<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Merekalah Ahli Waris Khawarij &#8230;</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 10:14:30 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: abu adzka</title>
		<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/comment-page-1#comment-9106</link>
		<dc:creator>abu adzka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 09:16:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1019#comment-9106</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr.wb
Afwan, ustad, saya pernah membaca sebuah artikel yang berisi terjemahan fatwa dari syaikh bin baaz dan syaikh sholih fauzan, bila berkenan tolong di cek ke kitab aslinya, karena saya tidak bisa bahasa arab dan tidak memiliki kitab yang dijadikan rujukan.


 &lt;strong&gt;Syaikh Abdul Aziz Aziz Bin Baz &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;rahimahullah &lt;/em&gt;mengatakan,
 “&lt;em&gt;Setiap negara yang tidak berhukum dengan syari’at Allah dan tidak tunduk kepada hukum Allah serta tidak ridla dengannya, maka itu adalah negara   &lt;strong&gt;jahiliyah, kafirah, dhalimah, fasiqah&lt;/strong&gt; dengan penegasan ayat-ayat muhkamat             ini. Wajib atas pemeluk Islam untuk membenci dan memusuhinya karena    Allah dan haram atas mereka mencintainnya dan loyal kepadanya sampai beriman kepada Allah saja dan menjadikan syari’atnya sebagai rujukan hukum dan ridla dengannya.”&lt;a title=&quot;&quot; href=&quot;#_ftn1&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;[1]&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;
&lt;strong&gt;Syaikh Shalih AL Fauzan &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;hafidhahullah&lt;/em&gt; berkata,
 
“&lt;em&gt;Yang dimaksud dengan negeri-negeri Islam adalah negeri yang dipimpin oleh pemerintahan yang menerapkan syari’at Islamiyah, bukan negeri yang di dalamnya banyak kaum  muslimin dan dipimpin oleh pemerintahan yang menerapkan bukan syari’at Islamiyah. (Kalau demikian), negeri seperti ini bukanlah negeri Islamiyyah.”&lt;a title=&quot;&quot; href=&quot;#_ftn2&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;[2]&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;
. &lt;strong&gt;Syaikh Shalih AL Fauzan &lt;/strong&gt;berkata,
 
“&lt;em&gt;Dan apa yang tidak disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya di dalam masalah politik dan hukum di antara manusia, maka itu adalah hukum thagut dan hukum jahiliyah. “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki dan (hukum) siapakah yang lebih baik dibanding (hukum) Allah bagi orang-orang yakin.”&lt;a title=&quot;&quot; href=&quot;#_ftn3&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;[3]&lt;/strong&gt;  &lt;a title=&quot;&quot; href=&quot;#_ftn4&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;[4]&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;
 
 
 


&lt;a title=&quot;&quot; href=&quot;#_ftnref1&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;[1] Naqdul Qaumiyyah Al Arabiyyah yang dicetak dengan Majmu Fatawa wa Maqaalaat Mutanawi’ah I/309-310.


&lt;a title=&quot;&quot; href=&quot;#_ftnref2&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;[2] Al Muntaqaa Min Fatawa Fadlilatusy Syaikh Shalih Al Fauzan 2/254 No. 222.


&lt;a title=&quot;&quot; href=&quot;#_ftnref3&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;[3] Al Maidah:50.


