Tulisan Qur’an Sebagai Hiasan Dinding

ما حكم تعليق الملصقات والبراويز التي تتضمن آيات قرآنية؟
الشيخ مشهور حسن ال سلمان

Hukum Menempelkan Stiker yang Memuat Ayat al Qur’an

السؤال 219: ما حكم تعليق الملصقات والبراويز التي تتضمن آيات قرآنية؟

Pertanyaan, “Apa hukum menempelkan stiker yang memuat ayat al Qur’an?

الجواب:  كثير من الناس يهجر القرآن وللهجر أشكال وضروب فمن لم يقرأ القرآن هجره بعينه ومن لم يسمعه هجره بأذنه، ومن قرأه أو سمعه ولم يتدبره، فقد هجره بقلبه، ومن سمعه وقرأه وتدبره ولم يعمل به، فقد هجره بأركانه.

Jawaban Syaikh Masyhur al Salman,
“Ada banyak orang yang meninggalkan al Qur’an. Meninggalkan al Qur’an itu memiliki beberapa bentuk. Orang yang tidak pernah membaca al Qur’an adalah orang yang meninggalkan al Qur’an dengan penglihatannya. Orang yang tidak pernah mendengarkan al Qur’an adalah orang yang meninggalkan al Qur’an dengan pendengarannya. Orang yang sudah terbiasa mendengar ataupun membaca al Qur’an namun tidak merenungkan isi kandungannya adalah orang yang telah meninggalkan al Qur’an dengan hatinya. Sedangkan orang yang terbiasa mendengar dan membaca al Qur’an serta merenungi kandungannya namun tidak menerapkannya adalah orang yang meninggalkan al Qur’an dengan anggota badannya.

وإذا رأيتم الإنسان اعتنى بالظاهر عناية زائدة، فإن في هذا دلالة ظاهرة على خراب الباطن،

Jika Anda jumpai seorang yang sangat perhatian dengan sisi lahiriah maka ini adalah tanda yang jelas akan kosongnya hatinya.

فكثير من الناس القرآن عنده يعلقه في السيارة يظن أن هذا المصحف يحميه، وهو لا يقرأه ولا يعمل به،

Banyak orang yang menjadikan mushaf al Qur’an sebagai gantungan di mobil dengan keyakinan bahwa mushaf tersebut akan melindungi perjalanannya. Pemilik mobil itu sendiri tidak membaca dan mengamalkan al Qur’an yang dia gantungkan.

وكثير من الناس يهجر القرآن، ويجعل القرآن زينة في بيته يزين به جدران البيت،

Banyak orang yang meninggalkan al Qur’an dengan menjadikan al Qur’an sebagai hiasan di rumahnya tepatnya hiasan dinding rumahnya.

والقرآن أنزل لنزين به جدران قلوبنا، ولكي تظهر ثمرته وبركته على جوارحنا،

Al Qur’an itu diturunkan untuk menghiasi dinding hati kita agar buahnya nampak pada anggota badan kita.

وما أنزل الله القرآن ليتخذ مناظر على الجدران فهذا نوع من الإهانة للقرآن الكريم،

Allah tidaklah menurunkan al Qur’an untuk kita jadikan pemandangan di tembok. Tindakan ini adalah salah satu bentuk pelecehan terhadap al Qur’an.

ورضي الله عن أبي الدرداء فإنه كان يقول: (إذا حليتم مصاحيفكم وزخرفتم مساجيدكم فالدمار عليكم) ومعنى المساجد أن تزخرف يعني أنها تعطلت مهمتها ،

Moga Allah melimpahkan ridho-Nya untuk Abu Darda’. Beliau pernah mengatakan, “Jika kalian hiasi mushaf kalian dan kalian perindah masjid kalian maka itulah kehancuran kalian”. Yang dimaksud memperindah masjid adalah mengosongkan masjid dari fungsi pokoknya.

فمن وصايا السلف أن الإنسان المهموم يدخل المسجد لأنه لما يدخل المسجد ليجد بيتاً متواضعاً فيقول: لماذا أنا مهموم وهذه الدنيا ماذا تساوي إن كان بيت الله هكذا؟ فهذا يزيل عنه الغم،

Di antara wasiat salaf adalah agar orang yang sedang bersedih masuk ke dalam masjid. Hal ini dengan pertimbangan, jika dia masuk masjid lalu dia jumpai masjid berupa bangunan yang sangat sederhana maka dia akan berkata di dalam hati, ‘Mengapa aku sedih memikirkan dunia. Dunia ini tidak ada nilainya jika rumah Allah saja bentuk semisal ini?’. Masuk masjid bisa menghilangkan kegundahan hati.

