• Twitter
  • Facebook
  • RSS
Tegar Di Atas Sunnah
  • Depan
  • Download
    • E-Artikel
    • E-Kitab
    • Audio Kajian
  • Jadwal Kajian Rutin
  • Tanya Ustadz
  • Tentang Blog ini
  • Fiqih
  • Adab
  • Manhaj
  • Bimbingan Islam
  • Aqidah
  • Konsultasi
  • Kisah
  • Mu’amalah
  • Nasehat

You are here:

  • Home
  • Kisah
  • Membenci Pujian

Membenci Pujian

01 Juni, 2009

By: Armudha Abu Luqman

category: Kisah

99 6

Seorang penyair arab kenamaan di masanya, Syaikh Dr. Muhammad Taqiyuddin Al Hilali pernah menulis untaian bait-bait syair panjang berisi pujian untuk Syaikh Ibnu Baz secara khusus dan kabilah Baaz secara umum. Ketika Syaikh bin Baaz mengetahui hal ini beliau menulis bantahan untuk untaian syair tersebut.

Beliau mengatakan,

“Aku telah mentelaah untaian syair yang disebarluaskan oleh jurnal Jamiah Islamiah di India pada edisi yang ke-9 yang ditulis oleh yang terhormat Dr. Taqiyuddin Al-Hilali. Keberadaan untaian bait-bait syair tersebut sungguh sangat menggelisahkanku. Sunguh sangat kusayangkan bait-bait syair semacam itu ditulis oleh orang semisal beliau karena dalam bait-bait syair tersebut terkandung pujian yang berlebihan terhadapku dan kabilahku….
Kunasehatkan kepada beliau yang terhormat agar tidak mengulangi perbuatan semacam itu lagi dan memohon ampun kepada Allah atas apa yang telah terjadi”.

Renungkanlah akhlak seorang ulama sejati di atas, bagaimana beliau menyalahkan orang yang memuji dirinya. Perhatikan pula tutur kata beliau yang lembut tatkala menyalahkan orang lain. Dua sikap di atas adalah sikap yang sangat sulit kita dapatkan di zaman ini.

Alih-alih membenci pujian, banyak orang sekarang malah memburu pujian dari orang lain.
Ketika mengkritik dan menyalahkan orang lain banyak orang yang tidak bisa mengontrol lisan dan emosinya. Hanya manusia pilihan Allah yang bisa tetap bertutur kata lembut ketika mengungkapan kejengkelannya dengan sikap orang lain yang tidak dia sukai.

Ada seorang penuntut ilmu agama yang menulis bait-bait syair pujian untuk Syaikh Ibnu Baz. Bait-bait syair tersebut dibacakan oleh Fahd Bakrani dari majalah Ad Dakwah di hadapan beliau.

Komentar beliau,

“Apakah engkau ingin memuatnya di majalah Ad Dakwah?”. “Jika engkau mengizinkannya wahai Syaikh”, kata Fahd. Syaikh Ibnu Baz mengatakan, ‘Jangan, jangan, jangan. Robek saja kertas itu. Robek saja!”.

Kemudian Syaikh Ibnu Baz memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak lagi menghadap Fahd. Setelah itu beliau beristighfar dan berulang kali mengucapkan laa haula wa laa quwwata illa billah sambil roman wajah beliau berubah.

Pada tahun 1415H koran Al Madinah mengisi suplemen hari Rabu tentang Syaikh Ibnu Baz. Setelah materi suplemen sudah lengkap dan tinggal naik cetak Syaikh Ibnu Baz baru mengetahu hal tersebut. Begitu tahu beliau melarang munculnya suplemen tersebut. Permintaan beliau ini disampaikan berulang kali ke pihak surat kabar. Beliau sampaikan kepada pihak surat kabar bahwa seorang hamba itu membutuhkan keikhlasan dan menyembunyikan amal. Sehingga semoga Allah menerimanya. Pada akhirnya pihak surat kabar merespon positif permintaan beliau sehingga suplemen tersebut tidak jadi dicetak.

