<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Di Atas Sunnah &#187; Kisah</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/tag/kisah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 00:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Lelaki Penggoda</title>
		<link>http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 00:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=2077</guid>
		<description><![CDATA[Ketika pagi tiba Umar bertanya-tanya tentang siapakah gerangan lelaki yang bernama Abu Dzi’b, ternyata dia adalah seorang lelaki dari Bani Sulaim. Ketika Khalifah Umar melihat tampangnya ternyata dia adalah laki-laki yang sangat ganteng. Umar pun berkata kepadanya, “Demi Allah, kamulah yang menggoda mereka para perempuan”. Demikian beliau katakan dua atau tiga kali. Lantas beliau mengatakan, “Demi Allah, zat yang jiwaku ada di tangan-Nya aku tidak mau satu daerah dengan orang tersebut”.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Flelaki-penggoda&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">وعمر بن الخطاب رضي الله عنه لما كان يعس بالمدينة فسمع امرأة تتغنى بأبيات تقول فيها :</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Khalifah Umar bin al Khattab ketika beronda di kota Madinah mendengar seorang perempuan yang menyanyikan beberapa bai syair diantaranya adalah:</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">( هل من سبيل إلى خمر فأشربها &#8230; هل من سبيل إلى نصر بن حجاج )</p>
<p>Adakah jalan untuk meminum khamar#</p>
<p>Adakah jalan untuk bersua dengan Nasr bin Hajaj</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">فدعى به فوجده شابا حسنا فحلق رأسه فازداد جمالا فنفاه إلى البصره لئلا تفتتن به النساء</p>
<p>Mendengar hal tersebut, beliau lantas memanggil lelaki yang disebut-sebut dalam bait di atas. Ternyata dia adalah seorang pemuda yang ganteng (sehingga menggoda banyak wanita). Akhirnya beliau gundul pemuda tersebut (agar tidak terlihat ganteng). Ternyata setelah digundul pemuda tersebut malah semakin tambah ganteng. Akhirnya beliau buang pemuda tersebut ke Basrah agar tidak banyak wanita yang tergoda dengan kegantengannya”.</p>
<p>Muhaqqiq ٍSyarh Siyasah Syar&#8217;iyyah mengatakan, “Diriwayatkan oleh Ibnu Saad 3/285 dengan sanad yang sahih”.</p>
<p><strong>Sumber</strong>: Syarh Siyasah Syar’iyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin taqdim Syaikh Muhammad Hassan tahqiqi Shalah al Said hal 387, Maktbah Fayyadh Manshurah Mesir, cetakan pertama 1426 H.</p>
<p>Redaksi yang ada dalam al Thabaqat al Kubro karya Ibnu Saad adalah sebagai berikut:</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">قال أخبرنا عمرو بن عاصم الكلابي قال أخبرنا داود بن أبي الفرات قال أخبرنا عبد الله بن بريدة الأسلمي قال بينما عمر بن الخطاب يعس ذات ليلة إذا امرأة تقول:<br />
هل من سبيل إلى خمر فأشربها أم هل سبيل إلى نصر بن حجاج<br />
فلما أصبح سأل عنه فإذا هو من بني سليم</p>
<p>Dari Abdullah bin Buraidah al Aslami, beliau mengatakan, “Saat Umar bin al Khattab beronda pada suatu malam tiba-tiba beliau mendengar seorang perempuan yang mengatakan:</p>
<p>Adakah jalan untuk meminum khamar#<br />
Adakah jalan untuk bersua dengan Nasr bin Hajaj<br />
Ketika pagi tiba beliau bertanya-tanya tentang siapakah laki-laki yang bernam Nasr bin Hajja. Ternyata dia adalah seorang dari Bani Sulaim.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">فأرسل إليه فأتاه فإذا هو من أحسن الناس شعرا وأصبحهم وجها فأمره عمر أن يطم شعره ففعل فخرجت جبهته فازداد حسنا فأمره عمر أن يعتم ففعل فازداد حسنا</p>
<p>Beliau lantas mengutus seseorang untuk memanggil orang tersebut. Ternyata dia adalah seorang laki-laki yang sangat menawan rambutnya dan wajahnya pun nampak sangat bercahaya. Khalifah Umar lantas memerintahkan untuk mencukur habis rambut kepalanya. Setelah rambutnya dipangkas habis, dahinya nampak menonjol keluar. Jadilah lelaki tersebut semakin ganteng. Umar pun memerintahkan orang tersebut agar mengenakan sorban. Setelah memakai sorban orang malah tambah ganteng.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">فقال عمر لا والذي نفسي بيده لا تجامعني بأرض أنا بها فأمر له بما يصلحه وسيره إلى البصرة</p>
<p>Akhirnya Khalifah Umar mengatakan, “Demi Allah, zat yang jiwaku ada di tangan-Nya aku tidak mau satu daerah dengan orang tersebut”. Beliau lantas memerintahkan orang tersebut agar memperbaiki diri dan memerintahkannya agar pergi ke Basrah.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">قال أخبرنا عمرو بن عاصم الكلابي قال أخبرنا داود بن أبي الفرات قال أخبرنا عبد الله بن بريدة الأسلمي قال خرج عمر بن الخطاب يعس ذات ليلة فإذا هو بنسوة يتحدثن فإذا هن يقلن أي أهل المدينة أصبح؟ فقالت امرأة منهن أبو ذئب</p>
<p>Dari Abdulah bin Buraidah al Aslami, beliau bercerita, “Suatu malam Umar bin al Khattab keluar dari rumahnya. Di jalan beliau menjumpai beberapa wanita yang sedang ngobrol. Ternyata beberapa diantara mereka ada yang bertanya, ‘Siapakah penduduk Madinah yang paling ganteng?”. Salah satu wanita diantara mereka mengatakan, “Abu Dzi’b-lah orangnya”.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">فلما أصبح سأل عنه فإذا هو من بني سليم فلما نظر إليه عمر إذا هو من أجمل الناس فقال له عمر أنت والله ذئبهن مرتين أو ثلاثا والذي نفسي بيده لا تجامعني بأرض أنا بها</p>
<p>Ketika pagi tiba Umar bertanya-tanya tentang siapakah gerangan lelaki yang bernama Abu Dzi’b, ternyata dia adalah seorang lelaki dari Bani Sulaim. Ketika Khalifah Umar melihat tampangnya ternyata dia adalah laki-laki yang sangat ganteng. Umar pun berkata kepadanya, “Demi Allah, kamulah yang menggoda mereka para perempuan”. Demikian beliau katakan dua atau tiga kali. Lantas beliau mengatakan, “Demi Allah, zat yang jiwaku ada di tangan-Nya aku tidak mau satu daerah dengan orang tersebut”.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">قال فإن كنت لا بد مسيرني فسيرني حيث سيرت بن عمي يعني نصر بن حجاج السلمي فأمر له بما يصلحه وسيره إلى البصرة</p>
<p>Orang tersebut mengatakan kepada Khalifah Umar, “Jika engkau hendak membuangku maka buanglah aku ke tempat engkau membuang anak pamanku yaitu Nasr bin Hajaj al Sulami”. Khalifah Umar lantas memerintahkannya agar memperbaiki diri lalu membuangnya ke Basrah”.</p>
<p><strong>Sumber</strong>: Al Thabaqat al Kubro Ibnu Saad 3/285, terbitan Dar Shadir Beirut.</p>
<p>Petikan Pelajaran:</p>
<p>Kisah di atas menunjukkan boleh menjadikan gundul kepala sebagai hukuman sehingga apa yang dilakukan di banyak pesantren yaitu menghukum santri yang melanggar aturan yang ada dengan menggundul kepalanya adalah tindakan yang berdasarkan sunnah Umar.</p>
