<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Di Atas Sunnah &#187; muslimah</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/tag/muslimah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 00:00:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 00:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[alalbani]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pantalon]]></category>
		<category><![CDATA[tasyabuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3326</guid>
		<description><![CDATA[Abu Muawiyah Ghalib as Saqi mengatakan, “Aku bertanya kepada al Albani tentang laki-laki yang memakai sandal khas perempuan di dalam rumah dan sebaliknya. Jawaban al Albani ketika itu adalah inilah pertama kalinya beliau mendapatkan pertanyaan semacam itu seumur hidup beliau.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fcelana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وسألته عن لبس الرجل نعل المرأة في البيت والعكس فأجابني بأن هذا السؤال أول مرة يسأل عنه في حياته</p>
<p>Abu Muawiyah Ghalib as Saqi mengatakan, “Aku bertanya kepada al Albani tentang laki-laki yang memakai sandal khas perempuan di dalam rumah dan sebaliknya. Jawaban al Albani ketika itu adalah inilah pertama kalinya beliau mendapatkan pertanyaan semacam itu seumur hidup beliau.</p>
<p>Jawaban beliau:</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وقال لي لا بأس به في البيت لا خارجه لكون التشبه المحرم الذي يكون فيه بروز أمام الناس لا الذي يكون في البيت مستورا عن أعينهم</p>
<p>‘Hal itu tidaklah mengapa asalkan dilakukan di dalam rumah dan bukan di luar rumah karena tasyabbuh dengan lawan jenis yang terlarang adalah manakala dilakukan di tempat umum dan tidak terlarang manakala dilakukan di dalam rumah, tidak terlihat oleh banyak orang’.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وكذا الحكم عنده &#8211; أي الجواز- في لبس المرأة البنطال لزوجها في البيت إذا لم يكن في البيت من أولادها من يميز العورة .</p>
<p>Demikian pula, al Albani membolehkan seorang muslimah memakai celana panjang untuk diperlihatkan di hadapan suaminya manakala di rumah tidak ada anak-anak yang sudah mengenal aurat wanita”.</p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<p>http://mareb.org/showthread.php?3301-%C2%D1%C7%C1-%D4%ED%CE%E4%C7-%C7%E1%C3%E1%C8%C7%E4%ED-%DD%ED-%E1%C8%C7%D3-%C7%E1%D1%CC%E1-%C7%E1%E3%D3%E1%E3-%E6%D2%ED%E4%CA%E5</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fcelana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3326&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/parameter-menyerupai-orang-kafir" title="Parameter Menyerupai Orang Kafir">Parameter Menyerupai Orang Kafir</a> (39)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah" title="Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah">Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita" title="Hukum Berbicara dengan Wanita">Hukum Berbicara dengan Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita" title="Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita">Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya" title="Jangan Lihat Tampangnya">Jangan Lihat Tampangnya</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya" title="Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?">Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hari-sabtu-ahad-dijadikan-hari-libur" title="Hari Sabtu Ahad Dijadikan Hari Libur?">Hari Sabtu Ahad Dijadikan Hari Libur?</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus" title="Muslimah Ikhtilath di Kampus">Muslimah Ikhtilath di Kampus</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (33)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 00:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah ikhtilat]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh sulaiman al majid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3256</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, “Aku memiliki adik wanita yang baru saja lulus SMA. Dia ingin kuliah di fakultas kedokteran lalu bekerja sebagai dokter wanita. Apa hukum agama untuk keinginan adikku tersebut karena aku melarangnya untuk masuk di fakultas kedokteran?”
Jawaban Syaikh Sulaiman al Majid [anggota majelis syuro KSA], “Tidaklah mengapa bagi muslimah untuk masuk di fakultas kedokteran sehingga setelah selesai dia bisa mengobati sesama wanita. Dengan hal tersebut dia berperan untuk menjaga aurat para wanita dan campur baur antara pasien wanita dan dokter laki-laki”.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">س: عندي أخت متخرجة من الثانوي، وتريد أن تدرس في كلية الطب وتعمل طبيبة. ما الحكم الشرعي في ذلك؛ لأني أمانع من دخولها الطب؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>, “Aku memiliki adik wanita yang baru saja lulus SMA. Dia ingin kuliah di fakultas kedokteran lalu bekerja sebagai dokter wanita. Apa hukum agama untuk keinginan adikku tersebut karena aku melarangnya untuk masuk di fakultas kedokteran?”</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ج: الحمد لله أما بعد .. فلا بأس من دخولها كلية الطب؛ لتكون سببا في علاج النساء حفظا للعورات ومنعا للاختلاط. والله أعلم.</p>
<p><strong>Jawaban Syaikh Sulaiman al Majid</strong> [anggota <em>majelis syuro</em> KSA], “Tidaklah mengapa bagi muslimah untuk masuk di fakultas kedokteran sehingga setelah selesai dia bisa mengobati sesama wanita. Dengan hal tersebut dia berperan untuk menjaga aurat para wanita dan campur baur antara pasien wanita dan dokter laki-laki”.</p>
<p><strong>Sumber</strong>:<br />
