الفتوى رقم ( 15157 )
Fatawa Lajnah Daimah no 15157
الحمد لله وحده ، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده ، وبعد :
فقد اطلعت اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء على ما ورد إلى سماحة الرئيس العام من فضيلة : ضابط التوعية الإسلامية بمستشفى القوات المسلحة ، والمحال إلى اللجنة من الأمانة العامة لهيئة كبار العلماء برقم (622) وتاريخ 7 / 2 / 1413 هـ, وقد سأل فضيلته سؤالا هذا نصه :
Lajnah Daimah mengatakan bahwa Kepala Sesi Kerohanian RS Angkatan Bersenjata Arab Saudi mengajukan pertanyaan sebagai berikut:
أفيد فضيلتكم بأنه يرد إلينا من مستشفيات القوات المسلحة
أسئلة عن حكم إجراء العادة السرية في المختبر بالمستشفيات لغرض التحليل من مشكلة العقم ، بحيث يتم تسليم العينة للمختبر بعد عشر دقائق من خروج المني ، ولا يصلح بعد خروجه بمدة طويلة .
“Perlu kami sampaikan pihak rumah sakit sering mengajukan pertanyaan kepada sesi kerohanian mengenai hukum laki-laki yang melakukan onani di laboratorium RS untuk kepentingan pemeriksaan sperma untuk mengetahui sebab kemandulan sehingga sperma tersebut bisa diserahkan ke pihak laboratorium sepuluh menit setelah keluarnya sperma. Perlu diketahui bahwa sperma yang telah keluar dalam jangka waktu lama itu tidak lagi cocok untuk pengecekan.
لذا نأمل من فضيلتكم إفتاءنا في حكم العادة السرية لغرض إجراء التحاليل الطبية لمشكلة العقم أو غيره من الأمراض التي تتطلب تحليل عينة من المني في المختبر
Oleh karena itu, kami berharap anda memberi kami fatwa mengenai hukum melakukan onani untuk tujuan pemeriksaan medis untuk mengetahui sebab kemandulan atau penyakit yang lain yang perlu mengadakan pengecekan sperma di laboratorium”.
وبعد دراسة اللجنة له أجابت بأنه نظرا لمسيس الحاجة إلى ذلك ، وكون المصلحة المرجوة في ذلك تربو على المفسدة الحاصلة بالاستمناء – فيجوز ذلك .
Jawaban Lajnah Daimah, “Setelah melakukan pengkajian terhadap permasalahan yang diajukan maka Lajnah Daimah mengatakan bahwa menimbang adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan onani dan maslahat yang bisa diharapkan dengan melakukan onani itu jauh lebih besar dari pada bahaya onani, oleh sebab itu onani dalam kondisi semisal ini diperbolehkan”.
وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … عضو … عضو … نائب الرئيس … الرئيس
عبد العزيز آل الشيخ … صالح الفوزان … عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua Lajnah Daimah, Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua Lajnah Daimah dan Abdullah bin Ghadayan, Shalih al Fauzan serta Abdul Aziz alu Syaikh masing-masing selaku anggota.
Sumber:
Fatawa Lajnah Daimah yang dikumpulkan oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazzaq ad Duwaisy jilid 24 kitab al Jami’ hal 435-436, terbitan Ulin Nuha lil Intaj, Kairo.
Beberapa hari yang lewat saya mendapatkan pertanyaan via SMS tentang seorang laki-laki yang tes kesuburan karena permintaan calon isterinya, bolehkan onani untuk tujuan semacam ini?
Jawabnya adalah tidak boleh, cara untuk mengetahui kesuburan calon suami atau isteri adalah dengan melihat keluarga calon suami atau isteri.
Onani yang dibolehkan dalam fatwa di atas itu terkait kondisi darurat yang ini tidak terdapat dalam kasus tes kesuburan untuk calon suami atau calon isteri.
Artikel www.ustadzaris.com
Popularity: 6% [?]




Assalamu’alaikum ustadz,
Saya msh blm paham ttg mslh di atas. Lajnah Daimah membolehkan onani utk mengetahui kesuburan seseorang, sedangkan ustadz menyarankan utk melihat (keturunan)keluarga isteri atau suami. Mohon penjelasan lagi ustadz. Jazakumullahu khoir
#aba
onani yang dibolehkan lajnah daimah adalah untuk terapi yang sudah nikah dan belum punya keturunan.
Sedangkan melihat keluarga calon itu berlaku untuk yang akan menikah.
asalamualaikum pak ustadz
saya seorang muslim yang sudah bertaubat melakukan masturbasi, sudah hampir setahun saya berhenti melakukannya .
namun terjadi keanehan pada diri saya dimana cairan putih nan kental seperti sperma terus-terus menerus keluar tanpa dirasakan oleh saya. terkadang setelah pulang dari beraktifitas dirumah. sperma tersebut sudah mengering dicelana dalam.
saya tidak mungkin melakukan mandi wajib disetiap spermanya keluar dan juga karena saya belum berada dirumah .
dulu ketika saya belum bertaubat, hal ini jarang sekali terjadi . tapi kalau sekarang hampir setiap hari hal ini terjadi.
apakah saya boleh melakukan onani untuk mengkontrol keluarnya sperma disaat saya dirumah?
apakah shalat saya diterima walau dalam keadaan junub?
#nosa
Itu bukan air mani atau sperma namun madzi.
Bedakan antara mani dan madzi.
Madzi itu najis dan membatalkan wudhu, tidak perlu mandi setelah keluarnya madzi.