&lt;a title=&quot;&quot; href=&quot;#_ftnref4&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;[4] Muqarrar Tauhid Lishshaffitstsalits:73.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr.wb<br />
Afwan, ustad, saya pernah membaca sebuah artikel yang berisi terjemahan fatwa dari syaikh bin baaz dan syaikh sholih fauzan, bila berkenan tolong di cek ke kitab aslinya, karena saya tidak bisa bahasa arab dan tidak memiliki kitab yang dijadikan rujukan.</p>
<p> <strong>Syaikh Abdul Aziz Aziz Bin Baz </strong><em>rahimahullah </em>mengatakan,<br />
 “<em>Setiap negara yang tidak berhukum dengan syari’at Allah dan tidak tunduk kepada hukum Allah serta tidak ridla dengannya, maka itu adalah negara   <strong>jahiliyah, kafirah, dhalimah, fasiqah</strong> dengan penegasan ayat-ayat muhkamat             ini. Wajib atas pemeluk Islam untuk membenci dan memusuhinya karena    Allah dan haram atas mereka mencintainnya dan loyal kepadanya sampai beriman kepada Allah saja dan menjadikan syari’atnya sebagai rujukan hukum dan ridla dengannya.”<a title="" href="#_ftn1" rel="nofollow"></a><strong>[1]</strong></em><br />
<strong> </strong><br />
<strong>Syaikh Shalih AL Fauzan </strong><em>hafidhahullah</em> berkata,<br />
 <br />
“<em>Yang dimaksud dengan negeri-negeri Islam adalah negeri yang dipimpin oleh pemerintahan yang menerapkan syari’at Islamiyah, bukan negeri yang di dalamnya banyak kaum  muslimin dan dipimpin oleh pemerintahan yang menerapkan bukan syari’at Islamiyah. (Kalau demikian), negeri seperti ini bukanlah negeri Islamiyyah.”<a title="" href="#_ftn2" rel="nofollow"></a><strong>[2]</strong></em><br />
. <strong>Syaikh Shalih AL Fauzan </strong>berkata,<br />
 <br />
“<em>Dan apa yang tidak disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya di dalam masalah politik dan hukum di antara manusia, maka itu adalah hukum thagut dan hukum jahiliyah. “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki dan (hukum) siapakah yang lebih baik dibanding (hukum) Allah bagi orang-orang yakin.”<a title="" href="#_ftn3" rel="nofollow"></a><strong>[3]</strong>  <a title="" href="#_ftn4" rel="nofollow"></a><strong>[4]</strong></em><br />
 <br />
 <br />
 </p>
<p><a title="" href="#_ftnref1" rel="nofollow"></a>[1] Naqdul Qaumiyyah Al Arabiyyah yang dicetak dengan Majmu Fatawa wa Maqaalaat Mutanawi’ah I/309-310.</p>
<p><a title="" href="#_ftnref2" rel="nofollow"></a>[2] Al Muntaqaa Min Fatawa Fadlilatusy Syaikh Shalih Al Fauzan 2/254 No. 222.</p>
<p><a title="" href="#_ftnref3" rel="nofollow"></a>[3] Al Maidah:50.</p>
<p><a title="" href="#_ftnref4" rel="nofollow"></a>[4] Muqarrar Tauhid Lishshaffitstsalits:73.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/comment-page-1#comment-1610</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 16:18:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1019#comment-1610</guid>
		<description>Untuk Budi
Wa&#039;alaikumussalam
Menjadikan hukum manusia sebagai sumber hukum dalam sebuah negara adalah masalah kontemporer yang tidak ada di masa silam.
Hukum permasalahan ini diperselisihkan oleh ulama.
Syeikh Muhammad bin Ibrahim memiliki dua pendapat dalam masalah. Yang pertama ada di buku beliau Tahkim al Qawanin, sedangkan yang kedua ada di salah satu fatwa beliau.
Pendapat pertama mengatakan bahwa hal ini adalah kufur akbar. Di antara yang berpendapat demikian adalah Syeikh Muhammad bin Ibrahim dalam Tahkim al Qowanin, Syeikh Ahmad Muhammad Syakir, Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dalam pendapatnya yang terdahulu, Syeikh Shalih al Fauzan dalam buku beliau Kitab at Tauhid.
Pendapat kedua mengatakan bahwa masalah ini perlu mendapatkan rincian, bisa kufur akbar, bisa kufur ashgar. Diantara yang berpendapat demikian adalah Syeikh Muhammad bin Ibrahim dalam pendapat beliau yang lain (bahkan ada yang mengatakan bahwa ini adalah pendapat beliau yang terakhir), Syeikh Abdul Aziz bin Baz, Lajnah Daimah ketika diketuai Syeikh Ibnu Baz, Syeikh Muhammad Nashiruddin al Albani dalam Fitnah at Takfir, Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dalam pendapat beliau yang terakhir.
Sikap yang tepat dalam hal ini adalah dengan membaca tulisan berikut ini
http://ustadzaris.com/jangan-kafirkan-saudaramu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Budi<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Menjadikan hukum manusia sebagai sumber hukum dalam sebuah negara adalah masalah kontemporer yang tidak ada di masa silam.<br />
Hukum permasalahan ini diperselisihkan oleh ulama.<br />
Syeikh Muhammad bin Ibrahim memiliki dua pendapat dalam masalah. Yang pertama ada di buku beliau Tahkim al Qawanin, sedangkan yang kedua ada di salah satu fatwa beliau.<br />
Pendapat pertama mengatakan bahwa hal ini adalah kufur akbar. Di antara yang berpendapat demikian adalah Syeikh Muhammad bin Ibrahim dalam Tahkim al Qowanin, Syeikh Ahmad Muhammad Syakir, Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dalam pendapatnya yang terdahulu, Syeikh Shalih al Fauzan dalam buku beliau Kitab at Tauhid.<br />
Pendapat kedua mengatakan bahwa masalah ini perlu mendapatkan rincian, bisa kufur akbar, bisa kufur ashgar. Diantara yang berpendapat demikian adalah Syeikh Muhammad bin Ibrahim dalam pendapat beliau yang lain (bahkan ada yang mengatakan bahwa ini adalah pendapat beliau yang terakhir), Syeikh Abdul Aziz bin Baz, Lajnah Daimah ketika diketuai Syeikh Ibnu Baz, Syeikh Muhammad Nashiruddin al Albani dalam Fitnah at Takfir, Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dalam pendapat beliau yang terakhir.<br />
Sikap yang tepat dalam hal ini adalah dengan membaca tulisan berikut ini<br />
<a href="http://ustadzaris.com/jangan-kafirkan-saudaramu" rel="nofollow">http://ustadzaris.com/jangan-kafirkan-saudaramu</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Budi S. Ari</title>
		<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/comment-page-1#comment-1607</link>
		<dc:creator>Budi S. Ari</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 09:30:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1019#comment-1607</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaykum..
Ustadz Aris.

