<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Di Atas Sunnah &#187; pantalon</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/tag/pantalon/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 03:00:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 00:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[alalbani]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pantalon]]></category>
		<category><![CDATA[tasyabuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3326</guid>
		<description><![CDATA[Abu Muawiyah Ghalib as Saqi mengatakan, “Aku bertanya kepada al Albani tentang laki-laki yang memakai sandal khas perempuan di dalam rumah dan sebaliknya. Jawaban al Albani ketika itu adalah inilah pertama kalinya beliau mendapatkan pertanyaan semacam itu seumur hidup beliau.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fcelana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وسألته عن لبس الرجل نعل المرأة في البيت والعكس فأجابني بأن هذا السؤال أول مرة يسأل عنه في حياته</p>
<p>Abu Muawiyah Ghalib as Saqi mengatakan, “Aku bertanya kepada al Albani tentang laki-laki yang memakai sandal khas perempuan di dalam rumah dan sebaliknya. Jawaban al Albani ketika itu adalah inilah pertama kalinya beliau mendapatkan pertanyaan semacam itu seumur hidup beliau.</p>
<p>Jawaban beliau:</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وقال لي لا بأس به في البيت لا خارجه لكون التشبه المحرم الذي يكون فيه بروز أمام الناس لا الذي يكون في البيت مستورا عن أعينهم</p>
<p>‘Hal itu tidaklah mengapa asalkan dilakukan di dalam rumah dan bukan di luar rumah karena tasyabbuh dengan lawan jenis yang terlarang adalah manakala dilakukan di tempat umum dan tidak terlarang manakala dilakukan di dalam rumah, tidak terlihat oleh banyak orang’.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وكذا الحكم عنده &#8211; أي الجواز- في لبس المرأة البنطال لزوجها في البيت إذا لم يكن في البيت من أولادها من يميز العورة .</p>
<p>Demikian pula, al Albani membolehkan seorang muslimah memakai celana panjang untuk diperlihatkan di hadapan suaminya manakala di rumah tidak ada anak-anak yang sudah mengenal aurat wanita”.</p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<p>http://mareb.org/showthread.php?3301-%C2%D1%C7%C1-%D4%ED%CE%E4%C7-%C7%E1%C3%E1%C8%C7%E4%ED-%DD%ED-%E1%C8%C7%D3-%C7%E1%D1%CC%E1-%C7%E1%E3%D3%E1%E3-%E6%D2%ED%E4%CA%E5</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fcelana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3326&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/parameter-menyerupai-orang-kafir" title="Parameter Menyerupai Orang Kafir">Parameter Menyerupai Orang Kafir</a> (39)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah" title="Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah">Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita" title="Hukum Berbicara dengan Wanita">Hukum Berbicara dengan Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita" title="Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita">Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya" title="Jangan Lihat Tampangnya">Jangan Lihat Tampangnya</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya" title="Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?">Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hari-sabtu-ahad-dijadikan-hari-libur" title="Hari Sabtu Ahad Dijadikan Hari Libur?">Hari Sabtu Ahad Dijadikan Hari Libur?</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus" title="Muslimah Ikhtilath di Kampus">Muslimah Ikhtilath di Kampus</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (32)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parameter Menyerupai Orang Kafir</title>
		<link>http://ustadzaris.com/parameter-menyerupai-orang-kafir</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/parameter-menyerupai-orang-kafir#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 20:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[pantalon]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[tasyabuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=778</guid>
