Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?

Tentang pakaian syuhroh Ibnul Atsir -sebagaimana yang dikutip oleh asy Syaukani dalam Nailul Author juz 2 hal 470- mengatakan,

الشهرة ظهور الشيء ، والمراد أن ثوبه يشتهر بين الناس لمخالفة لونه لألوان ثيابهم فيرفع الناس إليه أبصارهم ويختال عليهم والتكبر

Syuhroh adalah sesuatu yang menonjol. Yang dimaksud dengan pakaian syuhroh adalah pakaian yang menyebabkan pemakai menjadi kondang di tengah-tengah masyarakat disebabkan warna pakaiannya menyelisihi warna pakaian yang umum dipakai masyarakat. Akhirnya banyak orang menatap tajam orang yang memakai pakaian tersebut dan pemakainya sendiri lalu merasa dan bersikap sombong terhadap orang lain”.

Dalam kutipan di atas terdapat indikator pakaian syuhroh yaitu banyak orang menatap tajam orang yang memakainya. Hal ini menunjukkan bahwa jika suatu jenis pakaian itu kurang umum atau kurang familiar , alias kurang memasyarakat di suatu daerah namun orang-orang di daerah tersebut menganggapnya wajar sehingga tidak ada sorotan mata yang tajam ditujukan kepada orang tersebut maka pakaian itu bukanlah pakaian syuhroh yang tercela.

Dalam kutipan di atas juga disampaikan dampak buruk dari pakaian syuhroh yaitu menimbulkan perasaan dan sikap sombong orang yang mengenakan terhadap orang-orang di sekelilingnya.

Perkataan Ibnul Atsir di atas jelas menunjukkan adanya pakaian syuhroh yang tercela gara-gara masalah warna pakaian. Warna pakaian yang nyleneh dengan umumnya warna pakaian di suatu masyarakat dinilai oleh Ibnul Atsir sebagai pakaian syuhroh yang tercela.

Lantas bagaimana dengan warna hitam yang suka dipakai oleh sebagian muslimah di negeri kita, apakah tergolong termasuk pakaian syuhroh yang tercela?

Jawaban masalah ini bisa kita jumpai rubrik tanya jawab Majalah As-Sunnah Solo tepatnya pada edisi 5 tahun XIII Sya’ban 1430 atau Agustus 2009 pada halaman kelima dengan judul “Soal Warna Baju”.

Redaksi Majalah As Sunnah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Ana mau menanyakan apa hukum berpakaian bagi seorang muslimah dengan warna pakaian terang. Apakah ada hadits yang menyatakan berpakaian warna gelap disunahkan? Terkait di Indonesia misalnya, yang sudah menjadi hal umum berpakaian berpakaian warna terang. Apakah bisa dijadikan dalil pemborehan yang berbeda dengan muslimah di negara-negara Arab? Mohon penjelasannya. Jazakumullahu khair” Amri, Samarinda +62852483xxxxx

Berikut ini jawaban redaksi majalah As Sunah atas pertanyaan di atas, “Seorang wanita muslimah boleh memakai pakaian berwarna terang selama tidak menimbulkan fitnah (baca: godaan terhadap lawan jenis, ed) berdasarkan beberapa riwayat dari para wanita salaf [riwayat-riwayat ini bisa dilihat di dalam kitab Jilbab Mar’atil Muslimah, hlm 121-124; karya Syaikh al Albani].

Namun sepantasnya meninggalkan pakaian berwarna terang yang menarik perhatian atau berwarna-warni yang menarik hati laki-laki. Karena tujuan perintah berjilbab adalah untuk menutupi perhiasan. Kalau jilbab/pakaian itu sendiri dihiasi dengan renda, bros, aksesori, warna-warni yang menarik pandangan orang maka ini bertentangan dengan firman Allah azza wa jalla,

ولا يبدين زينتهن

Dan janganlah para wanita mukminah itu menampakkan perhiasan mereka” (QS an Nur/24:31).

