<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Di Atas Sunnah &#187; ikhwanul muslimin</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/tag/ikhwanul-muslimin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 17:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pengertian Kelompok Sesat</title>
		<link>http://ustadzaris.com/pengertian-kelompok-sesat</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/pengertian-kelompok-sesat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 20:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[aliran sesat]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwanul muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[IM]]></category>
		<category><![CDATA[LDII]]></category>
		<category><![CDATA[sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[“Apakah al Ikhwan al Muslimun (IM) itu termasuk firqoh najiyyah (golongan yang selamat), thoifah manshuroh (golongan yang mendapatkan pertolongan), ahli sunah wal jamaah secara manhaj kelompok dan person-personnya ataukah tidak?”.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Syeikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i -rahimahullah- mendapat pertanyaan sebagai berikut,</p>
<p style="text-align: center;">هل الإخوان المسلمون يدخلون تحت مسمى الفرقة الناجية، والطائفة المنصورة، أهل السنة والجماعة منهجًا وأفرادًا أم لا؟</p>
<p style="text-align: center;">“Apakah <em>al Ikhwan al Muslimun</em> (IM) itu termasuk <em>firqoh najiyyah </em>(golongan yang selamat), <em>thoifah manshuroh</em> (golongan yang mendapatkan pertolongan), <em>ahli sunah wal jamaah</em> secara manhaj kelompok dan person-personnya ataukah tidak?”.<span id="more-1056"></span></p>
<p style="text-align: center;">الجواب: أما المنهج فمنهج مبتدع من تأسيسه ومن أول أمره، فالمؤسس كان يطوف بالقبور وهو حسن البنا، ويدعو إلى التقريب بين السنة والشيعة، ويحتفل بالموالد، فالمنهج من أول أمره منهج مبتدع ضال.</p>
<p>Jawaban beliau, “Adapun manhaj atau jalan IM secara kelompok adalah<span style="text-decoration: underline;"> jalan yang bid’ah </span>semenjak awal berdirinya dan semenjak pertama kali keberadaannya. Pendiri IM yaitu Hasan al Banna adalah orang yang tawaf mengelilingi kubur, mempropagandakan upaya mendekatkan sunnah dan syi&#8217;ah dan merayakan maulid Nabi. Jadi manhaj atau jalan beragama IM secara kelompok adalah <span style="text-decoration: underline;">manhaj yang bid’ah dan sesat</span>.</p>
<p style="text-align: center;">أما الأفراد فلا نستطيع أن نجري عليهم حكمًا عامًا، فمن كان يعرف أفكار حسن البنا المبتدع ثم يمشي بعدها فهو ضال، ومن كان لا يعرف هذا ودخل معهم باسم أنه ينصر الإسلام والمسلمين ولا يعرف حقيقة أمرهم فلسنا نحكم عليه بشيء، لكننا نعتبره مخطئًا ويجب عليه أن يعيد النظر حتى لا يضيع عمره بعد الأناشيد والتمثيليات، وانتهاز الفرص لجمع الأموال.</p>
<p>Sedangkan person yang ada dalam IM maka kami tidak bisa memberi penilaian secara general. Sehingga perlu kita rinci:</p>
<p>a. Person yang mengetahui pemikiran-pemikiran Hasan al Banna kemudian masih tetap mengikutinya maka orang tersebut adalah orang yang sesat.</p>