		<description><![CDATA[Jawaban beliau, “Menyerupai orang kafir bisa terjadi pada penampilan, pakaian, cara makan dan sebagainya karena tasyabbuh/menyerupai adalah kata yang maknanya luas.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fparameter-menyerupai-orang-kafir&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda,<br />
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ<br />
“Barang siapa menyerupai sekelompok orang maka dia adalah bagian dari mereka” (HR Abu Daud no 4031, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).<span id="more-778"></span></p>
<p>Jika demikian berbahayanya masalah ini, kapankah seorang muslim dikatakan telah menyerupai orang kafir? Pertanyaan sangatlah penting terutama setelah kita jumpai sebagian orang yang dengan sangat mudah memvonis seseorang telah melakukan tasyabbuh/menyerupai orang kafir tanpa kaedah yang jelas.<br />
Setelah mentelaah beberapa penjelasan ulama dalam hal ini bisa kita simpulkan adanya beberapa pandangan tentang hal ini.</p>
<p>Ada yang berpandangan bahwa suatu kebiasaan orang kafir yang telah tersebar di tengah-tengah kaum muslimin tidak bisa jadi patokan bahwa hal tersebut tidak lagi mengandung unsur menyerupai orang kafir.<br />
Ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh pihak yang memiliki kaedah dan pandangan semacam ini.<br />
1.	Realita menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut tidaklah tersebar di tengah-tengah orang Islam melainkan melalui orang kafir. Artinya melalui orang kafirlah, kaum muslimin mengenal budaya semacam itu. Di antara buktinya, sebagian hal tersebut masih disebut ‘dandanan ala eropa, model rambut Amerika’ dan semisalnya.</p>
<p>2.	Andai kita berpandangan bahwa budaya orang kafir yang telah tersebar merata di tengah-tengah kaum muslimin tidak lagi dinilai mengandung unsur tasyabbuh maka hadits-hadits yang melarang tasyabbuh dengan orang kafir tidak lagi berfungsi. Ini adalah suatu hal yang sangat jelas karena manusia saat ini kecuali yang Allah sayangi telah mengadopsi budaya dan kebiasaan orang-orang kafir.</p>
<p>3.	Menyelisihi orang kafir adalah suatu hal yang dituntut oleh syariat karena kesamaan dalam penampilan lahiriah itu akan membuahkan keserupaan dengan orang kafir dari sisi batinnya. Seorang muslim harus tampil beda dengan orang kafir dalam penampilannya. Oleh karena khulafaur rasyidin mengharuskan orang kafir yang tinggal di negeri kaum muslimin agar tampil beda dan tidak serupa dengan orang Islam.</p>
<p>4.	 Yang jadi tolak ukur bukanlah semua kaum muslimin namun orang-orang shalih, berilmu dan faham sunnah dari kaum muslimin. Orang Islam yang hobi maksiat tidak bisa jadi tolak ukur dalam masalah semisal ini. [Lihat Majmu Fatawa al Adab karya Nashir bin Hamd al Fahd]</p>
<p>Sedangkan pandangan yang lain menilai bahwa sesuatu yang telah tersebar luas di kalangan kaum muslimin tidak lagi mengandung unsur menyerupai orang kafir meski pada awal hal tersebut menjadi cirri khas orang kafir. Di antara yang berpandangan semisal ini adalah Imam Malik. Demikian pula Ibnu Hajar al Asqalani. Sedangkan di antara ulama kontemporer adalah Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin.</p>
<p>Beliau pernah mendapatkan pertanyaan, “Apa yang menjadi tolak ukur dalam permasalahan menyerupai orang kafir?”.</p>
<p>Jawaban beliau, “Menyerupai orang kafir bisa terjadi pada penampilan, pakaian, cara makan dan sebagainya karena tasyabbuh/menyerupai adalah kata yang maknanya luas. Yang dimaksud menyerupai orang kafir adalah melakukan hal yang menjadi ciri khas orang kafir sehingga siapa saja yang melihatnya akan mengira bahwa orang yang dilihat adalah orang kafir. Inilah parameternya.<br />
Adapun sesuatu yang telah tersebar luas di tengah-tengah orang Islam dan orang kafir maka melakukannya itu diperbolehkan meski pada asalnya budaya tersebut berasal dari orang kafir tentu dengan syarat hal tersebut bukanlah terlarang secara khusus dalam syariat semisal pakaian sutra” (Majmu Durus wa Fatawa al Haram Makki 3/367, lihat Fatawa Ulama al Balad al Haram hal 601).</p>
<p>Dalam kesempatan yang lain, beliau mengatakan, “Tolak ukur tasyabbuh adalah melakukan sesuatu yang menjadi ciri khas pihak yang diserupai. Sehingga yang dimaksud menyerupai orang kafir adalah adanya seorang muslim yang melakukan salah satu dari ciri khas orang kafir.<br />