Ummu Salamah-radhiyallahu ‘anha- berkata,

لما نزلت: يدنين عليهن من جلابيبهن خرج نساء الأنصار كأن علي رؤوسهن الغربان من الأكسية

Ketika turun firman Allah (yang artinya), “Hendaknya mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” (QS al Ahzab/33:59) wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena warna (warna hitam-red) kain-kain (mereka). HR Abu Daud no 4101; dishahihkan oleh Syaikh al Albani.

Hadits ini menunjukkan bahwa wanita-wanita anshar tersebut mengenakan jilbab-jilbab berwarna hitam.

Oleh karena itulah jika keluar rumah, hendaklah wanita memakai pakaian yang berwarna gelap, tidak menyala dan berwarna-warni agar tidak menarik pandangan orang. [Dan tidak harus berwarna hitam, apalagi di sebagian daerah yang masyarakatnya memandang warna hitam itu menyeramkan]. Wallahu a’lam”.

Demikian jawaban redaksi majalah As- Sunah namun sebagian kalimat yang ditebalkan itu berasal dari saya pribadi, bukan dari pihak redaksi.

Jadi di sebagian tempat warna pakaian hitam yang dikenakan oleh seorang muslimah itu bisa jadi menjadi pakaian syuhroh ketika warna hitam di daerah tersebut dinilai adalah warna yang “menyeramkan” sehingga dalam kondisi seperti ini sangat tidak dianjurkan untuk memakai warna hitam.

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 31
  • Abu Dhiya 8 years ago

    Assalamu alaikum,ustadz,ana suka sekali artikel ini,tapi yang ana sayangkan judulnya pake (menyeramkan) itu seperti sebuah penghinaan. Sebnarnya tanpa kata (menyeramkan) artikel ini tetap menarik dan banyak muatan ilmunya,namun kata (menyeramkan)membuat saya dan beberapa ikhwah kurang simpati,bukankah masih banyak kata-kata lain yang lebih baik dari itu? da`wah apa namanya ini?Kami kecewa ya ustadz!!!

  • ustadzaris 8 years ago

    Untuk Abu
    Ada beberapa hal yang perlu anda cermati:
    a. Judul di atas menggunakan tanda tanya, jadi berstatus kalimat tanya bukan kalimat berita.
    b. Istilah “menyeramkan” di sini saya ambil dari kata-kata redaksi majalah assunnah.
    c. Hitam itu ada hitam manis, ada hitam menyeramkan. ketika hitam itu hitam manis, tidak masalah. Yang jadi masalah ketika hitam itu hitam menyeramka.
    d. Menyeramkan di sini adalah kata kunci kapan warna hitam itu menjadi pakaian syuhroh dan kapan tidak.

  • Rambat 8 years ago

    Assalamu’alaikum warah matullahi wa barakatuh
    Ust Aris,Ana minta izin untuk mengkopy smua artikel di web ini untuk ana simpan di blog ana.Boleh ga?
    Jazakallahu khairan,atas ijinnya
     


  • Bismillah…
     
    Pernah suatu ketika saya duduk2 di sekitar rumah sambil nyuapin anak, datang seorang ibu tua tetangga kami (seorang nasrani) mendekat dan berkata kepada istri saya yg mengenakan jilbab hitam plus cadar sambil bercanda: “mbak kok bajunya hitam… serem ah… kayak setan… hehehe”.
    Lalu saya jawab aja sambil bercanda: “wah, kalo setan itu kan biasanya bajunya malah putih2 bu…seperti pocong, kuntilanak, dll…hehehe”. Kamipun tertawa…
     
    Alhamdulillah para tetangga pun sudah terbiasa dengan kondisi ini…
     
    Kalau orang awam menganggap warna hitam menyeramkan yah mungkin wajar.. karena mereka sering nonton film horor atau sejak kecil sering ditakut-takuti gelap…
     
    Tapi kalau ada tholibul ilmi menganggapnya menyeramkan kayaknya terlalu berlebihan…, apalagi sampai menganggap akhwat itu berdosa dan harus tobat.
     