<p>b.	Sedangkan orang yang tidak mengetahui hal ini dan bergabung bersama mereka karena beranggapan bahwa IM itu menolong Islam dan kaum muslimin serta tidak mengetahui hakikat IM yang sebenarnya maka kita tidak bisa memberi penilaian sesat terhadap orang tersebut. Akan tetapi kita menilainya sebagai orang yang keliru. Orang tersebut berkewajiban untuk melakukan pengkajian ulang supaya waktu dan umurnya tidak terbuang sia-sia dikarenakan sibuk dengan nasyid dan sandiwara serta memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mengumpulkan harta”</p>
<p>[<em>Tuhfah al Mujib fi As-ilah al Hadhir wa al Gharib</em>, terbitan Dar Haramain Kairo, halaman 101, cetakan pertama 1424 H].</p>
<p>***</p>
<p>Dalam keterangan di atas terdapat kaedah dalam penilaian yang sangat penting namun dilalaikan oleh banyak orang.</p>
<blockquote><p>Kaedah tersebut yaitu penilaian sesat yang diberikan oleh para ulama ahli sunah terhadap suatu kelompok adalah penilaian terhadap manhaj atau jalan beragama kelompok tersebut, bukan penilaian untuk semua person atau anggota kelompok tersebut.</p></blockquote>
<p>Sedangkan penilaian untuk masing-masing person atau anggota kelompok tersebut maka itu <span style="text-decoration: underline;">tergantung keadaan person tersebut</span>, apakah dia mengetahui letak kesesatan manhaj atau jalan beragama kelompok tersebut ataukah tidak. Hanya orang yang telah mengetahui letak penyimpangan dan kesesatan kelompok tersebut namun masih saja mendukung kesesatan tersebutlah yang dinilai sebagai orang yang sesat sebagaimana sesatnya kelompok yang dia ikuti.</p>
<p>Contoh lain selain kelompok yang telah dibahas dalam fatwa di atas adalah LDII. Ketika kita nilai bahwa LDII adalah kelompok sesat maka hal ini bukanlah berarti kita menilai semua anggota LDII adalah orang sesat. Untuk person dan anggota LDII kita perlu memberi rincian. Anggota yang telah mengetahui kesesatan LDII dalam masalah <em>takfir </em>(tuduhan kafir) kepada orang yang berada di luar LDII dan sisi kesesatan yang lain, itulah orang yang kita nilai sebagai orang yang sesat dan ahli bid’ah. Sedangkan orang LDII yang masuk LDII karena kepolosannya dan karena dia mengira LDII itu berada dalam kebenaran lantaran materi kajiannya adalah al Qur’an, kutub <em>sittah </em>(enam buku induk dalam bidang hadits) dan kitab yang jumlahnya 13 yang seluruhnya hanya berisi ayat al Qur’an dan hadits nabi maka orang semacam ini tidak kita nilai sebagai orang yang sesat atau ahli bid’ah. Orang tersebut hanya kita nilai sebagai orang yang keliru secara tidak sengaja dan orang yang salah jalan dikarenakan tertipu dengan penampilan luar dari LDII.</p>
<p>Dengan memahami kaedah ini secara baik maka kita akan bisa memahami perkataan para ulama dengan tepat dan lebih bisa bersikap arif dan bijaksana dalam bersikap dan memberi penilaian.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Sungguh ilmu itu sangat indah dan bernilai. Semoga kita selalu menjadi pencarinya. </em></p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fpengertian-kelompok-sesat&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=1056&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/pengajian-sembunyi-sembunyi-tanda-kesesatan" title="Pengajian Sembunyi-Sembunyi, Tanda Kesesatan">Pengajian Sembunyi-Sembunyi, Tanda Kesesatan</a> (34)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll" title="Bekerjasama dengan Jama&#8217;ah Tabligh">Bekerjasama dengan Jama&#8217;ah Tabligh</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/salafi-kerja-sama-dengan-ikhwani" title="Salafi Kerja Sama dengan Ikhwani?!">Salafi Kerja Sama dengan Ikhwani?!