Sedangkan sesuatu yang telah tersebar di kalangan kaum muslimin dan tidak lagi menjadi ciri khas orang kafir maka tidak lagi mengandung unsur menyerupai orang kafir. Sehingga hal tersebut tidak lagi diharamkan karena alasan menyerupai orang kafir kecuali jika hal tersebut haram karena faktor lain. Yang kami katakan ini merupakan konsekuensi dari istilah tasyabbuh/menyerupai. Hal ini telah ditegaskan oleh penulis Fathul Bari 10/272, “Sebagian ulama salaf melarang memakai <em>burnus </em>(jubah yang ada tutup kepalanya) dengan alasan pakaian tersebut adalah pakaian para pendeta. Namun Imam Malik pernah ditanya tentang hukum memakai <em>burnus</em>, jawaban beliau, “Tidak mengapa”. Ada yang menyanggah, “Bukankah itu pakaian para pendeta?” Jawaban beliau, “Pakaian tersebut dikenakan oleh kaum muslimin di sini”….</p>
<p>Dalam Fathul Bari 1/307, Ibnu Hajar mengatakan, “Andai kita katakan bahwa larangan memakai <em>al mayatsir al Urjuwan</em> (sejenis pakaian) adalah karena menyerupai orang ajam (non Arab yang kafir) maka berarti larangan tersebut karena faktor agama. Akan tetapi pakaian tersebut merupakan simbol orang mereka ketika mereka adalah orang-orang kafir. Kemudian tatkala sekarang hal tersebut tidak lagi menjadi simbol orang kafir maka alasan untuk melarang memakai pakaian tersebut sudah tidak ada lagi. Sehingga hukum makruh untuk itu sudah tidak ada lagi” (Fatawa al Aqidah hal 245, lihat Fatawa Ulama al Balad al Haram hal 602).</p>
<p>Beliau juga mengatakan, “Apakah misalnya ada satu model pakaian yang asalnya adalah pakaian orang ajam dan orang kafir tersebar luas baik di kalangan orang kafir maupun orang Islam, masihkah kita katakan bahwa memakai model pakaian ini tetap terlarang? Ataukah kita katakan bahwa status pakaian tersebut telah berubah menjadi pakaian netral, tidak lagi pakaian khas orang kafir? Jawaban yang tepat adalah pernyataan yang kedua. Inilah yang ditegaskan oleh Imam Malik dan yang lainnya.</p>
<p>Contohnya adalah pantalon. Di berbagai negeri Islam pantalon adalah pakaian keseharian kaum muslimin. Oleh karena itu pada saat ini tidaklah kita katakan bahwa pantalon adalah pakaian Majusi, musyrik atau pakaian orang kafir. Hal ini dikarenakan pantalon sekarang berstatus sebagai pakaian yang netral. Namun jika ada orang yang mengenakan pantolan di suatu daerah yang penduduknya tidak terbiasa mengenakannya maka orang tersebut telah melakukan hal terlarang yang lain yaitu memakai pakaian syuhrah (pakaian yang menyebabkan popularitas). Maka orang tersebut dilarang karena pakaian popularitas bukan karena tasyabbuh” (Iqtidha’ karya Ibnu Taimiyyah dengan komentar dari Ibnu Utsaimin hal 177, Darul Aqidah Mesir).</p>
<p>Setelah ditelaah lebih lanjut, nampaknya pendapat yang kedualah yang lebih tepat kecuali jika yang tersebar di tengah kaum muslimin tersebut adalah simbol-simbol keagamaan milik orang kafir. Misal mengenakan kalung salib tersebar merata di suatu komunitas muslim maka tetap kita katakan bahwa mereka adalah orang-orang yang menyerupai orang kafir. Jadi kaedah di atas hanya berlaku untuk produk-produk budaya orang kafir dan tidak berlaku untuk simbol-simbol keagamaan.
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fparameter-menyerupai-orang-kafir&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/parameter-menyerupai-orang-kafir"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=778&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/memakai-celana-pantalon-masih-diragukan-kesalafiannya" title="Memakai Celana Pantalon Masih Diragukan Kesalafiannya">Memakai Celana Pantalon Masih Diragukan Kesalafiannya</a> (24)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/mungkinkah-salafi-berdasi-berjas-dan-memakai-pantalon" title="Mungkinkah Salafi Berdasi, Berjas dan Memakai Pantalon?">Mungkinkah Salafi Berdasi, Berjas dan Memakai Pantalon?</a> (40)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/adakah-jihad-di-zaman-ini" title="Adakah Jihad di Zaman Ini?">Adakah Jihad di Zaman Ini?