<p>Diantara bentuk hukuman yang dibenarkan adalah hukuman dengan cara pengasingan. Agak semisal dengan hukuman pengasingan adalah hukuman penjara yang punya efek jera. Itulah penjara yang menyebabkan orang yang dihukum berada dalam keterasingan, bukan penjara yang menyebabkan seorang penjahat mendapatkan tambahan kolega dan guru dalam dunia kejahatan.</p>
<p>Di antara kewajiban penguasa adalah memikirkan dan menelurkan berbagai kebijakan dalam rangka melindungi akhlak dan moral rakyat, bukan malah membuat kebijakan yang pro pengrusakan moral. Lihatlah bagaimana Umar di pagi harinya langsung melakukan tindakan terhadap laki-laki yang menyebabkan banyak wanita yang tergila-gila kepadanya.</p>
<p>Di antara keteladan yang diberikan oleh Khalifah Umar yang patut dicontoh oleh para penguasa adalah melihat sendiri kondisi real di bawah dan tidak merasa cukup dengan laporan yang diberikan oleh pejabat di bawahnya. Adalah kebiasan Umar, ronda malam seorang diri untuk mengecek kondisi rakyat, apa yang sedang terjadi di akar rumput. Dengan cara ini, politik ‘pencitraan’ bisa dihilangkan. Itulah upaya pejabat bawahan yang ingin memberikan citra bahwa kondisi masyarakat itu baik, sejahtera, terlayani dst padahal itu sekedar sandiwara.</p>
<p>Di antara buah ditegakkannya aturan-aturan semaksimal mungkin adalah terwujudnya rasa aman. Dalam kisah di atas, Umar berjalan sendirian melintasi lorong-lorong kota Madinah tanpa merasa khawatir adanya para pelaku kejahatan. Umar berkeliling untuk ronda seorang diri tanpa perlu kawalan paspamres. Kondisi semisal di atas sangatlah sulit untuk kita temukan di zaman ini.</p>
<p>Wanita itu bisa tergoda mati-matian dengan seorang laki-laki sebagaimana laki-laki yang gila-gilaan mencintai seorang wanita. Sungguh manusia itu sangat lemah dengan godaan lawan jenis.</p>
<p>Sungguh benar firman Allah,</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا</p>
<p>“Dan manusia dijadikan bersifat lemah” (QS an Nisa:28).</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">عن ابن طاوس، عن أبيه: { خُلِقَ الإنْسَانُ ضَعِيفًا } أي: في أمر النساء،</p>
<p>Ketika menjelaskan potongan ayat di atas, Thawus mengatakan, “Manusia (baca:laki-laki) itu lemah jika terlibat urusan dengan wanita”.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">وقال وكيع: يذهب عقله عندهن</p>
<p>Sedangkan Waki’ mengatakan, “Akal sehat seorang laki-laki itu tiba-tiba hilang ketika dia tergoda wanita” [Tafsir Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas].</p>
<p>Lihatlah seorang laki-laki yang sangat gagah perkasa tiba-tiba berubah menjadi lemah tidak berdaya bagaikan anak kecil ketika dia berada di hadapan wanita sangat-sangat dia cintai. Sungguh sering kita saksikan laki-laki yang melakukan berbagai hal yang tidak sejalan dengan akal sehat gara-gara sedang terjangkit virus merah jambu.</p>
<p>Demikian pula wanita yang sedang tergoda seorang pria sebagaimana bisa kita simak dalam kisah di atas.</p>
<p>Kisah di atas adalah dalil yang cukup jelas menunjukkan tidak ada aturan bercadar bagi laki-laki. Seandainya laki-laki itu dituntukan untuk bercadar dalam kondisi tertentu tentu kita yakin bahwa Umar akan memilih hukuman bercadar untuk laki-laki yang ada dalam kisah di atas. Ternyata yang dipilih oleh Khalifah Umar adalah hukuman gundul dan pengasingan. Ini menunjukkan tidak adanya tuntunan bercadar bagi laki-laki.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">حدثني الأزهري أنه يحضر مجلسه ( 7)رجال ونساء فكان يجعل على وجهه برقعا خوفا أن يفتتن به الناس من حسن وجهه .</p>
<p>Adz Dzahabi bercerita bahwa yang menghadiri majelis pengajian Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Ahmad bin al Hasan al Mishri adalah laki-laki dan wanita. Ketika mengisi pengajian beliau mengenakan burqo (kain penutup seluruh wajah, termasuk mata). Hal ini beliau lakukan karena khawatir adanya orang baik laki-laki maupun wanita yang tergoda dengan beliau karena demikian indah paras wajah beliau [Siyar A’lam al Nubala jilid 15 hal 381].</p>
<p>Apa yang dilakukan oleh Abul Hasan al Mishri ini tidaklah tepat berdasarkan kisah di atas.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com<br />
</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Flelaki-penggoda&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=2077&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp" title="Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP">Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</a> (121)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya" title="Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya">Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits" title="Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits">Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama" title="Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama">Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda" title="Ulama pun Bisa Bercanda">Ulama pun Bisa Bercanda</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/katakan-saja-saya-tidak-tahu" title="Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;">Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah" title="Dapat Hidayah Lewat Majalah">Dapat Hidayah Lewat Majalah</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kukatakan-kebenaran-dan-aku-siap-bersabar" title="Kukatakan Kebenaran dan Aku Siap Bersabar">Kukatakan Kebenaran dan Aku Siap Bersabar</a> (7)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</title>
		<link>http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 20:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[biro jodoh islami]]></category>
		<category><![CDATA[chatting]]></category>
		<category><![CDATA[fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[HP]]></category>
		<category><![CDATA[hukum chatting]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran online]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab islam]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Aku adalah seorang pemuda. Aku punya hobi main internet dan ngobrol. Aku hampir tidak pernah chatting dengan cewek. Jika terpaksa aku chatting dengan cewek maka aku tidaklah berbicara kecuali dalam hal yang baik-baik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fpacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p><strong>Tanya</strong>: Aku adalah seorang pemuda. Aku punya hobi main internet dan ngobrol (chatting). Aku hampir tidak pernah chatting dengan cewek. Jika terpaksa aku chatting dengan cewek maka aku tidaklah berbicara kecuali dalam hal yang baik-baik.</p>