    Toh, yang menganjurkan mereka berpakaian hitam/gelap adalah para ulama dalam kitab-kitab mereka ataupun para asatidzah, walaupun warna hitam itu tidaklah wajib bagi akhwat. Dan insya Allah niat mereka memakainya bukan untuk syuhroh.
     
    Dan masalah syuhroh dalam pakaian akhwat yg hitam-hitam ini, ada baiknya jangan ditafshil sendiri dengan mengambil perkataan ulama yang mujmal lalu diterapkan sendiri ke perkara2 yang tafshil, sebaiknya ditanyakan ke para ulama kalo nanti datang ke Indonesia, insya Allah lebih selamat dan lebih dapat diterima ummat…
     
    Fas-aluu ahladz dzikri in kuntum laa ta’lamuun…
     

  • ustadzaris 8 years ago

    Untuk Rambat
    Boleh, silahkan.

  • ustadzaris 8 years ago

    Untuk Aji
    Siapa yang mengatakan bahwa muslimah yang memakai pakaian warna hitam-secara mutlak- itu berdosa dan harus bertaubat?
    Baca rincian hukum pakaian syuhroh -kapan haram, kapan tidak haram-di sini:
    http://ustadzaris.com/pakaian-tenar-syuhroh-makruh-atau-haram
    ingat warna gelap itu tidak mesti harus hitam.
    ingat juga saya tidak melarang warna hitam secara membabi buta namun merinci sebagaimana yang disampaikan oleh majalah assunnah. jika warna hitam di suatu daerah tidak lagi dianggap aneh maka tidak masalah dengan warna hitam. namun jika warna hitam di suatu tempat itu masih dianggap sangat aneh dan dianggap menyeramkan oleh umumnya masyarakat maka saya menganjurkan untuk memakai warna gelap-gelap non hitam.

  • abinya najiyah 8 years ago

    Assalamu’alaikum,
    Sunguh menarik artikel diatas ustadz,
    Kebetulan istri ana juga sudah pakai pakaian muslimah, dan sudah bercadar.
    Ana dulu pernah pulang kampung, kebetulan masih awal2 , dan istri memakai pakaian warna hitam, lalu ada kejadian seperti ini ustadz, Ketika istri saya sedang ngobrol , datang wanita lain membawa anak kecil, dan si anak kecil ini menangis, menjerit-jerit melihat istri ana yang pakai warna hitam dan bercadar,…
    apakah hal seperti di atas bisa digolongkan menyeramkan apa tidak ustadz, sehingga sekarang setelah tahu, maka ana sarankan ke istri, kalau pulang kampung, jangan pakai yang warna hitam lagi, tetapi selain warna hitam, dan bukan warna yang terang…
    Alhamdulillah, setelah tidak memakai warna hitam lagi, kejadian seperti itu tidak terulang lagi,
    Dan ana pernah dengar, jika ada yang mengharuskan warnanya harus hitam, berarti tasyabuh dengan orang2 syiah, sebab wanita2 syiah itu mewajibkan menggunakan pakaian wanitanya dengan yang warna hitam… apa benar begitu ya ustadz?

  • ustadzaris 8 years ago

    Untuk Abinya
    Saran anda kepada istri sudah tepat.
    Maaf, saya tidak tahu fiqh syiah tentang hal ini.

  • mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh itu apakah dengan jilbab seujung kaki ustadz???teman2 saya banyak yang seperti itu, boleh atau tdk boleh???

  • ustadzaris 8 years ago

    Untuk Ummu
    Boleh, demikianlah pendapat yang dipilih oleh al Albani dalam Jilbab al Mar’ah al Muslimah.

