Khuruj bersama Jama’ah Tabligh

Khuruj bersama Jama’ah Tabligh

Berikut ini adalah kutipan dari dua fatwa ulama ahli sunnah tentang hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh. Yang pertama adalah fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baaz sedangkan yang kedua adalah fatwa Syaikh Shalih al Fauzan.

جماعة التبليغ ، والصلاة في المساجد التي فيها قبور
س : سؤال من : م . ع- من أمريكا يقول : خرجت مع جماعة التبليغ للهند والباكستان ، وكنا نجتمع ونصلي في مساجد يوجد بها قبور ، وسمعت أن الصلاة في المسجد الذي يوجد به قبر باطلة فما رأيكم في صلاتي وهل أعيدها؟ وما حكم الخروج معهم لهذه الأماكن؟

Jamaah Tabligh dan Shalat di Masjid yang di Dalamnya Terdapat Kuburan

Pertanyaan dari seseorang yang berdomisili di Amerika
Penanya mengatakan, “Aku ikut khuruj bersama Jamaah Tabligh ke India dan Pakistan. Kami berkumpul dan shalat di masjid-masjid yang di dalamnya terdapat kuburan. Aku pernah mendengar bahwa shalat di masjid yang di dalamnya terdapat kuburan itu tidak sah. Apa pendapatmu tentang shalatku, apakah aku perlu mengulanginya? Apa hukum ikut khuruj bersama mereka ke tempat-tempat semisal ini?

ج : بسم الله ، والحمد لله ، أما بعد :
جماعة التبليغ ليس عندهم بصيرة في مسائل العقيدة فلا يجوز الخروج معهم إلا لمن لديه علم وبصيرة بالعقيدة الصحيحة التي عليها أهل السنة والجماعة حتى يرشدهم وينصحهم ويتعاون معهم على الخير ؛ لأنهم نشيطون في عملهم ، لكنهم يحتاجون إلى المزيد من العلم ، وإلى من يبصرهم من علماء التوحيد والسنة .
رزق الله الجميع الفقه في الدين والثبات عليه .

Syaikh Ibnu Baaz mengatakan, “Bismillah wal Hamdu lillah. Amma Ba’du.
Jamaah Tabligh itu tidak memiliki ilmu tentang berbagai permasalahan akidah. Oleh karena itu, tidak boleh khuruj bersama mereka kecuali bagi orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan tentang akidah yang benar. Itulah akidah ahli sunnah wal jamaah. Dengan demikian orang tersebut bisa membimbing dan menasehati mereka serta bisa tolong menolong bersama mereka dalam kebaikan.
Mereka adalah orang-orang yang bersemangat dalam kerja dakwah namun mereka memerlukan tambahan ilmu. Mereka juga memerlukan ulama yang faham tentang tauhid dan sunnah yang bisa mengajari mereka.
Moga Allah memberikan kepada semuanya pemahaman yang baik tentang agama dan konsisten dengannya.

أما الصلاة في المساجد التي فيها القبور فلا تصح ، والواجب إعادة ما صليت فيها ؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم : لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد متفق على صحته ،

Shalat yang dikerjakan di dalam masjid yang ada kuburan di dalamnya itu tidak sah. Anda memiliki kewajiban untuk mengulangi shalat yang telah anda lakukan di dalam masjid tersebut. Dalam masalah ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Allah itu melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah” (HR Bukhari dan Muslim).

وقوله صلى الله عليه وسلم : ألا وإن من كان قبلكم كانوا يتخذون قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد ألا فلا تتخذوا القبور مساجد فإني أنهاكم عن ذلك أخرجه مسلم في صحيحه . والأحاديث في هذا الباب كثيرة .
وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد ، وآله وصحبه وسلم .

Dalil yang lain adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ingatlah, orang-orang sebelum kalian itu menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih di antara mereka sebagai tempat ibadah. Ingatlah janganlah kalian jadikan kuburan sebagai tempat ibadah. Sungguh aku melarang hal tersebut” (HR Muslim).

Hadits-hadits tentang hal ini banyak sekali”.

نشرت في مجلة الدعوة في العدد ( 1438 ) بتاريخ 3 / 11 / 1414 هـ .

Fatwa ini pertama kali dipublikasikan di majalah ad Dakwah edisi 1438 tanggal 3 Dzulqa’dah 1414 H [Fatwa Syaikh Ibnu Baz ini ada di Majmu al Fatawa wa al Maqolat al Mutanawi’ah jilid 8 hal 331. Bisa juga dilihat di buku Kasyfu as Sattar karya Muhammad bin Nashir al ‘Uraini hal 68-69].