Bbrapa da&#039;i yg mudah mgkafirkan pemerintah brargumen dgn pendapat Syaikh Muhammad Ibrahim alu-Syaikh (mufti K.S.A sebelum Ibnu Baaz), kata mereka bhw Syaikh brpndapat di bukunya yakni yg brjudul &quot;Tahkim al-Qawanin&quot;, bhw Penguasa yg tdk brhukum dg hukum Alloh adalah kafir akbar/murtad,tnp diperinci...

Apa benar Syaikh brpndapt dmikian?
Ana sndiri blm tau buku tsbt spt apa, Ana sering sekali dengar syubhat spt ini.
Bgmn mematahkan  syubhat yg satu ini,Ustadz? Mohon penjelasannya.

Jazakumulloh khoyron.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaykum..<br />
Ustadz Aris.</p>
<p>Bbrapa da&#8217;i yg mudah mgkafirkan pemerintah brargumen dgn pendapat Syaikh Muhammad Ibrahim alu-Syaikh (mufti K.S.A sebelum Ibnu Baaz), kata mereka bhw Syaikh brpndapat di bukunya yakni yg brjudul &#8220;Tahkim al-Qawanin&#8221;, bhw Penguasa yg tdk brhukum dg hukum Alloh adalah kafir akbar/murtad,tnp diperinci&#8230;</p>
<p>Apa benar Syaikh brpndapt dmikian?<br />
Ana sndiri blm tau buku tsbt spt apa, Ana sering sekali dengar syubhat spt ini.<br />
Bgmn mematahkan  syubhat yg satu ini,Ustadz? Mohon penjelasannya.</p>
<p>Jazakumulloh khoyron.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/comment-page-1#comment-1584</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 16:07:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1019#comment-1584</guid>
		<description>Untuk Rizki
Wa&#039;alaikumussalam
Bisa antum baca di buku Manhaj al Salaf al Shalih karya Ali Hasan
http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/forumdisplay.php?f=19</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Rizki<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Bisa antum baca di buku Manhaj al Salaf al Shalih karya Ali Hasan<br />
<a href="http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/forumdisplay.php?f=19" rel="nofollow">http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/forumdisplay.php?f=19</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rizki ms</title>
		<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/comment-page-1#comment-1583</link>
		<dc:creator>rizki ms</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 13:04:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1019#comment-1583</guid>
		<description>Assalamualaikum,
ustadz, di kitab manakah saya bisa menemukan penjelasan tentang kaedah tersebut ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum,<br />
ustadz, di kitab manakah saya bisa menemukan penjelasan tentang kaedah tersebut ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rizki ms</title>
		<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/comment-page-1#comment-1582</link>
		<dc:creator>rizki ms</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 12:55:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1019#comment-1582</guid>
		<description>terimakasih, ustadz. ana mendapat pencerahan. barakallahu fikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih, ustadz. ana mendapat pencerahan. barakallahu fikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/comment-page-1#comment-1560</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 00:26:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1019#comment-1560</guid>
		<description>Untuk Rizki
Wa&#039;alaikumussalam
Yang benar, &quot;jarh mufassar itu lebih didahulukan dari pada rekomendasi&quot;. Ingat kaedah ini juga memiliki rincian.
Kaedah ini tidak ada hubungannya dengan yang antum tanyakan.
Orang awam berkewajiban untuk bertanya. Orang yang berilmu berkewajiban untuk menjawab apa adanya sesuai dengan kebenaran. Orang awam secara umum berkewajiban menjauhi semua buku karya orang yang menyimpang kecuali buku yang diketahui secara pasti adalah buku yang bermutu.
Nilai suatu buku adalah keadaan buku tersebut, bukan siapa penulisnya.
Penulis yang menyimpang tidak menyebabkan kita mengatakan bahwa semua bukunya bersisi kesesatan dan penyimpangan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Rizki<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Yang benar, &#8220;jarh mufassar itu lebih didahulukan dari pada rekomendasi&#8221;. Ingat kaedah ini juga memiliki rincian.<br />
Kaedah ini tidak ada hubungannya dengan yang antum tanyakan.<br />