  • Lathifah 8 years ago

    Assalamualaykum
    Kaget baca judulnya, tapi tidak dengan isinya… Alhamdulillah, soalnya saya jg lebih suka memakai jilbab hitam-hitam dan warna-warna gelap lainnya. Alhamdulillah di kota tempat saya tinggal banyak akhwat-akhwat yang memakai pakaian hitam-hitam dan Insya Allah masyarakat tidak memandang aneh ataupun menyeramkan. Jadi intinya tergantung ‘urf  di tempat tsb ya ustadz? Soalnya memang ada sebagian akhwat yang seakan mewajibkan harus hitam, makanya saya bingung setelah baca2 artikel lain & artikel ustadz jadi lebih meyakinkan bahwa tidak harus selalu warna hitam, tapi boleh warna gelap lainnya, semisal biru dongker, ungu tua, dsb. Tapi yang masih membuat saya bingung tentang ‘hiasan’ pada jilbab tsb misalnya bordir, bagaimana ustadz? Seperti apakah batasan bordir itu sendiri misalnya apakah tidak boleh terlihat orang lain apalagi lawan jenis? termasuk dalam firman Allah azza wa jalla dalam surat an-nur:31?  mohon penjelasannya. Jazakallahu khayr

  • ustadzaris 8 years ago

    Untuk lathifah
    Wa’alaikumussalam
    1. benar, tergantung urf di daerah masing-masing
    2. tolak ukurnya adanya bordir yang menarik perhatian atau mata lawan jenis dan ini juga tergantung urf. Jika bingung maka sikap hati-hati itulah yang terbaik.

  • Handoko Putra Perdana 8 years ago

    Bismillah..
    Ustadz.. kalo seorang akhwat memakai pakaian warna ungu tua, coklat muda.. apakah hal ini trmasuk pakaian Syuhroh (jk dipakai didaerah kita) ?
    Mohon penjelasannya…

  • ustadzaris 8 years ago

    Untuk Handoko
    1. Akhwat itu jamak, tidak layak jika disandingkan dengan kata-kat ‘seorang’
    2. Tergantung daerahnya. Maaf, saya tidak tahu daerah anda tinggal.

  • Handoko Putra Perdana 8 years ago

    Bismillah.
    1. trimakasih koreksinya, ustadz Aris
    2. maksud saya di Jawa , ustadz
    (bgmna jk warna tsbt dipakai di daerah Jawa Tengah, Solo, Jogja dan sekitarnya, apakah trmasuk Syuhroh?)

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk handoko
    tergantung kondisi di daerah anda.

  • apakah setiap wanita harus bercadar? Saya pernah membaca artikel bahwa cadar itu bid’ah dengan alasan bahwa muka dan telapak tangan tidak perlu ditutup. bgm pendapat ustadz?

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk rizal
    pendapat yang mem-bid’ah-kan cadarlah yang lebih tepat sebagai pendapat yang bid’ah.

  • bgm dengan muslimah yang berjilbab tapi tidak bercadar? apa hukum bercadar menurut ustadz?

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk rizal
    bercadar itu yang lebih utama dan lebih baik.

  • Pelangi 8 years ago

    Assalamualaykum
    Ustadz ‘
    1. Sy tinggal di negara kafir , jika harus keluar rumah sy suka memakai gamis dan jilbab berwarna gelap dan longgar , namun pakaian sy ini menjadikan orang2 melihat saya aneh, ( jika berhadapan sama orang2 kafir)
    2. Jika saya berkumpul bersama sesama WNI kebanyakan mereka tidak berjilbab dan kebanyakan ada yang berjibab tapi memakai celana dan kaos agak ketat hanya sedikit yang memakai pakaian dan jilbab sesuai syariat,
    karna pakaian saya berbeda dengan mereka , apakah ini termasuk pakaian syuhroh yang terlarang ?
    saya mohon saranya , apakah saya harus mengganti warna pakaian ?

