<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Di Atas Sunnah &#187; Gambar</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/tag/gambar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 17:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hukum Gambar Bergerak</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 20:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<category><![CDATA[VCD]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1009</guid>
		<description><![CDATA[“Faktor yang membedakannya adalah gambar di TV itu gambar yang tidak paten dan tidak tetap karena gambar tersebut bisa dihapus. Hal ini berbeda dengan membuat gambar di kertas. Gambar ini paten karena tidak mungkin dihapus dengan jari atau ditindih dengan gambar yang lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya: </strong></p>
<p>“Tentang gambar di televisi, apakah itu termasuk membuat gambar (<em>tashwir</em>) yang haram? Jika tidak termasuk membuat gambar yang haram lalu apa yang mengeluarkannya dari ruang lingkup haram menjadi mubah dan halal? Apakah gambar di TV itu termasuk kebutuhan vital (<em>dharuri</em>) ataukah karena alasan yang lain?”<span id="more-1009"></span></p>
<p><strong>Jawaban Syeikh Abdullah bin Jibrin-rahimahullahu-:</strong></p>
<p>الذي أخرجه أنه غير مستقر و غير ثابت لأنه يمكن مسحه بخلاف التصوير الذي يرسم في الصحف فإنه ثابت لا يمكن أن يمسح بالإصبع و لا أن يسجل عليه.<br />
و حيث أن هذا إنما هو التقاط هذه الصور المتحركة أو نقل حركتها ثم بعدها تمسح من هذا الشريط و يسجل فيه غيره دل على أنها وإن كانت صورة في الظاهر لكنها غير ثابتة.</p>
<p>“Faktor yang membedakannya adalah gambar di TV itu gambar yang tidak paten dan tidak tetap karena gambar tersebut bisa dihapus. Hal ini berbeda dengan membuat gambar di kertas. Gambar ini paten karena tidak mungkin dihapus dengan jari atau ditindih dengan gambar yang lain.</p>
<p>Alasan yang lain gambar di TV itu hakikatnya adalah sekedar mengambil gambar yang bergerak atau memindah gerakan gambar yang bergerak. Kemudian gambar yang ada dalam kaset video itu bisa dihapus dan ditindih dengan gambar yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa gambar di TV itu meskipun secara lahiriah adalah gambar akan tetapi bersifat tidak permanen”</p>
<p>[Fatwa ini kami jumpai dalam buku yang berjudul <em>‘Ijabah al Sa-il ‘al Ahammi al Masa-il Ajwibah al ‘Allamah al Jibrin ‘ala As-ilah al Imarat</em>, hal 43-44, terbitan Maktabah al Ashalah wa al Turats, Emirat Arab tahun 2008 M. Fatwa ini disampaikan oleh Ibnu Jibrin pada tahun 1414 H sedangkan kata pengantar Ibnu Jibrin untuk buku tersebut ditulis pada tanggal 11 Syawal 1427 H].</p>
<p>Kami katakan bahwa termasuk gambar bergerak adalah <strong>gambar yang ada di VCD</strong>.