</a> (60)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/pengertian-kelompok-sesat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekerjasama dengan Jama&#8217;ah Tabligh</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 05:44:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mu'amalah]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwanul muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[ta'awun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll</guid>
		<description><![CDATA[“Terdapat banyak kelompok dan aliran pada saat ini. Ada Ikhwan Muslimin, Jamaah Tabligh, Jamaah Anshor Sunnah Muhammadiyyah, Jum’iyyah Syar’iyyah dan Salafi. Ada juga yang disebut oleh banyak orang dengan Jamaah Takfir wa Hijrah. Kelompok-kelompok di atas terdapat di Mesir. Bagaimana sikap seorang muslim terhadap berbagai kelompok di atas? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah terjemah dari Fatwa <em>Lajnah Daimah</em> yang terdapat dalam Fatwa Lajnah Daimah 2/238-239 terbitan Dar Balansiah cetakan ketiga tahun 1421H.<span id="more-503"></span></p>
<p style="text-align: center;">السؤال الرابع من الفتوى رقم ( 6280 ) :<br />
س4: الجماعات والفرق الموجودة الآن أقصد بها جماعة الإخوان المسلمين ، وجماعة التبليغ ، وجماعة أنصار السنة المحمدية ، والجمعية الشرعية ، والسلفيين ، ومن يسمونهم التكفير والهجرة ، وهذه كلها وغيرها قائمة بمصر أسأل ما موقف المسلم منها؟</p>
<p>Pertanyaan keempat dalam fatwa no 6280.</p>
<p>Tanya:<br />
“Terdapat banyak kelompok dan aliran pada saat ini. Ada Ikhwan Muslimin, Jamaah Tabligh, Jamaah Anshor Sunnah Muhammadiyyah, Jum’iyyah Syar’iyyah dan Salafi. Ada juga yang disebut oleh banyak orang dengan Jamaah Takfir wa Hijrah. Kelompok-kelompok di atas terdapat di Mesir. Bagaimana sikap seorang muslim terhadap berbagai kelompok di atas?
</p>
<p style="text-align: center;">وهل ينطبق عليها حديث حذيفة رضي الله عنه فاعتزل تلك الفرق كلها ولو أن تعض بأصل شجرة حتى يدركك الموت وأنت على ذلك رواه الإمام مسلم في الصحيح؟</p>
<p>Apakah berlaku untuk mereka hadits dari shahabat Hudzaifah, “Tinggalkanlah semua kelompok yang ada meski engkau harus menggigit akar pohon sehingga engkau meninggal dunia dalam keadaan demikian” (HR Muslim)?”.</p>
<p style="text-align: center;">ج4: كل من هذه الفرق فيها حق وباطل وخطأ وصواب، وبعضها أقرب إلى الحق والصواب وأكثر خيرا وأعم نفعا من بعض،</p>
<p>Jawaban Lajnah Daimah, “Semua kelompok di atas memiliki kebenaran dan kebatilan serta memiliki pendapat yang benar dan pendapat yang salah. Sebagian kelompok tersebut lebih dekat dengan kebenaran dan pendapat yang benar dari pada kelompok yang lain. Demikian pula, sebagian kelompok tersebut lebih banyak kebaikan dan lebih luas jangkauan manfaatnya bagi kaum muslimin dibandingkan kelompok yang lain.</p>
<p style="text-align: center;">فعليك أن تتعاون مع كل منها على ما معها من الحق وتنصح لها فيما تراه خطأ، ودع ما يريبك إلى ما لا يريبك.<br />
وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.</p>
<p>Maka menjadi kewajiban anda untuk bekerja sama dengan semua kelompok yang ada <strong>dalam kebenaran yang dimiliki kelompok tersebut</strong> dan <strong>memberikan nasehat untuk semua kelompok tersebut dalam yang anda nilai sebagai sebuah kesalahan yang dimiliki oleh kelompok tersebut.</strong> Tinggalkan yang meragukan dan pilihlah yang tidak meragukan”.
