<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Di Atas Sunnah &#187; muslimah</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/tag/muslimah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 17:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Muslimah Ikhtilath di Kampus</title>
		<link>http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 17:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[ikhtilath]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1687</guid>
		<description><![CDATA[Fatwa Syaikh Ali Hasan Al Halabi hafizhohullah mengenai &#8220;Muslimah yang Kuliah Ikhtilat&#8220;.
[15] يقول: الدراسة في الجامعة المختلطة بالنِّسبة للأخوات؟
Syaikh Ali Hasan al Halabi mendaptkan pertanyaan, “Apa hukum kuliah di universitas yang ber-ikhtilath bagi akhwat (baca: muslimah)?”
[الجواب] أنا أعتقد أنَّ الجامعة المختلطة مَمنوعة سواء بالنسبة للأخوات أو بالنِّسبة للإخوة؛ فما الذي جعل الحكم متعلقًا بالأخوات دون [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fatwa Syaikh Ali Hasan Al Halabi <em>hafizhohullah</em> mengenai &#8220;<em>Muslimah yang Kuliah Ikhtilat</em>&#8220;.</p>
<p>[15] يقول: الدراسة في الجامعة المختلطة بالنِّسبة للأخوات؟</p>
<p>Syaikh Ali Hasan al Halabi mendaptkan pertanyaan, “Apa hukum kuliah di universitas yang ber-ikhtilath bagi akhwat (baca: muslimah)?”</p>
<p>[الجواب] أنا أعتقد أنَّ الجامعة المختلطة مَمنوعة سواء بالنسبة للأخوات أو بالنِّسبة للإخوة؛ فما الذي جعل الحكم متعلقًا بالأخوات دون الإخوة!؟ والواقع أنَّه اختلاط بينهم وبينهنَّ.</p>
<p>Jawaban beliau, “Aku berkeyakinan bahwa kuliah di universitas yang campur baur antara laki-laki dan perempuan adalah terlarang baik bagi akhwat (baca: muslimah) ataupun bagi ikhwah (baca: muslim). Lalu mengapa teks pertanyaan yang disampaikan hanya dikaitkan dengan akhwat tanpa ikhwah?! Padahal realita menunjukkan bahwa campur baur terjadi antara muslim dengan muslimah.</p>
<p>وهذا ما يفتي به شيخنا والشَّيخ ابن باز والشَّيخ العثيمين -رحمهم الله-.</p>
<p>Inilah yang difatwakan oleh guru kami (yaitu al Albani), Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh al Utsaimin.</p>
<p>لكن -أحيانًا- قد يكون لبعض النَّاس ظرف خاصٌّ؛ بمعنى أنَّه قد يُجبَر على الدِّراسة في مثل هذه الجامعة؛ بحيث إذا لم يَدرس قد يؤثِّر ذلك على علاقته مع أهله، أو إلى قطيعة رحِم وما أشبه، فالأمور تقدَّر بقَدرها.</p>
<p>Akan tetapi terkadang sebagian orang mengalami kondisi tertentu dalam pengertian dia dipaksa oleh keluarganya untuk kuliah di universitas semisal itu. Artinya jika dia ngotot untuk tidak kuliah di tempat tersebut akan retaklah hubungannya dengan keluarganya, putuslah ikatan persaudaraan dan semisalnya. (Maka ini adalah kondisi darurat) dan kondisi darurat itu ditakar secukupnya”.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=71037#post71037">http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=71037#post71037</a></p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
Dari uraian di atas bahasan tentang kuliah dengan berikhtilath itu ditinjau dari dua sisi:</p>
<p>a. Hukum asal dari ikhtilat demi kuliah adalah <strong>terlarang </strong>sebagaimana umumnya ikhtilat.<br />
b. Dalam kondisi tertentu bisa dibolehkan, bukan karena kita membolehkan ikhtilath namun karena pertimbangan kondisi masing-masing orang yang berbeda-beda. Dalam kondisi ini hendaknya kita <strong>meminimalisir </strong>kemungkaran sebisa mungkin <strong>dan kuliah dalam keadaan demikian hendaknya ditempuh secepat mungkin</strong>.