Tanya:
Assalamu’alaikum. Mana yang harus didahulukan bagi seorang istri antara berbakti kepada suami dan mengurusi anak, dengan berbakti dan mengurus orang tua? Keduanya tidak bisa dikerjakan secara bersamaan karena tempat tinggal yang saling berjauhan. Memilih salah satunya berarti mengabaikan yang lain. Dua adik belum menikah dan masih tinggal dengan orang tua. Jazakumullah. Nuryati Wassalam. 08139xxxx
Jawab:
Wassalamu’alaikum warahmatullah,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا ».
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya” (HR Tirmidzi no 1159, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).
Ketika menjelaskan hadits di atas penulis Tuhfatul Ahwadzi mengatakan, “Demikian itu dikarenakan banyaknya hak suami yang wajib dipenuhi oleh istri dan tidak mampunya istri untuk berterima kasih kepada suaminya. Dalam hadits ini terdapat ungkapan yang sangat hiperbola menunjukkan wajibnya istri untuk menunaikan hak suaminya karena tidak diperbolehkan bersujud kepada selain Allah”.
Berdasarkan hadits di atas maka seorang istri berkewajiban untuk lebih mendahulukan hak suami dari pada orang tuanya jika tidak mungkin untuk menyelaraskan dua hal ini.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Seorang perempuan jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (Majmu Fatawa 32/261).
Di halaman yang lain beliau mengatakan,
“Seorang istri tidak boleh keluar dari rumah kecuali dengan izin suami meski diperintahkan oleh bapak atau ibunya apalagi selain keduanya. Hukum ini adalah suatu yang disepakati oleh para imam. Jika suami ingin berpindah tempat tinggal dari tempat semula dan dia adalah seorang suami yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami serta menunaikan hak-hak istrinya lalu orang tua istri melarang anaknya untuk pergi bersama suami padahal suami memerintahkannya untuk turut pindah maka kewajiban istri adalah mentaati suami, bukan mentaati orang tuanya karena orang tua dalam hal ini dalam kondisi zalim. Orang tua tidak boleh melarang anak perempuannya untuk mentaati suami dalam masalah-masalah semacam ini” (Majmu Fatawa 32/263).
[Konsultasi dari Majalah Swara Qur'an]
Popularity: 5% [?]


Assalamu’alaikum Ustadz,
Kalau orangtua istri menderita sakit yang memerlukan perhatian ekstra dalam waktu yang agak lama seperti sakit stroke, bolehkah ia mendahulukan hak orangtuanya, untuk merawat orangtuanya? Tapi konsekuensinya jika ia merawat orangtuanya maka sebagian hak-hak suaminya akan “terbengkalai”, seperti ia jadi tidak tinggal di rumah suami tapi harus tinggal di rumah orantuanya untuk merawat mereka yang sakit.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya untuk Ustadz…
Untuk Wawan
Wa’alaikumussalam
Boleh asalkan seizin suaminya.
bagaimana dengan hak istri dengan hak orang tuanya atas suami ustad?
mana yang lebih didahulukan?
misal baik si istri maupun orang tuanya sama-sama sakit, dan tinggal berjauhan?
Untuk As
Hak ortu lebih didahulukan sebagaimana dalam hadits ashbul ghar, tiga orang yang terperangkap dalam goa.
bagaimana hukumnya jika orang tua melarang putrinya untuk ikut suaminya
dengan alasan si putri itu adalah anak tunggal..
apakah orang tua disini berdosa???
#greget
Solusinya saat akad nikah atau sebelumnya ortu calon ister membuat perjanjian dengan calon suami untuk tinggal dengan ortu isteri. Jika calon suami mengiyakan maka dia wajib melaksanakan perjanjian tersebut
assalamualaikum ustadz
istri (22th) mau bertanya apa hukumnya jika istri tidak jujur mslh keuangan kpd suami (24 th) dengan alasan tidak mau memberi beban kpd suami krn usia prnkhn masih terhitung muda (4bln)? ini mslh keuangan keluarga istri karna istri anak prtm mk istri menanggung sebagian mslh keu kel, keluarga istri sdg dlm keadaan jth,, istri mbnt kel dg penghsln sendiri, walau ada sdkt mnggnkn pmberian suami..
istri pasti cerita kpd suami saat nnt… mhn saran dr pak ustadz terimakasih
#aini
Isteri punya hak bebas untuk memanfaatkan harta yang dia dapatkan dari penghasilannya sendiri. meski sebenarnya dia dianjurkan untuk meng-obrol-kan hal ini dengan suami
salam ustaz. Sedangkan kebanyakan isteri tidak mahu sujud Pada Allah maka mana mungkin mereka mahu sujud pada suaminya. Kalau dah tak takut pada hukum Allah sebab itu ramai isteri yang nusyuz dan derhaka pada suami. Sikap pentingkan diri dan merendahkan mertabat suami.