Dari fatwa ini kita bisa mendapatkan beberapa pelajaran:

  1. Hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh itu pada asalnya haram kecuali seorang yang berilmu (baca: ustadz salafy) yang diharapkan bisa membimbing mereka kepada akidah dan cara beragama yang benar.
  2. Tolong menolong atau kerja sama dengan Jamaah Tabligh asalkan dalam kebaikan itu diperbolehkan. Namun ingat tolak ukur kebaikan itu timbangan syariah, bukan sekedar perasaan.
  3. Dalam fatwa di atas Ibnu Baz memuji Jamaah Tabligh dalam sisi semangat dalam kerja dakwah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua pujian kepada kelompok yang dinilai sesat itu terlarang tanpa terkecuali. Yang benar hukum tindakan semacam ini tergantung motif dan konteks pembicaraan.
  4. Sisi kebaikan yang dimiliki sebuah kelompok ‘bermasalah’ tidaklah menghalangi kita untuk mengingatkan orang lain terhadap bahaya kelompok tersebut. Dalam fatwa di atas, sisi kebaikan yang ada pada Jamaah Tabligh tidak menghalangi Ibnu Baz untuk melarang khuruj bersama mereka bagi orang yang tidak memiliki ilmu.

و المقصود جماعة التبليغ التي شغلت الناس في هذا الزمان و هي جماعة ضالة في معتقدها و منهجها و نشأتها كما وضح ذلك الخبيرون بها مما تواتر عنهم مما لا يدع مجالا للشك في ضلال هذه الجماعة و تحريم مشاركتها و مساعدتها و الخروج معها فيجب على المسلمين الحذر منها و التحذير منها.

Syaikh Shalih al Fauzan mengatakan, “Intinya, Jamaah Tabligh yang telah menyita perhatian banyak orang di zaman ini adalah kelompok yang sesat dalam akidah, jalan beragama dan awal tumbuhnya sebagaimana penjelasan orang-orang yang benar-benar mengetahui mereka. Penjelasan para pakar dalam hal ini banyak sekali.

Hal ini menyebabkan tidak ada lagi tersisa ruang untuk meragukan kesesatan kelompok ini. Haram hukumnya berperan serta dan membantu acara-acara mereka serta khuruj bersama mereka.

Seluruh kaum muslimin memiliki kewajiban untuk mewaspadai mereka dan mengingatkan orang lain agar tidak mengikuti mereka” (Kata pengantar Syaikh Shalih al Fauzan untuk buku Kasyfu al Sattar karya Muhammad bin Nashir al ‘Uraini hal 5).

Dari penjelasan Syaikh Shalih al Fauzan ini kita bisa membuat kesimpulan bahwa hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh menurut beliau haram secara mutlak. Kita simpulkan demikian, karena beliau tidak memberi pengecualian.
Dari uraian di atas bisa kita simpulkan bahwa hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh itu diperselisihkan, ada yang melarang secara mutlak semisal Syaikh Shalih al Fauzan atau memberi pengecualian dalam kondisi tertentu sbagaimana penjelasan Ibnu Baz.
Oleh karena itu dalam masalah ini dan yang semisal hendaknya kita tidak memakai ‘kaca mata kuda’ sehingga menilai masalah yang diperselisihkan di antara para ulama ahli sunnah sebagaimana masalah yang menjadi konsesus semua ulama ahli sunnah.

COMMENTS

WORDPRESS: 173
  • Abu Hafizhi 8 years ago

    Assalamu`alikum  wa rahmatullah
    Islam cuma satu yaitu yang berdasarkan Al Qir`an dan hadits Rasulullah. Jangan sampai kita umat Islam terperangkap pada ashabiah, fanatisme pada golongannya masing-masing. Selama berpegang teguh kepada kedua sumber tersebut, maka apapun namanya hizb/golonganmya, maka berhak mendapatkan keridlaan Allah. Mari kita berpacu dalam beramal shaleh, nanti kita akan mengetahui nilainya disisi  Allah SWT.  

  • ustadzaris 8 years ago

    # abu
    Seorang itu tidak akan bisa berpegang teguh dg al Qur’an sampai dia rajin membaca dan mengkaji isi kandungannya [baca: belajar tafsir] lalu mengamalkannya.
    Seorang itu tidak akan bisa berpegang dengan al hadits sampai dia rajin membacanya dan mengkaji isinya [baca: belajar syarah hadits] lalu mengamalkannya.

