<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ingin Jadi Tukang Ruqyah Sebagai Jalan Berdakwah</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/ruqyah-sebagai-jalan-berdakwah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/ruqyah-sebagai-jalan-berdakwah</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 10:34:43 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Ibnu Shalih</title>
		<link>http://ustadzaris.com/ruqyah-sebagai-jalan-berdakwah/comment-page-1#comment-1445</link>
		<dc:creator>Ibnu Shalih</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 04:24:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=966#comment-1445</guid>
		<description>Jazaakalloh khair...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazaakalloh khair&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/ruqyah-sebagai-jalan-berdakwah/comment-page-1#comment-1438</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 10:17:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=966#comment-1438</guid>
		<description>Untuk Ibnu
1. Menurut Ibnu Taimiyyah, bid&#039;ah adalah yang menyelisihi ijma salaf
2. Silahkan ditelaah lebih lanjut di Zaad Maad karya Ibnul Qoyyim, bisa juga dibaca di sini http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/10/hukum-menulis-ayat-al-quran-atau-dzikir.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Ibnu<br />
1. Menurut Ibnu Taimiyyah, bid&#8217;ah adalah yang menyelisihi ijma salaf<br />
2. Silahkan ditelaah lebih lanjut di Zaad Maad karya Ibnul Qoyyim, bisa juga dibaca di sini <a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/10/hukum-menulis-ayat-al-quran-atau-dzikir.html" rel="nofollow">http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/10/hukum-menulis-ayat-al-quran-atau-dzikir.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ibnu Shalih</title>
		<link>http://ustadzaris.com/ruqyah-sebagai-jalan-berdakwah/comment-page-1#comment-1431</link>
		<dc:creator>Ibnu Shalih</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 05:57:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=966#comment-1431</guid>
		<description>Jazaakallah khair. jadi ustadz...kalau ada suatu perkara yang dilakukan salaf maka itu tidak dikatakan bid&#039;ah walaupun tidak ada dalilnya? benarkah pemahaman ana ini? jika pemahaman ana benar, maka siapakah &#039;ulama yang pernah memiliki pemahaman tentang makna bid&#039;ah semacam pemahaman ana ini?  Kemudian siapakah salaf yang ustadz maksud? sahabatkah atau &#039;ulama setelah sahabat? trima kasih ustadz...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazaakallah khair. jadi ustadz&#8230;kalau ada suatu perkara yang dilakukan salaf maka itu tidak dikatakan bid&#8217;ah walaupun tidak ada dalilnya? benarkah pemahaman ana ini? jika pemahaman ana benar, maka siapakah &#8216;ulama yang pernah memiliki pemahaman tentang makna bid&#8217;ah semacam pemahaman ana ini?  Kemudian siapakah salaf yang ustadz maksud? sahabatkah atau &#8216;ulama setelah sahabat? trima kasih ustadz&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/ruqyah-sebagai-jalan-berdakwah/comment-page-1#comment-1429</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 02:15:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=966#comment-1429</guid>
		<description>Untuk MUS
Yang terlarang adalah meminta diruqyah, bukan meruqyah. Larangannya adalah larangan makruh, bukan larangan haram.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk MUS<br />
Yang terlarang adalah meminta diruqyah, bukan meruqyah. Larangannya adalah larangan makruh, bukan larangan haram.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/ruqyah-sebagai-jalan-berdakwah/comment-page-1#comment-1428</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 02:13:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=966#comment-1428</guid>
		<description>Untuk Ibnu
Dalam pertanyaan tersebut terdapat dua hal yang dibahas
1. membaca al Qur&#039;an lalu ditiupkan ke air
2. menuliskan ayat al Qur&#039;an dengan madu lalu dilarutkan dengan air lalu diminumkan kepada orang yang sakit.
Dua hal ini tidak boleh menurut Syeikh Rabi.
Namun dua hal tersebut bukan bid&#039;ah mengingat ada salaf yang melakukannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Ibnu<br />
Dalam pertanyaan tersebut terdapat dua hal yang dibahas<br />
1. membaca al Qur&#8217;an lalu ditiupkan ke air<br />
2. menuliskan ayat al Qur&#8217;an dengan madu lalu dilarutkan dengan air lalu diminumkan kepada orang yang sakit.<br />
Dua hal ini tidak boleh menurut Syeikh Rabi.<br />
Namun dua hal tersebut bukan bid&#8217;ah mengingat ada salaf yang melakukannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
