Terlanjur di Dalam WC

Terlanjur di Dalam WC

Doa Masuk WC di Dalam WC

إذا ثبت هذا أيُّها الإخوةُ فإنَّه من المعلوم حين إرادة هذا الذِّكْر أن يكون الإنسانُ ذاكرًا له قبل دخول الخلاء، لكن ما الحال لو دخل الإنسانُ الخلاءَ ولم يتذكَّر أنَّه قال ذلك؟

Satu hal yang sudah dimaklumi bahwa ketika seorang itu hendak membaca doa mau masuk WC maka hendaknya dia telah ingat doa tersebut sebelum masuk WC akan tetapi bagaimana jika seorang itu sudah terlanjur masuk ke dalam WC dalam keadaan belum membaca dzikir tersebut karena lupa apa yang seharusnya dia lakukan?

الجواب: أنَّه لا حرجَ أن يقول: (اللَّهُمَّ إنِّي أعوذ بك من الخُبُث والخبائث) وهو يقضي حاجتَه، لماذا؟

Jawabannya tidaklah mengapa dalam kondisi tersebut membaca allahumma a-‘udzu bika minal khubutsi wal khabaits sambil buang hajat.

الجواب: أننا سوف نتحدَّث عن مسألة ذكر الله في الخلاء، وأنَّه مكروهٌ، فذكر الله العام مكروهٌ في الخلاء، وقول: (اللَّهُمَّ إنِّي أعوذ بك من الخُبُث والخبائث) مُستحَبٌّ، والقاعدة تقول: إذا تعارضَ مأمورٌ ومحظورٌ فيُقَدَّم المأمورُ، إذا تعارض واجبٌ ومُحَرَّمٌ، فالمُقَدَّم الواجب؛ لأنَّ الواجبَ أعظمُ.

Mengapa demikian? Jawabannya berdzikir di WC hukumnya makruh. Secara umum berdzikir mengingat Allah hukumnya makruh sedangkan membaca doa mau masuk WC hukumnya dianjurkan. Kaedah dalam masalah ini ‘jika terjadi pertentangan antara hal yang diperintahkan dengan hal yang dilarang maka yang diutamakan adalah hal yang diperintahkan’. Sehingga jika ada pertentangan antara hal yang wajib dengan hal yang haram maka yang lebih diutamakan adalah melakukan hal yang wajib meski dengan melakukan hal yang haram karena melakukan yang wajib itu lebih penting dari pada menghindari yang haram.

وهذا غيرُ ما لو جاء مُباحٌ ومُحَرَّمٌ، فيُقَدَّم المُحَرَّم، مُبِيحٌ وحاظِرٌ، فيُقَدَّم الحاظِرُ، أمَّا الواجبُ فيُقَدَّم على المُحَرَّم، والمُستحَبُّ يُقَدَّم على المَكْرُوه.

Lain halnya jika terjadi pertentangan antara hal yang mubah dengan hal yang haram maka yang didahulukan adalah menghindari yang haram. Demikian pula jika ada faktor yang memubahkan bertentangan dengan faktor yang mengharamkan maka faktor yang mengharamkan itu yang lebih diutamakan. Sedangkan pertentangan wajib dengan haram maka melakukan yang wajib itu lebih didahulukan dari pada menghindari yang haram. Demikian pula melakukan hal yang dianjurkan itu lebih diutamakan dari pada menghindari hal yang dimakruhkan.

وعلى هذا فلو قال: (اللَّهُمَّ إنِّي أعوذ بك من الخُبُث والخبائث) وهو في دورة المياه لا حرجَ في ذلك؛ لأنَّ المُستحَبَّ أقوى من المكروه، والله تبارك وتعالى أعلى وأعلم.

Mengingat pertimbangan di atas maka mengucapkan doa masuk WC di dalam WC karena lupa hukumnya adalah tidak mengapa karena hal yang dianjurkan itu lebih kuat dari pada hal yang makruh [Dr Abdullah al Sulmi]

COMMENTS

WORDPRESS: 2
  • pa ustad saya pernah baca, bukankah klo antara haram dan halal bertemu pada suatu perkara itu yang haram mengalahkan yang halal??
    tolong diluruskan!!

  • #ade
    Yang pernah anda baca adalah kaedah jika suatu yang haram bercampur dengan yang halal, bukan manakala kita dihadapkan kepada pilihan melakukan yang haram dan melakukan yang wajib.