Hukum Importir Yang Menipu Bea Cukai

Hukum Importir Yang Menipu Bea Cukai

Hukum Kerja di Kantor Pajak
Bid'ah Hasanah dan Pajak yang Tidak Masalah
Hukum Pajak dan Bea Cukai (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah)

السؤال : هل يجوز لشخص ان يقوم بتخفيض الضريبة على البضاعة المتوردة من الخارج عن طريق اخفاء معلومات عن الجمارك والضريبة واخذ عمولة على ذلك ؟فهل هذه العمولة حلال ام حرام .واذا كان حرام فماهو حال زوجته واولاده وهل يشملون بان ماينفق عليهم من مال حرام وان ما نبت من حرام فالنار اولى به .علما ان زوجته تعمل ولكن راتبها لايكفي لكل شئ.استحلفك بالله الاجابه هذا الاثنين

Pertanyaan, “Bolehkan berupaya beban pajak atas barang impor dari luar negeri dengan cara menyembunyikan beberapa data sehingga tidak diketahui oleh pihak bea dan cukai lalu mendapatkan peuntungan karenanya? Apakah pendapatan yang didapatkan orang tersebut haram? Jika haram, bagaimana dengan nasib isteri dan anak-anaknya, apakah uang nafkah untuk mereka adalah harta haram? Padahal semua daging yang tumbuh dari yang haram maka nerakalah tempat yang paling tepat untuknya. Perlu diketahui bahwa isteri juga bekerja namun pendapatan isteri tidaklah mencukupi untuk memenuhi segala keperluan rumah tangga”.

الإجابة:

أما هذا العمل فهو حرام , وأما أخذ الزوجه والأولاد من مال هذا الرجل الذي يعمل هذا العمل فهو جائز فالإثم عليه فقط والله أعلم

Jawaban Syaikh Abdul Muhsin al Ubaikan, “Perbuatan di atas adalah perbuatan haram. Sedangkan uang nafkah yang didapatkan oleh isteri dan anak dari harta laki-laki yang pekerjaan semacam itu adalah uang yang boleh dan halal karena dosa dan status haram hanya berlaku untuk pelaku saja”.

Sumber:

http://al-obeikan.com/show_fatwa/689.html