Bukan Syirik, Minta Didoakan Orang Sudah Mati

Bukan Syirik, Minta Didoakan Orang Sudah Mati

Hukum Mengusap Wajah Setelah Berdo’a
Inovasi Doa Yang Tidak Terlarang
Anjuran Mengusap Wajah Dalam Doa

Prof Dr Abdullah bin Abdul Aziz al Jibrin [guru besar Kulliyyah al Mu’allimin –semisal IKIP di tempat kita- di Riyadh] mengatakan, “Adapun orang yang mendatangi kuburan lalu meminta kepada penghuninya agar mendoakannya maka ini adalah perbuatan yang haram karena hal ini mengantarkan pelakunya ke dalam syirik besar dan karena amalan ini tidaklah memiliki landasan dalil dalam dalam Islam serta tidak ada satu pun ulama salaf yang melakukannya. Oleh karena itu amalan tersebut itu bid’ah dengan sepakat para ulama salaf. Jika amalan ini diiringi keyakinan syafaat syirkiyyah barulah amalan ini berstatus syirik besar pembatal Islam…

Demikian lah pendapat yang kuat, memang ada sebagian ulama yang sudah menilai perbuatan di atas sebagai syirik besar, pembatal iman….

Syafaat syirkiyyah ada beberapa bentuk yaitu

Pertama, seorang yang menjadikan antara dirinya dengan Allah perantara dalam doa dan dia berkeyakinan bahwa Allah itu tidak akan menjawab doa orang yang memanjatkan doa kepada-Nya secara langsung karena harus ada perantara antara Allah dengan makhluk dalam doa.

Kedua, atau menyakini bahwa Allah itu menjawab doa si perantara karena Allah itu membutuhkan perantara

Ketiga, atau menyakini bahwa si perantara itu memiliki hak yang wajib Allah tunaikan” [Mudzakkirah al Aqidah al Islamiyyah hal 70-71].

COMMENTS

WORDPRESS: 14
  • Alhamdulilaah. Baarakallaahu fiik yaa ustadz!

  • abu musa 6 years ago

    Alhamdulillah washalatu wassalamu’ala rasulillah, amma ba’du
    ana bertanya ttg artikel ini pada ustadz abu isa & ustadz aunurrafiq ghufran (mahad alfurqan)  mereka berkata syirik meminta didoakan orang mati, ketika mengubur jenazah pun orang hidup yg mendoakan, bukan orang mati yg mendoakan org hidup.
    Syaikh muhammad shalih almunajid juga menjelaskan diwebsite beliau bahwa minta pd orang mati syirik & minta pd orang hidup yang diluar batas kemampuannya juga syirik, dalilnya dalam surat al-fatir 13-14 yaitu bahwa orang mati itu tidak bisa mendengar, dan bahkan jika mendengar pun tidak bisa memberi, dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu ..
    shalallahu’ala nabiyina muhammad

  • penggemar uastadzaris.com 6 years ago

    subhaanallah.ilmu …ilmu …
     

  • #abu musa
    ketika ada yang sms kepada ust abu isa menanyakan artikel di atas, mungkin pengirim sms tersebut adalah anda, beliau menghubungi saya dan ngajak ngobrol tentang ‘minta didoakan’ orang yang sudah mati. dalam obrolan tersebut beliau mengakui adanya dua pendapat tentang hal ini meski beliau merajihkan pendapat yang mengatakan bahwa perbuatan ini membatalkan iman namun beliau juga menegaskan bahwa tidak boleh ada vonis ‘keluar dari Islam’ untuk person tertentu terkait perbuatan di atas mengingat adanya perselisihan ulama ahli sunnah dalam masalah ini.

  • Tolib 6 years ago

    Beliau Prof. Abdullah bin Abdul Aziz Al JIbrin juga berkata dalam buku beliau yang lain ;

    و الدعاء من أهم أنواع العبادة, فيجب صرفه لله, و لا يجوز لأحد أن يدعو غيره كائنا من كان. قال تعالى : “و قال ربكم اععوني أستجب لكم ان الذين يستكبرون عن عبادتى سيدخلون جهنم داخرين (غافر : 60

    و قال تعالى  : “و أن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا (الجن : 18

    و ثبت عن النبي أنه قال : الدعاء هو العبادة

    و قال في وصيته لابن عباس : اذا سألت فاسأل الله و اذا استعنت فاستعن بالله

    فمن دعا غير الله فقد وقع في الشرك الأكبر ,….

