Mengisi Pengajian di Masjid Ahli Bid’ah

Mengisi Pengajian di Masjid Ahli Bid’ah

Dosa Bid’ah Dibanding Maksiat
Biji Tasbih Bukan Bid’ah (2)
Mengisi Pengajian Maulid Nabi

ومن باب الفائدة : فقد قال الشيخ زيد بن هادي المدخلي جوابا على السؤال: إذا طلبني مبتدعة لأذهب إلى مسجدهم لوعظهم وإلقاء الخطب، فهل علي الذهاب أم أرفض؟.

Syaikh Zaid bin Hadi al Madkhali mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Jika para ahli bid’ah memintaku untuk pergi ke masjid mereka dalam rangka memberi pengajian untuk mereka atau menyampaikan khutbah Jumat, apakah aku wajib pergi ke masjid tersebut dalam rangka memenuhi undangan mereka ataukah aku tolak saja permintaan mereka?”

الجواب: لا، لا ترفض، إذا طلبوا أهل البدع في المسجد أن تخطبهم أو تعظهم أو تقيم ندوة أو محاضرة،

Jawaban beliau, “Jangan ditolak, jangan ditolak jika mereka para ahli bid’ah meminta agar Anda menyampaikan khutbah Jumat, pengajian, mengisi seminar atau ceramah di masjid mereka.

ولكن عليك أن تهدف على البدع التي هم واقعون فيها، تهدف عليها وتبين ضررها وتدلل من الآيات القرآنية والأحاديث النبوية، فلعل الله-عز وجل-يهدي بالكلمة والموعظة والخطبة من يهدي من عباده فيكون لك الأجر، والله أعلم”.

Akan tetapi hendaknya Anda menargetkan bahasan tentang berbagai bid’ah yang mereka jalani. Jadikan bahasan tentang bid’ah yang mereka alami sebagai topik utama. Jelaskanlah berbagai dampak buruk dari bid’ah tersebut dan sampaikanlah dalil dari al Qur’an dan hadits. Mudah-mudahan Allah melimpahkan hidayah-Nya melalu kultum, pengajian ataupun khutbah Jumat yang anda berikan kepada siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki sehingga anda mendapatkan pahala karenanya”

Sumber:
http://kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=23649

COMMENTS

WORDPRESS: 3
  • abuki 8 years ago

    “Akan tetapi hendaknya Anda menargetkan bahasan tentang berbagai bid’ah yang mereka jalani. Jadikan bahasan tentang bid’ah yang mereka alami sebagai topik utama. Jelaskanlah berbagai dampak buruk dari bid’ah tersebut dan sampaikanlah dalil dari al Qur’an dan hadits. ”
    —————————————————————————————–
    ini prakteknya klhatannya sulit ustadz, misal ust ahlussunnah di undang di komunitas pengajian pro jihad ala teroris, ust tsb diundang mengisi masalah fikih/aqidah, kalo ust tsb langsung menghabisi paham terorisme, bisa “disikat” di tempat tu ustadz, diundang sekali trus slamat tinggal atau malah pulang tinggal nama.

  • ustadzaris 8 years ago

    #abuki
    Cara dakwahnya:
    1. jangan bahas dan nyebut nama
    2. sampaikan kaedah-kaedah yang benar tentang jihad penuh dengan dalil naqli dan aqli

  • Tommi 8 years ago

    Assalamu’alaikum ustadz,
     
    Iya tuh ustadz ana jg setuju ama abuki. Di dekat kantor ana ada seorg ustadz bermanhaj salaf yg rutin ngisi kajian sebulan sekali di masjid yg mayoritas golongannya adalah org2 yg hobi ziarah kubur wali, penggemar barzanji dan maulidan. Topik yg dibahas pun hanya seputar fikih yg ringan2. Ketika ada teman ana nanya, ustadz tolong dong dibahas mengenai hadits perpecahan umat islam menjadi 73 golongan itu. Jawab pak ustadz tersebut, “ana bisa saja membahas itu tapi ana khawatir dampaknya sama kajian kita soalnya masyarakat sekitarnya fanatik berat ama kyai/sesepuhnya, mungkin pelan2 saja kita arahkan ke arah situ, jgn langsung maen tembak.”
     
    Mungkin ini ya yg dinamakan menghindari mafsadat lebih didahulukan ketimbang mencari maslahat.