<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Di Atas Sunnah &#187; maksiat</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/tag/maksiat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 03:00:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sepuluh Amal Penghapus Dosa</title>
		<link>http://ustadzaris.com/sepuluh-amal-penghapus-dosa</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/sepuluh-amal-penghapus-dosa#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 00:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[penghapus dosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=2044</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi, “Wahai, hamba-hambaKu itulah amal perbuatan kalian yang kucatat untuk kalian lalu Kuberikan balasan. Siapa yang mendapatkan balasan kebaikan maka hendaknya dia memuji Allah. Sebaliknya siapa yang mendapatkan balasan yang lain maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri” (Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah jilid 10 hal 45-46, cetakan standar).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fsepuluh-amal-penghapus-dosa&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>والمؤمن اذا فعل سيئة فان عقوبتها تندفع عنه بعشرة أسباب</p>
<p>Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Jika seorang mukmin melakukan kemaksiatan maka hukuman akibat maksiat tersebut bisa tercegah dengan <em>sepuluh sebab</em>.</p>
<p>أن يتوب فيتوب الله عليه فان التائب من الذنب كمن لاذنب له</p>
<p><strong>Pertama</strong>, mukmin tersebut bertaubat sehingga Allah menerima taubatnya karena sesungguhnya orang yang bertaubat dari suatu dosa itu bagaikan orang yang tidak pernah melakukannya.</p>
<p>او يستغفر فيغفرا له</p>
<p><strong>Kedua</strong>, atau dia memohon ampun kepada Allah dengan lisannya sehingga Allah mengampuninya.</p>
<p>او يعمل حسنات تمحوها فان الحسنات يذهبن السيئات</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, atau dia melakukan amal kebajikan yang bisa menghapus kemaksiatannya karena sesungguhnya amal kebajikan itu menghapus dosa amal keburukan.</p>
<p>او يدعو له اخوانه المؤمنون ويستغفرون له حيا وميتا</p>
<p><strong>Keempat</strong>, atau didoakan dan dimohonkan ampunan kepada Allah oleh saudaranya sesama orang beriman baik ketika dia masih hidup ataupun setelah meninggal dunia.</p>
<p>او يهدون له من ثواب أعمالهم ما ينفعه الله به</p>
<p><strong>Kelima</strong>, atau mendapatkan pahala amal shalih yang dihadiahkan oleh orang-orang yang beriman kepadanya lalu Allah memberi manfaat kepadanya dengan sebab hadiah pahala amal shalih tersebut</p>
<p>او يشفع فيه نبيه محمد</p>
<p><strong>Keenam</strong>, atau mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad.</p>
<p>او يبتليه الله تعالى فى الدينا بمصائب تكفر عنه</p>
<p><strong>Ketujuh</strong>, atau Allah memberikan ujian kepadanya di dunia dengan berbagai macam musibah yang menjadi sebab terhapusnya dosanya.</p>
<p>او يبتليه فى البرزخ بالصعقة فيكفر بها عنه</p>
<p><strong>Kedelapan</strong>, atau Allah mengujinya di alam Barzakh dengan siksaan kubur yang menjadi sebab terhapusnya dosa-dosanya.</p>
<p>او يبتليه فى عرصات القيامة من اهوالها بما يكفر عنه</p>
<p><strong>Kesembilan</strong>, atau Allah mengujinya di padang Mahsyar dengan berbagai kengerian yang ada di sana yang hal ini menjadi sebab terhapusnya dosa-dosanya.</p>
<p>او يرحمه ارحم الراحمين</p>
<p><strong>Kesepuluh</strong>, atau dia mendapatkan kasih sayang Allah.</p>
<p>فمن اخطأته هذه العشرة فلا يلومن الا نفسه</p>
<p><em>Siapa yang tidak mendapatkan satu pun dari sepuluh sebab pencegah hukuman atas dosa maka janganlah dia menyalahkan kecuali diri sendiri.</em></p>
<p>كما قال تعالى فيما يروى عنه رسول الله يا عبادى انما هى اعمالكم احصيها لكم ثم او فيكم اياها فمن وجد خيرا فليحمد الله ومن وجد غير ذلك فلا يلومن الا نفسه<br />