<a href="http://www.salmajed.com/fatwa/findnum.php?arno=15852">http://www.salmajed.com/fatwa/findnum.php?arno=15852</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3256&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita" title="Hukum Berbicara dengan Wanita">Hukum Berbicara dengan Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita" title="Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita">Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya" title="Jangan Lihat Tampangnya">Jangan Lihat Tampangnya</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya" title="Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?">Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus" title="Muslimah Ikhtilath di Kampus">Muslimah Ikhtilath di Kampus</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (33)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i" title="Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?">Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</a> (23)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-3-terakhir" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)</a> (4)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Berbicara dengan Wanita</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 00:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=2944</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, “Terkadang ada wanita yang datang ke toko untuk membeli sesuatu. Tentu saja akan terjadi pembicaraan antara pemilik toko dengan wanita tersebut semisal untuk penawaran barang dari pemilik toko dan permintaan si wanita sebagai konsumen. Kaedah apa sajakah yang diperintahkan oleh syariat terkait dengan bolehnya berbicara dengan wanita dalam kasus semisal ini?”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-berbicara-dengan-wanita&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">السُّؤال: ربَّما تأتي بعضُ النِّساء -أحيانًا- لتشتريَ مِن دُكَّان، ولا بُدَّ أن يَحدُثَ هُناك حوارٌ كالعرضِ والطَّلب؛ فما الضَّوابط التي يأمرُنا الشَّرعُ بها مِن ناحية جوازِ الكلام مع النِّساء في هذه الصُّورة؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>, “Terkadang ada wanita yang datang ke toko untuk membeli sesuatu. Tentu saja akan terjadi pembicaraan antara pemilik toko dengan wanita tersebut semisal untuk penawaran barang dari pemilik toko dan permintaan si wanita sebagai konsumen. Kaedah apa sajakah yang diperintahkan oleh syariat terkait dengan bolehnya berbicara dengan wanita dalam kasus semisal ini?”</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الجواب: طبعًا الكلامُ سيكونُ في حُدودِ الحاجة -أوَّلًا- والضَّرورة.<br />
وأيضًا؛ لا يكونُ فيه شيءٌ من اللُّيونةِ والتخنُّث في الكلام، ولا يكونُ التبسُّم؛ يعني: يكون الجِد.</p>
<p><strong>Jawaban Syaikh Al Albani</strong>, “Tentu saja batasannya adalah</p>
<p><strong>Pertama</strong>, pembicaraan yang terjadi itu sebatas keperluan atau hal-hal darurat yang diperlukan</p>
<p><strong>Kedua</strong>, tidak ada suara yang dilembut-lembutkan dan tidak ada diiringi senyuman. Artinya dialog yang terjadi adalah dialog serius.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">كمِثل ما لو طَلبت امرأةٌ -مثلًا- جِلبابًا قصيرًا أو جلبابًا مُقصَّرًا، أو فستانًا ضيِّقًا، أو بنطلونًا؛ فيجبُ أن يُبيِّن لها البائعُ الذي يتَّقي الله أن هذا لا يجوزُ في الإسلام، وأن في الحلال ما يُغني.</p>
<p>Jika wanita tersebut hendak membeli semisal jilbab pendek, long dress ketat atau celana panjang penjual berkewajiban untuk memberikan penjelasan kepada wanita tersebut bahwa mengenakan pakaian semacam itu bagi wanita [di luar rumah, pent] adalah hal terlarang dalam ajaran Islam. Apa yang halal dalam ajaran Islam itu sudah mencukupi” [Sualat al Halabi li Syaikhihi al Imam al Albani 2/545-546].</p>
<p><strong>Sumber</strong>:</p>
<p>http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=27847</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-berbicara-dengan-wanita&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=2944&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita" title="Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita">Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya" title="Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?">Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (33)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-2ah" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/wanita-neraka" title="Wanita dan Neraka">Wanita dan Neraka</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/poligami-haram" title="Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami">Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah" title="Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah">Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/wanita-haram-berpendidikan-tinggi" title="Wanita Haram Berpendidikan Tinggi?">Wanita Haram Berpendidikan Tinggi?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya" title="Jangan Lihat Tampangnya">Jangan Lihat Tampangnya</a> (16)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 00:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[parfum]]></category>
		<category><![CDATA[pewangi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=2819</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, “Bolehkahkan mencuci pakaian perempuan atau perempuan membasuh kedua tangannya dengan sabun wangi kemudian perempuan tersebut keluar rumah dengan membawa wangi yang semerbak melewati para laki-laki yang bukan mahramnya?
Jawaban Syaikh Al Albani, “Jika muncul wangi yang semerbak dari diri si wanita maka tentu saja tidak diperbolehkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>السائل: هل يجوز غسل ملابس المرأة أو يديها بصابون معطَّر، ثم تخرج بهذه الرائحة من بيتِها أمامَ الأجانب؟</p>
<p>Pertanyaan, “Bolehkahkan mencuci pakaian perempuan atau perempuan membasuh kedua tangannya dengan sabun wangi kemudian perempuan tersebut keluar rumah dengan membawa wangi yang semerbak melewati para laki-laki yang bukan mahramnya?</p>
<p>الشيخ الألباني: إذا كانت الرائحة فائحة؛ ما يجوز طبعًا.</p>
<p>Jawaban Syaikh Al Albani, “Jika muncul wangi yang semerbak dari diri si wanita maka tentu saja tidak diperbolehkan.</p>
<p>السائل: حُكم العطر.</p>
<p>Penanya, “Sebagaimana hukum wewangian?”</p>
<p>الشيخ الألباني:آه [أي: نعم].</p>
<p>Jawaban Syaikh al Albani, “Ya” [Kaset Silsilah al Huda wan Nur no 814 detik 56:09 dst].</p>
<p>إذا لم تتعطر المرأة عند خروجها من بيتها ولكنها عطرت طفلها المصاحب لها فيشملها النهي لوجود الرائحة الفاتنة</p>