  • ustadzaris 8 years ago

    #pelangi
    Yang anda pakai tidak termasuk pakaian syuhroh yang terlarang

  • ummu abdurrahiim 8 years ago

    ustadz,sy shari2 jk keluar rmh memakai jilbab putih tebal longgar sepinggul, apakah dperbolehkan??
    Dstel dg gamis longgar warna coklat krem biru merah tp bukan hitam plus kaos kaki

  • ustadzaris 8 years ago

    #ummu
    boleh

  • salamah 8 years ago

    assalamualaikum ustdz
     
    ustdz, saya ingin bertanya, dalam sehari2 saya berpakaian serba hitam dan bercadar. di lingkungan saya tdk terbiasa dgn pakaian seperti itu. apalagi di kampus, hnya saya yg berpakaian serba hitam dan bercadar. awalnya saya menjadi pusat perhatian dan orang terlihat aneh ketika melihat saya. tapi hal itu tidak lantas membuat saya membuka cadar. saya tetap berpakaian hitam dan bercadar. karena saya bermaksud untuk mensyiarkan pakaian muslimah.kalau tidak seperti itu,org akan terus menerus merasa aneh dengan pakaian2an muslimah yang semestinya. Alhamdulillah, sekarang lingkungan saya sudah mulai terbiasa melihat penampilan saya, termasuk lingkungan kampus. dan Subahanallah, beberapa teman dan tetangga saya kini ada memulai berpakaian hitam (gelap) bahkan ada pula yang mengenakan cadar.
     
    Bagaimana pendapat ustadz ?

  • ustadzaris 8 years ago

    #salamah
    Jazakumullahu khoiron.

  • Ustad, saya adalah seorang muslimah yang masih belajar untuk menjalankan pakaian syar’i. ustad, dari penjelasan ustad di atas insya Allah saya paham yaitu sbb:
    1. memakai pakaian muslimah wajib longgar dan menutup semua aurat.
    2. warna boleh gelap atau terang asal tidak mencolok.
    3. boleh memakai perhiasan pakaian (bordiran ) asal tidak mencolok.
    4. boleh memakai kerudung/ hijab sampai pinggul.
    5. diutamakan memakai cadar.
    benar begitu ustad? yang saya tanyakan selanjutnya:
    1. kalau saya memakai pakaian longgar sekali seperti kelelawar, masih perlukah memakai kerudung panjang? karena saya menganggap memakai kerudung panjang kan sama dengan memakai jubah kelelawar atau ponco panjang.
    2. ustad, bolehkah muslimah itu keluar rumah tidak memakai cadar?
    3. bila di dalam rumah bolehkah memakai pakaian santai tanpa hijab tertutup sedang di dalam rumah ada anak kandung yang sudah remaja.
    4. benarkah kita tidak boleh memperlihatkan aurat terhadap wanita non muslim, bahwa kita harus memakai pakaian tertutup?
     
    Mohon penjelasannya ustad.. trmksh..

  • ustadzaris 8 years ago

    #aisha
    Coba bunda aisha buka-buka di http://www.muslimah.or.id

  • UMMUMUSLIM 7 years ago

    ustdz, bgmn jk smua berasal dr hati yang rusak? .
    sy merasa bhw sy bgitu berat diuji dgn mudah riya’ di hati.
    wkt sy masih suka pkaian warna-warni, sy mrasa memang senang jd pusat perhatian.
    skg suami sy suka jk sy tertutup rapat, sy pun nyaman memakainya. tp di kalangan teman2 pengajian kami, brpakaian serba hitam & bercadar sngat mncolok & sy jg merasakn ada rasa lain dihati (rasa lebih).
    apa yg harus sy lakukn, ustadz?

  • ustadz boleh tannya. apa yah hadis yang berhubungan dengan pemakaian cadar ? trus saya juga mau tanya, bagaimana pakaian yang dipakai istri nabi berdasarkan hadist? tolong di jawab ya ustadz, jazakumullahu khairan.

  • Jumasia 3 years ago

    Assalamualaikum ustads,,saya mw brtnya,,apkah stiap muslimah di haruskan untuk brcadar sdngkan yg saya tau batas aurat wanita sluruh tubuh selain muka dan tlpak tngan,,bukan selain mata dan tlpak tngan,,trima ksih wassalamualaikum