Perluas Cakrawala Anda Tentang Isbal (3): Isbal Karena Sombong

Hukum Isbal bagi laki-laki

Oleh Syeikh Shalih bin Muhammad al Asmari
الشيخ صالح بن محمد الأسمري
سؤال:
ما حكم إسبال الثوب عن الكعبين للرجال ؟

Pertanyaan, “Apa hukum isbal bagi laki-laki?

الجواب :
لإسبال الثوب عن الكعبين حالتان :
الأولى : إسبال لخيلاء . وفيها عند الأصحاب وجهان ، المعتمد منهما التحريم ، وهو المذهب على الصحيح . وهو ما جزم به الموفق رحمه الله في: ((المغني)) والمجد رحمه الله في : ((شرحه . ((

Jawaban, “Isbal sehingga kain berada di bawah mata kaki itu ada dua macam.
Pertama, isbal untuk menyombongkan diri. Hukum hal ada dua pendapat diantara para ulama bermazhab Handali (haram dan makruh). Pendapat yang dijadikan pegangan adalah pendapat yang mengharamkannya. Itu mazhab resmi Hanabilah menurut pendapat yang benar. Pendapat inilah yang ditegaskan oleh Ibnu Qudamah dalam al Mughni dan al Majdi Ibnu Taimiyyah (kakek dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah) dalam syarahnya.

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله في : ((شرح العمدة)) (ص361): ” أطلق جماعة من أصحابنا لفظ الكراهة، وصَرّح غير واحد منهم بأن ذلك حرام . وهذا هو المذهب بلا تردد ” .ا.هـ ،

Dalam Syarh ‘Umdah al Fiqh hal 361, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Sejumlah ulama bermazhab Hambali menggunakan istilah makruh untuk isbal karena sombong. Sedangkan sejumlah ulama bermazhab Hambali yang lain menegaskan bahwa isbal karena sombong itu haram. Haram adalah pendapat resmi mazhab Handali tanpa diragukan lagi”.

وقال المُنَقّح رحمه الله في : ((الإنصاف )) (1/472) : ” هذا عَيْن الصواب الذي لا يُعْدَل عنه ، وهو المذهب ، وهو ظاهر نص أحمد ” . أ.هـ ، وعلى ذلك الفقهاء ، وجعله القاضي عياض رحمه الله : إجماعاً (10/215).

Dalam kitab al Inshaf, buku fiqh mazhab Hanbali 1/472 disebutkan, “Pendapat yang mengharamkan isbal karena sombong adalah pendapat yang benar yang tidak boleh berpaling darinya. Inilah mazhab resmi madzhab Hamdali dan itu adalah kesimpulan yang paling mendekati dari perkataan Imam Ahmad tentang masalah ini”. Pendapat yang mengharamkan adalah pendapat yang dianut oleh para pakar fikih di luar madzhab Handali. Bahkan al Qadhi Iyadh menyatakan bahwa hukum haram untuk isbal dengan sombong adalah ijma ulama.
ودليله : ما أخرجه البخاري ومسلم في ((صحيحهما)) من حديث ابن عمر رضي الله عنهما أنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( من جرَّ ثوبه خيلاء لم يَنْظر الله إليه يوم القيامة )) .

Dalil haramnya isbal dengan sombong adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang menyeret kainnya karena sombong maka Allah tidak akan memandangnya pada hari Kiamat”.
وفيهما من حديث أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( لا يَنْظر الله إلى من جَرَّ إزاره بَطَراً)) . وفي الباب أحاديث .

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tidak akan memandang orang yang menyeret kainnya karena sombong”. Terdapat banyak hadits lain yang semakna dengan hal di atas.
قال ابن عبد البر رحمه الله في : ((الاستذكار)) (26/187) : والخيلاء والاختيال وهو التكبّر والتَّبَخْتُر والزهو ، وكل ذلك أَشَرٌ وبَطَر ، وازدراء على الناس واحتقار لهم ، والله لا يُحبّ كل مختال فخور ، ولا يحب المُستكبرين )) .ا.هـ

Ibnu Abdil Barr dalam al Istidzkar 26/187 mengatakan, “Ikhtiyal, takabbur, tabkhtur, zahwu, asyar dan bathar semuanya bermakna menyombongkan diri dan merendahkan orang lain. Allah tidaklah menyukai semua orang yang menyombongkan diri”.
وقال النووي رحمه الله في : ((المنهاج)) (14/87) : ” قال العلماء : الخيلاء – بالمَدّ – والمَخِيْلة والبطر والكبر والزهو والتَّبَخْتُر : كلُّها بمعنى واحد، وهو حرام “. ا.هـ .

Dalam al Minhaj Syarh Muslim 14/87 an Nawawi mengatakan, “Para ulama mengatakan bahwa khuyala’, makhilah, bathar, kibr, zahwu dan tabakhtur adalah sinonim yang bermakna sombong sehingga semuanya hukumnya adalah haram”.
ويُسْتَثنى من تحريم الإسبال خيلاء : الإسبال في الحرب ، قال الشمس ابن مفلح رحمه الله في : ((الفروع)) (1/344) : “ويَحْرم في الأَصَحّ إسبال ثيابه خيلاء في غير حَرْب بلا حاجة ” .

Ada pengecualian untuk isbal karena sombong dalam peperangan sehingga hukumnya diperbolehkan, Ibnu Muflih dalam al Furu’ 1/344 mengatakan, “Menurut pendapat yang kuat isbal karena sombong hukumnya haram ketika dilakukan di luar peperangan tanpa ada kebutuhan”.
لما أخرجه الطبراني رحمه الله في ((المعجم الكبير)) أن النبي صلى الله عليه وسلم حين رأى بعض أصحابه يَمْشي بين الصَّفَّين يختال في مشيته قال : (( إنها لمِشْيَة يُبْغِضها الله إلا في هذا الموطن )) ، قال البُهُوتي رحمه الله في : ((كشاف القناع )) (1/277) : ” وذلك لأن الخيلاء غير مذموم في الحرب ” ا.هـ.

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dalam al Mu’jam al Kabir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang shahabat yang berjalan dengan sombong di antara pasukan kaum muslimin dan pasukan orang-orang kafir lalu berkomentar, “Itu adalah gaya berjalan yang Allah benci kecuali dalam kondisi saat ini”. Dalam Kasysyaf al Qana’ 1/277, al Bahuti mengatakan, “Hal itu dikarenakan sombong tidaklah tercela dalam kondisi perang”.
فـائـدة:
والإسبال لخُيَلاء في غير حرب ظاهر الأدلة : أنه كبيرة ، نَصّ عليه جماعة، منهم : الحافظ في : ((فتح الباري)) (10/275) : حيث قال : “إسبال الإزار للخيلاء كبيرة ” ، والبهوتي في : ((كشاف القناع))
(1/277) .

Dalil-dalil yang ada menunjukkan bahwa isbal karena sombong di luar peperangan adalah dosa besar sebagaimana telah ditegaskan oleh sejumlah ulama. Diantaranya adalah al Hafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 10/275 dengan perkataan beliau, “Isbal karena sombong itu dosa besar” dan al Bahuti dalam Kasysyaful Qana 1/277.

– Bersambung insya Allah –

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 2
  • Ikhsan 7 years ago

    Assalamu’alaikum. Izin untuk bertanya.
    Bagaimana ustadz dengan kondisi pegawai kantoran yang diharuskan memakai celana isbal? 
    Syukron.

  • ustadzaris 7 years ago

    #Ikhsan
    Lebih baik jika cari pekerjaan lain yang lebih baik