Tidak Jadi Safar Karena Ramalan Cuaca

Tidak Jadi Safar Karena Ramalan Cuaca

Pertanyaan:

Saya memiliki sejumlah kawan yang tidak mau bepergian ke suatu tempat kecuali setelah mengecek ramalan cuaca untuk daerah tujuan. Jika ramalan cuaca mengatakan hujan deras atau sangat terik maka mereka tidak jadi bepergian ke tempat tersebut. Saat dinasehati mereka beralasan bahwa ini sekedar perkiraan dan bukan pemastian. Apa komentar anda mengenai hal semisal ini?
Tidak selayaknya sebuah berita (baca: ramalan cuaca) yang maksimal statusnya adalah kemungkinan berbuah keyakinan tegas sehingga jadi safar ataukah tidak ditentukan oleh hal tersebut karena tidak ada yang mengetahui masa depan kecuali Allah

Boleh bersikap hati-hati dengan mengurungkan keberangkatan safar dengan pertimbangan ramalan cuaca dengan dua syarat. Pertama, terdapat banyak indikator yang menunjukkan adanya peluang besar terjadinya hal tersebut. Kedua, hal tersebut sangat berbahaya semisal badai yang mulai muncul dan diperkirakan akan bergerak ke arah tertentu dan kemungkinan besar akan sampai ke arah tersebut

Sedangkan ramalan cuaca mengenai turunnya hujan tidak bisa ditegaskan kebenarannya. Demikian pula hal-hal yang diramalkan tanpa indikator yang jelas tidak perlu dipedulikan. Cara membedakan ramalan cuaca yang akurat dan tidak diketahui oleh ahlinya yang memang telah berpengalaman.

sumber ada di sini

Satu hal yang tidak diragukan bahwa ramalan cuaca itu sekedar perkiraan dan bukan pemastian. Sering kali ramalan cuaca mengatakan bahwa daerah A hujan deras namun ternyata nyata tidak demikian. Tidak jarang ketika mendung demikian pekat dan guntur pun bertalu-talu kita bergumam di dalam hati bahwa sebentar lagi akan turun hujan ternyata mendung pekat tersebut sekedar numpang lewat.

Karena ramalan cuaca itu hanya perkiraan patut kita bedakan antara yang akurat dengan yang tidak akurat. Akurat dan tidak akurat tentu saja hanya diketahui secara pasti oleh pakar di bidang ini.

Jika nilai sebuah ramalan cuaca adalah akurat dan bahaya yang dikhawatirkan besar semisal badai atau puting beliung maka sikap hati-hati yaitu mengurungkan niat untuk melakukan perjalanan suatu hal yang tidak mengapa.

Lain halnya jika perkiraan tersebut tidak akurat dan tidak berbahaya semisal diramalkan hujan maka membatalkan rencana safar karenanya adalah putusan yang tidak tepat.

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • Pak ustad tolong kalau bsa dibuat agar bsa di print pdf kaya http://rumaysho.com jd lbh memudahkan dlm mengambil artikel sbg pembendaraan, stukron jazakullah katsir