Tidak Isbal Yang Perlu Dijauhi

Tidak Isbal Yang Perlu Dijauhi

بل إن أهل العلم قالوا أحيانا إن تطبيق بعض السنن الذي لا يحقق مطلبا من تطبيقها أو يؤدي إلى الشهرة فإن الأولى تركه قالوا هذا في مثل أزرة المؤمن التي جاء في الحديث أنها إلى نصف الساق فإذا فعل ذلك أحد شهرة أو استعلاء أو ما إلى ذلك أو كان ذلك يؤدي إلى فتنة أو نحو ذلك فالأولى تجنبه

Syaikh Shalih bin Saad as Suhaimi dalam kajian beliau di Masjid Nabawi pada tanggal 28 Muharram 1433 H mengatakan,

“Sesungguhnya para ulama mengatakan bahwa terkadang menerapkan sebagian sunnah Nabi [yang hukumnya tidak wajib, pent] yang penerapannya tidak mewujudkan apa yang diharapkan atau menyebabkan pelakunya menjadi popular dalam pembicaraan masyarakat  maka yang lebih baik adalah meninggalkannya. Mereka mengatakan bahwa contohnya adalah ujung pakaian orang yang beriman idealnya adalah hanya sampai pertengahan betis sebagaimana terdapat dalam hadits. Jika ada orang yang melakukan hal di atas demi popularitas atau merasa lebih baik dari pada saudaranya yang tidak isbal yang tidak sampai pertengahan betis atau tindakan tersebut menyebabkan masyarakat apriori atau antipati atau sinis dengan orang orang yang komitmen dengan aturan syariat dan atau dakwah ahli sunnah atau menimbulkan dampak buruk lainnya maka yang lebih baik adalah menjauhi dan menghindari perbuatan meninggikan kain sampai setengah betis”.

Rekaman kajian beliau bisa didengarkan di link berikut ini:

http://www.alharamain.gov.sa/index.cfm?do=cms.AudioDetails&audioid=45913&audiotype=lectures&browseby=surah

tepatnya pada menit 02:52 – 03:33.