<p>Syaikh Abu Said al Jazairi dalam bukunya Taujih an Nazhar ila Ahkam al Libas waz Zinah wan Nazhar hal 75 mengatakan, “Jika seorang muslimah tidak mengenakan parfum ketika keluar rumah namun anak yang dia gendong diberi parfum maka muslimah tersebut telah melakukan hal yang terlarang karena munculnya wangi yang semerbak dari arah dirinya”.</p>
<p>قال [ابن حجر العسقلاني ]: ويلحق بالطيب ما في معناه لأن سبب المنع منه ما فيه من تحريك داعية الشهوة</p>
<p>Ibnu Hajar al Asqalani mengatakan, “Dianalogkan dengan minyak wangi [yang terlarang dipakai oleh muslimah ketika hendak keluar rumah, pent] segala hal yang semisal dengan minyak wangi [sabun wangi dll, pent] karena sebab dilarangnya wanita memakai minyak wangi adalah adanya sesuatu yang menggerakkan dan membangkitkan syahwat” [Fathul Bari 2/349].</p>
<p>Referensi:<br />
<a href="http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=123540#post123540">http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=123540#post123540</a></p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=2819&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita" title="Hukum Berbicara dengan Wanita">Hukum Berbicara dengan Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya" title="Jangan Lihat Tampangnya">Jangan Lihat Tampangnya</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya" title="Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?">Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (33)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-2ah" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/wanita-neraka" title="Wanita dan Neraka">Wanita dan Neraka</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/poligami-haram" title="Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami">Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah" title="Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah">Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah</a> (8)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Lihat Tampangnya</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 17:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[pria pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita idaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1926</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang beranggapan bahwa ciri wanita shalihah adalah wanita yang tidak pilih-pilih wajah lelaki yang penting baik agamanya alias bertakwa dan berakhlak mulia meski dia seorang yang buruk rupa. Benarkah anggapan ini? Marilah kita cermati perkataan Khalifah Umar bin al Khattab berikut ini: قال عمر رضى الله عنه: لا تزوجوا بناتكم من الرجل الدميم فانه [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fjangan-lihat-tampangnya&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Sebagian orang beranggapan bahwa ciri wanita <em>shalihah </em>adalah <em>wanita yang tidak pilih-pilih wajah lelaki yang penting</em> baik agamanya alias bertakwa dan berakhlak mulia meski dia seorang yang buruk rupa. Benarkah anggapan ini?</p>
<p>Marilah kita cermati perkataan Khalifah Umar bin al Khattab berikut ini:<br />
قال عمر رضى الله عنه: لا تزوجوا بناتكم من الرجل الدميم فانه يعجبهن منهم ما يعجبهم منهن</p>
<p>Umar radhiyallahu &#8216;anhu mengatakan, “<em>Janganlah kalian nikahkan anak gadis kalian dengan laki-laki yang bertampang jelek karena wanita itu menyukai laki-laki yang ganteng sebagaimana laki-laki itu menyukai perempuan yang cantik</em>” [Takmilah al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab karya jilid 17 hal 214 karya Muhammad Najib al Muthi’i, terbitan Maktabah al Irsyad, Jeddah KSA]</p>
<p>Jadi boleh saja seorang wanita muslimah shalihah atau walinya menolak keinginan seorang laki-laki shalih sejati dan tidak ada alasan untuk menolak laki-laki tersebut melainkan karena dia adalah seorang yang buruk rupa.</p>
<p><em>Namun ingat, yang namanya boleh itu tidak mesti wajib.</em></p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fjangan-lihat-tampangnya&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=1926&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita" title="Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita">Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/alfatihah-nikah" title="Al-Fatihah Untuk Nikah">Al-Fatihah Untuk Nikah</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi" title="Bolehkah Nazhor Diulangi?">Bolehkah Nazhor Diulangi?</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/poligami-haram" title="Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami">Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah" title="Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah">Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita" title="Hukum Berbicara dengan Wanita">Hukum Berbicara dengan Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tidak-jadi-dinikahi-hadiah-harus-kembali" title="Tidak Jadi Dinikahi Hadiah Harus Kembali">Tidak Jadi Dinikahi Hadiah Harus Kembali</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/talak-via-sms" title="Talak Via SMS">Talak Via SMS</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-ulang-tahun-pernikahan" title="Hukum Ulang Tahun Pernikahan">Hukum Ulang Tahun Pernikahan</a> (6)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 09:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[aurat]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[Sedangkan melepaskan pakaian di rumah sendiri atau rumah saudaranya atau rumah orang tuanya hukumnya tidaklah mengapa. Bahkan seorang wanita boleh melepas pakaian di setiap rumah yang aman dari pandangan orang yang tidak boleh memandang meski rumah tersebut bukanlah rumah mahramnya. Dalilnya adalah hadits dari Fathimah binti Qais yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menghabiskan masa iddah di rumah Ummu Syarik kemudian beliau larang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fbolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
<em>Bismillah</em>.<br />