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fmuslimah-ikhtilath-di-kampus&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=1687&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (19)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kuliah-ikhtilat-penuh-dilema" title="Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema">Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i" title="Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?">Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</a> (17)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-3-terakhir" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-2ah" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/audio-jilbab-wanita-muslimah-bag-1" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 17:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1676</guid>
		<description><![CDATA[Tentang pakaian syuhroh Ibnul Atsir -sebagaimana yang dikutip oleh asy Syaukani dalam Nailul Author juz 2 hal 470- mengatakan,
الشهرة ظهور الشيء ، والمراد أن ثوبه يشتهر بين الناس لمخالفة لونه لألوان ثيابهم فيرفع الناس إليه أبصارهم ويختال عليهم والتكبر
“Syuhroh adalah sesuatu yang menonjol. Yang dimaksud dengan pakaian syuhroh adalah pakaian yang menyebabkan pemakai menjadi kondang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentang pakaian syuhroh Ibnul Atsir -sebagaimana yang dikutip oleh asy Syaukani dalam <em>Nailul Author</em> juz 2 hal 470- mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;">الشهرة ظهور الشيء ، والمراد أن ثوبه يشتهر بين الناس لمخالفة لونه لألوان ثيابهم فيرفع الناس إليه أبصارهم ويختال عليهم والتكبر</p>
<p>“<em><strong>Syuhroh </strong></em>adalah sesuatu yang menonjol. Yang dimaksud dengan pakaian syuhroh adalah pakaian yang menyebabkan pemakai menjadi kondang di tengah-tengah masyarakat disebabkan warna pakaiannya menyelisihi warna pakaian yang umum dipakai masyarakat. Akhirnya banyak orang menatap tajam orang yang memakai pakaian tersebut dan pemakainya sendiri lalu merasa dan bersikap sombong terhadap orang lain”.</p>
<p>Dalam kutipan di atas terdapat indikator pakaian syuhroh yaitu banyak orang menatap tajam orang yang memakainya. Hal ini menunjukkan bahwa jika suatu jenis pakaian itu kurang umum atau kurang <em>familiar </em>, alias kurang memasyarakat di suatu daerah namun orang-orang di daerah tersebut menganggapnya wajar sehingga tidak ada sorotan mata yang tajam ditujukan kepada orang tersebut maka pakaian itu <strong>bukanlah </strong>pakaian syuhroh yang tercela.</p>
<p>Dalam kutipan di atas juga disampaikan dampak buruk dari pakaian syuhroh yaitu menimbulkan perasaan dan sikap sombong orang yang mengenakan terhadap orang-orang di sekelilingnya.</p>
<p>Perkataan Ibnul Atsir di atas jelas menunjukkan adanya pakaian syuhroh yang tercela gara-gara masalah warna pakaian. Warna pakaian yang nyleneh dengan umumnya warna pakaian di suatu masyarakat dinilai oleh Ibnul Atsir sebagai pakaian syuhroh yang tercela.</p>
<p><strong>Lantas bagaimana dengan warna hitam yang suka dipakai oleh sebagian muslimah di negeri kita, apakah tergolong termasuk pakaian syuhroh yang tercela?</strong></p>
<p>Jawaban masalah ini bisa kita jumpai rubrik tanya jawab <strong>Majalah As-Sunnah</strong> Solo tepatnya pada edisi 5 tahun XIII Sya’ban 1430 atau Agustus 2009 pada halaman kelima dengan judul “Soal Warna Baju”.</p>
<p>Redaksi Majalah As Sunnah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “<em>Ana mau menanyakan apa hukum berpakaian bagi seorang muslimah dengan warna pakaian terang. Apakah ada hadits yang menyatakan berpakaian warna gelap disunahkan? Terkait di Indonesia misalnya, yang sudah menjadi hal umum berpakaian berpakaian warna terang. Apakah bisa dijadikan dalil pemborehan yang berbeda dengan muslimah di negara-negara Arab? Mohon penjelasannya. Jazakumullahu khair</em>” Amri, Samarinda +62852483xxxxx</p>