مجموع الفتاوى &#8211; (10 / 46-45)</p>
<p>Sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi, “Wahai, hamba-hambaKu itulah amal perbuatan kalian yang kucatat untuk kalian lalu Kuberikan balasan. Siapa yang mendapatkan balasan kebaikan maka hendaknya dia memuji Allah. Sebaliknya siapa yang mendapatkan balasan yang lain maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri” (Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah jilid 10 hal 45-46, cetakan standar).</p>
<p><strong>Catatan</strong>:</p>
<p>Perkataan Ibnu Taimiyyah sebagiannya memerlukan uraian penjelasan yang lebih detail.</p>
<p><a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fsepuluh-amal-penghapus-dosa&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/sepuluh-amal-penghapus-dosa"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=2044&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/indonesia-dikepung-bencana" title="Indonesia Dikepung Bencana">Indonesia Dikepung Bencana</a> (13)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/dosa-bidah-dibanding-maksiat" title="Dosa Bid&#8217;ah Dibanding Maksiat">Dosa Bid&#8217;ah Dibanding Maksiat</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/di-masa-muda-bergelimang-maksiat" title="Di Masa Muda Bergelimang Maksiat">Di Masa Muda Bergelimang Maksiat</a> (26)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/sepuluh-amal-penghapus-dosa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Masa Muda Bergelimang Maksiat</title>
		<link>http://ustadzaris.com/di-masa-muda-bergelimang-maksiat</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/di-masa-muda-bergelimang-maksiat#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 20:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab islam]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>
		<category><![CDATA[taubat nashuha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Tanya, “Apakah orang yang di masa mudanya bergelimang maksiat kemudian bertaubat dan memiliki sifat orang-orang yang taat itu bisa dinilai bagian dari orang-orang yang taat?”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fdi-masa-muda-bergelimang-maksiat&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Tanya, “<em>Apakah orang yang di masa mudanya bergelimang maksiat kemudian bertaubat dan memiliki sifat orang-orang yang taat itu bisa dinilai bagian dari orang-orang yang taat?</em>”<span id="more-1182"></span></p>
<p><strong> Jawab:</strong></p>
<p>Siapa saja yang bertaubat maka<span style="text-decoration: underline;"> Allah pasti menerima taubatnya</span>. Orang yang bertaubat dari suatu dosa itu bagaikan orang yang tidak pernah melakukannya sama sekali. Orang yang melakukan maksiat lalu bertaubat, boleh jadi keadaannya malah lebih baik setelah dia menyesal dan bertaubat dengan taubat <em>nashuha</em>. Jika setelah itu dia iringi dengan iman dan memperbanyak amal shalih maka dosa-dosanya akan diganti dengan pahala  sebagai anugrah dan kebaikan dari Allah.</p>
<p>Dengan demikian, keadaannya setelah bertaubat itu malah lebih baik.</p>
<p style="text-align: center;">وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا</p>
<p>Yang artinya, “<em>Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; <strong>Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan</strong>. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang</em>” (QS al Furqon:68-70).</p>
<p>Jika seorang ahli maksiat itu benar-benar bertaubat, mengerjakan berbagai kewajiban, meninggalkan berbagai hal yang haram, meninggalkan yang makruh dan hal-hal yang sia-sia dan bersegera melakukan berbagai amal sunnah, maka dia tergolong yang bersegera dalam kebajikan.
