Berikut ini adalah kutipan dari dua fatwa ulama ahli sunnah tentang hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh. Yang pertama adalah fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz sedangkan yang kedua adalah fatwa Syaikh Shalih al Fauzan.
جماعة التبليغ ، والصلاة في المساجد التي فيها قبور
س : سؤال من : م . ع- من أمريكا يقول : خرجت مع جماعة التبليغ للهند والباكستان ، وكنا نجتمع ونصلي في مساجد يوجد بها قبور ، وسمعت أن الصلاة في المسجد الذي يوجد به قبر باطلة فما رأيكم في صلاتي وهل أعيدها؟ وما حكم الخروج معهم لهذه الأماكن؟
Jamaah Tabligh dan Shalat di Masjid yang di Dalamnya Terdapat Kuburan
Pertanyaan dari seseorang yang berdomisili di Amerika
Penanya mengatakan, “Aku ikut khuruj bersama Jamaah Tabligh ke India dan Pakistan. Kami berkumpul dan shalat di masjid-masjid yang di dalamnya terdapat kuburan. Aku pernah mendengar bahwa shalat di masjid yang di dalamnya terdapat kuburan itu tidak sah. Apa pendapatmu tentang shalatku, apakah aku perlu mengulanginya? Apa hukum ikut khuruj bersama mereka ke tempat-tempat semisal ini?
ج : بسم الله ، والحمد لله ، أما بعد :
جماعة التبليغ ليس عندهم بصيرة في مسائل العقيدة فلا يجوز الخروج معهم إلا لمن لديه علم وبصيرة بالعقيدة الصحيحة التي عليها أهل السنة والجماعة حتى يرشدهم وينصحهم ويتعاون معهم على الخير ؛ لأنهم نشيطون في عملهم ، لكنهم يحتاجون إلى المزيد من العلم ، وإلى من يبصرهم من علماء التوحيد والسنة .
رزق الله الجميع الفقه في الدين والثبات عليه .
Syaikh Ibnu Baz mengatakan, “Bismillah wal Hamdu lillah. Amma Ba’du.
Jamaah Tabligh itu tidak memiliki ilmu tentang berbagai permasalahan akidah. Oleh karena itu, tidak boleh khuruj bersama mereka kecuali bagi orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan tentang akidah yang benar. Itulah akidah ahli sunnah wal jamaah. Dengan demikian orang tersebut bisa membimbing dan menasehati mereka serta bisa tolong menolong bersama mereka dalam kebaikan.
Mereka adalah orang-orang yang bersemangat dalam kerja dakwah namun mereka memerlukan tambahan ilmu. Mereka juga memerlukan ulama yang faham tentang tauhid dan sunnah yang bisa mengajari mereka.
Moga Allah memberikan kepada semuanya pemahaman yang baik tentang agama dan konsisten dengannya.
أما الصلاة في المساجد التي فيها القبور فلا تصح ، والواجب إعادة ما صليت فيها ؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم : لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد متفق على صحته ،
Shalat yang dikerjakan di dalam masjid yang ada kuburan di dalamnya itu tidak sah. Anda memiliki kewajiban untuk mengulangi shalat yang telah anda lakukan di dalam masjid tersebut. Dalam masalah ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Allah itu melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah” (HR Bukhari dan Muslim).
وقوله صلى الله عليه وسلم : ألا وإن من كان قبلكم كانوا يتخذون قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد ألا فلا تتخذوا القبور مساجد فإني أنهاكم عن ذلك أخرجه مسلم في صحيحه . والأحاديث في هذا الباب كثيرة .
وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد ، وآله وصحبه وسلم .
Dalil yang lain adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ingatlah, orang-orang sebelum kalian itu menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih di antara mereka sebagai tempat ibadah. Ingatlah janganlah kalian jadikan kuburan sebagai tempat ibadah. Sungguh aku melarang hal tersebut” (HR Muslim). Hadits-hadits tentang hal ini banyak sekali”.
نشرت في مجلة الدعوة في العدد ( 1438 ) بتاريخ 3 / 11 / 1414 هـ .
Fatwa ini pertama kali dipublikasikan di majalah ad Dakwah edisi 1438 tanggal 3 Dzulqa’dah 1414 H [Fatwa Syaikh Ibnu Baz ini ada di Majmu al Fatawa wa al Maqolat al Mutanawi’ah jilid 8 hal 331. Bisa juga dilihat di buku Kasyfu as Sattar karya Muhammad bin Nashir al ‘Uraini hal 68-69].
