وسئل فضيلته : هل السنة في التراويح أن تفتتح في ركعتين خفيفتين كصلاة القيام أم لا ؟؟
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ditanya mengenai apakah termasuk sunnah Nabi dalam shalat Tarawih membukanya dengan dua rakaat ringan sebagaimana dalam shalat Tahajud?
أجاب : لا ،ليس هذا هوالسنة ، لأن
صلاة القيام تفتتح بركعتين خفيفتين حيث ان الشيطان اذا نام الانسان عقد على قافيته ثلاث عقد، فاذا قام وذكر الله انحلت عقدة فاذا توضأ انحلت الثانية فاذا صلى انحلت الثالثة ولهذا كان مشروعا تخفيف الركعتين الأوليين من قيام الليل ليكون ذلك أسرع فيحلّ العقد .
Jawaban beliau, “Tidak, itu tidak sesuai dengan sunnah Nabi karena shalat Tahajud itu dibuka dengan dua rakaat ringan karena jika seorang itu tidur maka setan memasang tiga ikatan pada tengkuknya. Jika orang tersebut bangun dan berdzikir mengingat Allah maka lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu maka lepaslah ikatan yang kedua. Jika dia mengerjakan shalat maka lepaslah ikatan ketiga. Oleh karena itu dituntunkan untuk mengerjakan dua rakaat
tersebut dengan cepat agar semakin cepat hilangnya ikatan setan tersebut” [Arbain Sualan fi Fiqh Shiyam wa Fadhli Qiyam].











9 Comments
Cahyo
Jul 29, 2012, 5:03 pm
Ustadz pada link http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/tata-cara-shalat-malam-dan-witir-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html disitu disebutkan bolehnya shalat iftitah dua rakaat sebelum shalat witir. Apakah hal ini masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama?
Cahyo
Jul 29, 2012, 5:05 pm
Maaf ustadz, saya ralat, bukan shalat iftitah sebelum shalat witir, namun shalat iftitah sebelum shalat tarawih seperti pada link yang saya cantumkan pada comment sebelumnya..
ustadzaris
Jul 29, 2012, 9:45 pm
#cahyo
Shalat iftitah dituntunkan sebelum tahajud namun tidak dituntunkan sebelum tarawih sebagaimana dalam penjelasan di atas.
Aji
Jul 29, 2012, 11:22 pm
Ustadz, bukankah pengertian shalat tarawih adalah shalat malam di Bulan Ramadhan ustadz?
Sedangkan hadits yg menjelaskan tentang shalat dua rakaat ringan kenapa hanya dimaknai bulan diluar Ramadhan, dalilnya mana ustadz?
Dan ada hadits juga menjelaskan bahwa shalat malam Nabi di bulan biasa atau Ramadhan adalah sama saja.
Bahkan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani membenarkan itu dalam kitabnya ‘Shalatu at-Tarwih’? mohon penjelasannya ustadz
evan
Jul 31, 2012, 7:47 am
ustadz, bagaimana sikap kita sebagai makmum dimana di masjid yang kita shalat tarawih di dalamnya selalu dilaksanakan shalat iftitah secara berjamaah?
jika hal tsb memang tidak disyariatkan, apakah sebaiknya ketika dilaksanakan shalat iftitah berjamaah tsb kita niatkan shalat sunnah ba’diyah isya? karena kalau kita tidak ikut berdiri maka akan kelihatan shafnya “bolong” karena biasanya saya berada di tengah-tengah shaf pertama.
ustadzaris
Agu 2, 2012, 11:13 pm
#aji
realita menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa shalat tarawih beda dengan shalat tahajud.
tarawih dianjurkan di masjid, tahajud di rumah.
tahajud berjamaah di masjid dengan kesepakatan bersama terlarang, dalam tarawih tidak terlarang
dst…
ustadzaris
Agu 2, 2012, 11:18 pm
#evan
ambil posisi paling pinggir dan usahakan untuk tidak ikut shalat.
penggemar uastadzaris.com
Agu 6, 2012, 4:05 am
ustadz, sy mengambil faidah dari ust. Firanda dan Ustd. Abdullah Zaen, ketika qunut subuh, meski kita menganggap itu bid’ah, kita tetap dianjurkan untuk mengangkat tangan. Apakah ini tidak berlaku bagi kita dalam solat ifititaf, meski kita meyakini itu bukan sunnah, dengan tujuan kemaslahatan.
ustadzaris
Agu 11, 2012, 5:38 pm
#penggemar
Hal itu tidak berlaku dalam kasus ini.