    و من أمثلة الشرك في دعاء المسألة ما يلي :

    أ. أن يطلب من المخلوق ما لا يقدر عليه الا الخالق, سواء أكان هذا المخلوق حيا أم ميتا, نبيا أم وليا, أم ملك أم جنيا أم غيرهم. كأن يطلب منه شفاء مريضه أو نره على الأعداءأو كشف كربة أو أن يغيثه أو أن يعيذه و غير ذلك مما لا يقدر عليه الا الله. فهذا كله شرك أكبر مخرج من الملة بإجماع المسلمين, لأنه دعا غير الله و استغاث به و الستعاذ به و هذا كله عبادة لا يجوز أن تصرف لغير الله بإجماع المسلمين. صرفه لغير الله شرك…

    Tahdzibu Tashilil Aqidah Al Islamiyah halaman 77 

  • #tolib
    perlu anda ketahui bahwa tahdzib tashhil aqidah al islamiyyah adalah ringkasan dari mudzakkirah al aqidah al islamiyyah yang setelah proses cetak beliau beri judul tashhil al aqidah al islamiyyah.
    nukilan yang anda bawakn adalah masalah berdoa meminta sesuatu, rizki momongan dan semisalnya kepada orang yang sudah mati.
    sedangkan yang saya kutip itu membahas tentang meminta agar didoakan orang yang sudah mati.
    dua hal di atas jelas berbeda.

  • yahya 6 years ago

    Maaf ustadz, menurut penjelasan Syaikh Shalih Al Fauzan meminta doa kepada mayit yang menurut Syaikhul Islam itu bid’ah, maksudnya adalah bid’ah syirkiyah.
    http://www.islamancient.com/play-64415.html
    Dan dalam masalah ini Syaikh Shalih Fauzan berpandangan bahwa meminta do’a kepada mayit termasuk syirik akbar
    http://islamancient.com/play.php?catsmktba=64581
    Pendapat yang kuat dalam masalah ini yang mana ya ustadz ?
    Jazaakallah khairan
     
     

  • yahya 6 years ago

    السؤا ل1 من سأل النبي أن يدعو له وأن يطلب له المغفرة من الله بعد موته، هل هذا شرك؟ الجواب: نعم، وهو شرك أكبر لأن النبي عليه الصلاة والسلام لا يدعى بعد موته، فطلب الدعاء من الميت، وطلب الدعاء بالإغاثة أو الاستسقاء؛ يعني أن يدعو الله أن يغيث، أو أن يدعو الله أن يغفر، أن يدعو الله أن يعطي ونحو ذلك، هذا كله داخل في الدعاء في لفظ الدعاء والله جل وعلا قال وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا[الجن:18]، والذي يقول إنّ هذه الصورة وهي طلب الدعاء تخرج عن الطلب الذي به يكون الشرك شركا فإنه ينقض أصل التوحيد كله في هذا الباب، فكل أنواع الطلب؛ طلب الدعاء يعني طلب الدعاء من الميت، طلب المغفرة من الميت، أو طلب الدعاء من الميت أن يدعو الله أن يغفر، أو طلب الإغاثة من الميت أو طلب الإعانة أو نحو ذلك كلها باب واحد هي طلب، والطلب دعاء، فداخلة في قوله تعالى وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ[المؤمنون:117]، وفي قوله وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا، وفي قوله وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ[فاطر:13]، ونحو ذلك من الآيات، فالتفريق مضاد للدليل. ومن فهم من كلام بعض أئمتنا التفريق أو أن هذا طلب الدعاء من الميت بدعة لا يعني أنه ليس بشرك؛ بل هو بدعة شركية؛ يعني ما كان أهل الجاهلية يفعلونه، وإنما كانوا يتقربون ليدعو لهم، لكن أن يطلب من الميت الدعاء هذا بدعة ما كانت أصلا موجودة، لا عند الجاهليين ولا عند المسلمين، فحدثت فهي بدعة ولاشك، ولكنها بدعة شركية كفرية وهي معنى الشفاعة، إيش معنى الشفاعة التي من طلبها من غير الله فقد أشرك؟ الشفاعة طلب الدعاء، طلب الدعاء من الميت هو الشفاعة. المصدر شرح العقيدة الطحاوية الشريط الثامن الدقيقة 1س26د
    Sumber : http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?p=83417

  • tolib 6 years ago

    Antum benar ustadz, karena beliau membahas Tawasul pada bab tersendiri. Nukilan di atas merupakan pembahasan tentang meminta sesuatu pada orang yang sudah mati, tentu berbeda dengan orang yang bertawasul denganya. 

    Kita mengakui memang terdapat khilaf dalam permasalahan ini, dan Alloh mengajarkan apabila terdapat khilaf maka harus kita kembalikan perkara itu pada Alloh dan RasulNya.