Dari fatwa ini kita bisa mendapatkan beberapa pelajaran:
1. Hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh itu pada asalnya haram kecuali seorang yang berilmu (baca: ustadz salafy) yang diharapkan bisa membimbing mereka kepada akidah dan cara beragama yang benar.
2. Tolong menolong atau kerja sama dengan Jamaah Tabligh asalkan dalam kebaikan itu diperbolehkan. Namun ingat tolak ukur kebaikan itu timbangan syariah, bukan sekedar perasaan.
3. Dalam fatwa di atas Ibnu Baz memuji Jamaah Tabligh dalam sisi semangat dalam kerja dakwah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua pujian kepada kelompok yang dinilai sesat itu terlarang tanpa terkecuali. Yang benar hukum tindakan semacam ini tergantung motif dan konteks pembicaraan.
4. Sisi kebaikan yang dimiliki sebuah kelompok ‘bermasalah’ tidaklah menghalangi kita untuk mengingatkan orang lain terhadap bahaya kelompok tersebut. Dalam fatwa di atas, sisi kebaikan yang ada pada Jamaah Tabligh tidak menghalangi Ibnu Baz untuk melarang khuruj bersama mereka bagi orang yang tidak memiliki ilmu.
و المقصود جماعة التبليغ التي شغلت الناس في هذا الزمان و هي جماعة ضالة في معتقدها و منهجها و نشأتها كما وضح ذلك الخبيرون بها مما تواتر عنهم مما لا يدع مجالا للشك في ضلال هذه الجماعة و تحريم مشاركتها و مساعدتها و الخروج معها فيجب على المسلمين الحذر منها و التحذير منها.
Syaikh Shalih al Fauzan mengatakan, “Intinya, Jamaah Tabligh yang telah menyita perhatian banyak orang di zaman ini adalah kelompok yang sesat dalam akidah, jalan beragama dan awal tumbuhnya sebagaimana penjelasan orang-orang yang benar-benar mengetahui mereka. Penjelasan para pakar dalam hal ini banyak sekali. Hal ini menyebabkan tidak ada lagi tersisa ruang untuk meragukan kesesatan kelompok ini. Haram hukumnya berperan serta dan membantu acara-acara mereka serta khuruj bersama mereka. Seluruh kaum muslimin memiliki kewajiban untuk mewaspadai mereka dan mengingatkan orang lain agar tidak mengikuti mereka” (Kata pengantar Syaikh Shalih al Fauzan untuk buku Kasyfu al Sattar karya Muhammad bin Nashir al ‘Uraini hal 5).
Dari penjelasan Syaikh Shalih al Fauzan ini kita bisa membuat kesimpulan bahwa hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh menurut beliau haram secara mutlak. Kita simpulkan demikian, karena beliau tidak memberi pengecualian.
Dari uraian di atas bisa kita simpulkan bahwa hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh itu diperselisihkan, ada yang melarang secara mutlak semisal Syaikh Shalih al Fauzan atau memberi pengecualian dalam kondisi tertentu sbagaimana penjelasan Ibnu Baz.
Oleh karena itu dalam masalah ini dan yang semisal hendaknya kita tidak memakai ‘kaca mata kuda’ sehingga menilai masalah yang diperselisihkan di antara para ulama ahli sunnah sebagaimana masalah yang menjadi konsesus semua ulama ahli sunnah.
Popularity: 33% [?]

untuk masalah masjid JT yang di India dan didalamnya ada kuburan….ada baiknya anda kesana untuk melihat kejelasannya…pada awalnya kuburan tersebut berada diluar masjid sebelum dilakukan rehabilitasi perluasan…dan kalau hal ini juga menjadi polemik…maka sholat di masjid nabawi pun dapat menjadi haram dikarenakan ada makam Rasululloh saw…mohon pemikiran yang lebih luas dalam menterjemahkan sebuah hadis. wassalam
Assalamu’alaikum
Pak aris …anda terlalu gegabah dalam mensyarah fatwa Syaikh bin Baz…, tidak boleh kok dibilang haram,…tapi saya maklum, karena ilmu anda memang belum layak untuk berfatwa, Pesan saya : hati – hati dalam menyampaikan permasalahan agama, jangan sampai tulisan anda ini membuat orang yang mau khuruj berdakwah jadi mengurungkan niatnya….