  • Assalamu’alaikum,
    sy mempunyai seorang teman yang ingin memperdalam pengetahuannya tentang Islam. Akan tetapi dia terjerumus ikut pengajian dengan Jamaah Tabliq dan aktif sanpai sekarang.Pada waktu itu saya elum punya cukup pengetahuan tentang Jamaah tersebut.sehingga tdk bs mengingatkan.
    Ustad, bagaimana caranya untuk mengingatkan kembali teman sy itu dan mentadarkan dia ke jalan yg benar.smentara dia skrng sedang girohnya dgn dakwah Jamaah Tabliq.
    mohon penjelasanya. 

  • makanya klo merasa berilmu ya terjun da’wah atuh, gak malu apa sama org yg tak berilmu (baca: org khuruj) dimana mereka justru mmpunyai ghiroh yg kuat untuk da’wah.
    Jangan jadi pengecut, berani da’wah cuma lewat media doank. Da’wah nabi itu mengunjungi umat bukan dikunjungi umat.
     

  • ustadzaris 8 years ago

    #dhaif
    Terima kasih anda telah mengakui bahwa orang JT itu tidak berilmu

  • Hanya sekedar modal ghiroh saja tanpa disertai ilmu yg memadai tidak akan membuat hasil dakwah menjadi baik, malah kerusakan yg timbul akan lebih besar dan lebih parah.
     
    @akhi dhaif,
    makanya klo merasa ga berilmu ya belajar dulu atuh, gak malu apa sama org yg berilmu (baca: org salafy) dimana mereka justru mmpunyai ghiroh yg kuat untuk da’wah dilandasi dengan ilmu.

  • Abu Tuffail 8 years ago

    saya punya teman orang jt jadi saya tanya ke dia Bid’ah itu apa ya ?
    dia jawab “kalau dulu orang naik onta sekarang naik Sepeda Motor,mobil itulah Bid’ah” coba bayangkan bagaimana kita bisa menasehati orang2 seperti ini di samping Ngototnya Auzubillah, ada lagi teman saya seorang penyapu { tukang sapu } Masjid, saya tanya kenapa kamu gak ikut jt (sebab semua teman2nya ikut ) dia jawab ” aku pernah baca hadist Nabi Saw, tidak boleh Mengunjungi Masjid ( dalam rangka Ibadah ) selain 3 Maslid mereka itukan berdakwah mengunjungi masjid dari bogor ke jakarta, Bandung ke Samarinda tinggalnya pasti di Masjidkan gak di Hotel katanya pandai.ini cerita betulan terjadi.

  • ummihanif 8 years ago

    Masya Allah itulah Jt ,brp lama kami tertipu Jt …..harta kita hilang krn ditipu !!! bisa beli yg lebih bagus Insya Allah. TAPI JIKA DITIPU DALAM URUSAN AGAMA Subhanallah CELAKA selamanya naudzubillah mindzalk

    Da’wah harus didahului dengan ilmu, karena siapa yang berda’wah tanpa ilmu maka ia akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki. Oleh karena itu, sebelum berda’wah seorang da’i harus memiliki ilmu yang mapan. Dan tidaklah seseorang itu berkata tanpa didasari oleh ilmu, melainkan dia telah menggunakan ra’yunya dan nafs (perasaan)nya didalam berda’wah.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:Artinya: ”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. al-Israa’: 36)
    Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pun telah memperingatkan kaum muslimin atas munculnya da’i-da’i yang berada di pintu-pintu Neraka dan menyeru kaum muslimin dengan da’wahnya

