Tasyabbuh Orang Kafir Yang Dianjurkan

Tasyabbuh Orang Kafir Yang Dianjurkan

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :
” لو أن المسلم بدار حرب ، أو دار كفر غير حرب ؛ لم يكن مأمورا بالمخالفة لهم في الهدي الظاهر ، لما عليه في ذلك من الضرر .
بل قد يستحب للرجل ، أو يجب عليه ، أن يشاركهم أحيانا في هديهم الظاهر إذا كان في ذلك مصلحة دينية : من دعوتهم إلى الدين ، ونحو ذلك من المقاصد الصالحة .

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan:

Seorang muslim yang tinggal di negara kafir yang memerangi kaum muslimin atau pun negara kafir yang tidak memerangi kaum muslimin tidaklah diperintahkan untuk menyelisihi orang kafir dalam masalah tampilan fisik karena tindakan tersebut akan menimbulkan dampak buruk baginya. Bahkan dianjurkan atau malah diwajibkan untuk menyerupai mereka dalam tampilan lahiriah jika ada maslahat agama yang bisa terwujud dengan hal itu yaitu bisa mendakwahi mereka kepada Islam atau manfaat manfaat yang semisal itu.

فأما في دار الإسلام والهجرة ، التي أعز الله فيها دينه ، وجعل على الكافرين بها الصغار والجزية ، ففيها شرعت المخالفة ” انتهى من ” اقتضاء الصراط المستقيم ” (1/471-472) .

Sedangkan di negeri Islam dan negeri hijrah, itulah negeri yang Allah muliakan Islam di sana dan di sana orang-orang kafir adalah orang orang hina dan berkewajiban membayar jizyah itulah negeri yang di sana kita dituntunkan untuk menyelisihi orang kafir dalam tampilan lahiriah [Iqtidha Shirat al Mustaqim 1/471-472, terbitan Kementerian Agama KSA, cetakan ketujuh 1419 H].