<p>Berikut ini jawaban redaksi majalah As Sunah atas pertanyaan di atas, “<strong>Seorang wanita muslimah boleh memakai pakaian berwarna terang selama tidak menimbulkan fitnah (baca: godaan terhadap lawan jenis, ed)</strong> berdasarkan beberapa riwayat dari para wanita salaf [riwayat-riwayat ini bisa dilihat di dalam kitab Jilbab Mar’atil Muslimah, hlm 121-124; karya Syaikh al Albani].</p>
<p>Namun sepantasnya meninggalkan pakaian berwarna terang yang menarik perhatian atau berwarna-warni yang menarik hati laki-laki. Karena tujuan perintah berjilbab adalah untuk menutupi perhiasan. Kalau jilbab/pakaian itu sendiri dihiasi dengan renda, bros, aksesori, warna-warni yang menarik pandangan orang maka ini bertentangan dengan firman Allah azza wa jalla,</p>
<p style="text-align: center;">ولا يبدين زينتهن</p>
<p>“<em>Dan janganlah para wanita mukminah itu menampakkan perhiasan mereka</em>” (QS an Nur/24:31).</p>
<p>Ummu Salamah-radhiyallahu ‘anha- berkata,</p>
<p>لما نزلت: يدنين عليهن من جلابيبهن خرج نساء الأنصار كأن علي رؤوسهن الغربان من الأكسية</p>
<p>Ketika turun firman Allah (yang artinya), “<em>Hendaknya mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka</em>” (QS al Ahzab/33:59) wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena warna (warna hitam-red) kain-kain (mereka). HR Abu Daud no 4101; dishahihkan oleh Syaikh al Albani.</p>
<p>Hadits ini menunjukkan bahwa wanita-wanita anshar tersebut mengenakan jilbab-jilbab berwarna hitam.</p>
<p>Oleh karena itulah jika keluar rumah, hendaklah wanita memakai pakaian yang berwarna gelap, tidak menyala dan berwarna-warni agar tidak menarik pandangan orang. <strong>[Dan tidak harus berwarna hitam, apalagi di sebagian daerah yang masyarakatnya memandang warna hitam itu menyeramkan]</strong>. Wallahu a’lam”.</p>
<p><em>Demikian jawaban redaksi majalah As- Sunah <span style="text-decoration: underline;">namun sebagian kalimat yang ditebalkan itu berasal dari saya pribadi</span>, bukan dari pihak redaksi.</em></p>
<p>Jadi di sebagian tempat warna pakaian hitam yang dikenakan oleh seorang muslimah itu bisa jadi menjadi pakaian syuhroh ketika warna hitam di daerah tersebut dinilai adalah warna yang “<em>menyeramkan</em>” sehingga dalam kondisi seperti ini sangat tidak dianjurkan untuk memakai warna hitam.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fharuskah-hitam-menyeramkan&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=1676&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i" title="Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?">Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</a> (17)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-3-terakhir" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-2ah" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/audio-jilbab-wanita-muslimah-bag-1" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus" title="Muslimah Ikhtilath di Kampus">Muslimah Ikhtilath di Kampus</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pakaian-tenar-syuhroh-makruh-atau-haram" title="Pakaian Tenar (Syuhroh) Makruh atau Haram?">Pakaian Tenar (Syuhroh) Makruh atau Haram?</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ketentuan-warna-jilbab" title="Haruskah Jilbab Hitam?">Haruskah Jilbab Hitam?</a> (15)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (19)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sandal-salafi" title="Sandal Salafi">Sandal Salafi</a> (23)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman" title="Jilbab Hitam Menurut Ulama Yaman">Jilbab Hitam Menurut Ulama Yaman</a> (56)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Dilalaikan oleh Wanita</title>
