan” langsung ke Ibu saya, bahwa kondisi keuangan saya belum stabil. Tapi malah saya dan suami saya dijelek-jelekin hingga beberapa tetangga yang memang suka ‘bergosip’ dengan ibu saya bertanya tentang apa yang diucapkan ibu saya, sontak saya kaget… koq bisa-bisanya Ibu kandung saya sendiri menghina saya dan memfitnah saya. bahkan anak saya pun di doktrin oleh ibu saya kalau saya tuh anak yang gak tau diri, dah numpang tapi gak mau ngasih duit. dan anak saya sendiri yang cerita langsung ke saya. tapi saya coba tahan agar suami saya gak kluar dari rumah, dan memintanya bersabar. hingga saya sendiri gak tahan dengan sikap ibu saya yang selalu berpikir soal materi, hingga kini saya diusir. masalah gak berhenti sampai disitu, suami saya melarang, saya dan anak saya gak boleh dan dilarang menemui ibu saya. kata-kata suami terakhir adalah -itu bukan seorang ibu, yang meminta nyawa anak nya sebagai hutang, dan rela mendzalimi anaknya sendiri dengan fitnah, aib, n materi-. Apakah sikap kami salah Ustadz ? Apakah ibu saya gak bs berubah sedangkan semakin kesini usia nya yg lebih dari 50 thn semakin parah soal materi ? Apa yang harus saya lakukan ?

  • Nur Ima 4 years ago

    Assalamu’alaikum,.
    Pa ustad,sy meminta saran dari ustad tentang hubungan sy dengan ibu sy,.
    singkat cerita,sy sudah berusaha smaksimal munhkin berbakti kpada ibu sy dgn meminta ibu n adik2q untk tinggal bersama,tetapi msalah dtang mnghampiri,ibu sy terlalu memandang remeh suami sy bhkan tdk segan untuk mencaci maki kami,mempermalukan kami dirumah kmi sndri,spnuh hati sy menyayangi ibuq,bahkan terkadang sy mengabaikan tugas sy sbagai istri dan lbh mementingkan ibu sy,suami sy sudh sngat mengalah dan menerima tapi dlam lubuk hati sy,sampai kapan akan bgni,sy tdk mau rumahbtangga sy gagal kmbali stelah ada campur tangan dr ibu,apakah sy durhaka jika sy mengeluarkan uneg2 sy kpada ibu dan memilih diam dr pada harus bicara,sy sangat ksian melihat suami sy,apa sy tidak slah apabila sy lbih berpihak pada suamiq?

  • @nur ima
    1. Insya Allah, tidak termasuk durhaka
    2. Insya Allah, tidak salah jika demikian keadaannya.

  • @Bhewani
    Doakan ibu agar Allah melimpahkan hidayah kepadanya.

  • @Zia
    Hukum pernikahannya sah jika syarat dan rukun nikah terpenuhi dengan sempurna.

  • @Zia
    Pesan tersebu tidaklah wajib dilaksanakan.

  • @Agus
    Boleh jika memang si anak salah dan dengan pukulan yang tidak menyakitkan.

  • # Vera
    JIka memang demikian kondisinya anda tidak salah jika tidak menuruti kemauan suami.

  • # Vina
    Jika si anak perempuan itu kaya maka hukumnya boleh.

  • # Liefa
    Jika dia jarang sholat maka anda wajib minta cerai darinya.

  • Assalamualaikum wr.wb. pak ustad. Saya mau bertanya kepada pak ustad. Sebelum nya saya sudah bekeluarga, dan sudah mempunyai anak perempuan yang sekarang berusia 2 bulan. Singkat cerita, saya dan suami saya masih tinggal d rumah orang tua saya. Beberapa hari belakangan ini, terjadi salah faham antara orang tua saya dan suami saya. Masalah nya simple pak ustad. Ibu saya tidak sengaja menginjak baju suami saya. suami saya langsung ambil hati, dan masalah yang lain datang karena ibu saya mengajak saya makan malam tetapi tidak mengajak suami saya makan.dan itu membuat suami saya marah. 1 hari kemudian terjadi perkelahian hebat antara suami dan orang tua saya, suami saya ingin mengajak saya dan anak nya pergi dari rumah orang tua saya ke rumah orang tua suami saya. Dan orang tua saya tidak mengizin kan saya dan anak ikut suami saya. Sehingga membuat suami saya marah, dan mengeluarkan kata ” DIKAU” bsha kasar “KAMU”. Kemudian saya memutuskan untuk sementara tinggal d rumah orang tua saya. Dan pd akhir ny suami saya pergi meninggal kan saya dan anak saya. Setelah 3 hari kemudian, suami saya datang ke rumah ingin menjemput saya dan anak saya pergi ke rumah orang tua suami saya. Dan saya memutus kan untuk kontrak rumah bersama suami dan anak saya. Tetapi ibu saya melarang pak ustad, mungkin karena saya anak semata wayang dan ibu saya baru memiliki cucu 1.sehingga berat melepaskan saya. Apa yang harus saya lakukan pak ustad?
    Kalau nanti saya memilih suami saya, apakah saya menjadi anak yang durhaka??
    Lalu jika saya memilih orang tua saya, bagaimana dgn suami saya pak ustad?
    Sedangkan anak saya masih butuh kasih sayang dan perhatian dari ayah nya.
    Sebelum ny saya mengucapkan banyak terima kasih.
    Assalamualaikum wr.wb.