<p>Kurang dari setahun yang lewat ada seorang gadis yang mengajak aku chatting lalu meminta no hp-ku. Aku katakan bahwa aku tidak mau menggunakan hp dan aku tidak ingin membuat Allah murka kepadaku.</p>
<p>Dia lalu mengatakan, “Engkau adalah seorang pemuda yang sopan dan berakhlak mulia. Aku akan bahagia jika kita bisa berkomunikasi secara langsung”. Kukatakan kepadanya, “Maaf aku tidak mau menggunakan HP”. Kemudian dia berkata dengan nada kesal, “Terserah kamulah”.</p>
<p>Selama beberapa bulan kami hanya berhubungan melalui chatting. Suatu ketika dia mengatakan, “Aku ingin no HP-mu”. “Bukankah dulu sudah pernah kukatakan kepadamu bahwa aku tidak mau menggunakan HP”, jawabku. Dia lalu berjanji tidak akan menghubungiku kecuali ada hal yang mendesak. Kalau demikian aku sepakat.</p>
<p>Setelah itu selama tiga bulan dia tidak pernah menghubungiku. Akupun berdoa agar Allah menjadikannya bersama hamba-hambaNya yang shalih.</p>
<p>Tak lama setelah itu ada seorang gadis kurang lebih berusia 16 tahun yang berakhlak dan sangat sopan menghubungi no HP-ku. Dia berkata dalam telepon, “Apa benar engkau bernama A?”. “Benar, apa yang bisa kubantu”, tanyaku. Dia mengatakan, “Fulanah, yaitu gadis yang telah kukenal via <em>chatting</em>, berkirim salam untukmu”. “Salam kembali untuknya. Mengapa tidak dia sendiri yang menghubungiku?”, tanyaku. “Telepon rumahnya diawasi dengan ketat oleh orang tuanya”, jawabnya.</p>
<p>Setelah orang tuanya kembali memberi kelonggaran, dia kembali menghubungiku. Kukatakan kepadanya, “Jangan sering telepon” namun dia selalu saja menghubungiku. Akan tetapi pembicaraan kami sebatas hal-hal yang baik-baik. Kami saling mengingatkan untuk melaksanakan shalat, puasa dan shalat malam.</p>
<p>Setelah beberapa waktu lamanya, dia berterus terang kalau dia jatuh cinta kepadaku dan aku sendiri juga sangat mencintainya. Aku juga berharap bisa menikahinya sesuai dengan ajaran Allah dan rasul-Nya karena dia adalah seorang gadis yang berakhlak, beradab dan taat beragama setelah aku tahu secara pasti bahwa aku adalah orang yang pertama kali melamarnya via telepon.</p>
<p>Akan tetapi empat bulan yang lewat, ayahnya memaksanya untuk menikah dengan saudara sepupunya sendiri karena ayahnya marah dengannya. Inilah awal masalah. Aku mulai sulit tidur. Kukatakan kepadanya, “<em>Serahkan urusan kita kepada Allah. Kita tidak boleh menentang takdir</em>”. Namun dia meski sudah menikah tetap saja menghubungiku. Kukatakan kepadanya, “<em>Haram bagimu untuk menghubungiku karena engkau sudah menjadi istri seseorang</em>”.</p>
<p>Yang jadi permasalahan, bolehkah dia menghubungiku via HP sedangkan dia telah menjadi istri seseorang? Allah lah yang menjadi saksi bahwa pembicaraanku dengannya sebatas hal yang baik-baik. Kami saling mengingatkan untuk menambah ketaatan terlebih lagi ayahnya memaksanya untuk menikah dengan dengan lelaki yang tidak dia cintai.</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Saling menelepon antar lawan jenis itu <strong>tidaklah diperbolehkan secara mutlak </strong>baik pihak perempuan sudah bersuami ataukah belum. Bahkan ini adalah <strong>tipu daya Iblis</strong>.</p>
<p>Kau katakan bahwa tidak ada hubungan antaramu dengan dia selain saling menasehati dan mengajak untuk melakukan amal shalih. Perhatikan bagaimana masalah cinta dan yang lainnya menyusup melalui hal ini. Bukankah engkau tadi mengatakan bahwa engkau mencintainya dan diapun mencintaimu sedangkan katamu topik pembicaraanmu hanya seputar amal shalih? Kami tahu sendiri beberapa pemuda yang semula sangat taat beragama berubah menjadi menyimpang gara-gara hal ini.</p>
<p><em>Wahai saudaraku bertakwalah kepada Allah. Jauhilah hal ini. </em>Cara-cara seperti ini lebih berbahaya dari pada cara-cara orang fasik yang secara terang-terangan ngobrol dengan perempuan dengan tujuan-tujuan yang tidak terpuji. Mereka sadar bahwa yang mereka lakukan adalah sebuah maksiat. Sadar bahwa suatu hal itu adalah keliru merupakan awal langkah untuk memperbaiki diri.<br />
Sedangkan dirimu tidak demikian bahkan boleh jadi engkau menganggapnya sebagai sebuah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<p>Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> mengatakan,</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ</p>
<p>“Tidaklah kutinggalkan suatu ujian yang lebih berat bagi laki-laki melebihi wanita” (HR Bukhari no 4808 dan Muslim no 2740 dari Usamah bin Zaid).</p>
<p>Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ</p>
<p>“Sesungguhnya awal kebinasaan Bani Israil adalah disebabkan masalah wanita” (HR Muslim no 7124 dari Abu Said al Khudri).</p>
<p>Perempuan yang mengajakmu ngobrol dengan berbagai obrolan ini padahal tidak ada hubungan kekerabatan antara dirimu dengannya adalah suatu yang haram. Hati-hatilah dengan cara-cara semisal ini. Moga Allah menjadikanmu sebagai salah seorang hambaNya yang shalih.</p>
<p><strong>Tanya</strong>: Andai jawaban untuk pertanyaan di atas adalah tidak boleh apakah boleh dia mengajak aku ngobrol via chatting?</p>
<p><strong>Jawab</strong>:<br />
Wahai saudaraku, hal ini tidaklah dibolehkan. Hubunganmu dengannya semula adalah chatting lalu berkembang menjadi komunikasi langsung via telepon dan ujung-ujungnya adalah ungkapan cinta. Apakah hanya akan berhenti di sini?<br />
Semua hal ini adalah trik-trik Iblis untuk menjerumuskan kaum muslimin dalam hal-hal yang haram. Bersyukurlah kepada Allah karena Dia masih menyelamatkanmu. Bertakwalah kepada Allah, jangan ulangi lagi baik dengan perempuan tersebut ataupun dengan yang lain.</p>
<p><strong>Tanya</strong>: Apa hukum seorang laki-laki yang chatting dengan seorang perempuan via internet dan yang dibicarakan adalah hal yang baik-baik?<br />
<strong>Jawab</strong>:<br />
Tidak ada seorangpun yang bisa mengeluarkan fatwa yang bersifat umum untuk permasalahan semisal ini karena ada banyak hal yang harus dipertimbangkan masak-masak. Fatwa yang bisa saya sampaikan kepadamu adalah obrolan dengan lawan jenis yang semisal kau lakukan adalah tidak diperbolehkan. Bukti nyata untuk hal ini adalah apa yang kau ceritakan sendiri bahwa hubunganmu dengan perempuan tersebut terus berkembang ke arah yang terlarang.</p>
<p>[Disarikan dari <em>Majmu Fatawa al Adab</em> karya Nashir bin Hamd al Fahd].