أما اليوم فزخرفة المساجد أصبح فيها مضاهاة للنصارى، والنبي صلى الله عليه وسلم أخبرنا أننا سنحمرها ونصفرها ونزخرفها، وهذا شرط من أشراط الساعة.

Sedangkan saat ini, masjid diperindah serupa dengan nasrani yang mempercantik gerejanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan bahwa kita akan mengecat masjid dengan warna merah atau kuning dan kita akan memperindah masjid padahal ini adalah salah satu tanda Kiamat.

فالأصل في المصاحف ألا تزين ، والأصل في البيوت أن تبقى على ما هي عليه، وما أنزل الله القرآن لتزيين الجدران بالآيات ،

Pada dasarnya mushaf itu tidak perlu dipercantik dan pada dasarnya tembok rumah itu dibiarkan sebagaimana kondisinya semula. Allah tidak menurunkan al Qur’an sebagai hiasan tembok rumah.

فاعتن بالقرآن العناية الشرعية واقبل عليه واقرأه قراءة صحيحة، بأحكام التلاوة، والتدبر، ثم إياك أن تهجر جوارحك القرآن وأحكامه فاعمل به، هذا هو المطلوب..

Berikan perhatian terhadap al Qur’an dengan cara-cara yang dibenarkan oleh syariat. Berikan perhatian terhadap al Qur’an dengan membaca secara benar dengan mengikuti aturan-aturan membaca al Qur’an dan merenungkan isi kandungannya. Jangan sampai anggota badanmu meninggalkan al Qur’an dan hokum-hukum yang terkandung di dalamnya. Amalkanlah isi al Qur’an. Inilah yang seharusnya kita lakukan”.

Sumber:
http://almenhaj.net/makal.php?linkid=575

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 15
  • bener ustadz…kejadian sy alamai sndiri, di Depok, Kec.Limo ada Masjid yg super waah..kubahnya saja dr emas 24krt, dgn lampu gantungnya seberat 8 ton yg didatangkan lgsg dari Italia, Wallahi…orang2 yg ke sana niatnya saya yaqqin 90% bukanlah utk ‘ibadah, melainkah utk melihat kemewahan / pariwisata saja…bahkan di sisi bagian utara masjid di’Haromkan’ bagi jama’ah pria…
    Belum lagi acara2 bid’ahnya yg kentel luar biasa, ditambah setiap hari Kamis masjidnya ‘Libur’, buat persiapan Jum’atan besoknya..ck..ck…
    mengutip teks di atas :
    …Di antara wasiat salaf adalah agar orang yang sedang bersedih masuk ke dalam masjid. Hal ini dengan pertimbangan, jika dia masuk masjid lalu dia jumpai masjid berupa bangunan yang sangat sederhana maka dia akan berkata di dalam hati, ‘Mengapa aku sedih memikirkan dunia. Dunia ini tidak ada nilainya jika rumah Allah saja bentuk semisal ini?’. Masuk masjid bisa menghilangkan kegundahan hati…
    Sangat kecil kemungkinan hal ini terjadi…
    Barakallahu fiyk ustadz…

  • abu_saleemah 8 years ago

    Buat akh ikhsan al karim….
    Meskipun kelihatan dan mengarahnya seperti itu, tapi tetap saja masalah hati kita tidak bisa menghukumi dan mendahului….
    Ahlus sunnah itu suu’zhon linafsih dan husnuzhon lighoirih (berprasangka buruk kepada dirinya dan berprasangka baik kepada orang lain)….
    Oleh karena itu , kalo masih ada alasan yang baik buat mereka…ya kita pakai alasan itu saja,kecuali mereka semua 90% itu kita tanyai sendiri…Wallahu a’lam….

  • Ummu Khaulah 8 years ago

    Kalau kita diberi hadiah berupa hiasan kaligrafi bagaimana, Ustadz? Jika dibuang malah akan menghinakan ayat-ayat Al Qur’an.

  • zakkiy 8 years ago

    Ustadz, ada orang yang mengatakan
    ‘hiasan yang saya letakkan di dinding bukan untuk penghinaan atau pelecehan, karena itulah saya meletakkannya di dinding bukan sebagai alas kaki, keset, dsb, agar ia menjadi hiasan, tampak baik dilihat orang, dan bisa menjadi pengingat kita akan ayat Al-Quran dan kandungannya sehingga tidak meninggalkan Al-Quran?.’
    Ia kemudian beralasan kembali
    ‘bukankah karena kita bisa senantiasa mengingat dan merenungi ayat tsb (setelah melihat pada dinding dsb) menjadi sesuai dengan salah satu fungsi dari Al-Quran? dan bukankah kita juga diperintahkan untuk menghiasi rumah kita dengan bacaan Al-Quran?’
    bagaimana menasihati orang ini ustadz,?
    mohon penjelasannya, karena banyak dari kami mengalaminya.