Ustadz apakah benar ada hadits yang mengatakan bahwa seorang wanita dilarang melepas pakaianya selain di rumah suaminya? Lalu bagaimana dengan di rumah saudara seperti tante dll? Juga bagaimana jika seorang wanita hendak membeli baju di mall /pusat perbelajaan yang harus melepas pakaiannya karena mencoba baju yang akan di beli? Atas jawaban ustadz jazakAllohu khoir&#8230;<br />
abu rahil</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani pernah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Semua wanita yang melepas pakaiannya tidak di rumah suaminya maka dia telah mencabik-cabik tirai yang Allah berikan untuknya”.</p>
<p>Kami berharap mendapatkan penjelasan tentang hadits tersebut.<br />
Jawaban beliau, “Yang dimaksudkan dengan melepas pakaian sebagaimana dalam hadits di atas adalah telanjang untuk keperluan memasuki <em>al hammam</em> (pemandian umum air hangat yang ada di masa silam). Pemandian ini tentu tidak berada di dalam rumah sendiri namun berada di rumah salah satu tetangga atau kerabat yang bukan mahram. Perempuan semacam inilah yang mendapatkan ancaman sebagaimana dalam hadits di atas.<br />
Sedangkan melepas kerudung di tengah-tengah sesama muslimah tidaklah termasuk dalam larangan yang ada pada hadits di atas.<br />
Melepas pakaian yang dimaksudkan dalam hadits di atas adalah melepas seluruh pakaian dengan kata lain <em>telanjang bulat karena hendak masuk pemandian umum</em>.<br />
Di antara bukti yang menunjukkan benarnya pemaknaan sebagaimana di atas adalah sebab yang melatar belakangi &#8216;Aisyah menyampaikan hadits di atas. Ketika beliau dikunjungi oleh sejumlah wanita, beliau bertanya tentang asal negeri mereka. Ketika mereka menyampaikan bahwa mereka itu berasal dari Himsh, beliau berkomentar, “<em>Itulah negeri yang para wanitanya suka pergi ke pemandian umum</em>”. Kemudian beliau menyebutkan hadits Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>di atas yang bunyinya,</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL"><span style="color: #800000;">ما من امرأة تخلع ثيابها فى غير بيتها إلا هتكت ما بينها وبين الله تعالى</span></p>
<p>“<em>Semua wanita yang melepas pakaiannya tidak di rumahnya maka dia telah mencabik-cabik tirai antara dirinya dengan Allah</em>” [HR Abu Daud no 4010, dinilai sahih oleh al Albani]”.</p>
<p>Mengomentari fatwa Syaikh al Albani di atas Amr Abdul Mun’im Salim mengatakan, “Hadits di atas hanya berlaku – sebagaimana penjelasan Syaikh Al Albani- untuk wanita yang melepas pakaiannya dan menampakkan auratnya di rumah atau tempat milik lelaki <em>ajnabi </em>(non <em>mahrom</em>), bukan rumahnya bukan pula rumah salah seorang mahramnya. Di tempat tersebut tidaklah menutup kemungkinan aurat si wanita akan terlihat oleh laki-laki atau wanita yang tidak boleh melihat auratnya.<br />
Sedangkan melepaskan pakaian di rumah sendiri atau rumah saudaranya atau rumah orang tuanya <em>hukumnya tidaklah mengapa</em>. Bahkan seorang wanita boleh melepas pakaian di setiap rumah yang aman dari pandangan orang yang tidak boleh memandang meski rumah tersebut bukanlah rumah mahramnya. Dalilnya adalah hadits dari Fathimah binti Qais yang diperintahkan oleh Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>untuk menghabiskan masa iddah di rumah Ummu Syarik kemudian beliau larang.<br />
Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>bersabda kepada Fathimah binti Qais,</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL"><span style="color: #800000;">تِلْكَ امْرَأَةٌ يَغْشَاهَا أَصْحَابِى اعْتَدِّى عِنْدَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ أَعْمَى تَضَعِينَ ثِيَابَكِ</span></p>
<p>“<em>Ummu Syarik adalah perempuan yang sering dikunjungi oleh para sahabatku. Habiskanlah masa iddahmu di rumah Ibnu Ummi Maktum. Dia adalah seorang yang buta. Engkau bisa melepaskan pakaianmu</em>” (HR Muslim no 3770).</p>
<p>Sehingga semua tempat yang bisa dipastikan tidak ada seorang pun yang bisa melihat auratnya diperbolehkan bagi seorang wanita untuk melepas pakaiannya di tempat tersebut sebagaimana hadits di atas. Yang terlarang adalah melepas pakaian di tempat pemandian umum karena di tempat semisal ini kemungkinan besar seorang wanita menampakkan auratnya kepada orang yang tidak boleh melihat auratnya” <em>[Jami’ Masa-il an Nisa’ yang dikumpulkan oleh Amr Abdul Mun’im Salim hal68-69, Dar al Dhiya’ Thanta Mesir, cetakan pertama 1427 H].</em></p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fbolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=1886&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-2ah" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita" title="Hukum Berbicara dengan Wanita">Hukum Berbicara dengan Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita" title="Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita">Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (33)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i" title="Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?">Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</a> (23)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/aurat-di-depan-sesama-wanita" title="Aurat di Depan Sesama Wanita">Aurat di Depan Sesama Wanita</a> (33)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-3-terakhir" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/audio-jilbab-wanita-muslimah-bag-1" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/wanita-neraka" title="Wanita dan Neraka">Wanita dan Neraka</a> (4)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muslimah Ikhtilath di Kampus</title>
		<link>http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 17:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[ikhtilath]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1687</guid>
		<description><![CDATA[Fatwa Syaikh Ali Hasan Al Halabi hafizhohullah mengenai &#8220;Muslimah yang Kuliah Ikhtilat&#8220;. [15] يقول: الدراسة في الجامعة المختلطة بالنِّسبة للأخوات؟ Syaikh Ali Hasan al Halabi mendaptkan pertanyaan, “Apa hukum kuliah di universitas yang ber-ikhtilath bagi akhwat (baca: muslimah)?” [الجواب] أنا أعتقد أنَّ الجامعة المختلطة مَمنوعة سواء بالنسبة للأخوات أو بالنِّسبة للإخوة؛ فما الذي جعل الحكم [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fmuslimah-ikhtilath-di-kampus&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Fatwa Syaikh Ali Hasan Al Halabi <em>hafizhohullah</em> mengenai &#8220;<em>Muslimah yang Kuliah Ikhtilat</em>&#8220;.</p>