Ingat pak nandar , anda belum tahu banyak tentang Jt,
Ingat pak Nandar..manhaj anda yang suka mencela , menjelekkan , mentahdzir orang diluar kelompok anda telah membuat kelompok anda sendiri berpecah belah….
Ingat pak nandar , …..berdakwalah sesuai kapasitas antum, jangan berlebihan dalam berfatwa..
1. Hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh itu pada asalnya haram kecuali seorang yang berilmu (baca: ustadz salafy) yang diharapkan bisa membimbing mereka kepada akidah dan cara beragama yang benar.
Semoga Allah melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua.
Untuk Ustadz Nahl
Terima kasih ustadz, atas doanya. Moga Allah memberi hidayah kepada kita untuk komitmen dengan sunnah dan meninggalkan segala bentuk bid’ah.
Bisa tengok2 website ini untuk tambahan bid’ahnya.
Hidup salafi…….salah fikir ?!!
http://usahadawah.com/2008/09/24/perkara-khuruj-dan-jumlah-hari/
Assalamu’alaykum
Buat temen2 JT, Siapa lebih paham tntang agama ini, Ustad sdr, ato ulama sdr, atau sdr sndiri…
atau mereka para shahaba, yaitu:
Abu Bakar ash Shiddiq, Utsman, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin ‘Awwaan, Thalhah bin Ubaidillah, Abdurahman bin ‘Auf, Abu Ubaidah bin jarrah, Sa’ad bin Waqqash, Sa’id bin Zaid, Abdullah bin Mas’ud, Bilal bin Rabaah, ‘Ammar bin yasir, Jaffar bin Abi Thalib, Zaid bin Ari Haritsah, Salman al Faraisiy, Abu Dzar Al Ghifaariy, Abu Ayyub al Ansyhariy, Muad bin jabal, Abu Musa al Asy’ariy, Abu Sa’id al Khudriy, Abdullah bi Abbas, Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Umar, Abu Hurrairah, Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, Anas bin Malik, Khalid bin Walid, ‘Amr bin ‘Ash, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dan banyak sekali..
Mereka adalah generasi yang paling terbaik yang ditampilkan kpda manusia. Ada mereka melakukan Khuruj? mana Dalilnya yang SHAHIH (yang sah datangnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). buat temen JT, baca kitab2 (Asalnya) para ulama salafu sholeh. sperti Imam Bukhari, Imam Ahmad, Imam Muslim, dan bnyak sekali para imam Ahlu Sunnah lainnya…
aslkum
biar tau siapa yang benar siapa yang salah minta saja sama Alloh…. minta tunjukan mana yang paling benar…..caranya sholat 5 waktu berjamaah di mesjid di awal waktu …. terus jaga pandangan terus jga dzikir pagi petang terus jga tilawah quran ….. mudah2an dikabul doanya….. dah kebuktian ko….mana yang benarnya!!!!!
Untuk Dik
Perlu ditambahkan dengan jangan lupa sering-seringlah ngaji dengan guru yang mengajarkan al Qur’an dan sunnah yang shahih sebagaimana yang telah dipahami dan dipraktekkan oleh para shahabat.
Kalau meniru amalan JT boleh ngak ya ?
Untuk Wong Dheso
Boleh asal ada dalilnya yang shahih dan sharih dengan praktek yang benar serta niat yang benar yaitu mengamalkan sunnah Nabi.
