Tokoh 'Sururi' Menurut Mufti Saudi

Tokoh 'Sururi' Menurut Mufti Saudi

Belum lama ini rombongan Ihya Turots Kuwait termasuk diantaranya Syaikh Abdurrahman bin Abdul Khaliq mengunjungi sejumlah ulama di Arab Saudi, diantaranya adalah kunjungan ke kantor Mufti Besar Saudi saat ini, Samahatus Syaikh Abdul Aziz alu Syaikh.

Saat memberikan sambutan kepada rombongan tersebut di kantor mufti diantara yang disampaikan oleh Samahatus Syaikh Abdul Aziz alu Syaikh adalah kalimat berikut ini:

وأرحب بفضيلة الشيخ عبدالرحمن عبدالخالق فهو اخونا وصاحبنا والذي امضى معظم عمره في التعليم والارشاد والتوجيه،

“Dan kuberi ucapan selamat datang kepada Fadhilatus Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq karena beliau adalah saudara dan sahabat kami serta seorang yang menghabiskan mayoritas umur untuk mengajar, membimbing dan memberikan pengarahan kepada umat.

والامة في امس الحاجة إلى مثله من الفضلاء والكبار ممن أفنى شبابه في خدمة الدين، ونسأل الله لنا وله الخاتمة الحميدة.

Umat Islam sangat membutuhkan para tokoh besar dan orang yang punya kelebihan semisal beliau. Itulah orang yang menghabiskan masa mudanya untuk berjuang demi agama. Kami memohon kepada Allah agar Dia memberikan husnul khatimah untuk kami dan beliau”.

Berita mengenai hal ini dilaporkan oleh Surat Kabar al Anba’ pada tanggal 11 Maret 2012 sebagaimana dalam link berikut ini:

http://www.alanba.com.kw/AbsoluteNMNEW/templates/local2010.aspx?articleid=274106&zoneid=14

http://kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=36269

Catatan:

Boleh saja saya atau anda tidak atau kurang setuju dengan pernyataan Samahatus Syaikh al Mufti Abdul Aziz alu Syaikh di atas namun apakah karena pernyataan di atas kita tuduh Syaikh Mufti dengan tuduhan ‘sesat’ karena memuji orang yang dianggap ‘sesat’ padahal orang tersebut tidak sesat menurut Syaikh Mufti?

Sebagian orang memiliki kaedah siapa yang tidak menganggap Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq sebagai ahli bidah dan tokoh sesat maka dia adalah sururi ahli bid’ah. Apakah orang yang menganut kaedah ini berani memberlakukannya dalam kasus ini?

Moga Allah selalu melindungi kita dari sikap ghuluw atau berlebih lebihan dan memberikan karunia kepada kita berupa sikap adil dan proposional.

COMMENTS

WORDPRESS: 12
  • Assalamu’alaykum 1. ana mau tanya tentang kebenaran berita tersebut karna sumber beritanya dari surat kabar?. 2. apakah syekh Abdul Aziz mengetahui secara rinci penyimpangan syekh Abdurrohman Abdul Kholiq? 3. jika benar berita tersebut apakah maksud kedatangan syekh Abdurrohman mengunjungi para ulama disana dan bgmna sesungguhnya kondisi pertemuan disana? 4. Bgmna sikap para ulama di saudi terhdp pernyataan syekh?  pertanyaan ana disini terlepas dari kaedah yang ust Aris singgung di catatan. jazakalloh khoyr

  • abu umar 7 years ago

    masya Allah, ana baru tau nih. jazakallahu khairan. selama ini ana termasuk yg menganggap beliau mubtadi’ dan sururi. Maka bgmn yang tepat ustadz? apakah beliau termasuk ahlisunnah? barakallahu fik
     

  • Bismillah…
    Antum menulis artikel ini dengan tujuan apa Ustadz? (tabayyun mode: on)

  • abuyahya 7 years ago

    saya kira maksud ustadz di atas bukan mengoreksi anggapan sururi atau mubtadi’ pada tokoh yang disebutkan, tetapi ingin menunjukkan pada pembaca bahwa Syaikh Abdul Aziz berlaku lembut walaupun pada seseorang yang telah kita ketahui penyimpangannya. Sebagian penuntut ilmu mempunyai kaidah “siapapun yang memuji ahli bid’ah maka dia termasuk mereka”. maka apakah mereka juga akan menjuluki Syaikh Abdul Aziz mufti sebagai sururi/mubtadi’/ahli bid’ah?

    jadi bukan tazkiyah atau pujian ustadz ke tokoh tsb, itu yg saya pahami. 