<p>[15] يقول: الدراسة في الجامعة المختلطة بالنِّسبة للأخوات؟</p>
<p>Syaikh Ali Hasan al Halabi mendaptkan pertanyaan, “Apa hukum kuliah di universitas yang ber-ikhtilath bagi akhwat (baca: muslimah)?”</p>
<p>[الجواب] أنا أعتقد أنَّ الجامعة المختلطة مَمنوعة سواء بالنسبة للأخوات أو بالنِّسبة للإخوة؛ فما الذي جعل الحكم متعلقًا بالأخوات دون الإخوة!؟ والواقع أنَّه اختلاط بينهم وبينهنَّ.</p>
<p>Jawaban beliau, “Aku berkeyakinan bahwa kuliah di universitas yang campur baur antara laki-laki dan perempuan adalah terlarang baik bagi akhwat (baca: muslimah) ataupun bagi ikhwah (baca: muslim). Lalu mengapa teks pertanyaan yang disampaikan hanya dikaitkan dengan akhwat tanpa ikhwah?! Padahal realita menunjukkan bahwa campur baur terjadi antara muslim dengan muslimah.</p>
<p>وهذا ما يفتي به شيخنا والشَّيخ ابن باز والشَّيخ العثيمين -رحمهم الله-.</p>
<p>Inilah yang difatwakan oleh guru kami (yaitu al Albani), Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh al Utsaimin.</p>
<p>لكن -أحيانًا- قد يكون لبعض النَّاس ظرف خاصٌّ؛ بمعنى أنَّه قد يُجبَر على الدِّراسة في مثل هذه الجامعة؛ بحيث إذا لم يَدرس قد يؤثِّر ذلك على علاقته مع أهله، أو إلى قطيعة رحِم وما أشبه، فالأمور تقدَّر بقَدرها.</p>
<p>Akan tetapi terkadang sebagian orang mengalami kondisi tertentu dalam pengertian dia dipaksa oleh keluarganya untuk kuliah di universitas semisal itu. Artinya jika dia ngotot untuk tidak kuliah di tempat tersebut akan retaklah hubungannya dengan keluarganya, putuslah ikatan persaudaraan dan semisalnya. (Maka ini adalah kondisi darurat) dan kondisi darurat itu ditakar secukupnya”.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=71037#post71037">http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=71037#post71037</a></p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
Dari uraian di atas bahasan tentang kuliah dengan berikhtilath itu ditinjau dari dua sisi:</p>
<p>a. Hukum asal dari ikhtilat demi kuliah adalah <strong>terlarang </strong>sebagaimana umumnya ikhtilat.<br />
b. Dalam kondisi tertentu bisa dibolehkan, bukan karena kita membolehkan ikhtilath namun karena pertimbangan kondisi masing-masing orang yang berbeda-beda. Dalam kondisi ini hendaknya kita <strong>meminimalisir </strong>kemungkaran sebisa mungkin <strong>dan kuliah dalam keadaan demikian hendaknya ditempuh secepat mungkin</strong>.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fmuslimah-ikhtilath-di-kampus&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=1687&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah" title="Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah">Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita" title="Hukum Berbicara dengan Wanita">Hukum Berbicara dengan Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita" title="Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita">Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya" title="Jangan Lihat Tampangnya">Jangan Lihat Tampangnya</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya" title="Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?">Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (33)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kuliah-ikhtilat-penuh-dilema" title="Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema">Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema</a> (25)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i" title="Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?">Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</a> (23)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 17:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1676</guid>
		<description><![CDATA[Tentang pakaian syuhroh Ibnul Atsir -sebagaimana yang dikutip oleh asy Syaukani dalam Nailul Author juz 2 hal 470- mengatakan, الشهرة ظهور الشيء ، والمراد أن ثوبه يشتهر بين الناس لمخالفة لونه لألوان ثيابهم فيرفع الناس إليه أبصارهم ويختال عليهم والتكبر “Syuhroh adalah sesuatu yang menonjol. Yang dimaksud dengan pakaian syuhroh adalah pakaian yang menyebabkan pemakai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fharuskah-hitam-menyeramkan&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Tentang pakaian syuhroh Ibnul Atsir -sebagaimana yang dikutip oleh asy Syaukani dalam <em>Nailul Author</em> juz 2 hal 470- mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;">الشهرة ظهور الشيء ، والمراد أن ثوبه يشتهر بين الناس لمخالفة لونه لألوان ثيابهم فيرفع الناس إليه أبصارهم ويختال عليهم والتكبر</p>
<p>“<em><strong>Syuhroh </strong></em>adalah sesuatu yang menonjol. Yang dimaksud dengan pakaian syuhroh adalah pakaian yang menyebabkan pemakai menjadi kondang di tengah-tengah masyarakat disebabkan warna pakaiannya menyelisihi warna pakaian yang umum dipakai masyarakat. Akhirnya banyak orang menatap tajam orang yang memakai pakaian tersebut dan pemakainya sendiri lalu merasa dan bersikap sombong terhadap orang lain”.</p>
<p>Dalam kutipan di atas terdapat indikator pakaian syuhroh yaitu banyak orang menatap tajam orang yang memakainya. Hal ini menunjukkan bahwa jika suatu jenis pakaian itu kurang umum atau kurang <em>familiar </em>, alias kurang memasyarakat di suatu daerah namun orang-orang di daerah tersebut menganggapnya wajar sehingga tidak ada sorotan mata yang tajam ditujukan kepada orang tersebut maka pakaian itu <strong>bukanlah </strong>pakaian syuhroh yang tercela.</p>
<p>Dalam kutipan di atas juga disampaikan dampak buruk dari pakaian syuhroh yaitu menimbulkan perasaan dan sikap sombong orang yang mengenakan terhadap orang-orang di sekelilingnya.</p>
<p>Perkataan Ibnul Atsir di atas jelas menunjukkan adanya pakaian syuhroh yang tercela gara-gara masalah warna pakaian. Warna pakaian yang nyleneh dengan umumnya warna pakaian di suatu masyarakat dinilai oleh Ibnul Atsir sebagai pakaian syuhroh yang tercela.</p>