cukup Copy Paste dengan praktek beragama generasi pertama, Allah sudah Ridho
saudaraku yang di JT. afwan ya….. klo memang antum sekalian benar-benar mengikuti sunnah rosulullah… perlihatkanlah da’wah antu yang lemah lembut, karena rosulullah selalu mengingatkan kita selalu berda’wah dengan lemah lembut dan sabar…
apa yang antum pertahankan dan berdalil sesuai dengan tuntunan rosulullah, marilah di tampilkan agar teman-teman semua mengerti ini jama’ah tablik pengemban da’wah rosulullah, ayo teman-teman JT berda’wah lah sesuai dengan anjuran rosulullah
Inilah kesalahan kami terbesar : baik sangka yg keblabasan,kami pikir tak mungkin ada yg berani dusta atas nama agama. sudahkan anda baca semua buku tablig ? kami sudah menelaahnya !!!!! kecuali kisah maulana ilyas krn kami takut menggkultuskannya ,bagi kami Rasulullah is the best.pasti jt tahu semua dan yakin bahwa sahabat mempunyai 6 sifat yg utama dan khuruj adalah sifat yg paling menonjol??????? dan juga lihat sifat lain (sifat 1-5),benarkah para sahabat nabi mempunyai sifat demikian??????.bahkan ukuran baik buruknya seseorang itu berapa lama khuruj apakah sudah IP ????? tabi’in yg hidup dijaman sahabat kok tak mengenalnya ????? teganya jt berdusta atas nama sahabat???? jt meninggalkan keluarga dg dalil nabi Ibrahim juga meninggalkan hajar dan anaknya yg masih kecil di padang pasir(masjid haram sekarang), pastaskan kita mensejajarkan diri dg nabi Ibrarim ??????dan seolah olah khuruj itu perintah langsung dari Allah spt nabi Ibrahim diperintahkan untuk meninggalkan istri dan anaknya ditempat terpencil????? orang yg ikut khuruj dapat hidayah yg tidak khuruj artinya??????jika diajak khuruj dan menolak dikatakan mendahulukan dunia dan meninggalkan agama?????dikatakan tebar-2 hidayah memang punya kita hidayah??????? jika ada pilihan antara haji dan khuruj maka mereka pilih khuruj , beraninya menafikan rukun islam mendahulukan khuruj ??????? yg dipelajari ilmu fadhoil, gimana kita dapat pahala sedang beribadah yg benar saja ngak tahu?????dikatakan bukan fatwa tapi taqwa ,gimana kita tahu bahwa kita sudah bertaqwa kalau kita tidak menuntut ilmunya????? siapa yg tahu ilmu ya ulama ,insya Allah ulama Rabbani tidak sembarangan mengeluarkan fatwa ,pataskah kita menempatkan diri lebih taqwa dari ulama ??????.masih bayak hal-2 lain yg terutama khikayah yg ngak masuk akal ,semakin ditelaah semakin banyak subhat yg didapat !!!!! Insya Allah bukan maksud kami mencela apalagi memvonis tapi ini hanya sekedar risau kami khususnya u/ para karkun apalagi yg jos .waktu kita makin sempit padahal kita harus mempertanggung jawabkan semua yg telah kita lakukan kepada Allah .jadi alangkah bijaksananya jika sebelum beramal dan berkata kita cari ilmunya dulu .pastaskah kita berkata menurut saya ???lalu siapa saya ini????? takutlah pd Allah dan salah satu tandanya kita menuntut ilmu
Benar kita harus tabayun tapi tabayun kepada Rasulullah. Kami “pernah” ikut andil dlm jt (suami ipb tiap thn 4bln 7x negri jauh/amarika 4bln ,masturoh 2bln ip).Satu hal lagi yg ingin kami para karkun utk berfikir!!!!!!!Kami yg wkt ikut jt ingin tahu bgmn ibadah sesuai sunnah kok tiba-2 harus berdakwah?????? ketika masturoh ke bombay, tiba-2 banyak yg datang dan memberi kami selamat krn” katanya salah satu jamaah di inggris,bermimpi Rasul dan Rasulullah menyampaikan salam pada jamaah masturoh kami”,banyak yg senang tapi saya malah bingung???? krn tahu siapa saya dan kok mereka begitu percaya dg mimpi ??????sampai ada satu masturoh yg punya 4 anak hafizd minta dido’akan saya krn salah satu anaknya sedang sakit,semua mastorah minta dido’akan kami ,katanya orang yg lagi hkuruj itu do,anya makbul seperti do’a para nabi???????krn wkt itu dr 8 masturah yg bisa bhs inggris hanya 2 orang salah satunya ya saya mau ngak mau jadi juru bicara padahal saya tahu saya tak tau apa-apa???????kami