  • Hidayat 8 years ago

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Melalui forum ini ijinkan saya menyampaikan apa2 yang saya ketahui tentang jamaah tabligh.
    Da’wah yang dilakukan oleh jamaah tabigh dari 2 (dua) bagian yaitu da’wah maqami (di tempat kita) dan da’wah intiqali (keluar dari kampung kita, ini yang antum kenal dengan istilah khuruj)
    Kalau kita lihat sejarah da’wah Nabi saw. maka Beliau melakukan da’wah Maqami yaitu di mekkah terhadap penduduk mekah dan kabilah-kabilah yang datang ke Mekkah, kemudian nabi saw juga melaksanakan da’wah ke Thaif untuk mengajak masuk islam bagi orang2 di luar Makkah. Pada periode Madinah kegiatan da’wah Maqami dan Intiqali juga dilakukan oleh nabi dan para sahabat nabi saw. Dimana berbagai rombongan telah dikirim ke seluruh alam untuk menyebarkan Islam. Jadi da’wah maqami dan intiqali (khuruj) adalah metode da’wah yang dilakukan oleh nabi saw. dan para sahabatnya.
    Adapun mengenai waktunya di dalam Al-qur’an memang idak ada ktentuan mengenai 3 hari, 40 hari maupun 4 bulan, yang ada adalah “Keluarlah kamu dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit ……” jadi perintah qur’an sebenarnya adalah seluruh waktu kita tatkala perjuangan da’wah membutuhkan harta dan diri kita, adakah diantara kita yang sanggup ? 3 hari, 4o hari dan 4 bulan adalah suatu tertib untuk mencapai kesiapan sebagaimana dikehendaki dalam Al-Qur’an yaitu kapan saja agama ini memerlukan kita untuk memperjuangkannya

  • Hidayat 8 years ago

    orang2 JT tanpa ilmu ???
    Perlu diketahui bahwa ikhwan yang aktif di JT terdiri dari orang yang beragam termasuk di dalamnya terkait dengan KEILMUAN, jadi jangan diambil kesimpulan dari 1 – 2 orang kasus yang ketemu dengan antum
    Lagipula, apakah hakikat ilmu itu ? apakah abu jahal tidak memiliki ilmu/pengetahuan tentang Islam ? apakah orang yang memiliki ilmu dalam arti pengetahuan tentang Islam dijamin selamat dunia akhirat ?
    maaf saya tdk bermaksud menyepelekan ilmu, tapi mari kita fahami secara benar apa itu ilmu dalam konteks islam. Dan coba kita renungkan maksud SUrat Al-Jumuah ayat 2 tentang tugas rasul, apa yang dilakukan sebelum mengkaji ilmu kitab….

  • Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Sehubungan dengan kegiatan kuruj ini saya yang awam dengan JT ingin menanyakan kepada pak Ustad atau jemaah JT yang membaca blog ini, apakah seorang istri diwajibkan untuk mengikuti kuruj? Karena saya mempunyai adik perempuan yang mengikuti kegiatan kuruj 3 hari sedangkan di rumah masih ada 2 anak yang masih kecil- kecil ( umur 2 dan 4 tahun ).Yang terjadi adalah kedua keponakan saya itu dititipkan kepada sepasang suami istri jemaah JT juga. Kami sekeluarga shock mengetahui kejadian ini karena dirahasiakan, sebegitu pentingkah kuruj sehingga seorang ibu tega meninggalkan anak-anaknya. Jika sang suami yang pergi menjalankan kuruj kami tidak telalu peduli namun apakah wajib seorang istri ikut kuruj? Ataukah memang ada kuruj untuk wanita?
    Dan satu fakta lagi yang membuat kami kaget, menurut pengakuan adik saya kedua keponakan kami yang masih balita ini telah diberikan kegiatan yang disebutkan adik saya sebagai hijab atau membuat keponakan saya ini menjadi tidak rewel dan menurut kepada rekan JT yang menjaganya. Apakah kegiatan ini ada dalam JT? Masya Allah bukankah ini sama saja dengan hipnoptis/ guna-guna? Saya berkesimpulan demikian karena sikap dan prilaku keponakan yang aneh menjadi tidak kenal dengan kami paman/bibinya.

    Mohon pencerahannya.

  • Untuk Nova
    Khuruj utk istri tidak ada kewajiban, tapi itu suatu keperluan. Dan satahu saya tidak ada yang anda sebut semacam hipnotis utk menjadikan anak menurut, saya menduga saudara anda tidak menjelaskan dengan rinci.
    Ingat syetan bekerja pada kita semua agar kita menjadi berpecah belah hingga kita lalai tugas dan tanggung jawab kita sebagai hamba Alloh.
    Saya telah ketemu Ulama-ulama di Jama’ah Tabligh dan mereka tidak ada kesalahan dalam hal akidah. Saya juga ketemu dengan orang-orang awam dalam Jama’ah Tabligh, mereka memang butuh pengajaran dari orang yg berilmu.
     

