<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Menolak Pinangan Karena Tidak Sekufu [?]</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 10:03:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Jefri</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/comment-page-1#comment-5089</link>
		<dc:creator>Jefri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 23:27:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=270#comment-5089</guid>
		<description>ustadz mohon doanya agar diberikan jodoh yg terbaik bg saya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustadz mohon doanya agar diberikan jodoh yg terbaik bg saya :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/comment-page-1#comment-5052</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2010 02:21:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=270#comment-5052</guid>
		<description>#ummu
Di tolak ketika itu lebih baik daripada tidak jadi setelah nazhar ataupun tidak jadi setelah khitbah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#ummu<br />
Di tolak ketika itu lebih baik daripada tidak jadi setelah nazhar ataupun tidak jadi setelah khitbah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ummu</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/comment-page-1#comment-5041</link>
		<dc:creator>Ummu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 07:47:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=270#comment-5041</guid>
		<description>Bismillah. Assalamu&#039;alaikum. Ustadz, begini, ada seorang akhwat  bermanhaj salaf, bahkan akhwat tersebut adalah pengajar tahfidz dan tahsin. sang akhwat memiliki teman dekat, akhwat juga. oleh teman dekatnya, sang akhwat ditawarkan kepada ikhwan yang kebetulan kakak kandungnya(kebetulan sang ikhwan minta dicarikan akhwat olh adiknya), yang kebetulan juga bermanhaj salaf (ngajinya belum terlalu lama). perlu diketahui bahwa sang akhwat dan ikhwan pernah satu SMA, jadi bisa dikatakan sudah saling mengenal dengan baik. Qodarullah, dua kali sang akhwat ditawarkan ke sang ikhwan, dua kali pula sang ikhwan menolaknya, tanpa mempertimbangkannya dulu(bahasa lainnya: ditolak mentah2, tanpa mempertimbangkan masak2). Adik dari ikhwan tersebut menceritakan perihal ini dgn sangat polosnya, dan ini membuat sang akhwat  shock sampai beberapa hari, karena dua kali ia ditolak, apalagi oleh orang yang sudah sangat dikenal baik. pertanyaannya, apakah ahsan yg dilakukan ikhwan yakni menolak tanpa mempertimbangkan, padahal dien sang akhwat insya Allah tak perlu diragukan, apalagi sudah saling mengenal baik? apakah sebenarnya kriteria pokok yg dicari oleh para ikhwan utk mencari istri pada umumnya? Jazakumullahkhoir atas jawaban Ustadz.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah. Assalamu&#8217;alaikum. Ustadz, begini, ada seorang akhwat  bermanhaj salaf, bahkan akhwat tersebut adalah pengajar tahfidz dan tahsin. sang akhwat memiliki teman dekat, akhwat juga. oleh teman dekatnya, sang akhwat ditawarkan kepada ikhwan yang kebetulan kakak kandungnya(kebetulan sang ikhwan minta dicarikan akhwat olh adiknya), yang kebetulan juga bermanhaj salaf (ngajinya belum terlalu lama). perlu diketahui bahwa sang akhwat dan ikhwan pernah satu SMA, jadi bisa dikatakan sudah saling mengenal dengan baik. Qodarullah, dua kali sang akhwat ditawarkan ke sang ikhwan, dua kali pula sang ikhwan menolaknya, tanpa mempertimbangkannya dulu(bahasa lainnya: ditolak mentah2, tanpa mempertimbangkan masak2). Adik dari ikhwan tersebut menceritakan perihal ini dgn sangat polosnya, dan ini membuat sang akhwat  shock sampai beberapa hari, karena dua kali ia ditolak, apalagi oleh orang yang sudah sangat dikenal baik. pertanyaannya, apakah ahsan yg dilakukan ikhwan yakni menolak tanpa mempertimbangkan, padahal dien sang akhwat insya Allah tak perlu diragukan, apalagi sudah saling mengenal baik? apakah sebenarnya kriteria pokok yg dicari oleh para ikhwan utk mencari istri pada umumnya? Jazakumullahkhoir atas jawaban Ustadz.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/comment-page-1#comment-4930</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 17:09:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=270#comment-4930</guid>
		<description>#sofie
Boleh dan sah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#sofie<br />
Boleh dan sah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sofie</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/comment-page-1#comment-4928</link>
		<dc:creator>sofie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 15:25:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=270#comment-4928</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum,
ustadz, bolehkah cerai via sms atau telepon dengan pihak istri menegaskan, &quot;berarti kita cerai?&quot; lalu suami menjawab, &quot;iya.&quot;
Barakallahu fiik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,<br />
ustadz, bolehkah cerai via sms atau telepon dengan pihak istri menegaskan, &#8220;berarti kita cerai?&#8221; lalu suami menjawab, &#8220;iya.&#8221;<br />
Barakallahu fiik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/comment-page-1#comment-4925</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 13:32:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=270#comment-4925</guid>
		<description>#ukhtie
1. pantas saja jika laki-laki tersebut mau
2. Jika anda tidak tega, carilah laki-laki yang masa lalunya juga suram dan sekarang sudah taubat dan sudah mengenal manhaj salaf</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#ukhtie<br />
1. pantas saja jika laki-laki tersebut mau<br />
2. Jika anda tidak tega, carilah laki-laki yang masa lalunya juga suram dan sekarang sudah taubat dan sudah mengenal manhaj salaf</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ukhtie</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/comment-page-1#comment-4917</link>
		<dc:creator>ukhtie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 06:03:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=270#comment-4917</guid>
		<description>assalaamu&#039;alaykum ustad...
