<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Perwalian untuk Anak Perempuan Hasil Zina</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 04:42:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-1417</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 10:13:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-1417</guid>
		<description>Untuk Rahma
1. Tidak ada adopsi anak dalam Islam, baca QS al Ahzab:4. Jadi tidak boleh dinasabkan kepada ayah angkat dan ayah angkat itu tidak bisa jadi wali nikah.
2. Diantara dosa besar adalah tidak mau mengakui ayah kandung sebagai ayah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Rahma<br />
1. Tidak ada adopsi anak dalam Islam, baca QS al Ahzab:4. Jadi tidak boleh dinasabkan kepada ayah angkat dan ayah angkat itu tidak bisa jadi wali nikah.<br />
2. Diantara dosa besar adalah tidak mau mengakui ayah kandung sebagai ayah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rahma</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-1414</link>
		<dc:creator>rahma</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 03:28:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-1414</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum
pa ustadz,bagaimana apabila anak hasil zina tersebut diadopsi oleh orang lain,apakah boleh di nasabkan pada ayah angkatnya,atau tetap harus dinasabkan pada ibu kandungnya? bolehkah ayah angkatnya menjadi wali nikahnya?,lalu bagaimana hukumnya apabila si anak tidak mau mengakui ayah kandungnya sbg orangtua,berdosakah si anak tsb?terima kasih,semoga Allah membalas dgn kebaikan &lt;strike&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum<br />
pa ustadz,bagaimana apabila anak hasil zina tersebut diadopsi oleh orang lain,apakah boleh di nasabkan pada ayah angkatnya,atau tetap harus dinasabkan pada ibu kandungnya? bolehkah ayah angkatnya menjadi wali nikahnya?,lalu bagaimana hukumnya apabila si anak tidak mau mengakui ayah kandungnya sbg orangtua,berdosakah si anak tsb?terima kasih,semoga Allah membalas dgn kebaikan &lt;strike&gt;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-1405</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 14:43:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-1405</guid>
		<description>Untuk Hamka
Keabsahan pernikahannya diperselisihkan. Lihat fatwa Ustadz Ahmad Sabiq untuk Aulia dalam komen tulisan beliau http://ahmadsabiq.com/2009/11/09/fiqh-anak-zina/#more-70</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Hamka<br />
Keabsahan pernikahannya diperselisihkan. Lihat fatwa Ustadz Ahmad Sabiq untuk Aulia dalam komen tulisan beliau <a href="http://ahmadsabiq.com/2009/11/09/fiqh-anak-zina/#more-70" rel="nofollow">http://ahmadsabiq.com/2009/11/09/fiqh-anak-zina/#more-70</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hamka</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-1401</link>
		<dc:creator>Hamka</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 07:36:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-1401</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum. Wr.wb
Maaf nich ustad ane mw nanya,apa benar tidak boleh menikahkan wanita yang sedang hamil? Kalau memang tidak boleh kenapa banyak kepala KUA yang menikahkan wanita dalam keadaan hamil... Jazakallah ustadz.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum. Wr.wb<br />
Maaf nich ustad ane mw nanya,apa benar tidak boleh menikahkan wanita yang sedang hamil? Kalau memang tidak boleh kenapa banyak kepala KUA yang menikahkan wanita dalam keadaan hamil&#8230; Jazakallah ustadz.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/perwalian-untuk-anak-perempuan-hasil-zina/comment-page-1#comment-1379</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 01:04:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=837#comment-1379</guid>
		<description>Untuk Muhammad
1. Untuk lebih lengkapnya tolong baca di http://ahmadsabiq.com/2009/11/09/fiqh-anak-zina/#more-70
2. Keabsahan pernikahannya diperselisihkan. Lihat fatwa Ustadz Ahmad Sabiq untuk Aulia dalam komen tulisan beliau di atas.
3. Boleh sebagaimana pernah terjadi di masa Khalifah Umar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Muhammad<br />
1. Untuk lebih lengkapnya tolong baca di <a href="http://ahmadsabiq.com/2009/11/09/fiqh-anak-zina/#more-70" rel="nofollow">http://ahmadsabiq.com/2009/11/09/fiqh-anak-zina/#more-70</a><br />
2. Keabsahan pernikahannya diperselisihkan. Lihat fatwa Ustadz Ahmad Sabiq untuk Aulia dalam komen tulisan beliau di atas.<br />
3. Boleh sebagaimana pernah terjadi di masa Khalifah Umar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