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fdi-masa-muda-bergelimang-maksiat&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/di-masa-muda-bergelimang-maksiat"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=1182&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/dosa-bidah-dibanding-maksiat" title="Dosa Bid&#8217;ah Dibanding Maksiat">Dosa Bid&#8217;ah Dibanding Maksiat</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/toga-sarjana" title="Toga Sarjana">Toga Sarjana</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-lomba-maraton" title="Hukum Lomba Maraton">Hukum Lomba Maraton</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sepuluh-amal-penghapus-dosa" title="Sepuluh Amal Penghapus Dosa">Sepuluh Amal Penghapus Dosa</a> (11)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini" title="Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini">Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini</a> (35)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-bermain-play-station-ps" title="Hukum Bermain Play Station (PS)">Hukum Bermain Play Station (PS)</a> (42)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-memakai-dasi" title="Dasi Menurut Ibnu Utsaimin">Dasi Menurut Ibnu Utsaimin</a> (13)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menyikapi-pajak-dengan-bijak" title="Menyikapi Pajak dengan Bijak">Menyikapi Pajak dengan Bijak</a> (32)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/adakah-bea-cukai-untuk-barang-orang-kafir" title="Adakah Bea Cukai Untuk Barang Orang Kafir?">Adakah Bea Cukai Untuk Barang Orang Kafir?</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-mengheningkan-cipta" title="Hukum Mengheningkan Cipta">Hukum Mengheningkan Cipta</a> (10)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/di-masa-muda-bergelimang-maksiat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Dikepung Bencana</title>
		<link>http://ustadzaris.com/indonesia-dikepung-bencana</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/indonesia-dikepung-bencana#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 20:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[kekafiran]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=659</guid>
		<description><![CDATA[“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan” (QS al Anbiya:35).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Findonesia-dikepung-bencana&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Sesungguhnya Alloh menguji hamba-hambaNya dengan kesenangan dan kesusahan untuk mengetahui sejauh mana syukur dan sabar yang kita miliki. Siapa yang bersabar ketika mendapat bencana, senang ketika mendapat nikmat dan ketika musibah terjadi merendahkan diri kepada Alloh, mengadukan dosa-dosa dan kelalaiannya lalu memohon rahmat dan ampunNya maka dialah orang yang benar-benar beruntung.<span id="more-659"></span></p>
<p>Alloh berfirman,</p>
<p style="text-align: center;">وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ</p>
<p>“<em>Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan</em>” (QS al Anbiya:35).</p>
<p>Yang dimaksud dengan <em>fitnah </em>dalam ayat di atas adalah ujian sehingga diketahui siapakah yang jujur dan siapakah pendusta, siapa yang sabar dan siapa yang syukur.</p>
<p>Yang dimaksud dengan <em>kebaikan </em>dalam hal ini adalah berbagai bentuk nikmat semisal tanah yang subur, kesehatan, menang menghadapi musuh dll. Sedangkan pengertian <em>keburukan</em> adalah berbagai musibah semisal penyakit, dikuasai musuh, gempa bumi, banjir, angin putting beliung, tanah longsor dll.</p>
<p style="text-align: center;">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ</p>
<p>“<em>Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)</em>” (QS ar Rum:41).</p>
