• Twitter
  • Facebook
  • RSS
Tegar Di Atas Sunnah
  • Depan
  • Download
    • E-Artikel
    • E-Kitab
    • Audio Kajian
  • Jadwal Kajian Rutin
  • Tanya Ustadz
  • Tentang Blog ini
  • Fiqih
  • Adab
  • Manhaj
  • Bimbingan Islam
  • Aqidah
  • Konsultasi
  • Kisah
  • Mu’amalah
  • Nasehat

You are here:

  • Home
  • Konsultasi
  • Tahnik Bayi Khusus Bagi Nabi?

Tahnik Bayi Khusus Bagi Nabi?

02 Juni, 2012

By: Ustadz Aris

category: Konsultasi

191 7

Pertanyaan:

Apakah tahnik bayi itu khusus bagi Nabi atau berlaku umum dan merupakan sunnah Nabi?

Jawaban Syaikh Prof Dr Khalid al Musyaiqih, murid Ibnu Utsaimin:

Permasalahan ini adal

order cheap cialis online

ah permasalahan yang diperselisihkan oleh para ulama.

Kaedah dalam masalah ini adalah sebagai berikut:

Pertama, segala sesuatu yang bisa kita pastikan bahwa Nabi melakukan hal tersebut karena motivasi menyesuaikan diri dengan apa yang dilakukan oleh umumnya orang di zaman beliau dan di tempat beliau berada maka perbuatan Nabi dalam hal tergolong perkara ‘adah [baca: non ibadah] yang tidak harus kita teladani.

Kedua, sebaliknya jika bisa kita pastikan bahwa Nabi melakukan suatu hal itu dalam kondisi menyelisihi kebiasaan masyarakat di zaman dan tempat beliau tinggal maka yang perbuatan Nabi dalam hal ini menunjukkan bahwa itu adalah ibadah yang perlu kita teladani.

Tentang hukum tahnik, jika kita katakan bahwa Nabi melakukan tahnik dalam rangka menyelaraskan diri dengan kebiasaan masyarakatnya maka tahnik adalah masalah ‘adah [baca: non ibadah] yang tidak harus diteladani.

Namun jika perbuatan Nabi ini menyelisihi kebiasaan masyarakatnya karena tahnik bukanlah kebiasaan yang sudah biasa dipraktekkan oleh orang

buy viagra online pharmacy

orang Arab di zaman beliau atau di daerah beliau tinggal maka tahnik adalah ibadah.

Jika kita katakan bahwa tahnik itu sunnah Nabi maka tahnik itu tidak hanya khusus bagi Nabi dan demikianlah pendapat yang lebih tepat dalam masalah ini. Oleh karena itu banyak ulama yang menganjurkan tahnik bagi bayi. Meski memang sejumlah ulama menilai bahwa tahnik adalah bagian dari ‘adah [baca: perkara non

buying cialis online

ibadah]. Oleh karena itu tahnik bayi tidaklah dituntunkan, menurut pendapat ini.

Untuk pastinya perlu kita telaah lebih lanjut apakah tahnik itu kebiasaan yang sudah familiar dilakukan oleh orang orang Arab di masa Nabi. Jika memang demikian maka tahnik itu tergolong perkara ‘adah.

Namun jika tahnik itu belum dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Nabi melakukannya maka status tahnik adalah ibadah dan sunnah.

Sumber:

http://www.safeshare.tv/w/quPBqcLyxK

    • Tweet

    About the Author

    Ustadz Aris

    ustadzaris.com

    aris.munandar.jogja@gmail.com

    Tags: bayi, tahnik

    B

    Rating

    • 191views
    • 7comments

    Subscribe

    Subscribe to comments

    recommend to friends

    Recent Posts

    Adab, Nasehat

    Keutamaan Ngaji Live Via Internet

    14 Mei, 2013

    145

    Bimbingan Islam, Manhaj

    Mengenal Taklid

    11 Mei, 2013

    223

    Nasehat

    Tundukan Pandangan Terhadap Empat Hal

    23 April, 2013

    784

    Adab, Fiqih

    Adab Makan di Rumah Teman

    10 April, 2013

    906

    7 Comments

      wahyu awaludin

      Jun 2, 2012, 1:25 pm

      berarti pertanyaannya gak terjawab dong, tadz..kan DR. Khadlid minta tahnik itu diperiksa melalui jalur budaya apakah itu budaya arab atau bukan

      ustadzaris

      Jun 2, 2012, 11:06 pm

      #wahyu
      Jawaban sementara sudah beliau sampaikan.

      wahyu awaludin

      Jun 3, 2012, 4:32 am

      Kalo saya ngambil kesimpulan jawabannya DR. Khalid itu yang ini:

      “Permasalahan ini adalah permasalahan yang diperselisihkan oleh para ulama.”

      atau saya yang nggak nangkap jawaban beliau?? 

      ustadzaris

      Jun 18, 2012, 11:18 pm

      #wahyu
      Syaikh Khalid sudah mengisyaratkan pendapat yang beliau pilih.

      ummu afifah

      Jul 23, 2012, 3:02 pm

      afwan ana juga kurang paham dg tulisan di atas.
      “brarti tahnik bayi bukan sunnah (ibadah)?sbgmn yg slama ini ana baca di buku2/artikel ttg tahnik adlh sunnah berarti salah ya ustd…

      gunn

      Sep 9, 2012, 11:08 pm

      jikalau saya mengambil pendapat bahwa tujuan tahnik (saat dilakukan oleh Rasulullah dulu)
      adalah untuk mengambil keberkahan dari air liur Nabi.
      apakah benar jika saat ini saya meninggalkannya (tahnik tersebut) krn di zaman sekarang memang tdk ada manusia yg air liurnya bisa diharapkan keberkahannya (seperti air liur Nabi).
      mohon penjelasannya tadz.

      ustadzaris

      Sep 23, 2012, 9:18 pm

      #gunn
      namun patut direnungkan bahwa annawawi dalam syarh muslim menukil ijma akan di syariatkannya tahnik.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked. *

    Name*

    E-mail*

    Website

    Comment

    Cancel reply

    Video Ustadz

    Artikel Populer

    Hitam di Dahi Perlu Diwaspadai

    10 August, 2009

    • 1522
    • 208
    jamaah

    Khuruj bersama Jama'ah Tabligh

    12 August, 2009

    • 1229
    • 168

    Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP

    20 October, 2009

    • 1065
    • 137

    Hukum Mencium Tangan dan Membungkukkan Badan

    04 June, 2009

    • 1322
    • 119

    Do'a Qunut Ketika Shubuh

    20 July, 2009

    • 1507
    • 118

    Berlangganan Artikel

    • Kategori
      • Adab
      • Aqidah
      • Bimbingan Islam
      • Fiqih
      • Info
      • Kajian Audio
      • Kisah
      • Konsultasi
      • Manhaj
      • Mu'amalah
      • Nasehat
    Follow on Twitter
    BACK TO TOP
    • abdullah al sulmi
    • abdullah alsulmi
    • abu bakar
    • abu hurairah
    • Abul Hasan al Ma’ribi
    • acara keluarga
    • Adab
    • adab majelis
    • adab makan
    • adab minum

    Flag Counter

    Free counters!

    Name:

    Email:

    Message:

    • Twitter
    • Facebook
    • RSS

    © 2008-2013 Ustadz Aris Munandar

    Close

    Enter the site

    Login

    Password

    Remember me

    Forgot password?

    Login