<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Nasehat Syeikh Rabi&#8217;: Ahli Sunnah Berpecah?</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/naehat-syeikh-rabi-ahli-sunnah-berpecah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/naehat-syeikh-rabi-ahli-sunnah-berpecah</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 10:14:30 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Fahrul</title>
		<link>http://ustadzaris.com/naehat-syeikh-rabi-ahli-sunnah-berpecah/comment-page-1#comment-4618</link>
		<dc:creator>Fahrul</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2010 05:20:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1142#comment-4618</guid>
		<description>Assalamu`alaikum 
Adalah sebuah kesalahan bagi salafiyyun bermudah-mudah untuk berpecah belah saat ini hanya gara-gara ijtihad seorang ulama mengenai jarh wa t`dil terhadap seorang ulama lainnya,bukankah para ulama hadits banyak yang berbeda pendapat mengenai kualitas perawi hadits misalnya atsar tarawih 23 rakaat yang ada di ustadzaris.com. Bahkan ana pernah dengar bahwa Syaikh Muqbil pernah dikabarkan bahwa beliau tak menganggap Imam Abu Hanifah dan Syaikh Rasyid Ridha sebagai ulama Ahlus Sunnah bahkan telah dibantah Syaikh Albani apakah mereka bermusuhan setelah adanya perbedaan tersebut atau perselisihan antara ulama-ulama Saudi Arabia dengan Syaikh Albani mengenai penempatan tentara AS di Arab Saudi saat Perang Teluk I apakah mereka saling mentahdzir?! Camkan ini wahai thalibul ilmi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu`alaikum<br />
Adalah sebuah kesalahan bagi salafiyyun bermudah-mudah untuk berpecah belah saat ini hanya gara-gara ijtihad seorang ulama mengenai jarh wa t`dil terhadap seorang ulama lainnya,bukankah para ulama hadits banyak yang berbeda pendapat mengenai kualitas perawi hadits misalnya atsar tarawih 23 rakaat yang ada di ustadzaris.com. Bahkan ana pernah dengar bahwa Syaikh Muqbil pernah dikabarkan bahwa beliau tak menganggap Imam Abu Hanifah dan Syaikh Rasyid Ridha sebagai ulama Ahlus Sunnah bahkan telah dibantah Syaikh Albani apakah mereka bermusuhan setelah adanya perbedaan tersebut atau perselisihan antara ulama-ulama Saudi Arabia dengan Syaikh Albani mengenai penempatan tentara AS di Arab Saudi saat Perang Teluk I apakah mereka saling mentahdzir?! Camkan ini wahai thalibul ilmi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Abdul Malik</title>
		<link>http://ustadzaris.com/naehat-syeikh-rabi-ahli-sunnah-berpecah/comment-page-1#comment-4274</link>
		<dc:creator>Abu Abdul Malik</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 07:11:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1142#comment-4274</guid>
		<description>Nasihat indah dari fadhilatusy syaikh Rabi&#039; bin Hadi Al-Madkali hafizahullah semoga dengan adanya nasihat ini kita semakin bertaqwa kepada Allah, danmenjaga lisan kita dari kebiasaan2 merendahkan ulama Ahlussunnah hanya karena permasalahan khilafiyah Ijtihadiyah dikalangan ahli ilmu seperti orang2 ghuluw hizbi pengekor hawa nafsu dari oknum ustadz dan muqolidnya yang merendahkan Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, Syaikh Yahya Al-Hajuri -semoga Allah menjaga keduanya dari makar pendengki yg ekstrem-
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nasihat indah dari fadhilatusy syaikh Rabi&#8217; bin Hadi Al-Madkali hafizahullah semoga dengan adanya nasihat ini kita semakin bertaqwa kepada Allah, danmenjaga lisan kita dari kebiasaan2 merendahkan ulama Ahlussunnah hanya karena permasalahan khilafiyah Ijtihadiyah dikalangan ahli ilmu seperti orang2 ghuluw hizbi pengekor hawa nafsu dari oknum ustadz dan muqolidnya yang merendahkan Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, Syaikh Yahya Al-Hajuri -semoga Allah menjaga keduanya dari makar pendengki yg ekstrem-<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abdullah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/naehat-syeikh-rabi-ahli-sunnah-berpecah/comment-page-1#comment-3187</link>
		<dc:creator>abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 14:18:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1142#comment-3187</guid>
		<description>Biasanya penuntut ilmu yang pemula  (baru2 semangat ngaji) punya penyakit : SUKA Menyalah2kan  dan men-tahdzir krn perkasa sepele yang mana sebenarnya ada runag perbedaan pendapat di antara ulama&#039; ahlussunnah di dalamnya..