		<link>http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 20:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[Sangat disayangkan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ini telah ditinggalkan berganti dengan mewarnai kuku yang panjang dengan kuteks, mirip sudah dengan perempuan-perempuan kafir.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertama: Mewarnai kuku dengan pacar</strong></p>
<p>عَنْ عَائِشَةَ &#8211; رضى الله عنها &#8211; قَالَتْ أَوْمَتِ امْرَأَةٌ مِنْ وَرَاءِ سِتْرٍ بِيَدِهَا كِتَابٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَبَضَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يَدَهُ فَقَالَ « مَا أَدْرِى أَيَدُ رَجُلٍ أَمْ يَدُ امْرَأَةٍ ». قَالَتْ بَلِ امْرَأَةٌ. قَالَ « لَوْ كُنْتِ امْرَأَةً لَغَيَّرْتِ أَظْفَارَكِ ». يَعْنِى بِالْحِنَّاءِ.</p>
<p>Dari Aisyah, “Ada seorang perempuan menyodorkan sebuah surat kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dari balik tirai. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menarik tangan beliau sambil berkata, ‘Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki ataukah tangan perempuan’. Perempuan tersebut menjawab, ‘Bahkan tangan perempuan’. Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau memang perempuan tentu engkau akan mewarnai kukumu” yaitu <strong>dengan pacar</strong> (HR Abu Daud no 4166, dinilai hasan oleh al Albani).</p>
<p>Sangat disayangkan sunnah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ini telah ditinggalkan berganti dengan mewarnai kuku yang panjang dengan <em>kuteks</em>, mirip sudah dengan perempuan-perempuan kafir.</p>
<p><strong>Kedua: Memanjangkan ujung kain bagi perempuan</strong></p>
<p>عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ أَبِى عُبَيْدٍ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حِينَ ذَكَرَ الإِزَارَ فَالْمَرْأَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « تُرْخِى شِبْرًا ». قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ إِذًا يَنْكَشِفُ عَنْهَا. قَالَ « فَذِرَاعًا لاَ تَزِيدُ عَلَيْهِ ».</p>
<p>Dari Shafiyah binti Abu Ubaid, beliau bercerita bahwa Ummi Salamah, istri Nabi berkata kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ketika beliau membicarakan larangan isbal (celana di bawah mata kaki, ed) bagi laki-laki, “Bagaimana dengan perempuan, wahai Rasulullah?”. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “<strong>Hendaknya perempuan memanjangkan ujung kainnya sebanyak sejengkal (dari mata kaki)</strong>”. Ummu Salamah berkata, “Jika demikian, ada bagian tubuh perempuan yang masih mungkin untuk tersingkap”. Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “Jika demikian, ditambahkan satu hasta (dua jengkal)-dari mata kaki-tapi tidak boleh lebih dari itu” (HR Abu Daud no 4117, dinilai shahih oleh al Albani).</p>
<p>Ini adalah suatu sunnah Nabi yang telah ditinggalkan oleh banyak muslimah bahkan meski sudah bertahun-tahun komitmen dengan jilbab.</p>
<p><strong>Ketiga: Betah di rumah</strong></p>
<p>Di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.</p>
<p>وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى</p>
<p>Yang artinya, “<strong>Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian</strong> dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS al Ahzab:33).</p>
<p>Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Hendaklah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar rumah kecuali karena ada kebutuhan”.</p>
<p>وذكر أن سودة قيل لها: لم لا تحجين ولا تعتمرين كما يفعل أخواتك ؟ فقالت: قد حججت واعتمرت، وأمرني الله أن أقر في بيتي.<br />
قال الراوي:فوالله ما خرجت من باب حجرتها حتى أخرجت جنازتها.</p>