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fpacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=780&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/poligami-haram" title="Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami">Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/amanah-berupa-wanita" title="Amanah Berupa Wanita">Amanah Berupa Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/terlalu-cantik" title="Terlalu Cantik">Terlalu Cantik</a> (25)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menikahi-gadis-culun-yang-tak-kenal-pacaran" title="Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya">Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya</a> (30)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini" title="Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini">Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini</a> (35)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-bermain-play-station-ps" title="Hukum Bermain Play Station (PS)">Hukum Bermain Play Station (PS)</a> (42)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-memakai-dasi" title="Dasi Menurut Ibnu Utsaimin">Dasi Menurut Ibnu Utsaimin</a> (13)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/charge-hp-di-masjidil-haram" title="Bolehkah Charge (Ngecas) HP di Masjid?">Bolehkah Charge (Ngecas) HP di Masjid?</a> (14)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jual-beli-via-internet" title="Jual Beli via Internet">Jual Beli via Internet</a> (27)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tolak-ukur-menyerupai-orang-kafir" title="Tolok Ukur Menyerupai Orang Kafir">Tolok Ukur Menyerupai Orang Kafir</a> (8)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>121</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya</title>
		<link>http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 20:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[ahlul bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=748</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah praktek nyata yang menunjukkan bagaimana akhlak seorang ahli sunnah terhadap musuhnya. Inilah contoh akhlak Ibnu Taimiyyah sebagaimana diceritakan sendiri oleh muridnya yang demikian berbakti, Ibnul Qoyyim. وما رأيت أحدا قط أجمع لهذه الخصال من شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه وكان بعض أصحابه الأكابر يقول : وددت أني لأصحابي مثله لأعدائه [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fakhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Berikut ini adalah praktek nyata yang menunjukkan bagaimana akhlak seorang ahli sunnah terhadap musuhnya. Inilah contoh akhlak Ibnu Taimiyyah sebagaimana diceritakan sendiri oleh muridnya yang demikian berbakti, Ibnul Qoyyim.<span id="more-748"></span></p>
<p>وما رأيت أحدا قط أجمع لهذه الخصال من شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه وكان بعض أصحابه الأكابر يقول : وددت أني لأصحابي مثله لأعدائه وخصومه</p>
<p>Ibnul Qoyyim mengatakan, “Aku tidak mengetahui seorang yang memiliki sifat-sifat ini selain Ibnu Taimiyyah. Moga Allah menyucikan arwahnya.&#8221;</p>
<p>Salah seorang murid senior beliau pernah mengatakan, “Aku berharap bisa bersikap dengan para shahabatku sebagaimana Ibnu Taimiyyah bersikap dengan musuh-musuhnya”.</p>
<p>وما رأيته يدعو على أحد منهم قط وكان يدعو لهم</p>
<p>Aku tidak pernah mengetahui Ibnu Taimiyyah mendoakan kejelekan untuk seorang pun dari musuh-musuhnya. Sebaliknya beliau sering mendoakan kebaikan untuk mereka.</p>
<p>وجئت يوما مبشرا له بموت أكبر أعدائه وأشدهم عداوة وأذى له فنهرني وتنكر لي واسترجع ثم قام من فوره إلى بيت أهله فعزاهم وقال : إني لكم مكانه ولا يكون لكم أمر تحتاجون فيه إلى مساعدة إلا وساعدتكم فيه ونحو هذا من الكلام فسروا به ودعوا له وعظموا هذه الحال منه فرحمه الله ورضى عنه</p>
<p>Suatu hari aku menemui beliau untuk menyampaikan kabar gembira berupa meninggalnya musuh terbesar beliau sekaligus orang yang paling memusuhi dan paling suka menyakiti beliau. Mendengar berita yang kusampaikan, beliau membentakku, menyalahkan sikapku dan mengucapkan istirja’ (<em>inna lillahi wa inna ilahi raji’un</em>).</p>
<p>Kemudian beliau bergegas pergi menuju rumah orang tersebut. Beliau lantas menghibur keluarga yang ditinggal mati . Bahkan beliau mengatakan, “<em>Aku adalah pengganti beliau untuk kalian. Jika kalian memerlukan suatu bantuan pasti aku akan membantu kalian” dan ucapan semisal itu.</em>&#8221;</p>
<p>Akhirnya mereka pun bergembira, mendoakan kebaikan untuk Ibnu Taimiyyah dan sangat kagum dengan sikap Ibnu Taimiyyah tersebut. Moga Allah menyayangi dan meridhoi Ibnu Taimiyyah”.</p>
<p>Perkataan Ibnul Qoyyim di atas saya jumpai dalam Madarij as Salikin 2/328-329, tahqiq Imad ‘Amir, terbitan Darul Hadits Kairo, cetakan pertama 1316H.</p>
<p><em>Allahu Akbar</em>, demikian agung akhlak seorang sunni salafi.<br />
Marilah kita merenung seberapa jauh kita bisa meneladani akhlak beliau.</p>
<p><em>Ya Allah, maafkanlah segala kekurangan kami.</em>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fakhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=748&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda" title="Lelaki Penggoda">Lelaki Penggoda</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bukankah-kita-bisa-bersaudara-meski-kita-beda-pendapat" title="Bukankah Kita Bisa Bersaudara, Meski Kita Beda Pendapat">Bukankah Kita Bisa Bersaudara, Meski Kita Beda Pendapat</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/mempertanyakan-ngaji-dengan-sururi" title="Mempertanyakan &#8220;Ngaji dengan Sururi&#8221;">Mempertanyakan &#8220;Ngaji dengan Sururi&#8221;</a> (28)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dimaksud-sunni-dan-syiah" title="Yang Dimaksud Sunni dan Syi&#8217;ah">Yang Dimaksud Sunni dan Syi&#8217;ah</a> (12)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp" title="Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP">Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</a> (121)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits" title="Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits">Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama" title="Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama">Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda" title="Ulama pun Bisa Bercanda">Ulama pun Bisa Bercanda</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/katakan-saja-saya-tidak-tahu" title="Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;">Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah" title="Dapat Hidayah Lewat Majalah">Dapat Hidayah Lewat Majalah</a> (16)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits</title>
		<link>http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 19:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[amru bin abdul mun'im]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Bahkan beliau lulus dari Universitas Kuwait di bidang ilmu komputer pada tahun 1988. setelah itu beliau bekerja di depatemen listrik dan air di Kuwait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fsarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Beliau adalah <strong>‘Amr bin Abdul Mun’im bin Abdul ‘Aal Al Salim</strong>. Beliau lahir di Mesir pada tanggal 24 Februari 1967. Kemudian beliau dibawa oleh ayahnya ke Kuwait pada tahun 1974. Hal itu disebabkan ayahnya bekerja sebagai guru olah raga di departemen pendidikan Kuwait. Semua jenjang pendidikan formal beliau selesaikan di Kuwait. Bahkan beliau lulus dari Universitas Kuwait di bidang <strong>ilmu komputer</strong> pada tahun 1988. setelah itu beliau bekerja di depatemen listrik dan air di Kuwait.<span id="more-695"></span></p>
<p>Ketika beliau turut menangani proyek program <em>kutub tis’ah</em> (sembilan buku induk hadits) untuk komputer di <em>syarikah ‘alamiah </em>beliau berkenalan dengan <strong>Syeikh Abdullah al Judai’</strong>. Masa-masa ini merupakan masa yang sangat bernilai bagi Syeikh Amru. Ketika itu banyak mengambil manfaat dari ilmu Syeikh al Judai’. Syeikh Amru tidak belajar buku tertentu dalam bidang hadits kepada Syeikh al Judai’. Beliau hanya belajar secara praktis ketika bekerja bersama Syeikh al Judai di Syarikah ‘Alamiah.</p>
<p>Syeikh Amru menikah di Kuwait dan setelah anak pertama beliau lahir terjadilah invasi Iraq terhadap Kuwait. Kondisi ini memaksa beliau untuk kembali ke negeri aslinya yaitu Mesir pada tahun 1990. Di Mesir beliau menyelesaikan proyeknya di Syarikah Alamiah. Syarikah memindahkan proyeknya ke Mesir.</p>
