<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Di Atas Sunnah &#187; Gambar</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/tag/gambar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 00:00:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Haramkah Foto?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-foto</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-foto#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 00:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar]]></category>
		<category><![CDATA[hukum foto]]></category>
		<category><![CDATA[hukum gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3114</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang yang bercerita bahwa dia dahulu sebelum mendapatkan taufik dari Allah dalam hidayah yang sempurna pernah mencucicetakkan foto. Dia lantas menanyakan hukum dari foto.
Jawaban Syaikh Abdus Salam Barjas, "Gambar  foto adalah suatu permasalahan yang kalian ketahui hukumnya diperselisihkan oleh para ulama. Akan tetapi menurut pendapat ulama yang membolehkan foto, menyimpan foto bukanlah perbuatan yang dianjurkan sehingga selayaknya seorang muslim tidak mencuci cetakkan foto.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-foto&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">هذا يسأل عن أنه يختبر بصور فتوغرافية  قبل أن يوفقه الله عز وجل فى الهداية التامة فيسأل عن حكمها.</p>
<p>Ada seorang yang bercerita bahwa dia dahulu sebelum mendapatkan taufik dari Allah dalam hidayah yang sempurna pernah mencucicetakkan foto. Dia lantas menanyakan hukum dari foto.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">صورة فتوغرافية، هذه المسألة تعرفون أن أهل العلم قد اختلفوا فى حكمها. ولكن على قول من قال بالجواز فإن الاحتفاظ بها غير مرغوب فيه وينبغي للمسلم الا يختبر مثل هذه الصور.</p>
<p>Jawaban Syaikh Abdus Salam Barjas, &#8220;Gambar  foto adalah suatu permasalahan yang kalian ketahui hukumnya diperselisihkan oleh para ulama. Akan tetapi menurut pendapat ulama yang membolehkan foto, menyimpan foto bukanlah perbuatan yang dianjurkan sehingga selayaknya seorang muslim tidak mencuci cetakkan foto.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">نعم، أنا ممن يجوز هذه الصور سواء لحاجة أو لغير حاجة. وذلك لأنه لا يشملها الأدلة في تحريم التصوير. وإنما الأدلة في تحريم التصوير إنما تشمل التماثيل وما عمل باليد فهذا هو محل الإجماع بين العلماء رحمهم الله تعالى.</p>
<p>Memang aku adalah diantara yang membolehkan gambar foto baik karena ada kebutuhan atau pun tanpa ada kebutuhan karena gambar foto itu tidak tercakup dalam dalil-dalil yang melarang membuat gambar. Dalil-dalil yang melarang membuat gambar hanyalah mencakup patung dan lukisan dengan tangan. Terlarangnya membuat patung dan melukis dengan tangan adalah perkara yang disepakati oleh para ulama.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وأما هذه الصورفإنها ليست تضاهي خلق الله وإنما هي نفس الخلق الذي خلقه الله عز وجل ولكن حبس ظله. والنبي- عليه الصلاة والسلام- عرف المصورين أنهم الذين يضاهئون خلق الله. فمضاهاة بخلق الله بمعنى أنهم يقلدون صفة خلق الإنسان كما خلقه الله سبحانه وتعالى إما عن طريق النحت والمجسمة وإما عن طريق اليد.</p>
<p>Sedangkan gambar foto itu tidak menyaingi ciptaan Allah karena yang ada di foto itu adalah ciptaan Allah itu sendiri cuman bayang-bayangan ciptaan Allah itu ditahan di lembaran kertas foto. Makna dari ‘menyaingi ciptaan Allah’ adalah meniru bentuk dari rupa makhluk hidup sebagaimana yang Allah ciptakan boleh jadi dengan cara memahat, membuat patung atau pun dengan ketrampilan tangan.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وهذا غير متحقق في مثل هذه الصور. ولكن مع ذلك فإن تركها والابتعاد عنها وعدم اتخاذها مما يرغب فيه ولا أجيبه</p>
<p>Persyaratan ini tidak terpenuhi pada gambar foto. Meski demikian, meninggalkan, menjauhi perbuatan mengambil gambar foto atau pun menyimpan foto adalah sesuatu yang dianjurkan akan tetapi menurutku tidak sampai derajat wajib”</p>
<p>[Fatwa Syaikh Abdus Salam Barjas pada tanggal 17 Juli 2003 di Provinsi Syariqoh Uni Emirat Arab dalam acara Liqa al Maftuh daurah beliau. Transkip fatwa beliau di atas bisa disimak  pada menit 15:55-17:49 dalam rekaman video beliau di atas].</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Di atas, Syaikh Abdus Salam menukil adanya ijma atau kesepakatan ulama mengenai haramnya tashwir atau membuat gambar baik dua dimensi atau pun yang tiga dimensi. Perlu kajian lebih lanjut terkait penjelasan beliau ingat. Namun jelas, ada dua hal yang harus dibedakan, membuat gambar dengan memanfaatkan barang yang sudah terlanjur bergambar. Nukilan ijma beliau sampaikan terkait dengan membuat gambar, bukan memanfaatkan barang yang sudah terlanjur bergambar.</p>
<p>Kesimpulan tentang masalah memfoto, hukumnya itu sangat tergantung objek benda yang difoto dan atau maksud tujuan dari memfoto. Jika objeknya adalah wanita apalagi wanita yang tidak menutup aurat dengan sempurna, tidaklah diragukan keharamannya. Demikian pula jika tujuan dari memfoto adalah tujuan yang tercela maka memfoto hukumnya menjadi tercela.