<p>Maksudnya segala takdir yang Alloh tetapkan baik berupa nikmat ataupun musibah serta berbagai kerusakan yang nampak adalah dimaksudkan supaya manusia mau kembali kepada pangkuan kebenaran dan segera bertaubat dari hal-hal yang Alloh haramkan serta segera melakukan ketaatan kepada Alloh dan RasulNya. <strong>Sesungguhnya kekafiran dan kemaksiatan adalah sebab segala bencana dan malapetaka di dunia dan akherat. Sebaliknya tauhid, iman, ketaatan kepada Alloh dan RasulNya, komitmen dengan syariat, mendakwahkan agama dan mengingkari orang-orang yang menyelisihi agama adalah sebab segala kebaikan di dunia dan akherat. </strong>Tegar di atas itu semua dan tolong menolong untuk melaksanakannya adalah kemulian di dunia dan akherat.<br />
Dalam banyak ayat, Alloh menjelaskan bahwa sebab terjadinya berbagai adzab untuk umat terdahulu adalah kekafiran dan kemaksiatan</p>
<p style="text-align: center;">فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ</p>
<p>“<em>Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya</em>” (QS al Ankabut:40).</p>
<p style="text-align: center;">وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ</p>
<p>“<em>Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)</em>” (QS asy Syura:30).</p>
<p>Alloh perintahkan kita untuk bertaubat dan merendahkan diri kepadaNya ketika berbagai musibah terjadi.</p>
<p style="text-align: center;">وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ فَلَوْلا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</p>
<p>“<em>Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun Menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan</em>” (QS al An’am:43).</p>
<p>Dalam ayat ini Alloh memotivasi para hambaNya agar merendahkan diri kepada Alloh serta memohon bantuanNya ketika berbagai musibah terjadi semisal banjir, tanah longsor, angin puting beliung, berbagai kecelakaan dll. Kemudian Alloh jelaskan bahwa kerasnya hati dan tipuan setan sehingga amal jelek dianggap baiklah yang menghalangi mereka untuk bertaubat, merendahkan diri dan bertaubat kepadaNya.</p>
<p>Oleh karena itu, ketika terjadi gempa bumi di masa Umar bin Abdul Aziz, beliau mengirimkan surat kepada para gubernur bawahannya berisi perintah supaya kaum muslimin bertaubat, merendahkan diri kepada Alloh dan bertaubat dari berbagai dosa.</p>
<p>Berbagai musibah yang mengepung tanah air kita beberapa akhir ini dan datang silih berganti, tidaklah diragukan lagi merupakan buah dari kekafiran dan kemaksiatan, tidak mau mentaati aturanNya, perhatian dengan dunia dan kesenangannya, berpaling dari akherat dan tidak mau menyiapkan bekal untuk akherat melainkan orang-orang yang Dia sayangi. Berbagai musibah ini mengharuskan kita untuk segera bertaubat kapadaNya dari semua yang Dia haramkan, bersegera untuk mentaatiNya, menerapkan aturanNya, saling menolong untuk berbuat baik dan bertakwa dan mendakwahkan kebenaran. Jika ini semua dilaksanakan maka Alloh akan mencurahkan berbagai nikmatNya kepada kita.</p>
<p>Dalam berbagai ayat Alloh menegaskan bahwa kasih sayangNya dan berbagai nikmatNya yang lain hanya akan didapatkan dengan sempurna dilanjutkan dengan kenikmatan di akherat untuk orang-orang yang bertakwa, beriman, mentaati rasulNya, konsisten di atas syariat dan bertaubat dari berbagai dosa.</p>
<p>Sedangkan orang-orang yang tidak mau taat, sombong untuk menunaikan hak Alloh dan bertahan untuk tetap dalam kekafiran dan kemaksiatan maka Alloh ancam dengan berbagai hukuman di dunia dan akherat bahkan ada hukuman yang disegerakan di dunia sebagai peringatan dan pelajaran bagi yang lain</p>
<p style="text-align: center;">فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</p>
<p>“<em>Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam</em>” (QS al An’am:44-45).</p>
<p>Marilah semua dari kita merenungkan amal yang telah kita lakukan, lalu segera bertaubat, secepat mungkin melakukan ketaatan dan meninggalkan maksiat serta hendaknya kita mengambil pelajaran dari berbagai bencana yang terjadi disebabkan dosa dan maksiat.</p>
<p>(Diolah dari Majmu Fatawa Ibnu Baz 2/127-133).