Beliau adalah seorang yang suka menyembunyikan berbagai amal shalih yang beliau lakukan namun Allah berketetapan untuk memunculkannya karena Dia mengetahui niat tulis yang beliau miliki dan kesungguhan beliau untuk berjihad di jalanNya. Hal ini bukanlah suatu hal yang aneh. Dalam hadits disebutkan,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحْبِبْهُ . فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ، فَيُنَادِى جِبْرِيلُ فِى أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ . فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِى الأَرْضِ » .

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jika Allah mencintai seseorang maka Allah memanggil Jibril dan berfirman, ‘Sungguh Allah mencintai fulan maka cintailah dirinya’. Jibril pun lantas mencintainya. Jibril kemudian berseru kepada para malaikat penghuni langit, ‘Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka hendaknya kalian semua mencintainya’. Seluruh penduduk bumi pun lantas mencintainya. Setelah itu penduduk bumi juga mencintainya” (HR Bukhari no 5693 dan Muslim no 6873).

    • Tweet

    About the Author

    Armudha Abu Luqman

    mudha_2007@yahoo.co.id

    Tags: pujian, syaikh bin baaz

    B

    Rating

    • 99views
    • 6comments

    Subscribe

    Subscribe to comments

    recommend to friends

    Recent Posts

    Adab, Nasehat

    Keutamaan Ngaji Live Via Internet

    14 Mei, 2013

    127

    Bimbingan Islam, Manhaj

    Mengenal Taklid

    11 Mei, 2013

    207

    Nasehat

    Tundukan Pandangan Terhadap Empat Hal

    23 April, 2013

    765

    Adab, Fiqih

    Adab Makan di Rumah Teman

    10 April, 2013

    890

    6 Comments

      perindu Allah & Rasul

      Jun 5, 2009, 9:50 pm

      Masya Allah,, Subhanallah
      Astaghfirullaha waatubuilaih
      jazakallahukhairan..

      rahma

      Jun 23, 2009, 9:30 am

      jauh skali dari MU ROB, kadang hati ini ingin pujian dari org lain atas amal q, padahal q tdk tahu engkau terima amalan ku,astaghfirulloh

      ari kunori

      Des 15, 2009, 9:55 pm

      asslm…jk berkenan tanya,apa hukum memuji orang lain dlm rangka membuat orang lain agr mjd percaya diri?

      sukron

      ustadzaris

      Des 15, 2009, 11:03 pm

      Untuk Ari
      Insya Allah, boleh.

      Membenci Pujian « Idup Semangat !!!

      Des 27, 2009, 4:22 pm

      [...] sumber: http://ustadzaris.com/membenci-pujian [...]

      Agung

      Feb 16, 2011, 3:04 pm

      Assalamu’alaikum…
      Bismillah, saya ijin copy dan share ya untuk beberapa artikel.. Jazakallahu khair…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked. *

    Name*

    E-mail*

    Website

    Comment

    Cancel reply

    Video Ustadz

    Artikel Populer

    Hitam di Dahi Perlu Diwaspadai

    10 August, 2009

    • 1498
    • 208
    jamaah

    Khuruj bersama Jama'ah Tabligh

    12 August, 2009

    • 1212
    • 168

    Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP

    20 October, 2009

    • 1046
    • 137

    Hukum Mencium Tangan dan Membungkukkan Badan

    04 June, 2009

    • 1295
    • 119

    Do'a Qunut Ketika Shubuh

    20 July, 2009

    • 1483
    • 118

    Berlangganan Artikel

    • Kategori
      • Adab
      • Aqidah
      • Bimbingan Islam
      • Fiqih
      • Info
      • Kajian Audio
      • Kisah
      • Konsultasi
      • Manhaj
      • Mu'amalah
      • Nasehat
    Follow on Twitter
    BACK TO TOP
    • abdullah al sulmi
    • abdullah alsulmi
    • abu bakar
    • abu hurairah
    • Abul Hasan al Ma’ribi
    • acara keluarga
    • Adab
    • adab majelis
    • adab makan
    • adab minum

    Flag Counter

    Free counters!

    Name:

    Email:

    Message:

    • Twitter
    • Facebook
    • RSS

    © 2008-2013 Ustadz Aris Munandar

    Close

    Enter the site

    Login

    Password

    Remember me

    Forgot password?

    Login