</p>
<p style="text-align: center;">اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء<br />
عضو &#8230; عضو &#8230; نائب رئيس اللجنة &#8230; الرئيس<br />
عبد الله بن قعود &#8230; عبد الله بن غديان &#8230; عبد الرزاق عفيفي &#8230; عبد العزيز بن عبد الله بن باز</p>
<p>Fatwa ini ditandatangani oleh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz sebagai ketua Lajnah Daimah, Abdurrazzaq Afifi sebagai wakil ketua dan Abdullah bin Ghadayan serta Abdullah bin Qa’ud masing-masing selaku anggota.</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fkerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=503&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/salafi-kerja-sama-dengan-ikhwani" title="Salafi Kerja Sama dengan Ikhwani?!">Salafi Kerja Sama dengan Ikhwani?!</a> (60)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kritik-ijtima-tahunan-jamaah-tabligh" title="Kritik: Ijtima&#8217; Tahunan Jama&#8217;ah Tabligh">Kritik: Ijtima&#8217; Tahunan Jama&#8217;ah Tabligh</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lihatlah-keteladanan-syaikh-ibnu-baz" title="Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!">Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bukankah-kita-bisa-bersaudara-meski-kita-beda-pendapat" title="Bukankah Kita Bisa Bersaudara, Meski Kita Beda Pendapat">Bukankah Kita Bisa Bersaudara, Meski Kita Beda Pendapat</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pengertian-kelompok-sesat" title="Pengertian Kelompok Sesat">Pengertian Kelompok Sesat</a> (11)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pilih-pilih-guru-ngaji" title="Pilih-pilih &#8220;Guru Ngaji&#8221;">Pilih-pilih &#8220;Guru Ngaji&#8221;</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/mukmin-satu-dan-lainnya-bagai-dua-tapak-tangan" title="Mukmin Satu dan Lainnya Bagai Dua Tapak Tangan">Mukmin Satu dan Lainnya Bagai Dua Tapak Tangan</a> (17)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haram-menipiskan-alis-mata" title="Haram Menipiskan Alis Mata">Haram Menipiskan Alis Mata</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/mungkinkah-salafi-berdasi-berjas-dan-memakai-pantalon" title="Mungkinkah Salafi Berdasi, Berjas dan Memakai Pantalon?">Mungkinkah Salafi Berdasi, Berjas dan Memakai Pantalon?</a> (38)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hadiah-untuk-pejabat" title="Hadiah untuk Pejabat">Hadiah untuk Pejabat</a> (49)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salafi Kerja Sama dengan Ikhwani?!</title>
		<link>http://ustadzaris.com/salafi-kerja-sama-dengan-ikhwani</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/salafi-kerja-sama-dengan-ikhwani#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 20:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwanul muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah terjemah dari Fatwa Lajnah Daimah yang terdapat dalam Fatwa Lajnah Daimah 2/237-238 terbitan Dar Balansiah cetakan ketiga tahun 1421.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Berikut ini adalah terjemah dari Fatwa Lajnah Daimah yang terdapat dalam Fatwa Lajnah Daimah 2/237-238 terbitan Dar Balansiah cetakan ketiga tahun 1421.</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-492"></span><br />
أقرب الجماعات الإسلامية إلى الحق<br />
السؤال الأول من الفتوى رقم ( 6250 ) :<br />
س1: في العالم الإسلامي اليوم عدة فرق وطرق الصوفية مثلا: هناك جماعة التبليغ ، الإخوان المسلمين ، السنيين ، الشيعة ، فما هي الجماعة التي تطبق كتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم؟</p>
<p>Jamaat Islamiah (Kelompok-Kelompok dalam Islam) yang Paling Dekat dengan Kebenaran<br />
Pertanyaan pertama dari fatwa no 6250.<br />
Tanya, “Di dunia Islam saat ini terdapat berbagai aliran dan tarekat sufi. Misalnya ada Jamaah Tabligh, Ikhwan Muslimin, Sunni dan Syiah. Kelompok manakah yang menerapkan al Qur’an dan Sunnah Rasulullah?”
