Tasbih Seribu Kali

Tasbih Seribu Kali

Surat al Fatihah untuk Dzikir Pagi Petang
Dua Jenis Dzikir
Biji Tasbih Bukan Bid’ah (2)

Membatasi dzikir dengan bilangan tertentu

Apakah seorang muslim boleh menetapkan untuk dirinya dzikir dengan bilangan tertentu? Misal setelah shalat Shubuh bertasbih sebanyak 1000 kali atau 2000 kali dan seterusnya.

Jawaban permasalahan ini perlu rincian. Pertama, menetapkan bilangan tertentu dan komitmen melakukannya karena keyakinan bahwa bilang tersebut memiliki keutamaan tertentu maka ini adalah hal yang keliru dalam syariat. Kedua, seorang yang ingin menggembleng dirinya dengan membaca tasbih 1000 kali dalam sehari sehingga aku bisa rutin membaca tasbih sebanyak itu. Tindakan semacam ini sejenis dengan orang yang mentargetkan dirinya untuk rutin setiap hari membaca sebanyak dua juz dari al Quran. Oleh karena ini dia paskakan dirinya untuk bisa menyelesaikan target tersebut. Hal ini diperbolehkan. Lain halnya dengan dengan orang merutinkan diri membaca dua juz dari al Quran setiap harinya atau bertasbih sebanyak 1000 kali karena adanya keyakinan bahwa hal tersebut memiliki keutamaan khusus.

Rincian ini disimpulkan dari praktek salaf. Diriwayatkan oleh Ibnu Saad dan dinilai shahih oleh Ibnu Hajar dalam al Ishabah bahwa shahabat Nabi, Abu Hurairah setiap hari membaca tasbih sebanyak 12000 kali. Artinya beliau memaksa dirinya agar bisa memenuhi target ini setiap harinya.

Kesimpulannya, siapa yang menargetkan diri untuk berdzikir dalam jumlah tertentu agar bisa berjihad memaksa dirinya untuk mencapai bilangan yang ditargetkan hukumnya tidak mengapa. Lain halnya orang yang melakukan hal ini tersebut karena menyakini bahwa bilangan tersebut memiliki keutamaan tertentu maka perbuatan tersebut tergolong bid’ah.

Sumber:

http://islamancient.com/ressources/audios/1545.mp3 pada menit 16:52-18:18.

COMMENTS

WORDPRESS: 0