Salah Kaprah Dengan Nama Kun-yah

Salah Kaprah Dengan Nama Kun-yah

Tolak Ukur Nama Tazkiyah yang Terlarang
Hukum Nama Thoha
Panggilan Pada Hari Kiamat

ومن التعريف المبهم ما تسرب إلى قلب الجزيرة العربية من الأفاقين، إذا قيل له: من المتكلم؟ قال: أبو فلان.

فما عرفنا هذا من طريقة السلف، أنهم يعرفون الناس علي ذواتهم بالكني، وإنما يكون التعريف بجر النسب: فلان الفلاني.

كانوا يكتنون ليدعوهم الطالب بها.

هذا ما لم يشتهر الشخص بالكنية حتي قامت مقام الاسم، ومنها في الصحابة رضي الله عنهم أبو بكر، أبو ذر، أم هانئ، رضي الله عنهم

Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullah mengatakan, “Diantara bentuk memperkenalkan diri yang terlarang karena tidak jelas adalah sebuah kebiasaan yang menyebar di jantung Jazirah Arab berasal dari orang-orang non Arab, jika

ditanyakan kepadanya “Siapa anda?” maka dijawab dengan “Abu Fulan”.

Kami tidak mengetahui hal semacam ini dilakukan oleh salaf, memperkenalkan diri sendiri dengan menggunakan nama kun-yah. Memperkenalkan diri itu dengan menyebutkan nasab, fulan yang berasal dari suku al fulan.

Salaf itu memiliki nama kun-yah dengan tujuan agar orang lain memanggil dirinya dengan nama kun-yah tersebut.

Ketentuan di atas berlaku selama orang tersebut tidaklah terkenal dengan nama kun-yah-nya sehingga nama kun-yah itu menggantikan fungsi nama nasab. Diantara orang yang kondisinya semacam itu dikalangan para shahabat adalah Abu Bakr, Abu Dzarr dan Ummu Hani’ [Adabul Hatif hal 18, terbitan Dar Alifa, Kairo Mesir cet pertama 1427 H].

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • Fahrul 6 years ago

    Assalamu`alaikum
    Ana masih bingung dengan pernyataan:
    Salaf itu memiliki nama kun-yah dengan tujuan agar orang lain memanggil dirinya dengan nama kun-yah tersebut.
    Ketentuan di atas berlaku selama orang tersebut tidaklah terkenal dengan nama kun-yah-nya sehingga nama kun-yah itu menggantikan fungsi nama nasab. Diantara orang yang kondisinya semacam itu dikalangan para shahabat adalah Abu Bakr, Abu Dzarr dan Ummu Hani’ [Adabul Hatif hal 18, terbitan Dar Alifa, Kairo Mesir cet pertama 1427 H].
    Yang ana tanyakan kenapa ketentuan :
    “Salaf itu memiliki nama kun-yah dengan tujuan agar orang lain memanggil dirinya dengan nama kun-yah tersebut.”
    kok dinyatakan baru berlaku bila nama kun-yahnya tak terkenal baru orang tersebut boleh memakainya untuk menggantikan fungsi nasab,bukankah  kata syaikh bakr menyebutkan nasab untuk perkenalan dirinya,tapi kok pada paragraf terakhir kok jadi bertentangan ya,mohon ustadz aris jelaskan karena ana biasa memperkenalkan diri pakai kun-yah ana tanpa disertai nama asli dan nasab ana? Mohin penjelasan ustadz aris, jazakallah khair.