  • ustadzaris 8 years ago

    #zakky
    Al Qur’an terlalu mulia jika hanya dijadikan hiasan, demikianlah pelecehan terhadap al Qur’an.
    Menghiasi rumah dengan membaca al Qur’an itu beda dengan menghiasi rumah dgn tulisan al Qur’an.
    Tulisan al Qur’an bisa jadi pengingat jika tulisannya bisa dibaca, bukan tulisan yang terlalu indah sehingga tidak bisa dibaca

  • ustadzaris 8 years ago

    #ummu
    Dibakar saja

  • DI DINDING RUMAH SAYA MENEMPEL KERAMIK AYAT KURSI, APAKAH SAYA TUTUP SJ DNGN LUKISAN PEMANDANGAN ALAM (BUKAN MAKHLUK BERNYAWA)?Barakallahu fiyk ustadz…

  • Ummu Khaulah 8 years ago

    Jazakallah khair. Di artikel di atas disebutkan, “Sedangkan saat ini, masjid diperindah serupa dengan nasrani yang mempercantik gerejanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan bahwa kita akan mengecat masjid dengan warna merah atau kuning dan kita akan memperindah masjid padahal ini adalah salah satu tanda Kiamat.” Pada salah satu kajian Ustadz (kalau tidak salah kajian di MPR yang membahas kitab Al Irsyad) dijelaskan bahwa tanda kiamat tidak semuanya buruk. Apakah memperindah masjid termasuk hal yang buruk?

  • ustadzaris 8 years ago

    #ummu
    Saling berlomba untuk menghias masjid atau berlebih-lebihan dalam menghias masjid adalah suatu hal yang buruk

  • assalamualaikum,
    afwan ustadz yang terhormat. sepertinya terlalu mudah mengharamkan sesuatu tanpa dalil yg shahih dan sharih.
    Kalau orang tidak mau baca Al-qur’an, tidak mentadaburinya, tidak mengamalkannya tapi hanya menjadikan hiasan, tentu hal ini memang tercela.
    Tapi kalau seseorang setiap hari membaca, mentadaburi dan mengamalkan, kemudian dia ingin mensyiarkan ayat-ayat al-qur’an sebagai pengingat diri dan orang lain. apa landasannya hal tersebut haram?
    apalagi kalau kaligrafi tersebut hadiah, apa yg salah kita menghormati pemberian orang dengan menempelnya dinding
    apa landasannya larangan menghias masjid, selama tidak berlebihan?. Masjid nabawi juga indah.
    Allah itu indah dan menyukai keindahan. Yg dilarang adalah berlebihan. Allah tidak menyukai yg berlebihan.
     
    wallahu a’lam.
     
     
     
     
     

  • fakhruz 8 years ago

    ustadz bagaimana hukumnya:
    menggantung / menempel lafaz ALLAH, , Muhammad SAW atau kalimat2 yang mengandung kata2 tersebut misalnya bismillah dalam   huruf arab di dinding, motor atau yang lainnya?

  • ustadzaris 8 years ago

    #fakhruz
    Sebaiknya dihindari

  • Abu Matiin 8 years ago

    Kalo sudah terlanjur beli gimana Ustadz? Kira-kira sudah dua tahun yang lalu sewaktu masih jahil.

  • assalamu’alaikum wr wb ustadz,sekarangkan dizaman modern orang orang lebih menyukai hal hal yang bercenderung pada negri negri barat,mereka menyukai gambar gambar,film barat yang kebanyakan gambar gambar bernyawa,dan gambar tersebut dibuat dengan sedemikian rupa.apa salah kalau berdakwah dengan bentuk memperbanyak kaligrafi untuk mengembangkan lingkungan yang islami.hal hal barat saja menyebar masa islam mau diinjak injak begitu saja.setahu saya juga yang namanya bid’ah itu hanya dalam bidang beribadah.selain beribadah boleh dikembangkan.mungkin menghias masjid secara berlebihan tidak boleh.tapi kalau kaligrafi sebagai hiasan rumah sebagai pengganti lukisan hal hal bernyawa dan pemandangan apa masih tidak boleh?

  • Ummu Hasna 3 years ago

    bismillah,

    afwan tanya ustadz, jika memajang hadist nabi sebagai pengingat apakah juga termasuk yang dilarang. misalnya la taghdob wa lakal jannah.