<p>Disebutkan bahwa ada orang yang bertanya kepada Saudah -istri Rasulullah-, “Mengapa engkau tidak berhaji dan berumrah sebagaimana yang dilakukan oleh saudari-saudarimu (yaitu para istri Nabi yang lain, pent)?” Jawaban beliau, “Aku sudah pernah berhaji dan berumrah, sedangkan Allah memerintahkan aku untuk tinggal di dalam rumah”. Perawi mengatakan, “Demi Allah, beliau tidak pernah keluar dari pintu rumahnya kecuali ketika jenazahnya dikeluarkan untuk dimakamkan”. Sungguh moga Allah ridha kepadanya. (Tafsir al Qurthubi ketika menjelaskan ayat di atas).</p>
<p>Ibnul ‘Arabi bercerita, “Aku sudah pernah memasuki lebih dari seribu perkampungan namun aku tidak menjumpai perempuan yang lebih terhormat dan terjaga melebihi perempuan di daerah Napolis, Palestina, tempat Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api. Selama aku tinggal di sana aku tidak pernah melihat perempuan di jalan saat siang hari kecuali pada hari Jumat. Pada hari itu para perempuan pergi ke masjid untuk ikut shalat Jumat sampai masjid penuh dengan para perempuan. Begitu shalat Jumat berakhir mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan aku tidak melihat satupun perempuan hingga hari Jumat berikutnya” (Tafsir al Qurthubi ketika menjelaskan al Ahzab:33).</p>
<p>عن عبد الله : عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : إن الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ و أقرب ما تكون من وجه ربها و هي في قعر بيتها<br />
Dari Abdullah, dari Nabi beliau bersabda, “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya” (HR Ibnu Khuzaimah no 1685, sanadnya dinilai shahih oleh al Albani).</p>
<p><strong>Keempat: Perempuan ketika keluar rumah tidak mengenakan minyak wangi</strong><br />
عَنْ أَبِى مُوسَى عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِىَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِى زَانِيَةً ».<br />
Dari Abu Musa, dari Nabi, “Semua mata yang melihat hal yang terlarang itu telah berzina. Perempuan yang memakai wewangian lalu melalui sekelompok laki-laki yang sedang duduk-duduk maka perempuan tersebut adalah demikian dan demikian yaitu pelacur” (HR Tirmidzi no 2786, dinilai hasan oleh al Albani).<br />
عَنِ الأَشْعَرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ ».<br />
Dari al Asy’ari, Rasulullah bersabda, “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur” (HR Nasai no 5126, dinilai hasan oleh al Albani).<br />
عن يحيى بن جعدة أن عمر بن الخطاب خرجت امرأة على عهده متطيبة فوجد ريحها فعلاها بالدرة ثم قال تخرجن متطيبات فيجد الرجال ريحكن وإنما قلوب الرجال عند أنوفهم اخرجن تفلات<br />
Dari Yahya bin Ja’dah, “Di masa pemerintahan Umar bin Khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka Umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata, “Kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?!! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian” (HR Abdurrazaq dalam al Mushannaf no 8107).<br />
عن بن جريج عن عطاء قال كان ينهى أن تطيب المرأة وتزين ثم تخرج<br />
Dari Juraij, Atha, seorang tabiin, melarang perempuan yang hendak keluar rumah untuk memakai wewangian dan berdandan (Riwayat Abdur Razaq no 8108).<br />
عن إبراهيم قال طاف عمر بن الخطاب في صفوف النساء فوجد ريحا طيبة من رأس امرأة فقال لو أعلم أيتكن هي لفعلت ولفعلت لتطيب إحداكن لزوجها فإذا خرجت لبست أطمار وليدتها قال فبلغني أن المرأة التي كانت تطيبت بالت في ثيابها من الفرق<br />
Dari Ibrahim, Umar (bin Khatab) memeriksa shaf shalat jamaah perempuan lalu beliau mencium bau harum dari kepala seorang perempuan. Beliau lantas berkata, “Seandainya aku tahu siapa di antara kalian yang memakai wewangian niscaya aku akan melakukan tindakan demikian dan demikian. Hendaklah kalian memakai wewangian untuk suaminya. Jika keluar rumah hendaknya memakai kain jelek yang biasa dipakai oleh budak perempuan”. Ibrahim mengatakan, “Aku mendapatkan kabar bahwa perempuan yang memakai wewangian itu sampai ngompol karena takut (dengan Umar)” (Riwayat Abdur Razaq no 8118).</p>
