Kolom Ramadhan & Idul FithriStatistik Blog
-
-
Ritual Tahlilan Menurut Kitab NU (1)
02 September 2010 11:48 PM | 1 Comment -
Sanggahan untuk Amalan Dzikir Berjama’ah
28 Agustus 2010 12:00 AM | 10 Comments -
Alergi dengan Shalat Tarawih 23 Raka’at?
26 Agustus 2010 12:00 PM | 17 Comments -
Donasi Radio Bahana As-Sunnah Salatiga, Jawa Tengah
26 Agustus 2010 9:01 AM | 1 Comment -
Memahami Silaturahmi
25 Agustus 2010 12:00 AM | 2 Comments -
Bermakmum di Belakang Ahlul Bid’ah
24 Agustus 2010 12:00 AM | 4 Comments -
Hukum Memutar Kotak Infaq pada Hari Jum’at
18 Agustus 2010 12:00 AM | 8 Comments -
Hukum Wisma Muslimah
16 Agustus 2010 12:00 AM | 6 Comments
- ustadzaris
Hadiah untuk Pejabat - ustadzaris
Gundul Kepala untuk Bayi - ibnu yaumih
Hadiah untuk Pejabat - ummu asiyah
Gundul Kepala untuk Bayi - abu ahmad
Ritual Tahlilan Menurut Kitab NU (1) - ustadzaris
Hadiah untuk Pejabat - ustadzaris
Bila di Kiblat Masjid Ada Makam - ustadzaris
Bolehkah Menyemir Rambut dengan Warna Hitam?
-
Ritual Tahlilan Menurut Kitab NU (1)
Berlangganan Artikel via Email
Kategori
guru ngaji Archive
-
Pilih-pilih “Guru Ngaji”
“Ilmu agama tidak boleh diambil dari empat jenis manusia. Pertama, orang bodoh yang jelas kebodohannya. Kedua, pengikut hawa nafsu (baca:ahli bid’ah) yang mendakwahkan kebid’ahannya. Ketiga, seorang yang diketahui suka berdusta dalam pembicaraan keseharian dengan sesama manusia meski belum pernah terbukti membuat hadits palsu. -
Kuliah Ikhtilath Penuh Dilema
Kemudahan Islam adalah dari sisi pembebanan hukum. Allah itu tidak akan membebani kita suatu aturan yang kita tidak mampu memikulnya. Sesungguhnya kesulitan itu mendatangkan kemudahan. -
Pengajian Sembunyi-Sembunyi, Tanda Kesesatan
“Sungguh kutinggalkan kalian di atas agama yang terang, malamnya bagaikan siangnya. Tidak ada yang menyimpang darinya sepeninggalku kecuali orang yang binasa” (HR Ibnu Majah no 43 dari Irbadh bin Sariyah, dinilai shahih oleh al Albani). -
Yang Layak Jadi Guru Ngaji
Pepatah arab mengatakan, faaqidus syai’ laa yu’thihi, orang yang tidak punya tidak akan bisa memberi. Sebagaimana orang yang tidak punya uang tidak akan pernah bisa memberi uang kepada orang lain maka demikian pula orang yang tidak berada di atas hidayah tentu tidak bisa bagi-bagi hidayah. -
Bukan Salafi Karena Beda Guru Ngaji?!!
Sebagian kalangan bermudah-mudah dalam menilai seorang itu ahli sunnah ataukah bukan. Seakan-akan ahli sunnah itu perusahaan pribadinya sehingga siapa yang dia sukai itulah ahli sunnah. Namun ketika dia tidak lagi dia sukai maka dia keluarkan orang tersebut dari ahli sunnah. Benarkah sikap semacam ini. Temukan jawabannya dalam tulisan ini.