<p>Syeikh Amru bekerja di proyek ini selama enam bulan. Setelah itu beliau menekuni dunia tulis menulis dengan menulis berbagai buku dan risalah/buku tipis. Syeikh Amru memiliki empat orang anak yaitu <em>Abdur Rahman, Abdullah, Abdus Salam dan Abdul Aziz</em>.</p>
<p>Sejak tahun 1998 beliau memiliki penerbitan sendiri yaitu <em>Dar al Dhiya’</em>. Penerbit inilah yang menerbitkan semua buah karya beliau dan beliau sendiri yang mengawasi penerbitannya.</p>
<p>Buku-buku beliau lebih cenderung membahas fiqh, ilmu mushtholah hadits dan takhrij hadits (telusur hadits) dengan diiringi penjelasan tentang derajat hadits yang dikaji apakah lemah atau shahih. Karya-karya beliau beragam ada yang tebal, ada pula yang tipis. Buku-buku beliau memuat manfaat besar yang tidak bisa diingkari.</p>
<p>Berikut ini diantara karya-karya beliau:<br />
(1) <em>Taisir ‘Ulum al Hadits lil Mubtadiin </em>(Cara Mudah Belajar Ilmu Hadist untuk Pemula)<br />
(2) <em>al Jam’u baina al Muqizhah wa al Iqtirah fi Mushtholah al Hadits wa Ulumihi </em><br />
(3) <em>al Adab al Syar’iyyah linnisa’ fi Ziarah al Maqabir</em> (Adab Seorang Wanita ketika Ziarah Kubur)<br />
(4) <em>Hadmu al Manarah liman Shahhaha Ahadits al Tawasul wa al Ziarah</em> (Bantahan untuk orang yang menshahihkan hadits-hadits tentang tawasul dan ziarah kubur)<br />
(5) <em>al Jami’ fi Ahkam al Thalaq wa Fiqhihi min Adillatihi</em> (Buku Lengkap tentang hukum-hukum perceraian berdasarkan dalil)<br />
(6) <em>Qoidah Muhimmah fi Fahmi Kalam al Aimah</em> (Kaedah Penting Untuk memahami perkataan para imam terdahulu)<br />
(7) <em>Qawaid Haditsiyyah Nashsha ‘alaiha al Muhaqqiqun wa Ghafala ‘anha al Musytaghilun </em>(Kaedah-kaedah seputar hadits yang telah ditegaskan oleh para pakar hadits namun dilalaikan oleh orang-orang yang bergelut di bidang hadits)<br />
(8) <em>al Adab al Syar’iyyah fi al Mu’asyarah al Zaujiyyah</em> (Adab-Adab dalam Pergaulan Suami Istri menurut aturan Syariat)<br />
(9) <em>al Ajwibah al Wafirah ‘ala al As-ilah al Wafidah </em>(Buku Kumpulan Fatwa)
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fsarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=695&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama" title="Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama">Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda" title="Ulama pun Bisa Bercanda">Ulama pun Bisa Bercanda</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kyai-sejati" title="Kyai Sejati">Kyai Sejati</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pengertian-ulama" title="Pengertian Ulama">Pengertian Ulama</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda" title="Lelaki Penggoda">Lelaki Penggoda</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lihatlah-keteladanan-syaikh-ibnu-baz" title="Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!">Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp" title="Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP">Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</a> (121)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya" title="Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya">Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/mungkinkah-sarjana-umum-menjadi-ulama" title="Mungkinkah Sarjana Umum Menjadi Ulama?">Mungkinkah Sarjana Umum Menjadi Ulama?</a> (23)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/katakan-saja-saya-tidak-tahu" title="Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;">Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;</a> (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama</title>
		<link>http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 19:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[musthofa al adawi]]></category>
		<category><![CDATA[teknik mesin]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=693</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah di antara orang yang sangat perhatian dengan al Qur’an oleh karenanya tiga puluh juz dari al Qur’an sudah ada di luar kepala beliau.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Forang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Di antara dai ahli sunnah dan ulama yang cukup terkenal dari Mesir adalah <strong>Mushthofa al Adawi</strong>. Beliau lahir di sebuah kampung bernama Maniah Samnud. Sebuah kampung di provinsi al Daqhaliah pada tahun 1945. Beliau pernah mengenyam pendidikan di fakultas teknik tepatnya jurusan <strong>teknik mesin</strong> di tahun 1977.<span id="more-693"></span></p>
<p>Beliau adalah di antara orang yang sangat perhatian dengan al Qur’an oleh karenanya tiga puluh juz dari al Qur’an sudah ada di luar kepala beliau.<br />
Sebagaimana kebiasaan para ulama terdahulu, beliau pernah melakukan rihlah ilmiah (perjalanan dalam rangka menuntut ilmu). Beliau tinggalkan kampung halaman tercinta menuju Yaman tepatnya untuk belajar dengan <strong>Syeikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i</strong>. Selama kurang lebih rentang waktu empat tahun terhitung dari 1400H sampai 1404 H beliau hadiri berbagai pelajaran ilmiah yang disampaikan oleh Syeikh Muqbil. Selama jangka waktu yang sebenarnya tidak begitu lama ini beliau merasa mendapat ilmu yang demikian banyak.</p>
<p>Sekembali dari Yaman beliau membuat sebuah mushalla kecil sebagai tempat beliau mengajarkan ilmu yang telah beliau peroleh selama ini karena ilmu yang manfaat adalah ilmu yang diajarkan kepada orang lain, bukan hanya sekedar disimpan untuk diri sendiri. Di mushalla ini beliau mulai mengajarkan Shahih Bukhari, Muslim, tafsir al Qur’an dan Fiqh.</p>
<p>Ketika mulai banyak penuntut ilmu yang ingin belajar ilmu-ilmu agama kepada beliau baik dari Mesir ataupun di luar Mesir, beliau mulai membangun sebuah masjid besar dan perpustakaan yang besar pula.</p>
<p>Di samping mengajar di masjid sendiri, beliau juga memiliki berbagai kajian rutin setiap pekannya di berbagai provinsi di Mesir.</p>
<p>Di samping aktivitas mengajar, beliau juga mengeluti bidang tulis menulis. Beliau cukup aktif menulis di bidang fikih, hadits, musthalah hadits dan tafsir. Beliau punya obsesi besar untuk menulis tafsir al Qur’an dalam bentuk tanya jawab. Program ini beliau namai <strong>at Tashil li Ta’wil at Tanzil</strong> (cara mudah belajar tafsir al Qur’an). Di antara buku yang sudah beredar di pasaran adalah tafsir untuk surat al Baqarah, Ali Imran, an Nisa’, an Nur, al Hujurat, al Qashash, Yusuf, juz amma dan juz 29.</p>
<p>Dalam bidang fiqh, beliau menulis kitab <strong>al Jami’ li Ahkam al Nisa’</strong> (Buku Lengkap Tentang Hukum-Hukum Seputar Wanita). Buku ini terdiri dari lima jilid dengan rincian empat jilid berisi uraian sedangkan jilid kelima berisi Tanya jawab praktis tentang kandungan empat jilid sebelumnya.</p>
<p>Di samping itu, beliau juga menulis buku fiqh yang bersifat umum. Judul buku tersebut adalah <strong>al Jami’ al ‘Amm fi al Fiqh wa al Ahkam</strong> (buku lengkap tentang fiqh dan hukum).</p>
<p>Karya-karya beliau yang lain diantaranya adalah <strong>al Shahih al Musnad min Ahadits al fitan wa al Malahin wa Ayrath al Sa’ah</strong> (buku kumpulan hadits-hadits shahih mengenai huru hara akhir zaman), <strong>al Shahih al Musnad min Adzkar al yaum wa al Lailah </strong>(buku kumpulan hadits shahih mengenai dzikir-dzikir harian), <strong>al Shahih al Musnad min fadhail al Shahabah</strong> (buku kumpulan hadits shahih mengenai keistimewaan para shahabat Nabi) dan <strong>al Shahih al Musnad min al Ahadits al Qudsiah</strong> (buku kumpulan hadits-hadits qudsi yang shahih).</p>
