<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Yang Layak Jadi Guru Ngaji</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/yang-layak-jadi-guru-ngaji/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/yang-layak-jadi-guru-ngaji</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 10:24:19 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/yang-layak-jadi-guru-ngaji/comment-page-1#comment-1569</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 15:55:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=638#comment-1569</guid>
		<description>Untuk Abu Abdirrahman
Wa&#039;alaikumussalam
Secara umum sebenarnya tidak masalah selama tidak ada hal-hal yang masalah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Abu Abdirrahman<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Secara umum sebenarnya tidak masalah selama tidak ada hal-hal yang masalah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu abdirrahman</title>
		<link>http://ustadzaris.com/yang-layak-jadi-guru-ngaji/comment-page-1#comment-1566</link>
		<dc:creator>abu abdirrahman</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 10:07:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=638#comment-1566</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum ustad.. bolehkah kita menyontoh dakwah dari jamah tabligh dalam hal keluar untuk ke masjid ato ke masyarakat secara langsung untuk mendakwahkan islam, meramaikan masjid kampung tersebut dengan silahturahim, membentuk kajian2 rutin untuk masyarakat dewasa dan anak anak (TPA). Kita membentuk rombongan yang terbuka untuk umum bentuknya mungkin seperti KKN waktu mahasiswa ustad.. Setelah berjalan baik di kampung tersebut, kita berpindah ditempat laen tapi ditempat semula kita sudah membuat jadwal untuk ustad pengisi kajian rutinnya.. tentunya hal yang bersifat penentuan2 yang bisa menjadi bid&#039;ah kita tinggalkan.. Mohon sekali tanggapannya dari ustad... kadang kita walau tidak memiliki banyak ilmu, pengen sekali berdakwah dengan tenaga/ fisik kita untuk membangun komunikasi dengan masyarakat, sedangkan dari ilmu syar&#039;inya tetap berasal dari ustad2 yang diketahui keilmuannya..  jazakallah khoiron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum ustad.. bolehkah kita menyontoh dakwah dari jamah tabligh dalam hal keluar untuk ke masjid ato ke masyarakat secara langsung untuk mendakwahkan islam, meramaikan masjid kampung tersebut dengan silahturahim, membentuk kajian2 rutin untuk masyarakat dewasa dan anak anak (TPA). Kita membentuk rombongan yang terbuka untuk umum bentuknya mungkin seperti KKN waktu mahasiswa ustad.. Setelah berjalan baik di kampung tersebut, kita berpindah ditempat laen tapi ditempat semula kita sudah membuat jadwal untuk ustad pengisi kajian rutinnya.. tentunya hal yang bersifat penentuan2 yang bisa menjadi bid&#8217;ah kita tinggalkan.. Mohon sekali tanggapannya dari ustad&#8230; kadang kita walau tidak memiliki banyak ilmu, pengen sekali berdakwah dengan tenaga/ fisik kita untuk membangun komunikasi dengan masyarakat, sedangkan dari ilmu syar&#8217;inya tetap berasal dari ustad2 yang diketahui keilmuannya..  jazakallah khoiron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ibnu Shalih</title>
		<link>http://ustadzaris.com/yang-layak-jadi-guru-ngaji/comment-page-1#comment-1563</link>
		<dc:creator>Ibnu Shalih</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 02:32:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=638#comment-1563</guid>
		<description>Jazaakallah khair, baiklah ustadz sekarang ana telah merasa tenang dengan jawaban antum...terima kasih banyak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazaakallah khair, baiklah ustadz sekarang ana telah merasa tenang dengan jawaban antum&#8230;terima kasih banyak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/yang-layak-jadi-guru-ngaji/comment-page-1#comment-1561</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 00:27:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=638#comment-1561</guid>
		<description>Untuk Ibnu 
Kita hanya mendakwahkan yang kita ketahui. Katakanlah, &quot;Demikianlah sebatas pengetahuan saya&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Ibnu<br />
Kita hanya mendakwahkan yang kita ketahui. Katakanlah, &#8220;Demikianlah sebatas pengetahuan saya&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ibnu Shalih</title>
		<link>http://ustadzaris.com/yang-layak-jadi-guru-ngaji/comment-page-1#comment-1555</link>
		<dc:creator>Ibnu Shalih</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 16:21:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=638#comment-1555</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaykum.
Ustadz, ada realita yang ana hadapi, begini... ana ini kan muqallid terutama dalam masalah tashhih dan tadh&#039;if hadits, taunya cuma &quot;disahihkan oleh syaikh Al-Albani&quot; dst, lalu apakah orang seperti ana ini boleh menda&#039;wahkan misalnya &quot;tawassul itu BID&#039;AH karena tak ada sunnahnya, adapun dalil hadits tawassul, dari jalur Maalik Ad-Daari adalah lemah seperti yang dijelaskan Syaikh Al-Albani&quot;. apakah ini boleh? padahal ana tidak tahu dasar kenapa syaikh Al-Albani menghukumi hadits tersebut lemah...
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaykum.<br />
Ustadz, ada realita yang ana hadapi, begini&#8230; ana ini kan muqallid terutama dalam masalah tashhih dan tadh&#8217;if hadits, taunya cuma &#8220;disahihkan oleh syaikh Al-Albani&#8221; dst, lalu apakah orang seperti ana ini boleh menda&#8217;wahkan misalnya &#8220;tawassul itu BID&#8217;AH karena tak ada sunnahnya, adapun dalil hadits tawassul, dari jalur Maalik Ad-Daari adalah lemah seperti yang dijelaskan Syaikh Al-Albani&#8221;. apakah ini boleh? padahal ana tidak tahu dasar kenapa syaikh Al-Albani menghukumi hadits tersebut lemah&#8230;<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