assalamu allaikum wr wb
saya seorang istri dengan 2 orang anak. saya 3 bersaudara dalam keluarga, saya anak pertama. Dua tahun lalu saya pernah berdoa tiap malam, dalam doa saya meminta kepada yg maha kuasa untuk dapat di berikan kesempatan untuk di mutasi ke yogya, karena kantor saya ada cabang di sana. saya berdoa untuk di mutasi karena suami saya di berikan warisan rumah di sana yg harus kami tempati. Selain berdoa saya juga pernah minta kepala cabang saya yg berada di yogya. tahun 2010 saya dapat tawaran di kantor semarang, saya menolak karena masih jauh dari yogya dan ibu saya bilang jangan karena jauh dari yogya dan harus hidup terpisah dengan keluarga. di saat saya tidak berdoa untuk itu tiba-tiba tahun 2011 ini say dapat kesempatan untuk bekerja di yogya. saya kaget ,bingung bercampur rasa seneng. Tapi orang tua saya tidak setuju saya untuk ke yogya dengan alasan mereka tidak ada yang rawat dan kasihan dengan anak saya yg masih kecil nanti di sana dengan siapa. Tapi yg orang tua saya takutkan saya sudah jelaskan dan saya kasih solusinya. suami saya bilang saya ambil kesempatan itu. yg saya ingin tanyakan mana yg saya harus pilih orang tua saya dengan menetap di jkt atau suami saya harus ambil kesempatan yg di yogya. saya sudah sholat istikhoroh tp masih tetap bingung. mohon bantuan ustadz. terima kasih, wassalam
#echa
Pilihlah suami anda
Ass wr.wb
ustad saya mau bertanya saya harus ikut suami atau orang tua..saya mepunyai pekerjaan yg gaji tdk seberapa smntara suami saya alhmdlh memumyai penghslan lbh dari cukup.saya bekerja terpisah dari suami dan dekat dengan orang tua..saya ingin berhenti bekerja dan ingi ikut denga suami smntara ortu saya melarang..saya mskrg masih mengikuti keingina ortu krna saya takut mengecewakan mereka dan mereka jatuh saki..saya harus pilih suami ato ortu
#rensi
Pilihlah suami
Aslm ustadz. Kasus sy jg seperti kasus2 sblumx d atas. Tp sy dengan alasan kuliah. Org tua sy menyuruh sy agar menyelesaikan kuliah dl sblm ikut suami. Tp sy kasihan dgn suami sy krn d tempatx dia tinggal sendri apalagi skrg kami udah pux baby yg umurx 2 bln. Pertanyaan sy ustadz, gmn crx sy menyampaikan hal ini kpd org tua sy agar dia bs mengerti, soalx dia sgt menghawatirkn masa dpn pendidikan sy ustd. Mksh sblmx
Asslmkum ustad,saya anak tunggal,,mempunyai ayah yg skrg sakit2an (saat ini ∂ï rmh sakit) terakhir saya menitipkan ayah saya tsb ∂ï tempat saudaranya (dg ttp memberi nafkah bulanan),sebelumnya mmg saya yg merawat ayah saya sendiri (suami bekerja diluar kota),ayah saya bertempamen tdk bs diatur sampai sakit berkali2 ∂ï rmh sakit dan akirnya saya mengorbankan baik itu pekerjaan,dan kesehatan saya sendiri (sempat keguguran)utk menjaga ayah saya sampai akhirnya suami saya tdk ridha dan menyuruh saya ikut suami ∂ï luar kota(luar jawa),saat ini saudaranya sdh tdk sanggup lg memelihara ayah saya (ibu saya sdh meninggal 3 tahun lalu),saya sangat binggung ustad,harus bagaimana lagi saya menghadapi ayah saya?hrs bagaimana lg saya berbakti,,,(masuk rumah sakit sdh 7x lebih dg penyakit yg kronis),saat ini saya tdk bekerja dan sedang hamil 6 bulan,otomatis saya menggantungkan keadaan keuangan bahkan utk biaya ayah saya kpd suami,yg disini suami sdh tdk sanggup lg utk membiayai biaya rmh sakit ayah yg sekali masuk bs menyampai puluhan juta,,,sedangkan ayah saya mmg masa lalunya adalah seorang Чάπƍ tdk bertanggung jwb trhadap keluarga,banyak hutang,dan semua yg menanggung adalah uami saya akhirnya ustad,,,saya takut ustad kalo saya sampai merawat ayah saya lg seakan percuma krn kejadian sakit ini akan terus berulang,,dan saya hanya sendiri menjaga ayah,,saudara sdh tdk respect lg,,dan tdk mungkin membawa ayah saya tinggal bersama saya dan suami diluar jawa,dikarenakan mmg tugas suami srg berpindah2 sewaktu2 dan suami kawatir keadaan ayah saya akan menggangu kinerjanya (tdk kerja malah bakal konsen ngurus ayah saya Чάπƍ. Sifatnya mmg tdk bisa menurut perintah yg benar),,sedangkan juga kondisi mertua sebenarnya juga sangat masih memerlukan bantuan finansial dr suami (notabene mmg anak Чάπƍ paling besar penghasilannya),,sempat saya dan suami merasa sia2 memasukkan ayah ke rumah sakit kalo akirnya kembali dan kembali lg (karena aturan kesehatan yg dilanggar sendiri oleh ayah),,saya takut juga masalah ini menjadikan rmh tangga. Kami tdk harmonis lg ustad,,,krn masalah Чάπƍ berlarut2,,tolong saya butuh sedikit sarannya ustad bagaimana kemuadian saya harus bertindak,,,trima kasih sebelumnya