juga dibaiat di nizamudin oleh maulana inamul hasan dg berpegangan semuanya pada seutas tali?????saat saya menonton ceramah Dr daud Rasyid(ahli hadist),penyampaikan hadist-2 yg kebetulan sering saya sampaikan juga ktk khuruj,beliau katakan ini hadist dhoif ,ini hadist maudlu,juga beliau sampaikan juga bahwa jika kita berdakwah dg hadist dhoif maka bukan surga yg kita siapkan tapi neraka??????? tidak pantaskah saya menyesal dan bertobat????? semua kegiatan baik ijtima,musyawarah dan khuruj adl mengeluarkan jamaah sebanyak banyaknya ,krn dikatakan bhw kita diciptakan utk dakwah????? Cukup dg khuruj maka Allah akan faham agama??????padahal yg dibahas hanya fadloil amal , membahas 6 sifat dan mengeluarkan cash jamaah??????juga permisalan -2 yg menjebak,yg lebih mengagetkan lagi sewaktu saya mengajak istrinya seorang maulana untuk belajar Al-Qur’an maka maulana (gelar org yg berilmu jebolan pakistan) berkata sesuai dg tablig ngak?????? kok Al-Qur’an yg hrs sesuai dg tablig bukan kah justru tablig yg hrs sesuai dg Al-Qur’an???????? mereka katakan tak perlu ilmu krn banyak yg berilmu tapi salah amalannya (yg tak berilmu amalannya benar)??????mulai saat itu saya lepaskan tablig (yg dr pertamapun sdh banyak keraguan)saya perpaling kpd salafy yg mrk begitu alergi. Subhanallah syubhat-2 selama ini terjawab sudah Alhamdulillah.Semua yg kami cari ada disini,makanya benar bhw kami memang baru belajar krn selama itu tertipu janji Jt .
Hendaklah kita bertaqwa kepada Allah, wahai saudaraku. Jangan mengkhianati Allah, Rasulullah, Al-Qur’an dan kaum muslimin. Jangan kita menipu orang awam. Jangan mengukur urusan apapun semata-mata hanya dengan perasaan kita, sebab dienullah sangat terang benderang, malamnya sebagaimana siangnya, tidak akan ada yang menyimpang darinya sepeninggal beliau shalallalahu ‘alaihi wa sallam melainkan orang yang pasti binasa.Allah telah menyempurnakan dien-Nya, termasuk dalam hal ini ialah jalan dakwah. Ini merupakan perkara tauqifi, harus atas petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman salafush shalih. Sedangkan apa yang tidak sesuai dengannya, maka ia adalah bid’ah dan kesesatan, sekalipun namanya dipoles dengan apa saja dan biarpun memamerkan berjuta dalih.
Allah Subhana Wata’ala mengingatkan Nabinya dg peringatan yg keras, tak ada peringatan yg sekeras ini dalam firman-Nya: “Dan jika Kami tidak menetapkan hatimu , hampir-hampir saja engkau condong sedikit kepada mereka. Jika itu terjadi ,pasti Kami rasakan kepadamu siksaan berlipat ganda di dunia dan begitu pula siksaan berlipat ganda setelah mati dan kamu tidak akan mendapatkan seorang penolongpun terhadap Kami. ” (Al-Isro’74-75).Peringatan Robbani diatas seharusnya juga dipahami sebagai peringatan untuk para da’i yg berjuang menegakkan Deenullah . Mereka harus benar-benar konsisten di jalan dakwah dan tidak tergiur oleh rayuan manusia dan bisikan syaitan untuk merobah arah, pemahaman dan metodologi dakwah mereka.Peringatan Nabi kepada para sahabatnya disampaikan oleh Abu Sa’id al-Khudri yg menceritakan : “Ketika kami duduk di sekitar mimbar Rasul, beliau bersabda , sesungguhnya yg paling kutakuti menimpa kalian ,adalah jika dunia terbuka lebar didepan kalian , kesenangannya terhampar dihadapan kalian “. (muttafaq alaih)Jadi cobaan yg dikhawatirkan bukan cobaan yg datang dari luar ,tetapi cobaan dari dalam diri sendiri ,menganggap diri sudah besar, sudah berpengaruh ,dapat simpati besar, duniapun terbentang dihadapan .Inilah awal ketergelinciran ,so siapakah yg mau merenung, Fahal min mudzakir ? Jika yg berjuang itu Nabi Allah, yg menetapkan hatinya Allah dan wahyu turun mengingatkannya, bila terjadi pembelokan dalam gerak dakwah.Tapi bila yg berjuang itu manusia biasa , wahyu apakah yg turun mengingatkannya? Yang mengingatkan hanyalah manusia yg masih ingin memelihara orisinalitas dakwahnya.