Coba, silakan tanya ke diri masing2 waktu dulu awal2 ngaji gimana sikap antum ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya penuntut ilmu yang pemula  (baru2 semangat ngaji) punya penyakit : SUKA Menyalah2kan  dan men-tahdzir krn perkasa sepele yang mana sebenarnya ada runag perbedaan pendapat di antara ulama&#8217; ahlussunnah di dalamnya..<br />
Coba, silakan tanya ke diri masing2 waktu dulu awal2 ngaji gimana sikap antum ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ummu salman t.pinang</title>
		<link>http://ustadzaris.com/naehat-syeikh-rabi-ahli-sunnah-berpecah/comment-page-1#comment-2193</link>
		<dc:creator>ummu salman t.pinang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 10:18:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1142#comment-2193</guid>
		<description>ustadz ijin copy
Baarakallohu fiikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustadz ijin copy<br />
Baarakallohu fiikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu hanifa ahmad hidayat</title>
		<link>http://ustadzaris.com/naehat-syeikh-rabi-ahli-sunnah-berpecah/comment-page-1#comment-1736</link>
		<dc:creator>abu hanifa ahmad hidayat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 07:14:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1142#comment-1736</guid>
		<description>Sedikit memberikan masukan tambahan ya ustadz...
Insya Alloh dikemudian hari (maksudnya hingga saat ini) adalah diketahui bahwa Syaikh Falih al Harbi dikenal sebagai masyaikh yang merupakan new Hadadiyyun (sebagaimana ungkapan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbd) yang gemar men-tahdzhir para ulama salaf maupun kholaf tanpa ilmu (Semoga Alloh Ta&#039;ala memberikan beliau petunjuk).
Untuk nasihat Syaikh Rabi&#039; diatas, semoga kita mendapatkan ibroh dari nasihat beliau. Karana saudara-saudaraku ikhwan salafiyyin (yang &quot;berupaya mengikuti dengan teguh berjalan diatas manhaj para salafuss shalih&quot;) seringkali yang dikedepankan adalah Tasfiyah (pemurnian Islam), namun aspek Tarbiyah (pembinaan)-nya kurang, sehingga seringkali terburu-buru menghantam dalam melihat mad&#039;u (obyek dakwah) dan saudara-saudara kaum muslimin yang &quot;tidak semanhaj&quot;). Karena yang kita sadari bersama, bahwa mereka adalah saudara kita dan jikapun mereka memiliki syubhat, mka patut bagi kita untuk menasehati mereka (sebagai bukti keperdulian bahwa mereka adalah saudara seakidah kita) dengan lemah lembut.
Dan jikapun mereka menolak nasihat kita, mungkin ada 2 hal penyebabnya (sebagaimana yang sering dinasehatkan Syaikh Utsaimin Rahimahullah), yaitu :
- Metodologi dakwah/nasehat yang salah (karena mungkin tidak menggunakan hikmah/lembut lembut, ataupun tidak memahami kadar keilmuan mad&#039;u)
- ataupun si mad&#039;u yang keras hatinya dan sulit menerima nasehat.
Maka patut bagi kita semua untuk selalu mengevaluasi amalan kita, terutama dalam halnasihat ini.
