Orang Teknik Mesin yang Jadi Ulama

Di antara dai ahli sunnah dan ulama yang cukup terkenal dari Mesir adalah Mushthofa al Adawi. Beliau lahir di sebuah kampung bernama Maniah Samnud. Sebuah kampung di provinsi al Daqhaliah pada tahun 1945. Beliau pernah mengenyam pendidikan di fakultas teknik tepatnya jurusan teknik mesin di tahun 1977.

Beliau adalah di antara orang yang sangat perhatian dengan al Qur’an oleh karenanya tiga puluh juz dari al Qur’an sudah ada di luar kepala beliau.
Sebagaimana kebiasaan para ulama terdahulu, beliau pernah melakukan rihlah ilmiah (perjalanan dalam rangka menuntut ilmu). Beliau tinggalkan kampung halaman tercinta menuju Yaman tepatnya untuk belajar dengan Syeikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i. Selama kurang lebih rentang waktu empat tahun terhitung dari 1400H sampai 1404 H beliau hadiri berbagai pelajaran ilmiah yang disampaikan oleh Syeikh Muqbil. Selama jangka waktu yang sebenarnya tidak begitu lama ini beliau merasa mendapat ilmu yang demikian banyak.

Sekembali dari Yaman beliau membuat sebuah mushalla kecil sebagai tempat beliau mengajarkan ilmu yang telah beliau peroleh selama ini karena ilmu yang manfaat adalah ilmu yang diajarkan kepada orang lain, bukan hanya sekedar disimpan untuk diri sendiri. Di mushalla ini beliau mulai mengajarkan Shahih Bukhari, Muslim, tafsir al Qur’an dan Fiqh.

Ketika mulai banyak penuntut ilmu yang ingin belajar ilmu-ilmu agama kepada beliau baik dari Mesir ataupun di luar Mesir, beliau mulai membangun sebuah masjid besar dan perpustakaan yang besar pula.

Di samping mengajar di masjid sendiri, beliau juga memiliki berbagai kajian rutin setiap pekannya di berbagai provinsi di Mesir.

Di samping aktivitas mengajar, beliau juga mengeluti bidang tulis menulis. Beliau cukup aktif menulis di bidang fikih, hadits, musthalah hadits dan tafsir. Beliau punya obsesi besar untuk menulis tafsir al Qur’an dalam bentuk tanya jawab. Program ini beliau namai at Tashil li Ta’wil at Tanzil (cara mudah belajar tafsir al Qur’an). Di antara buku yang sudah beredar di pasaran adalah tafsir untuk surat al Baqarah, Ali Imran, an Nisa’, an Nur, al Hujurat, al Qashash, Yusuf, juz amma dan juz 29.

Dalam bidang fiqh, beliau menulis kitab al Jami’ li Ahkam al Nisa’ (Buku Lengkap Tentang Hukum-Hukum Seputar Wanita). Buku ini terdiri dari lima jilid dengan rincian empat jilid berisi uraian sedangkan jilid kelima berisi Tanya jawab praktis tentang kandungan empat jilid sebelumnya.

Di samping itu, beliau juga menulis buku fiqh yang bersifat umum. Judul buku tersebut adalah al Jami’ al ‘Amm fi al Fiqh wa al Ahkam (buku lengkap tentang fiqh dan hukum).

Karya-karya beliau yang lain diantaranya adalah al Shahih al Musnad min Ahadits al fitan wa al Malahin wa Ayrath al Sa’ah (buku kumpulan hadits-hadits shahih mengenai huru hara akhir zaman), al Shahih al Musnad min Adzkar al yaum wa al Lailah (buku kumpulan hadits shahih mengenai dzikir-dzikir harian), al Shahih al Musnad min fadhail al Shahabah (buku kumpulan hadits shahih mengenai keistimewaan para shahabat Nabi) dan al Shahih al Musnad min al Ahadits al Qudsiah (buku kumpulan hadits-hadits qudsi yang shahih).

Senantiasa beliau bersungguh-sungguh dalam berdakwah, menebarkan ilmu dan produktif menulis buku. Moga Allah melimpahkan keberkahan untuk ilmu dan amal beliau.

COMMENTS

WORDPRESS: 8
  • masyaAllah..

  • Ustadz, saya pernah mendengar orang sedang mendebat saudaranya yang bermanhaj salafy. Dan menanyakan kepadanya siapa ulama2 yang dia ikuti? Karena tidak mau berdebat kusir. Dia menjawab ulama2 yang ada di Saudi.
    Benarkah begitu ustadz, siapa ulama2 yang masih hidup di zaman kita sekarang ini yang masih memegang manhaj salaf ini?
    Afwan saya masih baru dalam mengenal manhaj ini.
    Jazakallahu

  • Ustadz, siapakah ulama2 yang bermanhaj salaf yang masih hidup di zaman kita ini?
    Adakah ulama Indonesia yang bermanhaj salaf? Siapakah mereka?
    Apakah benar Imam Bonjol bermanhaj salaf? Sejak kapan manhaj salaf masuk ke Indonesia? Karena setahu saya Islam di Indonesia disebarkan oleh walisongo, meski saya kadang ragu. Karena pada kenyataannya mereka para wali terkesan diagung-agungkan dan sepertinya tidak mungkin bila mereka mengajarkan Islam dan mereka memang benar seorang wali tentunya benar2 memurnikan tauhid.

    Afwan, saya masih berusaha mengenal Islam dan manhaj salaf ini?

    Jazakallahu…

  • ustadzaris 9 years ago

    Untuk Agus
    Ulama yang bermanhaj salaf tidak hanya di Saudi. Ada yang di Mesir, Yaman, Sudan, Pakistan, Kuwait, Emirat Arab dll.

  • subhanalloh..ane terharu baca artikel ini..
    insya Allah shabis nyelesein S1 d universitas ane akn lebih fokus blajar ilmu syar.i d ma’had

  •  
    @ Agus.
    Imam Bonjol bermanhaj salaf. Nama Asli beliau Muhammad Shahab.
    Silahkan mencari refensi tentang perang padri. Pada awalnya timbulnya peperangan ini didasari oleh adanya keinginan dikalangan para ulama di Kerajaan Pagaruyung untuk menerapkan dan menjalan syariat Islam sesuai dengan Manhaj Salaf yang waktu itu berkembang di tanah Arab (Arab Saudi sekarang)
    Perang Pertama dimulai dengan munculnya gerakan Kaum Padri (Kaum Ulama) dalam menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di kalangan masyarakat yang ada dalam kawasan Kerajaan Pagaruyung sekitarnya, seperti kesyirikan (mendatangi kuburan-kuburan keramat), perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan (dimana menyalahi aturan Islam) dan umumnya pelonggaran pelaksanaan kewajiban ibadah agama Islam
     
    namun akhirnya pada perang kedua menjadi perang melawan Belanda.
     

  • Subkhanallah,semoga menjadi motivasi bagi muslim yang berlatar belakang pendidikan umum lainnya.

  • abuya jibril al minangi 7 years ago

    bismillah.ustad saya seorang penuntut ilmu,ingin belajar pada ulama di timir tengah,terutma yaman.cuma kemampuaan bahasa arab ana masih minim dan bacaan al qur an ana masih belum sempurna.apakah bisa dan bagaimana cara belajar kesana?jazakallah