<p><strong>Lantas bagaimana dengan warna hitam yang suka dipakai oleh sebagian muslimah di negeri kita, apakah tergolong termasuk pakaian syuhroh yang tercela?</strong></p>
<p>Jawaban masalah ini bisa kita jumpai rubrik tanya jawab <strong>Majalah As-Sunnah</strong> Solo tepatnya pada edisi 5 tahun XIII Sya’ban 1430 atau Agustus 2009 pada halaman kelima dengan judul “Soal Warna Baju”.</p>
<p>Redaksi Majalah As Sunnah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “<em>Ana mau menanyakan apa hukum berpakaian bagi seorang muslimah dengan warna pakaian terang. Apakah ada hadits yang menyatakan berpakaian warna gelap disunahkan? Terkait di Indonesia misalnya, yang sudah menjadi hal umum berpakaian berpakaian warna terang. Apakah bisa dijadikan dalil pemborehan yang berbeda dengan muslimah di negara-negara Arab? Mohon penjelasannya. Jazakumullahu khair</em>” Amri, Samarinda +62852483xxxxx</p>
<p>Berikut ini jawaban redaksi majalah As Sunah atas pertanyaan di atas, “<strong>Seorang wanita muslimah boleh memakai pakaian berwarna terang selama tidak menimbulkan fitnah (baca: godaan terhadap lawan jenis, ed)</strong> berdasarkan beberapa riwayat dari para wanita salaf [riwayat-riwayat ini bisa dilihat di dalam kitab Jilbab Mar’atil Muslimah, hlm 121-124; karya Syaikh al Albani].</p>
<p>Namun sepantasnya meninggalkan pakaian berwarna terang yang menarik perhatian atau berwarna-warni yang menarik hati laki-laki. Karena tujuan perintah berjilbab adalah untuk menutupi perhiasan. Kalau jilbab/pakaian itu sendiri dihiasi dengan renda, bros, aksesori, warna-warni yang menarik pandangan orang maka ini bertentangan dengan firman Allah azza wa jalla,</p>
<p style="text-align: center;">ولا يبدين زينتهن</p>
<p>“<em>Dan janganlah para wanita mukminah itu menampakkan perhiasan mereka</em>” (QS an Nur/24:31).</p>
<p>Ummu Salamah-radhiyallahu ‘anha- berkata,</p>
<p>لما نزلت: يدنين عليهن من جلابيبهن خرج نساء الأنصار كأن علي رؤوسهن الغربان من الأكسية</p>
<p>Ketika turun firman Allah (yang artinya), “<em>Hendaknya mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka</em>” (QS al Ahzab/33:59) wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena warna (warna hitam-red) kain-kain (mereka). HR Abu Daud no 4101; dishahihkan oleh Syaikh al Albani.</p>
<p>Hadits ini menunjukkan bahwa wanita-wanita anshar tersebut mengenakan jilbab-jilbab berwarna hitam.</p>
<p>Oleh karena itulah jika keluar rumah, hendaklah wanita memakai pakaian yang berwarna gelap, tidak menyala dan berwarna-warni agar tidak menarik pandangan orang. <strong>[Dan tidak harus berwarna hitam, apalagi di sebagian daerah yang masyarakatnya memandang warna hitam itu menyeramkan]</strong>. Wallahu a’lam”.</p>
<p><em>Demikian jawaban redaksi majalah As- Sunah <span style="text-decoration: underline;">namun sebagian kalimat yang ditebalkan itu berasal dari saya pribadi</span>, bukan dari pihak redaksi.</em></p>
<p>Jadi di sebagian tempat warna pakaian hitam yang dikenakan oleh seorang muslimah itu bisa jadi menjadi pakaian syuhroh ketika warna hitam di daerah tersebut dinilai adalah warna yang “<em>menyeramkan</em>” sehingga dalam kondisi seperti ini sangat tidak dianjurkan untuk memakai warna hitam.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fharuskah-hitam-menyeramkan&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=1676&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita" title="Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita">Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya" title="Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?">Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i" title="Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?">Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</a> (23)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-3-terakhir" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-2ah" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/audio-jilbab-wanita-muslimah-bag-1" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah" title="Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah">Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita" title="Hukum Berbicara dengan Wanita">Hukum Berbicara dengan Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-atau-khimar" title="Jilbab atau Khimar">Jilbab atau Khimar</a> (1)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Dilalaikan oleh Wanita</title>
		<link>http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 20:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[Sangat disayangkan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ini telah ditinggalkan berganti dengan mewarnai kuku yang panjang dengan kuteks, mirip sudah dengan perempuan-perempuan kafir.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fyang-dilalaikan-oleh-wanita&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p><strong>Pertama: Mewarnai kuku dengan pacar</strong></p>
<p>عَنْ عَائِشَةَ &#8211; رضى الله عنها &#8211; قَالَتْ أَوْمَتِ امْرَأَةٌ مِنْ وَرَاءِ سِتْرٍ بِيَدِهَا كِتَابٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَبَضَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يَدَهُ فَقَالَ « مَا أَدْرِى أَيَدُ رَجُلٍ أَمْ يَدُ امْرَأَةٍ ». قَالَتْ بَلِ امْرَأَةٌ. قَالَ « لَوْ كُنْتِ امْرَأَةً لَغَيَّرْتِ أَظْفَارَكِ ». يَعْنِى بِالْحِنَّاءِ.</p>
<p>Dari Aisyah, “Ada seorang perempuan menyodorkan sebuah surat kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dari balik tirai. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menarik tangan beliau sambil berkata, ‘Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki ataukah tangan perempuan’. Perempuan tersebut menjawab, ‘Bahkan tangan perempuan’. Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau memang perempuan tentu engkau akan mewarnai kukumu” yaitu <strong>dengan pacar</strong> (HR Abu Daud no 4166, dinilai hasan oleh al Albani).</p>
<p>Sangat disayangkan sunnah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ini telah ditinggalkan berganti dengan mewarnai kuku yang panjang dengan <em>kuteks</em>, mirip sudah dengan perempuan-perempuan kafir.</p>