Orang awam berkewajiban untuk bertanya. Orang yang berilmu berkewajiban untuk menjawab apa adanya sesuai dengan kebenaran. Orang awam secara umum berkewajiban menjauhi semua buku karya orang yang menyimpang kecuali buku yang diketahui secara pasti adalah buku yang bermutu.<br />
Nilai suatu buku adalah keadaan buku tersebut, bukan siapa penulisnya.<br />
Penulis yang menyimpang tidak menyebabkan kita mengatakan bahwa semua bukunya bersisi kesesatan dan penyimpangan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rizki MS</title>
		<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/comment-page-1#comment-1558</link>
		<dc:creator>Rizki MS</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 23:52:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1019#comment-1558</guid>
		<description>Assalamualaikum
ustadz, bukannya ada kaidah &quot;jahr lebih didahulukan daripada rekomendasi&quot; ?
oleh karena itu, memboikot ahlu bid`ah lebih utama dilakukan supaya ummat menjauhkan diri mereka dan mencukupkan diri dengan ulama ahlusunnah. Walaupun tulisan ahlu bid`ah tidak semua sesat, namun selayaknya ummat mencukupkan diri dengan tulisan dan kitab ahlusunnah. Hal ini dalam rangka menjaga ummat supaya tidak bermudah - mudahan dengan mereka.
Jazakumullah khairan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum<br />
ustadz, bukannya ada kaidah &#8220;jahr lebih didahulukan daripada rekomendasi&#8221; ?<br />
oleh karena itu, memboikot ahlu bid`ah lebih utama dilakukan supaya ummat menjauhkan diri mereka dan mencukupkan diri dengan ulama ahlusunnah. Walaupun tulisan ahlu bid`ah tidak semua sesat, namun selayaknya ummat mencukupkan diri dengan tulisan dan kitab ahlusunnah. Hal ini dalam rangka menjaga ummat supaya tidak bermudah &#8211; mudahan dengan mereka.<br />
Jazakumullah khairan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ibnu Shalih</title>
		<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/comment-page-1#comment-1552</link>
		<dc:creator>Ibnu Shalih</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 10:54:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1019#comment-1552</guid>
		<description>Jazaakallah khair...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazaakallah khair&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij/comment-page-1#comment-1549</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 04:48:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=1019#comment-1549</guid>
		<description>Untuk Abang
Perkataan beliau tersebut perlu diminta rincian:
a. jika dimaksud adalah meniadakan bertambah dan berkurangnya iman maka ini adalah pemahaman sesat yang dimiliki oleh Khawarij, Mu&#039;tazilah dan Murjiah.
b. Jika yang dimaksud adalah hendaknya kita berusaha untuk mempertahankan iman, jangan mudah turun maka ini adalah ajakan yang baik.
Kaedah ahli sunnah semua istilah yang tidak ditetapkan dan tidak pula ditolak oleh dalil al Qur&#039;an dan sunnah wajib kita rinci. Jika makna yang dimaksudkan adalah makna yang benar maka kita terima dengan kita sarankan supaya memakai istilah standar. Jika makna yang dimaksudkan adalah makna yang tidak benar maka kita ingkari makna dan istilah tersebut.
Kaedah ini disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam Tadmuriyyah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Abang<br />
Perkataan beliau tersebut perlu diminta rincian:<br />
a. jika dimaksud adalah meniadakan bertambah dan berkurangnya iman maka ini adalah pemahaman sesat yang dimiliki oleh Khawarij, Mu&#8217;tazilah dan Murjiah.<br />
b. Jika yang dimaksud adalah hendaknya kita berusaha untuk mempertahankan iman, jangan mudah turun maka ini adalah ajakan yang baik.<br />
Kaedah ahli sunnah semua istilah yang tidak ditetapkan dan tidak pula ditolak oleh dalil al Qur&#8217;an dan sunnah wajib kita rinci. Jika makna yang dimaksudkan adalah makna yang benar maka kita terima dengan kita sarankan supaya memakai istilah standar. Jika makna yang dimaksudkan adalah makna yang tidak benar maka kita ingkari makna dan istilah tersebut.<br />
Kaedah ini disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam Tadmuriyyah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.412 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-22 21:44:37 -->