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Findonesia-dikepung-bencana&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/indonesia-dikepung-bencana"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=659&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/sepuluh-amal-penghapus-dosa" title="Sepuluh Amal Penghapus Dosa">Sepuluh Amal Penghapus Dosa</a> (11)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/dosa-bidah-dibanding-maksiat" title="Dosa Bid&#8217;ah Dibanding Maksiat">Dosa Bid&#8217;ah Dibanding Maksiat</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/di-masa-muda-bergelimang-maksiat" title="Di Masa Muda Bergelimang Maksiat">Di Masa Muda Bergelimang Maksiat</a> (26)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/indonesia-dikepung-bencana/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dosa Bid&#8217;ah Dibanding Maksiat</title>
		<link>http://ustadzaris.com/dosa-bidah-dibanding-maksiat</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/dosa-bidah-dibanding-maksiat#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 20:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[ahli bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaiku wr wb
Ustadz mau Tanya, apakah ada hadits yang menyatakan bahwa derajat orang yang suka tahlilan lebih rendah dari pada seorang pelacur?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fdosa-bidah-dibanding-maksiat&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p><em>Assalamu’alaiku wr wb</em><br />
Ustadz mau Tanya, apakah ada hadits yang menyatakan bahwa derajat orang yang suka tahlilan lebih rendah dari pada seorang pelacur? <span id="more-570"></span>0274 7829942</p>
<p>Jawab:<br />
<em>Wa’alikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh</em></p>
<p>Sampai saat ini kami belum menjumpai hadits Nabi yang isinya sebagaimana yang ditanyakan. Namun mungkin yang dimaksudkan adalah perkataan seorang tabiin bernama Sufyan ats Tsauri.</p>
<p>قال وسمعت يحيى بن يمان يقول سمعت سفيان يقول : البدعة أحب إلى إبليس من المعصية المعصية يتاب منها والبدعة لا يتاب منها</p>
<p>Ali bin Ja’d mengatakan bahwa dia mendengar Yahya bin Yaman berkata bahwa dia mendengar Sufyan (ats Tsauri) berkata, “<strong>Bid’ah itu lebih disukai Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa. Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertaubat. Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertaubat</strong>” (Diriwayatkan oleh Ibnu Ja’d dalam Musnadnya no 1809 dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal 22).</p>
<p>Faktor terpenting yang mendorong seseorang untuk bertaubat adalah <strong>merasa berbuat salah dan merasa berdosa</strong>. Perasaan ini banyak dimiliki oleh pelaku kemaksiatan tapi tidak ada dalam hati orang yang gemar dengan bid’ah. Oleh karena itu, bagaimana mungkin seorang pelaku bid’ah bertaubat ketika dia tidak merasa salah bahkan dia merasa mendapat pahala dan mendekatkan diri kepada Allah dengan bid’ah yang dia lakukan.<br />
Mungkin berdasarkan perkataan Sufyan ats Tsauri ini ada orang yang berkesimpulan bahwa orang yang melakukan bid’ah semisal tahlilan itu lebih rendah derajatnya dibandingkan yang melakukan maksiat semisal melacurkan diri.</p>
<p>Muhammad bin Husain al Jizani ketika menjelaskan poin-poin perbedaan antara maksiat dan bid’ah mengatakan, “Oleh karena itu maksiat memiliki kekhasan berupa ada perasaan menginginkan bertaubat dalam diri pelaku maksiat. Ini berbeda dengan pelaku bid’ah. Pelaku bid’ah hanya semakin mantap dengan terus menerus melakukan kebid’ahan karena dia beranggapan bahwa amalnya itu mendekatkan dirinya kepada Allah, terlebih para pemimpin kebid’ahan besar. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah,</p>
<p style="text-align: center;">أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآَهُ حَسَنًا</p>
<p>“Maka Apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu Dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ?” (QS Fathir:8).<br />
Sufyan ats Tsauri mengatakan, “Bid’ah itu lebih disukai Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa. Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertaubat. Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertaubat”.<br />
Dalam sebuah atsar (perkataan salaf) Iblis berkata, “Kubinasakan anak keturunan Adam dengan dosa namun mereka membalas membinasakanku dengan istighfar dan ucapan la ilaha illallah. Setelah kuketahui hal tersebut maka kusebarkan di tengah-tengah mereka hawa nafsu (baca:bid’ah). Akhirnya mereka berbuat dosa namun tidak mau bertaubat karena mereka merasa sedang berbuat baik” [lihat al Jawab al Kafi 58, 149-150 dan al I’tisham 2/62].</p>