ana akhwat yang baru meniti manhaj salaf ini, insyaAllah...
dulu ana pernah berbuat dosa besar,namun telah bertobat. yang ingin ana tanyakan, apakah ana pantas mendapatkan calon suami ikhwan salafi yang baik2?tapi ana malu dengan diri ana ustad, dan ana juga tidak tega kpd ikhwan salafi tsb. atau ana memilih orang yang keislamannya biasa2 saja?tapi ana sudah  jatuh cinta dengan manhaj ini dan ingin mendalaminya lebih jauh dan butuh bimbingan seorang yg salih ustad. ana bingungggg.....
jazakumullah khoir..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalaamu&#8217;alaykum ustad&#8230;<br />
ana akhwat yang baru meniti manhaj salaf ini, insyaAllah&#8230;<br />
dulu ana pernah berbuat dosa besar,namun telah bertobat. yang ingin ana tanyakan, apakah ana pantas mendapatkan calon suami ikhwan salafi yang baik2?tapi ana malu dengan diri ana ustad, dan ana juga tidak tega kpd ikhwan salafi tsb. atau ana memilih orang yang keislamannya biasa2 saja?tapi ana sudah  jatuh cinta dengan manhaj ini dan ingin mendalaminya lebih jauh dan butuh bimbingan seorang yg salih ustad. ana bingungggg&#8230;..<br />
jazakumullah khoir..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/comment-page-1#comment-4860</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2010 09:18:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=270#comment-4860</guid>
		<description>#gendis
Coba tawarkan diri kepada laki-laki yang anda nilai bagus agamanya itu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#gendis<br />
Coba tawarkan diri kepada laki-laki yang anda nilai bagus agamanya itu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Gendis</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/comment-page-1#comment-4858</link>
		<dc:creator>Gendis</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2010 03:59:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=270#comment-4858</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaykum Ustadz... Ana baru belajar Islam menurut manhaj salafus sholih... Tapi juga belum konsisten dalam mengamalkannya. Misal dalam berpakaian karena saya bekerja diluar rumah kadang masih pakai celana panjang meskipun longgar.
Saat ini ana pengen nikah tapi belum ada calon, ada seorang ikhwah yang menurut ana bagus agamanya,  tetapi ana takut ditolak dengan alasan tidak sekufu karena pemahaman agama ana masih kurang...
Sedangkan kalau mau dengan yang biasa saja juga takut saya makin malas mempelajari Islam dan takut nasib akhirat saya ustadz..
Mana yang harus saya pilih, apakah saya harus mencoba menawarkan diri pada si ikwah atau yang biasa saja?
Jazakallahu khairan atas nasehatnya ustadz...
wassalaam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum Ustadz&#8230; Ana baru belajar Islam menurut manhaj salafus sholih&#8230; Tapi juga belum konsisten dalam mengamalkannya. Misal dalam berpakaian karena saya bekerja diluar rumah kadang masih pakai celana panjang meskipun longgar.<br />
Saat ini ana pengen nikah tapi belum ada calon, ada seorang ikhwah yang menurut ana bagus agamanya,  tetapi ana takut ditolak dengan alasan tidak sekufu karena pemahaman agama ana masih kurang&#8230;<br />
Sedangkan kalau mau dengan yang biasa saja juga takut saya makin malas mempelajari Islam dan takut nasib akhirat saya ustadz..<br />
Mana yang harus saya pilih, apakah saya harus mencoba menawarkan diri pada si ikwah atau yang biasa saja?<br />
Jazakallahu khairan atas nasehatnya ustadz&#8230;<br />
wassalaam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/menolak-pinangan-karena-tidak-sekufu/comment-page-1#comment-4318</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 06:07:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=270#comment-4318</guid>
		<description>utk ummu
1. kesetaraan dalam hal ini adalah hak calon mempelai. Jika tidak mempermasalahkan, tentu tidak mengapa.
2. boleh
3. lebih afdhal mengingat manfaatnya bagi suami, misal:janda itu terkadang membanding-bandingkan suaminya yang baru dengan suami yang lama
4. boleh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>utk ummu<br />
1. kesetaraan dalam hal ini adalah hak calon mempelai. Jika tidak mempermasalahkan, tentu tidak mengapa.<br />
2. boleh<br />
3. lebih afdhal mengingat manfaatnya bagi suami, misal:janda itu terkadang membanding-bandingkan suaminya yang baru dengan suami yang lama<br />
4. boleh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.521 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-08 17:53:08 -->