Barakallahu fikum...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit memberikan masukan tambahan ya ustadz&#8230;<br />
Insya Alloh dikemudian hari (maksudnya hingga saat ini) adalah diketahui bahwa Syaikh Falih al Harbi dikenal sebagai masyaikh yang merupakan new Hadadiyyun (sebagaimana ungkapan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbd) yang gemar men-tahdzhir para ulama salaf maupun kholaf tanpa ilmu (Semoga Alloh Ta&#8217;ala memberikan beliau petunjuk).<br />
Untuk nasihat Syaikh Rabi&#8217; diatas, semoga kita mendapatkan ibroh dari nasihat beliau. Karana saudara-saudaraku ikhwan salafiyyin (yang &#8220;berupaya mengikuti dengan teguh berjalan diatas manhaj para salafuss shalih&#8221;) seringkali yang dikedepankan adalah Tasfiyah (pemurnian Islam), namun aspek Tarbiyah (pembinaan)-nya kurang, sehingga seringkali terburu-buru menghantam dalam melihat mad&#8217;u (obyek dakwah) dan saudara-saudara kaum muslimin yang &#8220;tidak semanhaj&#8221;). Karena yang kita sadari bersama, bahwa mereka adalah saudara kita dan jikapun mereka memiliki syubhat, mka patut bagi kita untuk menasehati mereka (sebagai bukti keperdulian bahwa mereka adalah saudara seakidah kita) dengan lemah lembut.<br />
Dan jikapun mereka menolak nasihat kita, mungkin ada 2 hal penyebabnya (sebagaimana yang sering dinasehatkan Syaikh Utsaimin Rahimahullah), yaitu :<br />
- Metodologi dakwah/nasehat yang salah (karena mungkin tidak menggunakan hikmah/lembut lembut, ataupun tidak memahami kadar keilmuan mad&#8217;u)<br />
- ataupun si mad&#8217;u yang keras hatinya dan sulit menerima nasehat.<br />
Maka patut bagi kita semua untuk selalu mengevaluasi amalan kita, terutama dalam halnasihat ini.<br />
Barakallahu fikum&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wawan</title>
		<link>http://ustadzaris.com/naehat-syeikh-rabi-ahli-sunnah-berpecah/comment-page-1#comment-1722</link>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 02:37:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1142#comment-1722</guid>
		<description>Ditempat ana sesama ahlussunnah malah pernah saling membid&#039;ahkan hanya karena masalah gerakan jari telunjuk waktu tasyahhud. Ironis memang tapi itulah kenyataannya. Karena sudah didoktrin (atau terdoktrin?) slogan : &quot;Kebenaran hanya satu&quot;. Sayangnya tidak punya kaidah yang tepat dalam menerapkan slogan tersebut, sehingga pukul rata pake slogan itu di semua masalah, sampai diterapkan di masalah-masalah furu&#039; dan ijtihadiyah yang ulama sendiri berlapang dada. 
Semoga Allah melindungi kita dari sedikitnya ilmu dan buruknya pemahaman serta hawa nafsu yang menggelincirkan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ditempat ana sesama ahlussunnah malah pernah saling membid&#8217;ahkan hanya karena masalah gerakan jari telunjuk waktu tasyahhud. Ironis memang tapi itulah kenyataannya. Karena sudah didoktrin (atau terdoktrin?) slogan : &#8220;Kebenaran hanya satu&#8221;. Sayangnya tidak punya kaidah yang tepat dalam menerapkan slogan tersebut, sehingga pukul rata pake slogan itu di semua masalah, sampai diterapkan di masalah-masalah furu&#8217; dan ijtihadiyah yang ulama sendiri berlapang dada.<br />
Semoga Allah melindungi kita dari sedikitnya ilmu dan buruknya pemahaman serta hawa nafsu yang menggelincirkan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Khodijah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/naehat-syeikh-rabi-ahli-sunnah-berpecah/comment-page-1#comment-1719</link>
		<dc:creator>Abu Khodijah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 07:27:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1142#comment-1719</guid>
		<description>barokalloh fiikum ya ustadz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>barokalloh fiikum ya ustadz</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.397 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-22 21:50:19 -->