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-gambar-bergerak&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=1009&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini" title="Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini">Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini</a> (14)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak" title="Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak">Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar" title="Menjual Buku-buku Bergambar">Menjual Buku-buku Bergambar</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 23:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[buku bergambar]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini transkrip fatwa Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin tentang hukum buku bergambar makhluk hidup untuk anak-anak. Fatwa ini beliau sampaikan dalam sesi tanya jawab setelah menyampaikan pengajian dengan judul Ahammiyyatul Kitab fi Hayat al Muslim yang bermakna Urgensi Buku dalam Kehidupan Seorang Muslim. Ceramah ini beliau sampaikan pada malam Kamis, 17 Rabiul Awwal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini transkrip fatwa Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin tentang hukum buku bergambar makhluk hidup untuk anak-anak. Fatwa ini beliau sampaikan dalam sesi tanya jawab setelah menyampaikan pengajian dengan judul <em>Ahammiyyatul Kitab fi Hayat al Muslim yang </em>bermakna <em>Urgensi Buku dalam Kehidupan Seorang Muslim</em>. Ceramah ini beliau sampaikan pada malam Kamis, 17 Rabiul Awwal 1409 di Qo’ah al Muhadharah/ruang kuliah Universitas Ibnu Saud Cabang Qosim (sekarang telah berubah menjadi Jamiah al Qosim). Ceramah ini beliau sampaikan dalam rangka pembukaan even pertama untuk pameran buku di tahun tersebut. Tepatnya fatwa beliau ini terdapat pada menit 48:50-50:38. Rekaman yang memuat fatwa ini ada pada kami.<span id="more-470"></span></p>
<p style="text-align: center;">القارئ: هذا السؤال يسأل عن كتب الأطفال و يقول إنه ينتشر في كثير من المكتبات أن كتب الأطفال صاحب الصور. و حجتهم أن الأطفال لا يقرؤون هذه الكتب و لا ينظرون فيها إلا صور مجذبة لها. فهل هذا مسوغ في مثل هذه الكتب و ما رأي فضيلتكم في اقتنائها و شرائها للأطفال؟</p>
<p>Moderator mengatakan, “Ada pertanyaan yang menanyakan tentang hukum buku-buku untuk anak-anak. Penanya mengatakan bahwa sesungguhnya buku-buku untuk anak-anak yang tersebar di berbagai toko buku adalah buku-buku yang penuh dengan gambar. Alasan pihak penerbit adalah anak-anak itu tidak mau membaca bahkan melihat-lihat buku-buku ini kecuali jika ada gambar yang menarik di dalamnya. Apakah alasan semacam ini bisa dibenarkan untuk buku-buku semisal ini? Apa pendapat anda tentang hukum memiliki dan membeli buku semacam ini untuk anak-anak?</p>
<p style="text-align: center;">الجواب:<br />
الناظر لكتب الأطفال أن ينظر موضوعها, أن ينظر موضوع الكتاب. و هل هو نافع أو ضار أو لا نافع ولا ضار. لأن هذه الكتب ثلاثة أقسام, قسم منها نافع و النافع كلنا يعلم أن إيجاده للأطفال و وضعه بين أيديهم فيه خير. و قسم ضار يجب البعد عنه. و قسم ثالث ما هو إلا القصص و المضيع للوقت.</p>
<p>Syeikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin mengatakan, “Orang yang memperhatikan buku anak-anak hendaknya melihat isi buku tersebut. Apakah isinya bermanfaat (baca: mendidik) atau berbahaya atau tidak manfaat meski tidak berbahaya. Buku untuk anak-anak itu ada tiga macam.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, buku yang bermanfaat. Kita semua mengetahui bahwa membuat dan menyuguhkan buku yang manfaat bagi anak-anak adalah suatu hal yang baik<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Kedua</strong>, buku yang berbahaya. Buku semacam ini jelas wajib dijauhi.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, buku yang tidak manfaat meski juga tidak berbahaya. Buku untuk anak jenis yang ketiga ini hanya berisi cerita yang membuang-buang waktu.