</a> (12)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-semua-berbaiat" title="Haruskah Semua Berbaiat?">Haruskah Semua Berbaiat?</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hari-sabtu-ahad-dijadikan-hari-libur" title="Hari Sabtu Ahad Dijadikan Hari Libur?">Hari Sabtu Ahad Dijadikan Hari Libur?</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini" title="Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini">Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini</a> (35)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-bermain-play-station-ps" title="Hukum Bermain Play Station (PS)">Hukum Bermain Play Station (PS)</a> (42)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-memakai-dasi" title="Dasi Menurut Ibnu Utsaimin">Dasi Menurut Ibnu Utsaimin</a> (13)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-kerja-di-kantor-pajak" title="Hukum Kerja di Kantor Pajak">Hukum Kerja di Kantor Pajak</a> (74)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/parameter-menyerupai-orang-kafir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memakai Celana Pantalon Masih Diragukan Kesalafiannya</title>
		<link>http://ustadzaris.com/memakai-celana-pantalon-masih-diragukan-kesalafiannya</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/memakai-celana-pantalon-masih-diragukan-kesalafiannya#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 20:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[celana]]></category>
		<category><![CDATA[celana panjang]]></category>
		<category><![CDATA[fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[pantalon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=760</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah kutipan dari perkataan Ibnu Utsaimin tentang hukum memakai celana pantalon yang jika dipakai menurut sebagian kalangan bisa menyebabkan seorang ustadz salafi diragukan kesalafiannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fmemakai-celana-pantalon-masih-diragukan-kesalafiannya&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Berikut ini adalah kutipan dari perkataan Ibnu Utsaimin tentang hukum memakai celana pantalon yang jika dipakai menurut sebagian kalangan bisa menyebabkan seorang ustadz salafi diragukan kesalafiannya.<span id="more-760"></span></p>
<p>Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahullah- berkata,</p>
<p>هل مثلا إذا شاع هذا اللباس الذي للأعاجم و الكفار بين الأعاجم و شاع بين المسلمين, هل نقول: إن الكراهة تبقي أو نقول انقلب الزي الآن إلي زي مشترك؟ الثاني لأن هذا الذي نص عليه الإمام مالك و غيره.</p>
<p>“Misalnya suatu model pakaian yang semula tersebar luas dikalangan orang-orang lantas tersebar luas di tengah-tengah kaum muslimin apakah kita katakan bahwa hukum memakai model pakaian tersebut tetap terlarang ataukah diperbolehkan karena model pakaian tersebut telah menjadi milik bersama baik muslim ataupun orang kafir?</p>
<p>Jawaban yang tepat adalah pilihan yang kedua. Inilah kaedah dalam tasyabbuh orang kafir yang ditegaskan oleh Imam Malik dan yang lainnya.</p>
<p>و من ذلك البنطلون. البنطلون في كثير من البلاد الإسلامية لا يستعمل إلا هذا. فلا نقول إنه من زي المجوس أو المشركين إو العجم الآن لأنه أصبح مشتركا. لكن لو أن الإنسان لبسه في بلاد لم يعتادوه دخل في نوع آخر من مكروهات اللباس و هو الشهرة فينهي عنه لذلك.</p>
<p>Termasuk dalam kaedah di atas adalah celana pantalon. Di berbagai negeri Islam penduduknya hanya memakai celana   pantalon. Oleh karena, kita tidak berani mengatakan bahwa celana pantalon itu celana Majusi atau celana orang-orang musyrik karena celana pantalon sekarang telah berubah menjadi model pakaian milik semua umat manusia.</p>
<p>Akan tetapi jika ada orang yang memakai celana pantalon di sebuah negara yang penduduknya tidak lazim memakai celana pantalon maka orang tersebut telah melakukan hal yang makruh dalam berpakaian yaitu model pakaian yang menyebabkan popularitas. Oleh karena orang tersebut dilarang untuk memakai celana pantalon karena alasan tersebut”.</p>
<p>Perkataan Ibnu Utsaimin di atas saya jumpai di <em>Iqtidha’ as Shirat al Mustaqim </em>terbitan Dar al Aqidah Iskandariah tahun 2006 hal 177 yang memuat catatan-catatan yang disampaikan oleh Ibnu Utsaimin ketika mengajarkan buku tersebut.