  • masrudin 8 years ago

    yang perlu diwaspadai umat islam adalah ajaran kaum salafi yang sempit dan picik,mereka menganggap bahwa hanya kelompok mereka saja yang akan selamat,sedangkan kelompok yanglain adalah sesat dan akan masuk neraka, seolah-olah agama dan surga itui adalah milikmereka sendiri,ulama-ulama mereka menentukan ini sesat itu sesat dan para salafiun itu  takliq buta kepada dedengkot-dedengkot mereka,mereka menganggap bahwa apa yang dikatakan oleh sehseh mereka adalah keneran yang final, mereka mengkritik tajam ulama-ulama yang salih dan berilmu seperti ahli ahli hadis mereka menolak keotentikan kutubussittah mereka hanya mengakui bukhori muslim sebagai kitab yang shahih,mereka menghina orang yang mengikuti mahzab dan menyerang ulama-ulama mahzah,mereka tidak mengikuti ulama salaf pada apa apa yang mestinya meraka ikuti dan akhirnya mereka membuat mahzab sendiri namanya  Assalafi,mereka adalah  kelompok yang terputus berkah keilmuanya dari manyoritas ulamaulama ahlisunnah awwalun ,kelompok ini mengalami banyak perpecahan dan membuat perpecahan umat diberbagai wilayah islam,terorisme dengan segala varianya sumbernya adalah idiologi salafi alwahaby,kita tidak tahu perkembangan  kedepanya boleh jadi Allah akan memberikan hidayah kepada mereka atau menghancurkan mereka  lewat kehancuran  kerajaan arab saudi yang selalu menjadi anak emasnya amerika di timur tengah,wallahua’lam bissawwab
     

  • abdullah 8 years ago

    masrudin
    ….seperti ahli ahli hadis mereka menolak keotentikan kutubussittah mereka hanya mengakui bukhori muslim sebagai kitab yang shahih,….
    —————————–
     
    apakah @masrudin ini engga baca, menelusuri situs2 salafy, dan banyak bertebaran dalil dari hadits2 di kutubussittah, krn ada banayk hadits shahih dari kitab2 tersebuyt ?? atau pura2 engga tau ?
    adapun kitab shahih bukhori-muslim memang disepakati keshahihannya oleh kaum muslimin, namun tidak ada kesepakatan untuk kitab2 hadits selain keduanya.

    Al imam Alhafidz Al iraqi (gurunya Imam Ibn hajar Al Asqolani – penulis Bulughul Maram), mengarang kitab Takhrij IhyaUlum al-Din nya Al-Ghozali, yang menerangkan betapa banyaknya hadits2 palsu di kitab Ihya’,  LANTAS… apakah kita sebut Imam al Iraqi sebagai orang yg merasa benar sendiri dan suka menyalah2kan ulama’ generasi awal ? ataukah, sebagai rahmat beliau untuk mengingatkan umat dari bahaya hadits2 palsu ?

    dan aneh sekali kalau mengaitkan terorisme dengan ideologi salafy.
    Adapun terorisme itu dengan faham pengkafiran kepada penguasa muslim itu diprakarsai oleh Sayyid Quthb tokoh ikhwanul muslim di awal2 berdirinya, lalu pemikirannya diikuti osama bin laden, dan di indonesia ini dianut oleh TRIO bom bali, YANG NOTABENE SUDAH BANYAK DIBANTAH DI MAJALAH2 SALAFy, bahwa mereka tidak berada di atas manhaj salaf.
     
    kenapa kalian ini engga mengambil pelajaran dari pengikut2 JT yg sudah ruju’ ke manhaj salaf ? apakah saking kerasnya hati engga bisa membedakan kebenaran dan kebathilan ?

  • Rahmat Adistia 7 years ago

    Dulu saya pernah diajak ikut khuruj oleh jamaah tabligh, ketika saya sampaikan bahwa saya akan izin kepada orang tua saya untuk khuruj / keluar dan ke ‘markas’ bersama mereka, tiba-tiba mereka panik dan melarang
    “jangan bilang khuruj, bilang saja ikut pesantren kilat”, kata mereka
    sejak itu saya berfikir kalau mereka berada di atas kebenaran kenapa juga harus berbohong dan mengajarkan saya untuk membohongi orang tua saya sendiri ? Alhamdulillah, Allah beri saya hidayah untuk tidak mengikuti bidah-bidah mereka.