  • #abu yahya
    Bahkan Syaikh Abdul Aziz tidak menilai beliau sebagai mubtadi’.
    Jadi bisa kita katakan bahwa Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq adalah orang yang diperselisihkan ulama apakah dia mubtadi atau bukan.

  • #ammar
    Tujuan adalah utk mengoreksi kaidah sebagian orang ttg mubtadi dan sururi semisal kaidah ‘Siapa yang tidak menilai Abdurrahman Abdul Khaliq mubtadi maka dia adalah mubtadi’.

  • #abu ubaidah
    1. telah menjadi ‘urf di zaman ini, bahwa berita yang tidak benar terkait tokoh besar tentu koran tersebut akan mendapatkan somasi dan teguran dari yang bersangkutan lalu pihak koran akan meralat berita tersebut.
    2. tentu beliau sangat tahu karena beliau sendiri menyatakan bahwa Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq adalah shahabat beliau.
    3. perjalanan dalam rangka ‘silaturahmi’ dengan para ulama.

  • 1. Betul ust tapi yang ana tanyakan kepastian beritanya dan cara mengambil informasinya terlepas nanti ada somasi atau tidak
    2. Kalau beliau tahu kenapa menganggapnya sebagai sahabat
    3. bagaimana kondisi pertemuan disana

  • #abu
    Mengenai masalah mengacu pada berita koran dalam membuat analisis silahkan simak perkataan Syaikh Abdul Aziz ar Rais di sini:
    http://islamancient.com/play.php?catsmktba=751
    pada menit ke 18.
    Nampaknya [azh zhahir] beliau tidak menilai kesalahan Abdurrahman Abdul Khaliq sebagai kesalahan yang mengeluarkan beliau dari ahli sunnah dan menjadikan beliau sebagai ahli bid’ah.
    ada acara tanya jawab dengan Syaikh Mufti yang bisa anda baca di link Harian al Anba’.

  • anto pri 6 years ago

    sebetulnya sebutan sururi sendiri kan butuh penjabaran ttg ciri2, pemahaman serta nampak zahir bahwa mereka memang benar2 sururi.. krn tdk bisa diingkari bahwa terkadang sebutan dan cap tsb salah alamat atau krg tepat…krn juga tdk sedikit yg tdk paham apa itu sururi.

  • Bismillah…
    Al Jarhul Mufassar Muqaddam ‘Ala At Ta’dil
    dan kita tahu bahwa jarh terhadap Abdurrahman Abdul Khaliq adalah Jarah yang mufassar sebagaimana dijelaskan oleh Asy Syaikh Muqbil, Syaikh Rabi’ dan yang lainnya.. tapi kemudian kita tidak boleh memvonis beliau (mufti) sebgai seorang mubtadi juga… demikian juga dengan ihyaut turats… bagi ana jarah yang dijelaskan oleh syaikh rabi’ syaikh abdullah al bukhari adalah jarah yang mufassar tapi sekali bahwa kita tidak membid’ahkan syaikh abdul muhsin… sebab itu adalah ijtihad beliau… tapi tidak kemudian dikatakan bahwa setiap yang perkaranya ijtihadiyyah dan khilafiyyah kemudian saling tawaqquf dan mendiamkan dan tidak boleh menjelaskan keslahan.. kalau demikian maka JT juga tidak boleh di cela sebab Syaikh Abu Bakar Al Jazairi pernah mentazkiyyah mereka… wallahu a’lam

  • #fahruddin
    Menjelaskan pendapat lain yang dianggap salah boleh saja asalkan di sikon yang tepat.
    namun yang jadi masalah besar adalah memaksakan pendapat kepada orang lain lalu yang tidak mau sepakat didiamkan, diboikot dan dianggap sebagai ahli bid’ah