</p>
<p style="text-align: center;">أما ما يصاحبه من الصور, فهذه الصور من أجاز مثل هذه للأطفال في اللعب أجازهذه. لأنه لا فرق بين ما يتخذ الطفل ليلعب به و بين ما ينظر إليه من أجل أن يخدمه في القصة.</p>
<p>Sedangkan hukum gambar (makhluk hidup,pent) yang ada pada buku-buku tersebut itu diperselisihkan. Ulama yang membolehkan boneka untuk mainan anak-anak tentu membolehkan gambar semacam ini. Alasannya, tidak ada perbedaan antara boneka yang digunakan anak-anak untuk bermain dengan gambar yang dilihat untuk membantu anak memahami cerita yang disampaikan.</p>
<p style="text-align: center;">ومن لا رأي من هذه الصور للأطفال فإنه يمنع هذا أيضا إذ لا فرق.<br />
و الأمر في هذا قريب. لكن المشكل كل المشكل في موضوع الكتاب.</p>
<p>Sedangkan ulama yang melarang boneka untuk anak-anak tentu melarang gambar semisal ini karena tidak ada perbedaan yang berarti di antara dua hal ini. Perbedaan pendapat tentang hal ini bukanlah perbedaan yang tajam. Yang menjadi pokok masalah adalah bagaimana isi buku untuk anak tersebut”.    Sekian perkataan Syeikh Ibnu Utsaimin.</p>
<p>Kami berharap setelah kita membaca keterangan seorang ulama ahli sunnah tulen di atas kita bisa lebih bijak dalam bersikap. Sehingga kita <strong>tidak menjadikan</strong> perkara yang diperselisihkan di antara para ulama ahli sunnah sebagaimana perkara yang diperselisihkan antara ahli sunnah dan ahli bid’ah.<br />
Setelah menyimak uraian di atas, layakkah kita menjadikan tolak ukur majalah anak-anak yang salafi dengan yang bukan salafi adalah bergambar makhluk hidup ataukah tidak?!</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=470&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak" title="Hukum Gambar Bergerak">Hukum Gambar Bergerak</a> (17)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar" title="Menjual Buku-buku Bergambar">Menjual Buku-buku Bergambar</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjual Buku-buku Bergambar</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 03:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: saya memiliki sebuah toko buku yang menjual buku-buku bergambar. Bagaimana menyiasati hal ini karena setahu saya memajang gambar tidak boleh? 
Jawab:
Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ketika menjelaskan rincian hukum memiliki benda yang bergambar mengatakan,
“Memiliki benda yang bergambar bukan karena menginginkan gambar tersebut sama sekali namun yang diinginkan sebenarnya adalah hal lain yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya</strong>: saya memiliki sebuah toko buku yang menjual buku-buku bergambar. Bagaimana menyiasati hal ini karena setahu saya memajang gambar tidak boleh? <span id="more-103"></span></p>
<p><strong>Jawab</strong>:</p>
<p>Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ketika menjelaskan rincian hukum memiliki benda yang bergambar mengatakan,</p>
<p>“Memiliki benda yang bergambar bukan karena menginginkan gambar tersebut sama sekali namun yang diinginkan sebenarnya adalah hal lain yang ada pada benda tersebut. Contohnya adalah gambar yang ada di berbagai majalah dan koran. Orang yang memilikinya tidak bertujuan memiliki gambar yang ada di majalah dan koran tersebut namun berbagai berita, artikel ilmiah dan hal-hal lain yang bermanfaat yang ada di dalamnya. Nampaknya memiliki benda bergambar dengan motif semisal ini hukumnya tidaklah mengapa karena gambar dalam hal ini bukanlah tujuan utama. Meski demikian, jika memungkinkan untuk menghapus gambar-gambar tersebut tanpa menimbulkan kesulitan yang berat maka itulah yang lebih baik” <strong>(Al Qoul Al Mufid Syarh Kitab at Tauhid dalam Kutub wa Rasail Ibnu Utsaimin 120/43, Maktabah Syamilah).</strong></p>
<p>Berdasarkan penjelasan di atas maka jika memiliki benda yang bergambar dengan tujuan di atas diperbolehkan maka konsekuensinya memperjualbelikan benda tersebut tentu saja diperbolehkan.<br />
Namun perlu diingat bahwa penjelasan di atas berkaitan dengan hukum memiliki benda yang memuat gambar, bukan hukum membuat gambar karena dua hal tersebut adalah dua hal yang berbeda sebagaimana dijelaskan oleh para pakar fiqh dalam buku-buku fiqh.</p>
<p><strong>Artikel ini adalah Bagian dari Rubri Konsultasi di Majalah Swara Qur&#8217;an</strong>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fmenjual-buku-buku-bergambar&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=103&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak" title="Hukum Gambar Bergerak">Hukum Gambar Bergerak</a> (17)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak" title="Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak">Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak</a> (8)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
