<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Perwalian untuk Anak Perempuan Hasil Zina</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 10:14:30 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-12057</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 14:57:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-12057</guid>
		<description>#usman
1. minta tolong kepada kepala KUA dan minta dia agar mau memahami pendapat anda.
2. ya, wajib mahar baru.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#usman<br />
1. minta tolong kepada kepala KUA dan minta dia agar mau memahami pendapat anda.<br />
2. ya, wajib mahar baru.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: usman</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-12053</link>
		<dc:creator>usman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 05:13:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-12053</guid>
		<description>Asslamualaikum wr wb, 
terima kasih pak ustadz atas penjelasan nya.
saya ada beberapa pertanyaan lagi ustadz,
1.untuk akad nikah yang baru, siapakah yang pantas menjadi wali..?
2.untuk menikah kembali mahar nya harus baru ..?
Jazakallah. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslamualaikum wr wb, <br />
terima kasih pak ustadz atas penjelasan nya.<br />
saya ada beberapa pertanyaan lagi ustadz,<br />
1.untuk akad nikah yang baru, siapakah yang pantas menjadi wali..?<br />
2.untuk menikah kembali mahar nya harus baru ..?<br />
Jazakallah. </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-12052</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 04:15:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-12052</guid>
		<description>#usman
1. tidak benar
2. wajib akad nikah ulang
3. status anak tersebut adalah anak hasil nikah syubhat.
http://firanda.com/index.php/konsultasi/keluarga/272-nikah-syubhat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#usman<br />
1. tidak benar<br />
2. wajib akad nikah ulang<br />
3. status anak tersebut adalah anak hasil nikah syubhat.<br />
<a href="http://firanda.com/index.php/konsultasi/keluarga/272-nikah-syubhat" rel="nofollow">http://firanda.com/index.php/konsultasi/keluarga/272-nikah-syubhat</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: usman</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-12045</link>
		<dc:creator>usman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 00:52:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-12045</guid>
		<description>Assalamualaikum wr wb, 
Terima Kasih atas jawabannya Ustadz, 
istri saya adalah anak hasil zina tadz, jadi pada waktu dahulu ayah nya menghamili ibu istri saya diluar nikah. dan pada masa usia kandungan masih ada sekitar 6 bulan jalan, ayah biologis nya menikahi ibu nya.
pada saat saya menikah dengan anak nya (istri saya), wali akad nikah adalah ayah nya. saya baru tahu kalo ternyata istri saya hasil zina setelah istri sayamengandung anak kami yang pertama. saya bertanya kepada kepala KUA setempat katanya tidak mengapa wali nya adalah ayah nya, kepala KUA pun mengemukakan alasan masih masuk nasab ayah nya apabila umur kehamilan sang ibu masih minimal 6 bulan jalan dan kepala KUA memperlihatkan acuan dari buku kompilasi hukum islam dan mengacu pada surat Al ahqaf ayat 15 ( mengandung dan menyapih adalah 30 bulan ), dan surat luqman ayat 4 ( menyapih selama 2 tahun = 24 bulan), jadi waktu mengandung sekitar 30-24 bulan = 6 bulan. pertanyaan saya pak ustadz :
1. Bagaimana dengan argument Kepala KUA setempat..?, apakah benar..?
2. kalau menurut pak ustadz, apa saya perlu melakukan akad nikah ulang..?
3. bagaimana dengan status anak saya pak ustadz, apakah bisa dibilang  anak saya adalah hasil zina..?

saya sangat berharap atas bantuan ustadz,
jazakallah.
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb, <br />
Terima Kasih atas jawabannya Ustadz,<br />
istri saya adalah anak hasil zina tadz, jadi pada waktu dahulu ayah nya menghamili ibu istri saya diluar nikah. dan pada masa usia kandungan masih ada sekitar 6 bulan jalan, ayah biologis nya menikahi ibu nya.<br />
pada saat saya menikah dengan anak nya (istri saya), wali akad nikah adalah ayah nya. saya baru tahu kalo ternyata istri saya hasil zina setelah istri sayamengandung anak kami yang pertama. saya bertanya kepada kepala KUA setempat katanya tidak mengapa wali nya adalah ayah nya, kepala KUA pun mengemukakan alasan masih masuk nasab ayah nya apabila umur kehamilan sang ibu masih minimal 6 bulan jalan dan kepala KUA memperlihatkan acuan dari buku kompilasi hukum islam dan mengacu pada surat Al ahqaf ayat 15 ( mengandung dan menyapih adalah 30 bulan ), dan surat luqman ayat 4 ( menyapih selama 2 tahun = 24 bulan), jadi waktu mengandung sekitar 30-24 bulan = 6 bulan. pertanyaan saya pak ustadz :<br />
1. Bagaimana dengan argument Kepala KUA setempat..?, apakah benar..?<br />
2. kalau menurut pak ustadz, apa saya perlu melakukan akad nikah ulang..?<br />
3. bagaimana dengan status anak saya pak ustadz, apakah bisa dibilang  anak saya adalah hasil zina..?</p>
<p>saya sangat berharap atas bantuan ustadz,<br />
jazakallah.<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-12041</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 15:23:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-12041</guid>
		<description>#usman
Yang benar, anak zina nasabnya itu kepada ibunya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#usman<br />
Yang benar, anak zina nasabnya itu kepada ibunya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: usman</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-12026</link>
		<dc:creator>usman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 15:28:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-12026</guid>
		<description>Assalamualaikum wr wb,
pak ustad, bagaimana dengan pendapat bahwa anak hasil zina itu termasuk ke nasab ayah biologis nya, apabila sang ayah setelah berzina dengan ibu nya diluar nikah, kemudian menikah pada saat kandungan minimal masih 6 bulan atau lebih menuju melahirkan. apakah anak hasil zina tersebut bernasab ke ayahnya. jazakallah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb,<br />
pak ustad, bagaimana dengan pendapat bahwa anak hasil zina itu termasuk ke nasab ayah biologis nya, apabila sang ayah setelah berzina dengan ibu nya diluar nikah, kemudian menikah pada saat kandungan minimal masih 6 bulan atau lebih menuju melahirkan. apakah anak hasil zina tersebut bernasab ke ayahnya. jazakallah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-11989</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 14:48:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-11989</guid>
		<description>#satria
wajib akad nikah ulang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#satria<br />
wajib akad nikah ulang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: satria</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-11743</link>
		<dc:creator>satria</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 02:34:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-11743</guid>
		<description>assalamualaikum. wr wb.