<p><strong>Kedua: Memanjangkan ujung kain bagi perempuan</strong></p>
<p>عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ أَبِى عُبَيْدٍ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حِينَ ذَكَرَ الإِزَارَ فَالْمَرْأَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « تُرْخِى شِبْرًا ». قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ إِذًا يَنْكَشِفُ عَنْهَا. قَالَ « فَذِرَاعًا لاَ تَزِيدُ عَلَيْهِ ».</p>
<p>Dari Shafiyah binti Abu Ubaid, beliau bercerita bahwa Ummi Salamah, istri Nabi berkata kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ketika beliau membicarakan larangan isbal (celana di bawah mata kaki, ed) bagi laki-laki, “Bagaimana dengan perempuan, wahai Rasulullah?”. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “<strong>Hendaknya perempuan memanjangkan ujung kainnya sebanyak sejengkal (dari mata kaki)</strong>”. Ummu Salamah berkata, “Jika demikian, ada bagian tubuh perempuan yang masih mungkin untuk tersingkap”. Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “Jika demikian, ditambahkan satu hasta (dua jengkal)-dari mata kaki-tapi tidak boleh lebih dari itu” (HR Abu Daud no 4117, dinilai shahih oleh al Albani).</p>
<p>Ini adalah suatu sunnah Nabi yang telah ditinggalkan oleh banyak muslimah bahkan meski sudah bertahun-tahun komitmen dengan jilbab.</p>
<p><strong>Ketiga: Betah di rumah</strong></p>
<p>Di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.</p>
<p>وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى</p>
<p>Yang artinya, “<strong>Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian</strong> dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS al Ahzab:33).</p>
<p>Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Hendaklah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar rumah kecuali karena ada kebutuhan”.</p>
<p>وذكر أن سودة قيل لها: لم لا تحجين ولا تعتمرين كما يفعل أخواتك ؟ فقالت: قد حججت واعتمرت، وأمرني الله أن أقر في بيتي.<br />
قال الراوي:فوالله ما خرجت من باب حجرتها حتى أخرجت جنازتها.</p>
<p>Disebutkan bahwa ada orang yang bertanya kepada Saudah -istri Rasulullah-, “Mengapa engkau tidak berhaji dan berumrah sebagaimana yang dilakukan oleh saudari-saudarimu (yaitu para istri Nabi yang lain, pent)?” Jawaban beliau, “Aku sudah pernah berhaji dan berumrah, sedangkan Allah memerintahkan aku untuk tinggal di dalam rumah”. Perawi mengatakan, “Demi Allah, beliau tidak pernah keluar dari pintu rumahnya kecuali ketika jenazahnya dikeluarkan untuk dimakamkan”. Sungguh moga Allah ridha kepadanya. (Tafsir al Qurthubi ketika menjelaskan ayat di atas).</p>
<p>Ibnul ‘Arabi bercerita, “Aku sudah pernah memasuki lebih dari seribu perkampungan namun aku tidak menjumpai perempuan yang lebih terhormat dan terjaga melebihi perempuan di daerah Napolis, Palestina, tempat Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api. Selama aku tinggal di sana aku tidak pernah melihat perempuan di jalan saat siang hari kecuali pada hari Jumat. Pada hari itu para perempuan pergi ke masjid untuk ikut shalat Jumat sampai masjid penuh dengan para perempuan. Begitu shalat Jumat berakhir mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan aku tidak melihat satupun perempuan hingga hari Jumat berikutnya” (Tafsir al Qurthubi ketika menjelaskan al Ahzab:33).</p>
<p>عن عبد الله : عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : إن الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ و أقرب ما تكون من وجه ربها و هي في قعر بيتها<br />
Dari Abdullah, dari Nabi beliau bersabda, “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya” (HR Ibnu Khuzaimah no 1685, sanadnya dinilai shahih oleh al Albani).</p>
<p><strong>Keempat: Perempuan ketika keluar rumah tidak mengenakan minyak wangi</strong><br />
عَنْ أَبِى مُوسَى عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِىَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِى زَانِيَةً ».<br />
Dari Abu Musa, dari Nabi, “Semua mata yang melihat hal yang terlarang itu telah berzina. Perempuan yang memakai wewangian lalu melalui sekelompok laki-laki yang sedang duduk-duduk maka perempuan tersebut adalah demikian dan demikian yaitu pelacur” (HR Tirmidzi no 2786, dinilai hasan oleh al Albani).<br />
عَنِ الأَشْعَرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ ».<br />
Dari al Asy’ari, Rasulullah bersabda, “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur” (HR Nasai no 5126, dinilai hasan oleh al Albani).<br />
عن يحيى بن جعدة أن عمر بن الخطاب خرجت امرأة على عهده متطيبة فوجد ريحها فعلاها بالدرة ثم قال تخرجن متطيبات فيجد الرجال ريحكن وإنما قلوب الرجال عند أنوفهم اخرجن تفلات<br />
Dari Yahya bin Ja’dah, “Di masa pemerintahan Umar bin Khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka Umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata, “Kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?!! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian” (HR Abdurrazaq dalam al Mushannaf no 8107).<br />
عن بن جريج عن عطاء قال كان ينهى أن تطيب المرأة وتزين ثم تخرج<br />
Dari Juraij, Atha, seorang tabiin, melarang perempuan yang hendak keluar rumah untuk memakai wewangian dan berdandan (Riwayat Abdur Razaq no 8108).<br />
عن إبراهيم قال طاف عمر بن الخطاب في صفوف النساء فوجد ريحا طيبة من رأس امرأة فقال لو أعلم أيتكن هي لفعلت ولفعلت لتطيب إحداكن لزوجها فإذا خرجت لبست أطمار وليدتها قال فبلغني أن المرأة التي كانت تطيبت بالت في ثيابها من الفرق<br />
Dari Ibrahim, Umar (bin Khatab) memeriksa shaf shalat jamaah perempuan lalu beliau mencium bau harum dari kepala seorang perempuan. Beliau lantas berkata, “Seandainya aku tahu siapa di antara kalian yang memakai wewangian niscaya aku akan melakukan tindakan demikian dan demikian. Hendaklah kalian memakai wewangian untuk suaminya. Jika keluar rumah hendaknya memakai kain jelek yang biasa dipakai oleh budak perempuan”. Ibrahim mengatakan, “Aku mendapatkan kabar bahwa perempuan yang memakai wewangian itu sampai ngompol karena takut (dengan Umar)” (Riwayat Abdur Razaq no 8118).</p>