<p><em>Senantiasa beliau bersungguh-sungguh dalam berdakwah, menebarkan ilmu dan produktif menulis buku. Moga Allah melimpahkan keberkahan untuk ilmu dan amal beliau. </em>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Forang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=693&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits" title="Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits">Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda" title="Ulama pun Bisa Bercanda">Ulama pun Bisa Bercanda</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kyai-sejati" title="Kyai Sejati">Kyai Sejati</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pengertian-ulama" title="Pengertian Ulama">Pengertian Ulama</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda" title="Lelaki Penggoda">Lelaki Penggoda</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lihatlah-keteladanan-syaikh-ibnu-baz" title="Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!">Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp" title="Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP">Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</a> (121)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya" title="Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya">Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/mungkinkah-sarjana-umum-menjadi-ulama" title="Mungkinkah Sarjana Umum Menjadi Ulama?">Mungkinkah Sarjana Umum Menjadi Ulama?</a> (23)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/katakan-saja-saya-tidak-tahu" title="Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;">Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;</a> (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulama pun Bisa Bercanda</title>
		<link>http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 20:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[bercanda]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[“Jika demikian, engkau adalah cucuku!!”. Sambil guyon, Muhammad Khalil mengatakan, “Jika syeikh apakah engkau pernah menikah dengan seorang perempuan Nigeria?!”. Kontan, syeikh tertawa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fulama-pun-bisa-bercanda&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Dua tahun sebelum Syaikh Ibnu Utsaimin meninggal Syaikh Salim bin Sa’ad ath Thawil, salah seorang murid Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan,</p>
<p>“Seiring dengan memuji Allah, aku memiliki hubungan yang istimewa dan terus-menerus dengan Syeikh Ibnu Utsaimin. Hubungan ini terus terjalin kurang lebih selama delapan tahun. Setelah aku kembali ke Kuwait dan lulus dari Universitas Ibnu Suud pada tahun 1407 atau 1987 hubunganku dengan beliau tidak pernah putus baik berupa kunjungan, komunikasi via telepon ataupun korespondensi.<br />
Aku kembali menemui beliau pada tahun 1410 atau 1990 yaitu saat invasi Iraq ke Kuwait. Begitu melihatku, beliau menyambutku dengan sambutan yang luar biasa. Beliau bertanya kepadaku tentang keadaan Kuwait dan penduduknya. Beliau pun berdoa agar Allah menjaga orang tuaku dan keluargaku secara khusus serta penduduk Kuwait secara umun agar terjaga dari cobaan yang demikian besar tersebut.<br />
Setelah itu beliau mengundangku secara khusus untuk makan siang di rumah beliau. Kupenuhi undangan beliau. Yang menemaniku saat itu adalah Syeikh ‘Utsman bin Muhammad al Khumais. Aku memintakan izin kepada beliau agar Syeikh Utsman diperkenankan untuk ikut datang. Beliaupun mengizinkannya. Pertemuan ini kunilai dalam hidupku sebagai pertemuan yang sangat istimewa. Setiap kali, Aku mengingatnya aku banyak-banyak mengucapkan alhamdulillah.<br />
Setelah beberapa tahun, beliau masih saja mengajar. Beliau juga memiliki dauroh ilmiah (semacam training, pent) selama liburan musim panas. Kutulis beberapa memo khusus yang ditujukan kepada beliau untuk beberapa orang yang hendak mengikuti dauroh tersebut agar beliau bisa memberikan tempat tinggal di asrama para peserta dauroh selama kajian liburan musim panas kepada orang yang membawa memo tersebut.<br />
Di antara orang yang kukirim agar belajar langsung kepada beliau adalah Muhammad Khalil. Dia adalah seorang penuntut ilmu dari Nigeria. Sebelumnya dia belajar agama di Kuwait. Dia adalah seorang yang lembut, suka tersenyum dan bercanda. Syeikh Ibnu Utsaimin pun terkadang bercanda dengannya.<br />
Dia sendiri pernah bercerita kepadaku bahwa Syeikh Ibnu Utsaimin suatu hari pada saat kajian pernah bertanya kepadanya, “Wahai Muhammad Khalil apakah dulu ketika di Kuwait engkau sudah pernah belajar (baca:ngaji) dengan Syeikh (baca:ulama) di sana?”. Muhammad Khalil menjawab, “Ya, sudah pernah. Aku ngaji dengan Syeikh Salim bin Saad ath Thawil”. Seketika Syeikh berkata, “Jika demikian, engkau adalah cucuku!!”. Sambil guyon, Muhammad Khalil mengatakan, <em>“Jika syeikh apakah engkau pernah menikah dengan seorang perempuan Nigeria?!”</em>. <strong>Kontan, syeikh tertawa.</strong><br />
Ketika Muhammad Khalil menyampaikan hal tersebut kepadaku maka aku sangat bahagia karena berarti beliau menganggapku sebagai anaknya.<br />
Demi Allah, sungguh beliau itu lebih dari pada seorang ayah. Jika seorang ayah mengajari anaknya bagaimana cara makan, minum, istinja’, dan berbicara maka beliau mengajari anak didiknya tauhid, ibadah, akhlak, perilaku luhur, adab, berbuat baik kepada orang lain dan menjaga hubungan kekerabatan. Sampai-sampai sebagian ulama mengatakan,</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">إن فضل الشيخ على الطالب أكبر من فضل الأب على ابنه!!</p>
<p>“<em>Sesungguhnya jasa seorang guru kepada muridnya itu lebih besar dibandingkan jasa seorang ayah kepada anaknya</em>” (Koran al Wathon Kuwait, Senin 17 Maret 2008 melalui http://www.al-sunna.net/articles/file.php?id=1163 )
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fulama-pun-bisa-bercanda&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=542&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits" title="Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits">Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama" title="Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama">Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kyai-sejati" title="Kyai Sejati">Kyai Sejati</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pengertian-ulama" title="Pengertian Ulama">Pengertian Ulama</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda" title="Lelaki Penggoda">Lelaki Penggoda</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lihatlah-keteladanan-syaikh-ibnu-baz" title="Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!">Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp" title="Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP">Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</a> (121)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/parameter-menyerupai-orang-kafir" title="Parameter Menyerupai Orang Kafir">Parameter Menyerupai Orang Kafir</a> (39)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya" title="Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya">Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/mungkinkah-sarjana-umum-menjadi-ulama" title="Mungkinkah Sarjana Umum Menjadi Ulama?">Mungkinkah Sarjana Umum Menjadi Ulama?</a> (23)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;</title>
		<link>http://ustadzaris.com/katakan-saja-saya-tidak-tahu</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/katakan-saja-saya-tidak-tahu#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 20:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Ibnu Baz]]></category>
		<category><![CDATA[tidak tahu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Di antara prinsip Syeikh Ibnu Baz adalah tidak malu untuk mengatakan, “Saya tidak tahu”. Ini adalah prinsip yang diajarkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fkatakan-saja-saya-tidak-tahu&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Di antara prinsip Syeikh Ibnu Baz adalah tidak malu untuk mengatakan, <strong>“Saya tidak tahu”.</strong> Ini adalah prinsip yang diajarkan oleh Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>.<span id="more-489"></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ َنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ قَالَ فَقَالَ « لاَ أَدْرِى ». فَلَمَّا أَتَاهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَالَ « يَا جِبْرِيلُ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ ». قَالَ لاَ أَدْرِى حَتَّى أَسْأَلَ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ. فَانْطَلَقَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَمْكُثَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنَّكَ سَأَلْتَنِى أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ فَقُلْتُ لاَ أَدْرِى وَإِنِّى سَأَلْتُ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ فَقَالَ َسْوَاقُهَا.</strong></p>