  • الله يهدي من يشاء إلى صراط مستقيم

  • akhwat assalafiyah 6 years ago

    Assalamu’alaikum
    Qodarulloh suami saya bertahun2 ikut JT. Ketika proses ia tidak membuka diri bahwa ia seperti itu. Karena ia dekat dengan ikhwan2 salafy & ustadz2 muda Salafy, dengan penampilan yang Nyunnah, maka ketika minta dicarikan akhwat ustadz salafy tsb pun membantu mencarikan.
    Bisa Anda bayangkan 2 manusia dalam 1 bahtera yg bertolak belakang pemikirannya. Beliau mmg minim ttg aqidah, tapi hal ini saya terima dengan ridho krn takdir dari Alloh. Beliau bbrp kali mau ikut ijtima dll. Berkali2 kami jidal dengan jidal yg baik.
    Mohon doanya agar tampak dgn jelas mana yg haq dan mana yg bathil. Sungguh kebanyakan orang mengira ini masalah perbedaan fiqih, perbedaan uslub, cara, kelompok. Banyak yg tdk tahu ini adalah masalah AQIDAH. Sungguh di luar sana baynyak saudara2 kita yg semangat berdakwah tapi tidak tahu apa2 ttg aqidah.
    Mohon doanya agar pernikahan ini sampai ke jannah, dan ALLOH berikan kami rizqi berupa anak2 yg menegakkan yg haq, dengan hujjah, dengan lemah lembut. Mohon do’anya agar suami saya mendapatkan hidayah manhaj salaf, manhaj yg saya dapat melalui pencarian bertahun, melalui penelitian dan studi kritis, melalui perenungan dan melawan hawa nafsu.
    Semoga yang berada di forum in dan sodara2 muslim semuanya dibukakan pintu hatinya oleh ALLOH untuk dapat membedakan haq dan bathil, dan meniti jalan kebenaran walau sesulit apapun itu, menjadi Al Ghuroba.
    Wassalamu’alaikum
     

  • Abu Hanif 6 years ago

    Alhamdulillah sampai sekarang sy tidak bergabung dengan JT, mereka mencoba mentaskil sy & rekan rekan ..saya prihatin sekali & sedih melihat anak-anak & istri pada saat mereka khuruj…karena saya melihat sendiri keadaan mereka..mudah-mudahan Allah memberi hidayah kpd mereka..

  • Boni Andika 6 years ago

    alhamdulillah,,,banyak yang commentnya bagus,, semoga Allah menuntun kita menuju ridhoNya,,,aamiiin

  • Jazaakallahu khairan.. ustadz

  • Untuk Ustadz Nahl
    Terima kasih ustadz, atas doanya. Moga Allah memberi hidayah kepada kita untuk komitmen dengan sunnah dan meninggalkan segala bentuk bid’ah.

  • Terima kasih ustadz, atas doanya. Moga Allah memberi hidayah kepada kita untuk komitmen dengan sunnah dan meninggalkan segala bentuk bid’ah.

  • ukhuwah 5 years ago

    Dari penjelaskan tentang JT bahwa mereka berilmu dan mereka pun keluar dgn ilmu namun yg perlu diketahui bahwa :
    1.tdk ada dalil yg shahih tentang faidah keluar ke pakistan dn sekitarnya yg ada adalah keluar ke 3 kota/masjid diantaranya adalah masjidil haram tetapi kenapa JT malah mendahulukan kepakistan, india dll, dn ini sangat bertolak belakang dengan fitrah seorng muslim krn agama islam pertama kali diturunkan oleh Allah tempatnya di makkah bukan dipakistan,
    2.kebanyakan JT menggunakan hadit2 yg lemah, dan menggunakan hadits yg lemah dgn mengatakan bahwa itu dr nabi maka ini termasuk berdusta atas nama nabi pdhl Rasulullah bersabda:
    من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار(رواه البخاي
    Barangsiapa yg berdusta atas namaku maka bersiaplah menempatkan tempat duduknya dalam neraka(HR.Bukhari) dan mereka pun berdalil ttg anjuran dakwah yg sabda Rasulullah:sampaikanlah dariku meskipun satu Ayat. Tp mereka JT tidak memperhatikan ttg pektaan beliau yaitu dariku artinya yg benar2 shahih datangnya dr Rasulullah bukan perkatan sendiri atau hawa nafsu.
    3.Jan JT keluar untuk menyebarkan kejahilan mereka (khuruj) tanpa memperhatikan nafkah keluarga padhal nafkah kepada keluarga adalah wajib, Rasulullah bersabda:
    كفى بالمرء إثما أن يضيع مما قوت عليه(رواه أبو داود
    Cukuplah bagi seseorang baginya dosa yaitu orang mengabikan apa yg ditanggungnya. Maka berhti2lah kalian jangan sampai kalian termasuk dari firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-kahfi:104. Maka kembalilah ke jalan salafushshaleh.