</p>
<p style="text-align: center;">ج1: أقرب الجماعات الإسلامية إلى الحق وأحرصها على تطبيقه: أهل السنة : وهم أهل الحديث ، وجماعة أنصار السنة ، ثم الإخوان المسلمون .</p>
<p>Jawab, “Kelompok dalam Islam yang paling dekat dengan kebenaran dan paling semangat untuk menerapkan kebenaran adalah ahli sunnah. Merekalah ahli hadits dan Jamaah Anshor Sunnah. Setelah itu baru Ikhwan Muslimin.</p>
<p style="text-align: center;">وبالجملة فكل فرقة من هؤلاء وغيرهم فيها خطأ وصواب، فعليك بالتعاون معها فيما عندها من الصواب، واجتناب ما وقعت فيه من أخطاء، مع التناصح والتعاون على البر والتقوى.<br />
وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.</p>
<p>Ringkasnya semua kelompok baik mereka-mereka yang telah disebutkan namanya dalam jawaban di atas ataupun selainnya itu memiliki kesalahan dan kebenaran. Menjadi kewajiban anda untuk tolong menolong bersama berbagai kelompok tersebut asalkan dalam kebenaran yang ada pada kelompok tersebut. Demikian pula, anda memiliki kewajiban untuk menjauhi berbagai kesalahan yang ada pada kelompok tersebut diiringi usaha untuk saling menasehati dan bekerja sama dalam kebajikan dan takwa”.
</p>
<p style="text-align: center;">اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء<br />
عضو &#8230; عضو &#8230; نائب رئيس اللجنة &#8230; الرئيس<br />
عبد الله بن قعود &#8230; عبد الله بن غديان &#8230; عبد الرزاق عفيفي &#8230; عبد العزيز بن عبد الله بن باز</p>
<p>Fatwa ini ditandatangani oleh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz sebagai ketua Lajnah Daimah, Abdurrazaq Afifi sebagai wakil ketua, Abdullah bin Ghadayan dan Abdullah Qo’ud sebagai anggota.<br />
Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari fatwa para ulama di atas.<br />
1.	Dalam fatwa di atas, Lajnah Daimah menyatakan bahwa golongan yang paling dekat kepada kebenaran adalah ahli sunnah. <strong>Lajnah Daimah tidak mengatakan bahwa ahli sunnah adalah ahli haq yaitu orang yang jelas berada di atas jalan kebenaran</strong>. Mengapa demikian?<br />
<em>Wallahu a’lam</em>, nampaknya kita perlu membedakan antara ahli sunnah sebagai <strong>manhaj </strong>atau jalan beragama dan ahli sunnah dalam pengertian <strong>orang-orang yang menisbatkan diri sebagai ahli sunnah atau orang-orang yang bercita-cita untuk menjadi bagian dari ahli sunnah</strong>. Ahli sunnah dalam pengertian pertama adalah al haq atau kebenaran itu sendiri. Semua penyimpangan dari ahli sunnah dengan pengertian ini adalah kesesatan tanpa perlu diragukan lagi.<br />
Sedangkan manusia-manusia yang berupaya untuk meniti manhaj atau jalan ahli sunnah adalah manusia-manusia yang <strong>tidak maksum dari dosa dan salah</strong>. Tidak menutup kemungkinan mereka memiliki kesalahan baik karena keterbatasan ilmu atau godaan setan ataupun dorongan nafsu. Oleh karena itu<em>-wal’ilmu ‘indallah-</em>Lajnah Daimah mengatakan bahwa kumpulan manusia yang paling mendekati kebenaran adalah orang-orang yang berupaya meniti jalan ahli sunnah dalam beragama. Level berikutnya adalah sekumpulan orang-orang yang meniti manhaj atau jalan Ikhwan Muslimin dalam beragama.<br />
2.	Dalam fatwa di atas terdapat penegasan dari para ulama yang berada dalam Lajnah Daimah bahwa <strong>Ikhwan Muslimin itu bukan bagian dari ahli sunnah.</strong><br />
3.	Para ulama yang tergabung dalam Lajnah Daimah sebagaimana dalam fatwa mereka di atas membolehkan atau bahkan mewajibkan (dalam fatwa di atas disebutkan,<em> ‘alaika bit ta’awun</em>) seorang muslim salafi untuk bekerja sama dengan orang-orang Ikhwan Muslimin asalkan dalam kebajikan dan takwa. Namun perlu diingat bahwa tolak ukur kebajikan dan takwa adalah <strong>syariat</strong>, bukan semata-mata akal pikiran. Sering kali terjadi suatu hal itu dianggap sebagai amalan <em>birr </em>atau kebaikan dengan alasan ‘<em>maslahat dakwah</em>’ padahal itu adalah maksiat dalam timbangan syariat.<br />