pak ustad, saya telah melakukan kesalahan, karena telah berzina, saat wanita tersebut hamil 3 bulan, kami melakukan pernikahan, sedangkan wanitanya masih berstatus nasrani,  dan pihak KUA tidak mengetahui akan hal ini, tetapi pihak KUA merasa kurang yakin, sehingga dia menyuruh wanita tersebut untuk mengucap syahadat, sampai sekarang, kami tidak pernah melakukan ijab setelahnya, dan kami telah memiliki 3 putri sampai dengan sekarang, mohon penjelasan, dan apa yang harus  saya lakukan, kedepannya untuk anak-anak ini, mohon dengan sangat pak ustad</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum. wr wb.</p>
<p>pak ustad, saya telah melakukan kesalahan, karena telah berzina, saat wanita tersebut hamil 3 bulan, kami melakukan pernikahan, sedangkan wanitanya masih berstatus nasrani,  dan pihak KUA tidak mengetahui akan hal ini, tetapi pihak KUA merasa kurang yakin, sehingga dia menyuruh wanita tersebut untuk mengucap syahadat, sampai sekarang, kami tidak pernah melakukan ijab setelahnya, dan kami telah memiliki 3 putri sampai dengan sekarang, mohon penjelasan, dan apa yang harus  saya lakukan, kedepannya untuk anak-anak ini, mohon dengan sangat pak ustad</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-10785</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 05:00:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-10785</guid>
		<description>#rochim
akad nikah tetap sah cuma ada dosa besar menasabkan orang kepada yang bukan bapaknya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#rochim<br />
akad nikah tetap sah cuma ada dosa besar menasabkan orang kepada yang bukan bapaknya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rokhim</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-10765</link>
		<dc:creator>rokhim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 12:17:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-10765</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum ustadz
saya ingin bertanya, saya menikahi wanita yang dulu dilahirkan oleh ibunya sebelum ibu dan ayahnya menikah. Kemudian setelah istri saya lahir, baru kemudian ayah dan ibu (mertua saya) menikah. Kemudian saat kami akan menikah, ibunya bercerita mengenai sejarah masa lalunya, dan akhirnya kami pun menuju KUA untuk menjelaskan duduk perkaranya sekaligus meminta perwalian hakim dari KUA saat akad nikah kami.
Pada saat akad nikah wali dari istri saya adalah wali hakim dari KUA, sehingga saya pun tidak ragu akan hal itu. Namun sekian lama saya jadi teringat saat ucapan akad nikah dimana kalau tidak salah wali hakim menuntun ucapannya sebagai berikut &quot;saya nikahkan ...dengan nama istri saya binti ..nama ayah biologisnya...dst&quot; nah apakah pernikahan saya tadi sah ustadz? karena nama istri saya disebut binti ayah biologisnya, sedangkan walinya adalah wali hakim dan wali hakim tersebut sudah tahu duduk permasalahannya. Kemudian di buku nikah juga tertera nama istri saya dinasabkan kepada ayah biologisnya. Mohon disampaikan penjelasannya ustadz
 
Wassalamu&#039;alaikum warohmatullohi wabarokatuh
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum ustadz<br />
saya ingin bertanya, saya menikahi wanita yang dulu dilahirkan oleh ibunya sebelum ibu dan ayahnya menikah. Kemudian setelah istri saya lahir, baru kemudian ayah dan ibu (mertua saya) menikah. Kemudian saat kami akan menikah, ibunya bercerita mengenai sejarah masa lalunya, dan akhirnya kami pun menuju KUA untuk menjelaskan duduk perkaranya sekaligus meminta perwalian hakim dari KUA saat akad nikah kami.<br />
Pada saat akad nikah wali dari istri saya adalah wali hakim dari KUA, sehingga saya pun tidak ragu akan hal itu. Namun sekian lama saya jadi teringat saat ucapan akad nikah dimana kalau tidak salah wali hakim menuntun ucapannya sebagai berikut &#8220;saya nikahkan &#8230;dengan nama istri saya binti ..nama ayah biologisnya&#8230;dst&#8221; nah apakah pernikahan saya tadi sah ustadz? karena nama istri saya disebut binti ayah biologisnya, sedangkan walinya adalah wali hakim dan wali hakim tersebut sudah tahu duduk permasalahannya. Kemudian di buku nikah juga tertera nama istri saya dinasabkan kepada ayah biologisnya. Mohon disampaikan penjelasannya ustadz<br />
 <br />
Wassalamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokatuh<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.404 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-22 22:12:53 -->