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-foto&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-foto"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3114&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-membuat-robot" title="Hukum Membuat Robot">Hukum Membuat Robot</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/gambar-di-baju-bayi" title="Gambar di Baju Bayi">Gambar di Baju Bayi</a> (11)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haramkah-video" title="Haramkah Video?">Haramkah Video?</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak" title="Hukum Gambar Bergerak">Hukum Gambar Bergerak</a> (25)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak" title="Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak">Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak</a> (19)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar" title="Menjual Buku-buku Bergambar">Menjual Buku-buku Bergambar</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-foto/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Gambar Bergerak</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 20:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<category><![CDATA[VCD]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1009</guid>
		<description><![CDATA[“Faktor yang membedakannya adalah gambar di TV itu gambar yang tidak paten dan tidak tetap karena gambar tersebut bisa dihapus. Hal ini berbeda dengan membuat gambar di kertas. Gambar ini paten karena tidak mungkin dihapus dengan jari atau ditindih dengan gambar yang lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-gambar-bergerak&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p><strong>Tanya: </strong></p>
<p>“Tentang gambar di televisi, apakah itu termasuk membuat gambar (<em>tashwir</em>) yang haram? Jika tidak termasuk membuat gambar yang haram lalu apa yang mengeluarkannya dari ruang lingkup haram menjadi mubah dan halal? Apakah gambar di TV itu termasuk kebutuhan vital (<em>dharuri</em>) ataukah karena alasan yang lain?”<span id="more-1009"></span></p>
<p><strong>Jawaban Syeikh Abdullah bin Jibrin-rahimahullahu-:</strong></p>
<p>الذي أخرجه أنه غير مستقر و غير ثابت لأنه يمكن مسحه بخلاف التصوير الذي يرسم في الصحف فإنه ثابت لا يمكن أن يمسح بالإصبع و لا أن يسجل عليه.<br />
و حيث أن هذا إنما هو التقاط هذه الصور المتحركة أو نقل حركتها ثم بعدها تمسح من هذا الشريط و يسجل فيه غيره دل على أنها وإن كانت صورة في الظاهر لكنها غير ثابتة.</p>
<p>“Faktor yang membedakannya adalah gambar di TV itu gambar yang tidak paten dan tidak tetap karena gambar tersebut bisa dihapus. Hal ini berbeda dengan membuat gambar di kertas. Gambar ini paten karena tidak mungkin dihapus dengan jari atau ditindih dengan gambar yang lain.</p>
<p>Alasan yang lain gambar di TV itu hakikatnya adalah sekedar mengambil gambar yang bergerak atau memindah gerakan gambar yang bergerak. Kemudian gambar yang ada dalam kaset video itu bisa dihapus dan ditindih dengan gambar yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa gambar di TV itu meskipun secara lahiriah adalah gambar akan tetapi bersifat tidak permanen”</p>
<p>[Fatwa ini kami jumpai dalam buku yang berjudul <em>‘Ijabah al Sa-il ‘al Ahammi al Masa-il Ajwibah al ‘Allamah al Jibrin ‘ala As-ilah al Imarat</em>, hal 43-44, terbitan Maktabah al Ashalah wa al Turats, Emirat Arab tahun 2008 M. Fatwa ini disampaikan oleh Ibnu Jibrin pada tahun 1414 H sedangkan kata pengantar Ibnu Jibrin untuk buku tersebut ditulis pada tanggal 11 Syawal 1427 H].</p>
<p>Kami katakan bahwa termasuk gambar bergerak adalah <strong>gambar yang ada di VCD</strong>.