<p>Dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im dari ayahnya, sesungguhnya ada seorang yang menemui Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> lalu berkata, “<em>Wahai rasulullah tempat apakah yang paling buruk?</em>”. Jawaban Rasul, “<em>Aku tidak tahu</em>”. Ketika Jibril datang menjumpai Nabi, beliau bertanya kepada Jibril, “<em>Wahai Jibril, tempat apakah yang paling buruk?</em>”. Jibril berkata, “<em>Aku tidak tahu. Kutanyakan dulu kepada Rabbku azza wa jalla</em>”. Jibril lantas pergi. Setelah beberapa waktu lamanya, Jibril datang dan berkata, “<em>Wahai Muhammad, engkau pernah bertanya kepadaku tentang tempat yang paling buruk lalu jawabku adalah aku tidak tahu. Hal itu telah kutanyakan kepada tuhanku azza wa jalla, ‘Tempat apakah yang paling buruk?</em>’. FirmanNya, “<em>Pasar</em>”. (HR Ahmad no 16790, namun Syeikh Syu’aib al Arnauth mengatakan, ‘Sanadnya lemah’).</p>
<p style="text-align: center;"><strong>عن ابن عمر أن رجلا سأل النبي صلى الله عليه و سلم : أي البقاع شر ؟ قال : ( لا أدري حتى أسأل جبريل ) فسأل جبريل فقال : لا أدري حتى أسأل ميكائيل فجاء فقال : ( خير البقاع المساجد وشرها الأسواق )</strong><strong><br />
</strong><strong><br />
قال شعيب الأرنؤوط : حديث حسن</strong></p>
<p>Dari Ibnu Umar, ada seorang yang bertanya kepada Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, “<em>Tempat apakah yang paling buruk?</em>”. Jawaban Nabi, “<em>Aku tidak tahu. Kutanyakan dulu kepada Jibril</em>”. Setelah ditanyakan kepada Jibril, Jibril mengatakan, “<em>Aku juga tidak tahu. Kutanyakan dulu kepada Mikail</em>”. Pada akhirnya, Jibri datang dan mengatakan, “<em>Tempat yang paling baik adalah masjid. Sedangkan tempat yang paling buruk adalah pasar</em>”. (HR Ibnu Hibban no 1599. Syeikh Syuaib al Arnauth mengatakan, “Hadits hasan”).</p>
<p>Perkataan seorang ulama, “<em>Aku tidak tahu</em>” akan meningkatkan kedudukannya dan menyebabkan Allah membukakan untuknya ilmu yang tiada disangka-sangka karena dia telah menyerahkan ilmu hal yang ditanyakan kepada yang mengetahuinya. Syeikh Ibnu Baz adalah seorang yang sangat luas ilmu dan telaahnya meski demikian beliau tidak berani komentar dalam masalah yang beliau tidak tahu.<br />
Suatu ketika beliau ditanya tentang seorang yang dalam shalat membaca ayat hutang yang merupakan ayat terpanjang dalam alQur’an. Ayat tersebut dibagi untuk dua rakaat. Ketika Syeikh Ibnu Baz ditanya tentang hukum hal ini pada awalnya beliau tidak memberikan jawaban. Beliau mengatakan, “<em>Baru pertama kali ini saya mendapatkan pertanyaan tentang hal ini</em>”. Kemudian beliau berkata, “<em>Jika hal tersebut dia lakukan maka tidak mengapa akan tetapi yang lebih baik jika satu ayat tersebut dibaca untuk satu rakaat</em>”.<br />
Meski beliau banyak membahas berbagai permasalahan dan pertanyaan yang diajukan kepada beliau. Dengan sahaja dan didengar oleh para murid, beliau mengatakan, “<em>Baru pertama kali ini saya mendapatkan pertanyaan tentang hal ini</em>”. Perkataan beliau ini sangat jauh berbeda dengan orang yang sok tahu segalanya. Sedangkan beliau adalah ulama sejati yang merasa takut kepada Allah.<br />
Sangat sering Syeikh Ibnu Baz mengatakan, “<em>Masalah ini perlu dikaji ulang</em>” lantas beliau berkata kepada salah seorang murid yang mengikuti kajian, “<em>Wahai fulan tolong kaji masalah ini dan untukmu doa kebaikan dari kami</em>”. Sang muridpun menyanggupinya kemudian murid tersebut pada kesempatan yang lain datang membawa makalah hasil pengkajian masalah tersebut. Setelah dia bacakan di hadapan Syeikh Ibnu Baz, beliau menyampaikan beberapa komentar.<br />
Suatu waktu ada orang yang datang dan meminta fatwa saat Syeikh Ibnu Baz memberikan pengajian. Adalah kebiasaan beliau memberi fatwa di tengah pengajian meski masalah yang ditanyakan tidak terkait dengan topik pengajian. “<em>Mereka adalah orang-orang yang memiliki hajat</em>”, demikian komentar beliau.<br />
Ternyata jawaban beliau untuk pertanyaan yang diajukan pada saat itu, “<em>Saya tidak tahu. Saya tidak tahu</em>”. “<em>Engkau tidak tahu??!!</em>”, komentar orang tersebut. Syeikh Ibnu Baz berkata, “<em>Umumkan ke seluruh penjuru dunia bahwa Ibnu Baz tidak tahu</em>”.
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fkatakan-saja-saya-tidak-tahu&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/katakan-saja-saya-tidak-tahu"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=489&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/takut-poligami" title="&#8216;Tauhid&#8217; Para Penakut">&#8216;Tauhid&#8217; Para Penakut</a> (1)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda" title="Lelaki Penggoda">Lelaki Penggoda</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jagalah-lisanmu" title="Jagalah Lisanmu!">Jagalah Lisanmu!</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lihatlah-keteladanan-syaikh-ibnu-baz" title="Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!">Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sunnah-nabi-yang-ditinggalkan" title="Sunnah Nabi yang Ditinggalkan">Sunnah Nabi yang Ditinggalkan</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp" title="Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP">Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</a> (121)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya" title="Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya">Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits" title="Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits">Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama" title="Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama">Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda" title="Ulama pun Bisa Bercanda">Ulama pun Bisa Bercanda</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/katakan-saja-saya-tidak-tahu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dapat Hidayah Lewat Majalah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 20:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>
		<category><![CDATA[syeikh al albani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani pernah menceritakan awal mula beliau mendapat hidayah untuk menekuni sunnah dan mempelajarinya yang hal ini terjadi pada saat beliau kurang lebih berusia dua puluh tahun.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fdapat-hidayah-lewat-majalah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani pernah menceritakan awal mula beliau mendapat hidayah untuk menekuni sunnah dan mempelajarinya yang hal ini terjadi pada saat beliau kurang lebih berusia <strong>dua puluh tahun</strong>.<span id="more-445"></span><br />
Beliau berkata, “Suatu hari aku melihat salah satu edisi <strong>majalah al Manar</strong> di antara sejumlah buku yang terpampang di salah satu toko buku. Akhirnya majalah tersebut aku buka-buka. Di majalah tersebut aku jumpai suatu artikel yang ditulis oleh <strong>Sayid Rasyid Ridha</strong> yang berisi deskripsi buku <strong>Ihya Ulumuddin </strong>karya al Ghazali. Dalam artikel tersebut penulis menyebutkan sisi-sisi positif dan negatif yang dimiliki oleh buku tersebut. Itulah pertama kalinya aku membaca suatu tulisan yang memuat kritikan ilmiah. Artikel tersebut mendorongku untuk membaca semua artikel yang ada di edisi tersebut.<br />
Kemudian aku berusaha untuk mengikuti topik takhrij (telusur hadits) al Hafizh al Iraqi untuk kitab Ihya Ulumuddin. Aku ingat ketika itu aku berusaha untuk menyewa edisi majalah tersebut karena aku tidak punya uang untuk membelinya. Aku demikian tertarik dengan takhrij hadits yang demikian jeli itu sehingga aku bertekad bulat untuk menyalinnya”.<br />
Pada akhirnya, Syeikh al Albani menyalin kitab tersebut yaitu takhrij ihya karya al Iraqi yang judul lengkapnya adalah <em>al Mughni ‘an Hamli al Asfar fi al Asfar fi Takhrij maa fi al Ihya min al Akhbar</em>. Beliau salin buku tersebut dengan tulisan beliau yang bagus dan teliti. Beliau susun bagian-bagian buku tersebut dengan sangat bagus. Inilah aktivitas beliau yang pertama terkait dengan hadits. Salinan takhrij Ihya ini masih ada di perpustakaan pribadi beliau hingga saat ini.<br />
Mulai dari sinilah Syeikh al Albani memiliki hubungan yang erat dengan majalah al Manar dan artikel-artikel seputar hadits yang ada di dalamnya. Beliau sangat tertarik dengan artikel-artikel tersebut yang akhirnya mendorong beliau untuk tertarik dengan ilmu hadits, cinta dengan buku-buku hadits dan sangat perhatian untuk mempelajari dan mengkaji buku-buku hadits dengan penuh semangat.<br />
Beliaupun berhasil menguasai ilmu hadits dengan sebab anugrah yang Allah berikan berupa pikiran yang tokcer, kecerdasan yang jarang dijumpai dan ketekunan yang luar biasa.<br />