<p><em>Hanya Allah yang memberi taufik.</em>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fyang-dilalaikan-oleh-wanita&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=829&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita" title="Hukum Berbicara dengan Wanita">Hukum Berbicara dengan Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita" title="Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita">Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya" title="Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?">Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sunnah-nabi-yang-ditinggalkan" title="Sunnah Nabi yang Ditinggalkan">Sunnah Nabi yang Ditinggalkan</a> (22)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-2ah" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/wanita-neraka" title="Wanita dan Neraka">Wanita dan Neraka</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bekam-sunnah-nabi" title="Bekam Bukan Sunnah Nabi">Bekam Bukan Sunnah Nabi</a> (21)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/poligami-haram" title="Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami">Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah" title="Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah">Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah</a> (8)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 20:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, “Apa saja syarat hijab (pakaian muslimah)? Apakah jilbab (pakaian muslimah) itu wajib terdiri dari satu potong kain ataukah diperbolehkan jika terdiri dari dua potong kain? Jika pakaian muslimah tersebut terdiri dari dua potong kain apakah itu bid’ah ataukah tidak? Beri kami jawaban”. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fpotongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%25e2%2580%2599i&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Sebagian muslimah <em>multazimah </em>(yang komitmen dengan berbagai aturan syariat) beranggapan bahwa pakaian muslimah yang syar’i harus berupa <span style="text-decoration: underline;">memakai jubah, gamis panjang atau terusan</span>. Akhirnya mereka beranggapan bahwa muslimah yang memakai pakaian potongan (ada atasan dan ada bawahan) bukanlah muslimah yang mengenakan pakaian yang syar’i. <span id="more-808"></span>Di samping itu muncul anggapan bahwa itu adalah gaya berpakaian <span style="text-decoration: underline;">ala haroki atau hizbi</span>. Padahal jika kita tahu bahwa model pakaian muslimah semacam itu adalah model pakaian yang masih diperkenankan oleh syariat tentu tidak sepantasnya kita memiliki anggapan-anggapan semisal di atas.<br />
Kita semua memiliki kewajiban untuk berilmu sebelum beramal dan berucap. Berikut ini kami bawakan fatwa ulama ahli sunnah dalam masalah ini. Setelah mentelaahnya, kita akan mengetahui komentar apa yang tepat untuk model pakaian muslimah di atas.</p>
<p style="text-align: center;">السؤال الخامس من الفتوى رقم ( 7791 )<br />
س5: ما هي شروط الحجاب، أيجب أن يكون الجلباب قطعة واحدة أم يمكن أن يكون قطعتين، وإذا فعل هذا أيكون بدعة أم لا؟ أفيدونا.</p>
<p>Pertanyaan kelima pada fatwa no 7791</p>
<p>Pertanyaan, “Apa saja syarat hijab (pakaian muslimah)? Apakah jilbab (pakaian muslimah) itu wajib terdiri dari satu potong kain ataukah diperbolehkan jika terdiri dari dua potong kain? Jika pakaian muslimah tersebut terdiri dari dua potong kain apakah itu bid’ah ataukah tidak? Beri kami jawaban”.
</p>
<p style="text-align: center;">ج5: الحجاب سواء كان قطعة أو قطعتين فليس في ذلك بأس إذا حصل به الستر المطلوب المشروع. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.</p>
<p>Jawaban, “Tidaklah mengapa seandainya hijab (pakaian muslimah) itu terdiri dari satu potong kain ataukah dua potong asal pakaian tersebut menutupi aurat dengan baik sebagaimana yang dikehendaki oleh syariat”.</p>
<p style="text-align: center;">اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء<br />
عضو &#8230; الرئيس<br />
عبد الله بن غديان &#8230; عبد العزيز بن عبد الله بن باز</p>
<p>Fatwa ini ditandatangani oleh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz sebagai ketua Lajnah Daimah dan Abdullah bin Ghadayan sebagai anggota.</p>
<p>Fatwa Lajnah Daimah ini terdapat dalam buku Fatawa Lajnah Daimah tepatnya pada jilid 17 halaman 177</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fpotongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%25e2%2580%2599i&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=808&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya" title="Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?">Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini" title="Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini">Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini</a> (35)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-bermain-play-station-ps" title="Hukum Bermain Play Station (PS)">Hukum Bermain Play Station (PS)</a> (42)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-memakai-dasi" title="Dasi Menurut Ibnu Utsaimin">Dasi Menurut Ibnu Utsaimin</a> (13)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/charge-hp-di-masjidil-haram" title="Bolehkah Charge (Ngecas) HP di Masjid?">Bolehkah Charge (Ngecas) HP di Masjid?</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jual-beli-via-internet" title="Jual Beli via Internet">Jual Beli via Internet</a> (27)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tolak-ukur-menyerupai-orang-kafir" title="Tolok Ukur Menyerupai Orang Kafir">Tolok Ukur Menyerupai Orang Kafir</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij" title="Merekalah Ahli Waris Khawarij &#8230;">Merekalah Ahli Waris Khawarij &#8230;</a> (18)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kuliah-ikhtilat-penuh-dilema" title="Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema">Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema</a> (25)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.561 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-23 08:14:09 -->