    Patut kita perhatikan mengenai firman Alloh Ta’ala tentang pemyembah-penyembah berhala, Alloh berfirman ;

    وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

    “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat- dekatnya.”  (QS : Az Zumar : 3)

    Ibnu Katsir menjelaskan  “Kemudian Alloh Ta’ala mengabarkan mengenai penyembah-penyembah berhala dari kalangan orang-orang musyrik, mereka mengatakan ; (“Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat-dekatnya.”), maksudnya bahwa yang menjadikan mereka beribadah kepada berhala-berhala tersebut adalah mereka pergi ke berhala-berhala itu, yang telah mereka bentuk dengan bentuk serupa malaikat yang mampu mendekatkan kepada Alloh dalam persangkaan mereka, kemudian mereka beribadah kepada berhala-berhala itu dengan maksud mengambil kedudukan ibadahnya malaikat, agar dapat memberikan syafaat kepada mereka di sisi Alloh Ta’ala dalam hal pertolongan kepada mereka, rizki serta apa-apa yang berkaitan dengan perkara keduniawian, adapun di akhirat nanti maka mereka mengingkarinya.” [Tafsiirul Qur’anil ‘Adzim Ibnu Katsir, dengan muhaqqiq Samiy bin Muhammad Salamah, 7/85 Dar Thaybah Lin Nasyr Wa At Tauzi’]

    Bukankah ini juga bentuk tawasul ustadz,.? Bukankah itu pula yang di lakukan orang-orang musyrik pada zaman dahulu,.?

    Mohon pencerahannya,.. 

  • #tolib
    ayat di atas berbicara mengenai tawasul syirki. tolong baca tulisan di atas dengan baik. di sana sudah saya jelaskan mengenai pengertian tawasul syirki.

  • Ustadz,

    Brati musyrikin quraisy zaman nabi Muhammad shallallaahu ’alaihi wasallam dulu mereka memiliki keyakinan syafaat syirkiyah tadz ? Makanya diperangi ya ? Apakah ada dalilnya yg menyebutkan mereka, musyrikin quraisy berkeyakinan syafaat syirkiyah ? Tlg penjelasannya..

  • Ustadz..

    Bagaimana bisa dikatakan bukan syirik, meminta didoakan kpd orang yg sudah mati, orang mati scr umum tidak bisa mendengar, apalagi mau mendoakan. Orang mati tdk bisa memberikan manfaat dan mudhorot. Bukankah orang yg meminta didoakan ini berharap manfaat kpd si mayit pdhl si mayit tidak bisa memberi manfaat ? Knp ustadz memberi judul yg membuat kerancuan spt ini ? Antum mengesankan klo dgn judul spt ini seakan2 si mayit bisa mendtgkn manfaat krn itu bukan syirik

  • Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh… Ustadz, saya menyesal dan ingin minta maaf kepada antum, jika komentar saya pada tanggal 14 Sept 2013 (pukul 1:51 pm & 6:19 pm) tidak beradab dan mungkin menyakiti hati antum. Tolong ana dimaafkan ya Tadz. Semoga Allah mengampuni kesalahan saya dan antum mau memaafkan dan menghalalkannya.
    اَللَّهُمَّ فَأَيُّمَا مُؤْمِنٍ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْ ذَلِكَ لَهُ قُرْبَةً إِلَيْكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
    Syukran wa Jazaakumullahu khairan..
    -Imam-

  • Ini adalah syubhat siapapun yang mengatakannya.
    Pegangan kita adalah Al Qur’an dan Sunnah

    Bahkan para pemula yang belajar al qowa’idhul arba’ mestinya tidak goncang dengan syubhat ini. Walaupun itu dikatakan oleh seorang professor
    Adapun dalil yang membantah syubhat ini adalah:

    فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ﴾[العنكبوت:65].

    “Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)”. (QS. Al ‘Ankabut [29] : 65 ).

    kalau mereka (musyrikin jaman dulu) mempunyai salah satu dari 3 keyakinan ini:

    Pertama, seorang yang menjadikan antara dirinya dengan Allah perantara dalam doa dan dia berkeyakinan bahwa Allah itu tidak akan menjawab doa orang yang memanjatkan doa kepada-Nya secara langsung karena harus ada perantara antara Allah dengan makhluk dalam doa.

    Kedua, atau menyakini bahwa Allah itu menjawab doa si perantara karena Allah itu membutuhkan perantara

    Ketiga, atau menyakini bahwa si perantara itu memiliki hak yang wajib Allah tunaikan” [Mudzakkirah al Aqidah al Islamiyyah hal 70-71].

    MAKA Tidaklah mungkin ketika dalam kondisi sempit mereka hanya mengikhlaskan doanya kepada Allah. Seharusnya tambah kencang berdoanya kepada perantara tersebut