Jika beliau sudah mendapatkan uang yang memadai kebutuhan pokok beliau dari pekerjaan yang beliau tekuni yaitu <strong>reparasi jam</strong>, beliau berhenti bekerja lalu menyibukkan diri dengan ilmu. Kedai reparasi jam beliau pun berubah menjadi tempat pertemuan para penuntut ilmu.<br />
<em>Subhanallah</em>, bagaimana mungkin ilmu hadits bisa menguasai hati dan pikiran pemuda ini padahal dia tumbuh besar di lingkungan yang semarak dengan ilmu dan ketaatan dalam beragama namun demikian fanatik dengan mazhab fiqh tertentu. Bahkan ayahnya sendiri ketika melihat ketekunan beliau mempelajari ilmu hadits berkomentar, “<em>Hai Muhammad, ilmu hadits adalah kesibukan orang-orang yang bangkrut</em>”.<br />
Ketika ahli sejarah dan pakar hadits dari negeri Halb, Suria yaitu Syeikh Muhammad Raghib al Thabakh melihat betapa menonjolnya pemuda Muhammad Nashiruddin al Albani dan ketekunannya untuk mempelajari ilmu hadits beliau memberikan kepada pemuda Muhammad Nashiruddin al Albani ijazah untuk semua kitab hadits yang beliau miliki ijazahnya. Daftar buku-buku hadits yang beliau ijazahkan disebutkan dalam buku tipis yang ditulis oleh beliau sendiri yaitu Muhammad Raghib al Thabakh yang berjudul <em>al Anwar al Jaliyyah fi Mukhtashar al Atsbat al Halabiyyah.</em></p>
<blockquote><p>Yang dimaksud ijazah dalam hal ini adalah izin seorang guru kepada muridnya untuk mengajarkan buku yang pernah dipelajari oleh sang guru dari guru dan demikian seterusnya sampai kepada penulis buku tersebut.</p></blockquote>
<p>Bukanlah rahasia lagi bahwa Syeikh al Albani sering berkata tentang ijazah yang pernah beliau dapatkan ini, “<em>Ijazah tersebut sedikitpun tidaklah menarik perhatianku. Ijazah tersebut hanya aku gunakan untuk membantah orang-orang yang dengki</em>” (Lihat Muhaddits al ‘Ashr karya Sumair bin Amin az Zuhair hal 13-14, terbitan Dar al Mughni).
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fdapat-hidayah-lewat-majalah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=445&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda" title="Lelaki Penggoda">Lelaki Penggoda</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp" title="Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP">Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</a> (121)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya" title="Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya">Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits" title="Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits">Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama" title="Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama">Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda" title="Ulama pun Bisa Bercanda">Ulama pun Bisa Bercanda</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/katakan-saja-saya-tidak-tahu" title="Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;">Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kukatakan-kebenaran-dan-aku-siap-bersabar" title="Kukatakan Kebenaran dan Aku Siap Bersabar">Kukatakan Kebenaran dan Aku Siap Bersabar</a> (7)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kukatakan Kebenaran dan Aku Siap Bersabar</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kukatakan-kebenaran-dan-aku-siap-bersabar</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/kukatakan-kebenaran-dan-aku-siap-bersabar#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 20:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[syeikh ibnu baz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika Syaikh Ibnu Baaz mengatakan,

“Alhamdulillah sejak aku mengenal kebenaran saat aku masih muda, aku mendakwahkannya dan bersabar ketika mendapatkan gangguan karenanya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fkukatakan-kebenaran-dan-aku-siap-bersabar&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Suatu ketika Syaikh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Aziz_bin_Abdullah_bin_Baz" target="_blank">Ibnu Baaz</a> mengatakan,</p>
<p>“Alhamdulillah sejak aku mengenal kebenaran saat aku masih muda, aku mendakwahkannya dan bersabar ketika mendapatkan gangguan karenanya.<span id="more-345"></span> Aku tidak pernah sungkan dan basa basi jika berkaitan dengan kebenaran. Kukatakan kebenaran dan aku siap bersabar untuk itu. Jika orang yang kuajak bicara menerima kebenaran maka <em>alhamdulillah</em>. Jika tidak mau menerima juga <em>alhamdulillah</em>. <strong>Inilah jalan hidup yang kucanangkan untuk diriku sendiri terserah orang lain apakah setuju ataukah tidak</strong>. Selama aku berbuat dengan dasar ilmu, selama apa yang kuyakini berdasarkan ilmu maka tetap akan kusampaikan kebenaran meski ada orang siapa pun dia yang menyelesihiku. Untuk mereka ijtihad mereka. Allah akan memberikan dua pahala untuk mujtahid yang benar dan satu pahala jika ijtihadnya salah”.</p>
<p>Inilah pernyataan beliau pribadi tentang dirinya. Renungkanlah perkataan beliau. Beliau komitmen dengan kebenaran dan kebenaran tidaklah diketahui kecuali dengan dalil dari al Qur’an dan sunnah. Inilah jalan yang dititi oleh Nabi kita.</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala berfirman yang artinya,</p>
<blockquote><p>“Katakanlah: &#8220;Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata” (QS Yusuf:108).</p></blockquote>
<p><em>Soko guru dakwah adalah ilmu.</em></p>
<p>Kemudian cermatilah, beliau tidaklah menjatuhkan martabat orang yang menyelisihi beliau. Bahkan beliau berpandangan bahwa orang yang menyelisihi beliau berada dalam dua kemungkinan, mendapatkan dua pahala atau satu pahala baik benar ataupun salah.<br />
Beliau tidak akan membicarakan orangnya, melecehkannya ataupun menjatuhkannya. Bahkan orang yang menyelisihi beliau, beliau doakan agar mendapat rahmat Allah dan beliau nilai sebagai seorang mujtahid bahkan meskipun orang tersebut membicarakan diri beliau.</p>
<p>Suatu hari beliau menyampaikan pengajian. Setelah pengajian ada orang yang mengatakan,</p>
<blockquote><p>“Sesungguhnya Syeikh fulan mengatakan bahwa engkau adalah ahli bid’ah”.</p></blockquote>
<p>Komentar Syeikh Ibnu Baz,</p>
<blockquote><p>“Beliau mujtahid. Beliau mujtahid. Silahkan dilanjutkan dengan pertanyaan berikutnya”.</p></blockquote>
<p>Demikian komentar beliau, tidak lebih dari itu.
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fkukatakan-kebenaran-dan-aku-siap-bersabar&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/kukatakan-kebenaran-dan-aku-siap-bersabar"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=345&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/lelaki-penggoda" title="Lelaki Penggoda">Lelaki Penggoda</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lihatlah-keteladanan-syaikh-ibnu-baz" title="Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!">Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sunnah-nabi-yang-ditinggalkan" title="Sunnah Nabi yang Ditinggalkan">Sunnah Nabi yang Ditinggalkan</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp" title="Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP">Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP</a> (121)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/akhlaq-seorang-ahlus-sunnah-terhadap-musuhnya" title="Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya">Akhlaq Seorang Ahlus Sunnah Terhadap Musuhnya</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sarjana-komputer-yang-jadi-ulama-hadits" title="Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits">Sarjana Komputer yang Jadi Ulama Hadits</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/orang-teknik-mesin-yang-jadi-ulama" title="Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama">Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda" title="Ulama pun Bisa Bercanda">Ulama pun Bisa Bercanda</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/katakan-saja-saya-tidak-tahu" title="Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;">Katakan Saja &#8220;Saya Tidak Tahu&#8221;</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah" title="Dapat Hidayah Lewat Majalah">Dapat Hidayah Lewat Majalah</a> (16)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/kukatakan-kebenaran-dan-aku-siap-bersabar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.721 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-07 15:53:02 -->