<p><em>Hanya Allah yang memberi taufik.</em>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fyang-dilalaikan-oleh-wanita&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=829&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/sunnah-nabi-yang-ditinggalkan" title="Sunnah Nabi yang Ditinggalkan">Sunnah Nabi yang Ditinggalkan</a> (15)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-2ah" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sunnah-yang-hilang-bacaan-setelah-membaca-al-quran" title="Sunnah yang Hilang: Bacaan Setelah Membaca Al Qur&#8217;an">Sunnah yang Hilang: Bacaan Setelah Membaca Al Qur&#8217;an</a> (11)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus" title="Muslimah Ikhtilath di Kampus">Muslimah Ikhtilath di Kampus</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lensa-kontak-warna-warni-untuk-wanita" title="Lensa Kontak Warna-Warni untuk Wanita">Lensa Kontak Warna-Warni untuk Wanita</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-jabat-tangan-dengan-lawan-jenis" title="Hukum Jabat Tangan dengan Lawan Jenis">Hukum Jabat Tangan dengan Lawan Jenis</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i" title="Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?">Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</a> (17)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp" title="Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP">Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</a> (76)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/aurat-di-depan-sesama-wanita" title="Aurat di Depan Sesama Wanita">Aurat di Depan Sesama Wanita</a> (28)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 20:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, “Apa saja syarat hijab (pakaian muslimah)? Apakah jilbab (pakaian muslimah) itu wajib terdiri dari satu potong kain ataukah diperbolehkan jika terdiri dari dua potong kain? Jika pakaian muslimah tersebut terdiri dari dua potong kain apakah itu bid’ah ataukah tidak? Beri kami jawaban”. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian muslimah <em>multazimah </em>(yang komitmen dengan berbagai aturan syariat) beranggapan bahwa pakaian muslimah yang syar’i harus berupa <span style="text-decoration: underline;">memakai jubah, gamis panjang atau terusan</span>. Akhirnya mereka beranggapan bahwa muslimah yang memakai pakaian potongan (ada atasan dan ada bawahan) bukanlah muslimah yang mengenakan pakaian yang syar’i. <span id="more-808"></span>Di samping itu muncul anggapan bahwa itu adalah gaya berpakaian <span style="text-decoration: underline;">ala haroki atau hizbi</span>. Padahal jika kita tahu bahwa model pakaian muslimah semacam itu adalah model pakaian yang masih diperkenankan oleh syariat tentu tidak sepantasnya kita memiliki anggapan-anggapan semisal di atas.<br />
Kita semua memiliki kewajiban untuk berilmu sebelum beramal dan berucap. Berikut ini kami bawakan fatwa ulama ahli sunnah dalam masalah ini. Setelah mentelaahnya, kita akan mengetahui komentar apa yang tepat untuk model pakaian muslimah di atas.</p>
<p style="text-align: center;">السؤال الخامس من الفتوى رقم ( 7791 )<br />
س5: ما هي شروط الحجاب، أيجب أن يكون الجلباب قطعة واحدة أم يمكن أن يكون قطعتين، وإذا فعل هذا أيكون بدعة أم لا؟ أفيدونا.</p>
<p>Pertanyaan kelima pada fatwa no 7791</p>
<p>Pertanyaan, “Apa saja syarat hijab (pakaian muslimah)? Apakah jilbab (pakaian muslimah) itu wajib terdiri dari satu potong kain ataukah diperbolehkan jika terdiri dari dua potong kain? Jika pakaian muslimah tersebut terdiri dari dua potong kain apakah itu bid’ah ataukah tidak? Beri kami jawaban”.