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-gambar-bergerak&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=1009&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/gambar-di-baju-bayi" title="Gambar di Baju Bayi">Gambar di Baju Bayi</a> (11)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-membuat-robot" title="Hukum Membuat Robot">Hukum Membuat Robot</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-foto" title="Haramkah Foto?">Haramkah Foto?</a> (30)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/benarkah-video-malaikat-kabah" title="Benarkah Video Malaikat Ka&#8217;bah?">Benarkah Video Malaikat Ka&#8217;bah?</a> (1)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini" title="Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini">Hukum Nonton Televisi di Zaman Ini</a> (35)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak" title="Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak">Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak</a> (19)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar" title="Menjual Buku-buku Bergambar">Menjual Buku-buku Bergambar</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 23:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[buku bergambar]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini transkrip fatwa Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin tentang hukum buku bergambar makhluk hidup untuk anak-anak. Fatwa ini beliau sampaikan dalam sesi tanya jawab setelah menyampaikan pengajian dengan judul Ahammiyyatul Kitab fi Hayat al Muslim yang bermakna Urgensi Buku dalam Kehidupan Seorang Muslim. Ceramah ini beliau sampaikan pada malam Kamis, 17 Rabiul Awwal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Berikut ini transkrip fatwa Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin tentang hukum buku bergambar makhluk hidup untuk anak-anak. Fatwa ini beliau sampaikan dalam sesi tanya jawab setelah menyampaikan pengajian dengan judul <em>Ahammiyyatul Kitab fi Hayat al Muslim yang </em>bermakna <em>Urgensi Buku dalam Kehidupan Seorang Muslim</em>. Ceramah ini beliau sampaikan pada malam Kamis, 17 Rabiul Awwal 1409 di Qo’ah al Muhadharah/ruang kuliah Universitas Ibnu Saud Cabang Qosim (sekarang telah berubah menjadi Jamiah al Qosim). Ceramah ini beliau sampaikan dalam rangka pembukaan even pertama untuk pameran buku di tahun tersebut. Tepatnya fatwa beliau ini terdapat pada menit 48:50-50:38. Rekaman yang memuat fatwa ini ada pada kami.<span id="more-470"></span></p>
<p style="text-align: center;">القارئ: هذا السؤال يسأل عن كتب الأطفال و يقول إنه ينتشر في كثير من المكتبات أن كتب الأطفال صاحب الصور. و حجتهم أن الأطفال لا يقرؤون هذه الكتب و لا ينظرون فيها إلا صور مجذبة لها. فهل هذا مسوغ في مثل هذه الكتب و ما رأي فضيلتكم في اقتنائها و شرائها للأطفال؟</p>
<p>Moderator mengatakan, “Ada pertanyaan yang menanyakan tentang hukum buku-buku untuk anak-anak. Penanya mengatakan bahwa sesungguhnya buku-buku untuk anak-anak yang tersebar di berbagai toko buku adalah buku-buku yang penuh dengan gambar. Alasan pihak penerbit adalah anak-anak itu tidak mau membaca bahkan melihat-lihat buku-buku ini kecuali jika ada gambar yang menarik di dalamnya. Apakah alasan semacam ini bisa dibenarkan untuk buku-buku semisal ini? Apa pendapat anda tentang hukum memiliki dan membeli buku semacam ini untuk anak-anak?</p>
<p style="text-align: center;">الجواب:<br />
الناظر لكتب الأطفال أن ينظر موضوعها, أن ينظر موضوع الكتاب. و هل هو نافع أو ضار أو لا نافع ولا ضار. لأن هذه الكتب ثلاثة أقسام, قسم منها نافع و النافع كلنا يعلم أن إيجاده للأطفال و وضعه بين أيديهم فيه خير. و قسم ضار يجب البعد عنه. و قسم ثالث ما هو إلا القصص و المضيع للوقت.</p>
<p>Syeikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin mengatakan, “Orang yang memperhatikan buku anak-anak hendaknya melihat isi buku tersebut. Apakah isinya bermanfaat (baca: mendidik) atau berbahaya atau tidak manfaat meski tidak berbahaya. Buku untuk anak-anak itu ada tiga macam.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, buku yang bermanfaat. Kita semua mengetahui bahwa membuat dan menyuguhkan buku yang manfaat bagi anak-anak adalah suatu hal yang baik<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Kedua</strong>, buku yang berbahaya. Buku semacam ini jelas wajib dijauhi.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, buku yang tidak manfaat meski juga tidak berbahaya. Buku untuk anak jenis yang ketiga ini hanya berisi cerita yang membuang-buang waktu.