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fmemakai-celana-pantalon-masih-diragukan-kesalafiannya&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/memakai-celana-pantalon-masih-diragukan-kesalafiannya"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=760&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/mungkinkah-salafi-berdasi-berjas-dan-memakai-pantalon" title="Mungkinkah Salafi Berdasi, Berjas dan Memakai Pantalon?">Mungkinkah Salafi Berdasi, Berjas dan Memakai Pantalon?</a> (40)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jual-beli-via-internet" title="Jual Beli via Internet">Jual Beli via Internet</a> (27)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tolak-ukur-menyerupai-orang-kafir" title="Tolok Ukur Menyerupai Orang Kafir">Tolok Ukur Menyerupai Orang Kafir</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kuliah-ikhtilat-penuh-dilema" title="Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema">Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema</a> (25)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/parameter-menyerupai-orang-kafir" title="Parameter Menyerupai Orang Kafir">Parameter Menyerupai Orang Kafir</a> (39)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menyambung-rambut" title="Hukum Menyambung Rambut">Hukum Menyambung Rambut</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haram-menipiskan-alis-mata" title="Haram Menipiskan Alis Mata">Haram Menipiskan Alis Mata</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/adakah-jihad-di-zaman-ini" title="Adakah Jihad di Zaman Ini?">Adakah Jihad di Zaman Ini?</a> (12)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini" title="Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini">Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini</a> (35)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/memakai-celana-pantalon-masih-diragukan-kesalafiannya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mungkinkah Salafi Berdasi, Berjas dan Memakai Pantalon?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mungkinkah-salafi-berdasi-berjas-dan-memakai-pantalon</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/mungkinkah-salafi-berdasi-berjas-dan-memakai-pantalon#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 20:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[celana panjang]]></category>
		<category><![CDATA[dasi]]></category>
		<category><![CDATA[fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[jas]]></category>
		<category><![CDATA[pantalon]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=751</guid>
		<description><![CDATA[“Apa hukum memakai celana pantalon jika modelnya ketat sehingga melekat di badan atau jika modelnya longgar? Bagaimana jika celana pantalon tersebut meniru pakaian orang-orang barat dan bagaimana jika model celana pantalon tersebut modelnya berbeda dengan model celana pantalon buatan barat?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fmungkinkah-salafi-berdasi-berjas-dan-memakai-pantalon&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Mungkinkah ada seorang salafi yang berdasi? Dengan tegas dan penuh lantang sebagian orang mengatakan, “<em>Tidak mungkin ada</em>”. <span id="more-751"></span></p>
<p>Kami katakan, “Sabarlah wahai saudaraku, semanhaj dan seakidah. Jawaban pertanyaan di atas berkaitan erat dengan hukum memakai dasi. Jika secara syar’i hukumnya boleh atau mubah maka sangat mungkin ada seorang salafi yang berdasi dan dasi yang dikenakan itu tidak mengurangi kadar kesalafiannya. Untuk itu, sebelum menjawab pertanyaan di atas marilah kita renungkan fatwa para ulama ahli sunnah di bawah ini. Fatwa para ulama ahli sunnah yang duduk di Lajnah Daimah ini membahas tentang hukum memakai dasi, jas dan celana panjang yang sering disebut dengan <em>pantalon</em>. Tiga benda ini dijadikan sebagai ciri ‘<em>orang menyimpang</em>’ menurut sebagian kalangan”.</p>
<p>الفتوى رقم ( 4257 )<br />
س : ما حكم لبس البنطلون إذا كان يلتصق بالجسم ، وإذا كان واسعا ، إذا كان محاكاة لما يرتديه الغربيون ، إذا كان يخالفهم في شكل البنطلون (التفصيلة) ما حكم لبس البدلة ، وحكم ما يسمونه رباط العنق (الكرفته) وغيرها من ملابسي الكفار ، هل يغير من حكمها أنها أصبحت من عادات المسلمين ، بحيث لا يظن عامتهم أن فيها تشبها بالكفار ؟ وأخيرا ما اللباس الذي يمكن أن يرتديه المسلم في هذا الزمان ، فما حكم الله في هذه الأشياء كلها رحمكم الله ؟</p>
<p><strong>Fatwa no 4257</strong></p>
<p><strong>Tanya</strong>:<br />
“Apa hukum memakai celana pantalon jika modelnya ketat sehingga melekat di badan atau jika modelnya longgar? Bagaimana jika celana pantalon tersebut meniru pakaian orang-orang barat dan bagaimana jika model celana pantalon tersebut modelnya berbeda dengan model celana pantalon buatan barat?<br />