</p>
<p style="text-align: center;">ج5: الحجاب سواء كان قطعة أو قطعتين فليس في ذلك بأس إذا حصل به الستر المطلوب المشروع. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.</p>
<p>Jawaban, “Tidaklah mengapa seandainya hijab (pakaian muslimah) itu terdiri dari satu potong kain ataukah dua potong asal pakaian tersebut menutupi aurat dengan baik sebagaimana yang dikehendaki oleh syariat”.</p>
<p style="text-align: center;">اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء<br />
عضو &#8230; الرئيس<br />
عبد الله بن غديان &#8230; عبد العزيز بن عبد الله بن باز</p>
<p>Fatwa ini ditandatangani oleh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz sebagai ketua Lajnah Daimah dan Abdullah bin Ghadayan sebagai anggota.</p>
<p>Fatwa Lajnah Daimah ini terdapat dalam buku Fatawa Lajnah Daimah tepatnya pada jilid 17 halaman 177</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fpotongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%25e2%2580%2599i&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=808&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini" title="Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini">Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini</a> (14)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-bermain-play-station-ps" title="Hukum Bermain Play Station (PS)">Hukum Bermain Play Station (PS)</a> (37)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-memakai-dasi" title="Dasi Menurut Ibnu Utsaimin">Dasi Menurut Ibnu Utsaimin</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/charge-hp-di-masjidil-haram" title="Bolehkah Charge (Ngecas) HP di Masjid?">Bolehkah Charge (Ngecas) HP di Masjid?</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jual-beli-via-internet" title="Jual Beli via Internet">Jual Beli via Internet</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tolak-ukur-menyerupai-orang-kafir" title="Tolok Ukur Menyerupai Orang Kafir">Tolok Ukur Menyerupai Orang Kafir</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij" title="Merekalah Ahli Waris Khawarij &#8230;">Merekalah Ahli Waris Khawarij &#8230;</a> (17)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kuliah-ikhtilat-penuh-dilema" title="Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema">Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp" title="Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP">Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</a> (76)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-3-terakhir</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-3-terakhir#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 09:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[kajian jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Kajian kali ini berisi tanya-jawab mengenai jilbab muslimah, definisi khimar, jilbab, purdah dan burkah, bagaimana mengenakan jilbab muslimah yang syar’i, hukum cadar, hukum pakaian potongan, hukum bordir dan perhiasan yang ada pada pakaian muslimah, hukum gambar pada perlengkapan bayi, apakah ada isbal pada perempuan, hukum celak dan hal-hal lain yang patut dan wajib diketahui oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kajian kali ini berisi tanya-jawab mengenai jilbab muslimah, definisi khimar, jilbab, purdah dan burkah, bagaimana mengenakan jilbab muslimah yang syar’i, hukum cadar, hukum pakaian potongan, hukum bordir dan perhiasan yang ada pada pakaian muslimah, hukum gambar pada perlengkapan bayi, apakah ada isbal pada perempuan, hukum celak dan hal-hal lain yang patut dan wajib diketahui oleh para muslimah.</p>
<p>Semoga Allah memudahkan para muslimah masa kini untuk memenuhi kewajiban mengenakan jilbab yang syar’i. <em>Wassalam</em></p>
<p><strong>Link Download: </strong><a class="downloadlink" href="http://ustadzaris.com/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=4" title="Version3 downloaded 328 times" >Jilbab Wanita Muslimah (Bag. III) (328)</a></p>
<p><strong>Sumber</strong><em>: RadioMuslim.com<br />
</em></p>
<p><em><br />
</em>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fjilbab-wanita-muslimah-bag-3-terakhir&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=192&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i" title="Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?">Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</a> (17)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-2ah" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 2)</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/audio-jilbab-wanita-muslimah-bag-1" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus" title="Muslimah Ikhtilath di Kampus">Muslimah Ikhtilath di Kampus</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ketentuan-warna-jilbab" title="Haruskah Jilbab Hitam?">Haruskah Jilbab Hitam?</a> (15)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (19)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman" title="Jilbab Hitam Menurut Ulama Yaman">Jilbab Hitam Menurut Ulama Yaman</a> (56)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-3-terakhir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