4.	Berdasarkan penjelasan di atas sungguh tidak tepat peluru tuduhan ‘hizbi, ikhwani atau ahli bid’ah’ yang tembakkan sebagian orang kepada seorang yang ‘menurutnya’ ketahuan atau terindikasi memiliki hubungan kerja sama dengan orang-orang Ikhwan Muslimin padahal dia adalah seorang yang memegang teguh prinsip-prinsip ahli sunnah dalam berakidah dan beribadah secara khusus dan dalam beragama secara umum. Bahkan dia adalah seorang yang sangat anti pati dengan prinsip dan ajaran Ikhwan Muslimin yang berseberangan dengan al Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salaful ummah. Tentu tuduhan ini sangat tidak berdasar ketika kerja sama tersebut dalam kebajikan dan takwa. Semisal seorang muslim menerima bantuan ifthor (buka puasa) atau dana pembangunan masjid dari seorang atau yayasan sosial yang menjadi bagian dari Ikhwan Muslimin. Demikian pula kerja sama berupa seorang ustadz salafi memberi pengajian atau mengadakan dauroh atau kajian di masjid yang tidak dikelola oleh ahli sunnah. Jika demikian, pantaskah kita melarang secara mutlak, tanpa terkecuali suatu yang diperbolehkan oleh para ulama dengan bersyarat??!<br />
5.	Di satu sisi para ulama memperingatkan umat untuk tidak mengikuti jalan-jalan beragama yang menyimpang dari jalan ahli sunnah. Di sisi yang lain, para ulama membolehkan mengadakan kerja sama dalam kebaikan dan takwa dengan orang yang menyimpang dari jalan ahli sunnah ketika memang diperlukan. Dua sikap ini tidaklah bertentangan, tidak sebagaimana anggapan sebagian orang yang memiliki semangat yang over dosis dalam membenci dan menjauhi orang-orang yang menyimpang dari jalan ahli sunnah. Fatwa dan penjelasan ulama yang meminta kita untuk mewaspadai jalan ataupun orang yang menyimpang dari jalan ahli sunnah adalah benar. Demikian pula, fatwa dan penjelasan ulama yang membolehkan kita untuk bekerja sama dengan orang yang menyimpang dari jalan ahli sunnah asalkan syarat-syaratnya terpenuhi itu juga benar.</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fsalafi-kerja-sama-dengan-ikhwani&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=492&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll" title="Bekerjasama dengan Jama&#8217;ah Tabligh">Bekerjasama dengan Jama&#8217;ah Tabligh</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji" title="Bukan Salafi Karena Beda Guru Ngaji?!!">Bukan Salafi Karena Beda Guru Ngaji?!!</a> (22)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lihatlah-keteladanan-syaikh-ibnu-baz" title="Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!">Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini" title="Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini">Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini</a> (14)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-bermain-play-station-ps" title="Hukum Bermain Play Station (PS)">Hukum Bermain Play Station (PS)</a> (37)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-memakai-dasi" title="Dasi Menurut Ibnu Utsaimin">Dasi Menurut Ibnu Utsaimin</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menyikapi-pajak-dengan-bijak" title="Menyikapi Pajak dengan Bijak">Menyikapi Pajak dengan Bijak</a> (23)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/di-masa-muda-bergelimang-maksiat" title="Di Masa Muda Bergelimang Maksiat">Di Masa Muda Bergelimang Maksiat</a> (17)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/adakah-bea-cukai-untuk-barang-orang-kafir" title="Adakah Bea Cukai Untuk Barang Orang Kafir?">Adakah Bea Cukai Untuk Barang Orang Kafir?</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-mengheningkan-cipta" title="Hukum Mengheningkan Cipta">Hukum Mengheningkan Cipta</a> (9)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/salafi-kerja-sama-dengan-ikhwani/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>60</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