</p>
<p style="text-align: center;">أما ما يصاحبه من الصور, فهذه الصور من أجاز مثل هذه للأطفال في اللعب أجازهذه. لأنه لا فرق بين ما يتخذ الطفل ليلعب به و بين ما ينظر إليه من أجل أن يخدمه في القصة.</p>
<p>Sedangkan hukum gambar (makhluk hidup,pent) yang ada pada buku-buku tersebut itu diperselisihkan. Ulama yang membolehkan boneka untuk mainan anak-anak tentu membolehkan gambar semacam ini. Alasannya, tidak ada perbedaan antara boneka yang digunakan anak-anak untuk bermain dengan gambar yang dilihat untuk membantu anak memahami cerita yang disampaikan.</p>
<p style="text-align: center;">ومن لا رأي من هذه الصور للأطفال فإنه يمنع هذا أيضا إذ لا فرق.<br />
و الأمر في هذا قريب. لكن المشكل كل المشكل في موضوع الكتاب.</p>
<p>Sedangkan ulama yang melarang boneka untuk anak-anak tentu melarang gambar semisal ini karena tidak ada perbedaan yang berarti di antara dua hal ini. Perbedaan pendapat tentang hal ini bukanlah perbedaan yang tajam. Yang menjadi pokok masalah adalah bagaimana isi buku untuk anak tersebut”.    Sekian perkataan Syeikh Ibnu Utsaimin.</p>
<p>Kami berharap setelah kita membaca keterangan seorang ulama ahli sunnah tulen di atas kita bisa lebih bijak dalam bersikap. Sehingga kita <strong>tidak menjadikan</strong> perkara yang diperselisihkan di antara para ulama ahli sunnah sebagaimana perkara yang diperselisihkan antara ahli sunnah dan ahli bid’ah.<br />
Setelah menyimak uraian di atas, layakkah kita menjadikan tolak ukur majalah anak-anak yang salafi dengan yang bukan salafi adalah bergambar makhluk hidup ataukah tidak?!</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=470&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-foto" title="Haramkah Foto?">Haramkah Foto?</a> (30)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak" title="Hukum Gambar Bergerak">Hukum Gambar Bergerak</a> (25)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar" title="Menjual Buku-buku Bergambar">Menjual Buku-buku Bergambar</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjual Buku-buku Bergambar</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 03:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: saya memiliki sebuah toko buku yang menjual buku-buku bergambar. Bagaimana menyiasati hal ini karena setahu saya memajang gambar tidak boleh? Jawab: Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ketika menjelaskan rincian hukum memiliki benda yang bergambar mengatakan, “Memiliki benda yang bergambar bukan karena menginginkan gambar tersebut sama sekali namun yang diinginkan sebenarnya adalah hal lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fmenjual-buku-buku-bergambar&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p><strong>Tanya</strong>: saya memiliki sebuah toko buku yang menjual buku-buku bergambar. Bagaimana menyiasati hal ini karena setahu saya memajang gambar tidak boleh? <span id="more-103"></span></p>
<p><strong>Jawab</strong>:</p>
<p>Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ketika menjelaskan rincian hukum memiliki benda yang bergambar mengatakan,</p>
<p>“Memiliki benda yang bergambar bukan karena menginginkan gambar tersebut sama sekali namun yang diinginkan sebenarnya adalah hal lain yang ada pada benda tersebut. Contohnya adalah gambar yang ada di berbagai majalah dan koran. Orang yang memilikinya tidak bertujuan memiliki gambar yang ada di majalah dan koran tersebut namun berbagai berita, artikel ilmiah dan hal-hal lain yang bermanfaat yang ada di dalamnya. Nampaknya memiliki benda bergambar dengan motif semisal ini hukumnya tidaklah mengapa karena gambar dalam hal ini bukanlah tujuan utama. Meski demikian, jika memungkinkan untuk menghapus gambar-gambar tersebut tanpa menimbulkan kesulitan yang berat maka itulah yang lebih baik” <strong>(Al Qoul Al Mufid Syarh Kitab at Tauhid dalam Kutub wa Rasail Ibnu Utsaimin 120/43, Maktabah Syamilah).</strong></p>
<p>Berdasarkan penjelasan di atas maka jika memiliki benda yang bergambar dengan tujuan di atas diperbolehkan maka konsekuensinya memperjualbelikan benda tersebut tentu saja diperbolehkan.<br />
Namun perlu diingat bahwa penjelasan di atas berkaitan dengan hukum memiliki benda yang memuat gambar, bukan hukum membuat gambar karena dua hal tersebut adalah dua hal yang berbeda sebagaimana dijelaskan oleh para pakar fiqh dalam buku-buku fiqh.</p>
<p><strong>Artikel ini adalah Bagian dari Rubri Konsultasi di Majalah Swara Qur&#8217;an</strong>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fmenjual-buku-buku-bergambar&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=103&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-foto" title="Haramkah Foto?">Haramkah Foto?</a> (30)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak" title="Hukum Gambar Bergerak">Hukum Gambar Bergerak</a> (25)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-buku-bergambar-untuk-anak-anak" title="Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak">Hukum Buku Bergambar untuk Anak-Anak</a> (19)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/menjual-buku-buku-bergambar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.444 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-22 23:04:35 -->

