Tidur Siang di Masjid

Pengertian Shaf Pertama
Haramkah Foto?
Internet Kantor Untuk Keperluan Pribadi

سئل الشيخ عبد الله أبا بطين: عن التقدم للمسجد، والقيلولة فيه… إلخ؟

Syaikh Abdullah Aba Buthain ditanya tentang hukum pergi ke masjid lantas tidur siang di sana.

فأجاب: أما مسألة التقدم للمسجد في مثل الظهر، والقيلولة فيه، فإن كان الإنسان قصد المسجد لانتظار الصلاة المفروضة، فصلى ما تيسر من النوافل، ثم جلس في المسجد يقرأ القرآن، أو يذكر الله، وهذا قصده، ولكن في نيته إن حدث عليه نعاس نام في المسجد، لم يقصد القيلولة فيه عادة، فهذا حسن إن شاء الله تعالى.

Jawaban beliau,

“Tentang pergi ke masjid di waktu zuhur lalu tidur siang di sana, hukumnya perlu mendapatkan rincian.

Pertama, jika maksud pokok orang tersebut pergi ke masjid adalah menunggu tibanya pelaksanaan shalat wajib lalu dia mengerjakan shalat sunnah yang memungkinkan untuk dilakukan kemudian duduk di masjid sambil membaca al Qur’an atau berzikir mengingat Allah. Inilah niat pokoknya namun dia memiliki niat sampingan yaitu jika ternyata ketika itu dia terserang kantuk maka dia akan tidur di masjid. Jadi orang tersebut tidak bermaksud membiasakan diri menjadikan masjid sebagai tempat tidur siang maka apa yang dilakukan orang tersebut adalah perbuatan baik, insya Allah.

وأما إن كان نيته أنه قصد المسجد ليضع عصاه في الصف، ويصلي ما تيسر، ثم ينام، أعني أنه قصد النوم فيه، وعزم عليه، فهذا مكروه، أعني: اتخاذ المسجد مقيلاً؛ فالأفضل في حق هذا أن يقيل في بيته، فإذا قضى حاجته من النوم، تطهر وقصد المسجد.

Kedua, jika maksud pokok orang tersebut pergi ke masjid adalah meletakkan tongkat di shaf lalu mengerjakan shalat sunnah sebanyak yang dia inginkan lantas tidur. Maksudnya tujuan pokoknya adalah tidur di masjid bahkan dia memang bertekad kuat untuk itu maka hukum perbuatan ini adalah makruh. Dengan kata lain, dimakruhkan menjadikan masjid sebagai tempat tidur siang (padahal punya rumah atau tempat lain untuk tidur siang, pent). Yang terbaik untuk orang tersebut adalah istirahat siang di rumahnya, jika kebutuhan tidur siangnya sudah terpenuhi dia lantas berwudhu lalu pergi ke masjid”.

Sumber: Ad Durar al Saniyyah fi al Ajwibah an Najdiyyah juz 4 hal 271-272, cet kelima 1414 H.

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 5
  • Abu Farras 8 years ago

    Ustadz…

    kalo posisi di kantor biasanya sholat jama’ah di masjid ..karena kondisi masih jam istirahat maka sebagian karyawan tidur siang di masjid sampai waktu selesai istirahat  selesai …Apakah hal tersebut juga masuk kategori makruh

    jazakallohu khoir

  • mr.memo 8 years ago

    Ustadz, bagaimana pula hukumnya, misal sebagai seorg sales, bepergian kerja kluar rumah, trus menjelang dhuhur, istirahat di masjid, sambil menunggu adzan, bila dikhawatirkan kalo pulang ke rumah untuk istirahat, waktunya tidak mencukupi untuk pulang, dan setelah dhuhur jamaah di masjid, tidur lagi sampai panas hilang.

  • ustadzaris 8 years ago

    #memo
    Moga tidak mengapa jika memang memerlukannya.

  • sehabis shoat dzuhur, sudah menjadi kebiasaan kami sebagai karyawan sebuah perusahan tidur di masjid perusahaan di tempat kami bekerja,memanfaatkan istirahat siang.mohon nasehatnya ust jazakalloh khoiron katsiron,

  • ustadzaris 8 years ago

    #agus
    Coba baca di sini:
    http://ustadzaris.com/mushalla-kantor