<p>Oleh karena itu secara umum bid’ah itu lebih berbahaya dibandingkan maksiat. Hal ini dikarenakan pelaku bid’ah itu merusak agama. Sedangkan pelaku maksiat sumber kesalahannya adalah karena mengikuti keinginan yang terlarang [al Jawab al Kafi hal 58 dan lihat Majmu Fatawa 20/103].</p>
<p>Ketentuan ini hanya bernilai benar dan berlaku jika tidak ada indikator dan kondisi yang menyebabkan berubahnya status sebuah maksiat atau bid’ah.</p>
<p>Di antara contoh untuk indikator dan kondisi yang dimaksudkan adalah sebagai berikut. Sebuah penyimpangan baik berbentuk maksiat atau bid’ah akan besar dosanya jika dilakukan secara terus menerus, diiringi sikap meremehkan, anggapan kalau hal itu dibolehkan, dilakukan secara terang terangan atau sambil mengajak orang lain untuk melakukannya. Demikian pula sebuah maksiat atau bid’ah itu nilai dosanya berkurang jika dilakukan sambil sembunyi-sembunyi, tidak terus menerus atau penyesalan dan taubat.<br />
Contoh lain untuk indikator adalah sebuah penyimpangan itu semakin besar dosanya jika bahaya yang ditimbulkannya semakin besar. Penyimpangan yang merusak prinsip-prinsip pokok agama itu dosanya lebih besar dari pada yang merusak hal-hal parsial dalam agama. Demikian pula, sebuah penyimpangan yang merusak agama itu lebih besar dosanya dibandingkan penyimpangan yang sekedar merusak jiwa.</p>
<p><strong>Ringkasnya</strong>, ketika kita akan membandingkan bid’ah dengan maksiat maka kita harus memperhatikan situasi dan keadaan, menimbang manfaat dan bahaya dari komparasi tersebut dan memikirkan efek yang mungkin terjadi di kemudian hari dari pembandingan tersebut.<br />
Penjelasan mengenai bahaya bid’ah dan ungkapan hiperbola untuk menunjukkan betapa ngerinya bid’ah sepatutnya tidaklah menyebabkan-pada saat ini atau di kemudian hari-sikap meremehkan dan menyepelekan maksiat.<br />
Sebaliknya, penjelasan mengenai bahaya maksiat dan ungkapan hiperbola untuk menunjukkan betapa ngerinya maksiat sepatutnya tidaklah menyebabkan-pada saat ini atau di kemudian hari-sikap meremehkan dan menyepelekan bid’ah”. (Qawaid Ma’rifah al Bida’ hal 31-33, cetakan Dar Ibnul Jauzi Saudi Arabia).<br />
Penjelasan di atas sangat perlu dilakukan oleh setiap orang yang ingin mengingatkan orang lain akan bahaya bid’ah supaya kita menjadi sebab terbukanya pintu-pintu keburukan tanpa kita sadari.
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fdosa-bidah-dibanding-maksiat&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/dosa-bidah-dibanding-maksiat"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=570&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/sepuluh-amal-penghapus-dosa" title="Sepuluh Amal Penghapus Dosa">Sepuluh Amal Penghapus Dosa</a> (11)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/di-masa-muda-bergelimang-maksiat" title="Di Masa Muda Bergelimang Maksiat">Di Masa Muda Bergelimang Maksiat</a> (26)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/siapakah-yang-disebut-ahli-bidah" title="Siapakah yang Disebut Ahli Bid&#8217;ah?">Siapakah yang Disebut Ahli Bid&#8217;ah?</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/indonesia-dikepung-bencana" title="Indonesia Dikepung Bencana">Indonesia Dikepung Bencana</a> (13)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/vonis-kafir-terhadap-jahmiyah-apakah-pada-individu-atau-pemahamannya" title="Vonis Kafir terhadap Jahmiyah, Apakah pada Individu atau Pemahamannya?">Vonis Kafir terhadap Jahmiyah, Apakah pada Individu atau Pemahamannya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/biji-tasbih-tanda-orang-shalih" title="Biji Tasbih Tanda Orang Shalih?">Biji Tasbih Tanda Orang Shalih?</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-nikah-dengan-akhwat-tarbiyah" title="Hukum Nikah Dengan Akhwat Tarbiyah">Hukum Nikah Dengan Akhwat Tarbiyah</a> (12)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kapan-angkat-tangan-dalam-doa-bidah" title="Kapan Angkat Tangan Dalam Doa Bid&#8217;ah?">Kapan Angkat Tangan Dalam Doa Bid&#8217;ah?</a> (22)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/toga-sarjana" title="Toga Sarjana">Toga Sarjana</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/perayaan-21-april" title="Perayaan 21 April">Perayaan 21 April</a> (5)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/dosa-bidah-dibanding-maksiat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.576 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-05 11:45:05 -->