Apa hukum memakai jas?<br />
Apa hukum memakai dasi dan pakaian-pakaian orang kafir yang lain?<br />
Apa hukum memakai model-model pakaian di atas berubah ketika model pakaian di atas sudah menjadi kebiasaan kaum muslimin dengan pengertian umumnya kaum muslimin tidak menilai adanya unsur menyerupai orang kafir dalam model-model pakaian di atas?<br />
Yang terakhir, apa saja model pakaian yang bisa dikenakan oleh seorang muslim di zaman ini? Apa hukum memakai model-model pakaian di atas?”</p>
<p>ج : الأصل في الملابس أنها جائزة ، إلا ما استثناه الشرع مطلقا ؛ كالذهب للرجال ، وكالحرير لهم ، إلا لجرب أو نحوه ، ولبس البنطلون ليس خاصا بالكفار ، لكن لبس الضيق منه الذي يحدد أعضاء الجسم حتى العورة لا يجوز ، أما الواسع فيجوز ، إلا إذا قصد بلبسه التشبه بمن يلبسه من الكفار ،</p>
<p><strong>Jawaban Lajnah Daimah:</strong></p>
<p>“Hukum asal pakaian adalah dibolehkan <em>kecuali </em>jenis pakaian yang dikecualikan oleh syariat secara mutlak semisal emas dan sutra untuk laki-laki kecuali pakaian sutra yang dipakai seorang laki-laki karena dia terkena penyakit kudis atau semisalnya.</p>
<p>Celana pantalon <em>bukanlah </em>pakaian khas orang kafir. Akan tetapi memakai celana pantalon yang ketat sehingga menggambarkan lekuk anggota badan bahkan bentuk kemaluan itu <em>tidak diperbolehkan</em>. Sedangkan memakai celana pantalon yang longgar itu <em>diperbolehkan</em> kecuali jika pemakai pemakai celana pantalon tersebut memiliki niatan untuk menyerupai orang-orang kafir yang memakainya.</p>
<p>وكذا لبس البدلة ورباط العنق (الكرفتة) ليس من اللباس الخاص بالكفار ، فيجوز ، إلا إذا<br />
قصد لا بسه التشبه بهم . وبالجملة فالأصل في اللباس الجواز إلا ما دل الدليل الشرعي على منعه كما تقدم .</p>
<p>Demikian pula hukum memakai jas dan dasi. Mengingat bahwa jenis pakaian tersebut bukan pakaian khas orang kafir maka hukum memakainya itu diperbolehkan kecuali jika orang yang memakainya memiliki niatan untuk menyerupai orang kafir.</p>
<p><strong>Ringkasnya</strong>, hukum asal pakaian adalah diperbolehkan kecuali jenis pakaian yang dalil syariat melarangnya sebagaimana penjelasan di atas”.</p>
<p>وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .<br />
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء<br />
عضو &#8230; عضو &#8230; نائب الرئيس &#8230; الرئيس<br />
عبد الله بن قعود &#8230; عبد الله بن غديان &#8230; عبد الرزاق عفيفي &#8230; عبد العزيز بن عبد الله بن باز</p>
<p>Fatwa ini ditandatangani oleh Abdul Aziz bin Baz sebagai ketua Lajnah Daimah dan Abdurrazaq Afifi selaku wakil ketua serta Abdullah bin Ghadayan dan Abdullah bin Qa’ud masing-masing sebagai anggota.</p>
<p>Fatwa ini terdapat dalam Fatawa Lajnah Daimah jilid 24 hal 40-41.
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fmungkinkah-salafi-berdasi-berjas-dan-memakai-pantalon&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/mungkinkah-salafi-berdasi-berjas-dan-memakai-pantalon"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=751&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/memakai-celana-pantalon-masih-diragukan-kesalafiannya" title="Memakai Celana Pantalon Masih Diragukan Kesalafiannya">Memakai Celana Pantalon Masih Diragukan Kesalafiannya</a> (24)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-memakai-dasi" title="Dasi Menurut Ibnu Utsaimin">Dasi Menurut Ibnu Utsaimin</a> (13)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/parameter-menyerupai-orang-kafir" title="Parameter Menyerupai Orang Kafir">Parameter Menyerupai Orang Kafir</a> (39)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haram-menipiskan-alis-mata" title="Haram Menipiskan Alis Mata">Haram Menipiskan Alis Mata</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tasyabbuh-yang-dianjurkan" title="Tasyabbuh Orang Kafir Yang Dianjurkan">Tasyabbuh Orang Kafir Yang Dianjurkan</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/partai-politik-menurut-salafi" title="Partai Politik Menurut Salafi">Partai Politik Menurut Salafi</a> (13)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/beda-salafi-dengan-takfiri" title="Beda Salafi dengan Takfiri">Beda Salafi dengan Takfiri</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/embel-embel-as-salafi-al-atsari" title="Embel-embel As Salafi Al Atsari">Embel-embel As Salafi Al Atsari</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/adakah-jihad-di-zaman-ini" title="Adakah Jihad di Zaman Ini?">Adakah Jihad di Zaman Ini?</a> (12)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/mungkinkah-salafi-berdasi-berjas-dan-memakai-pantalon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.583 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-05 11:57:50 -->

