Mengumumkan Kematian Melalui Mic

هل يجوز النعي بمكبرات الصوت

Bolehkan Mengumumkan Kematian dengan Pengeras Suara?

السؤال:عندنا في الغرب الجزائري يعلن عن موت أحدنا من خلال تعليق مكبر الصوت على سيارة والتجوال ما بين طرق المنطقة،معلنين عن الشخص الذي توفاه الله ومكان الاجتماع للصلاة عليه ومكان دفنه وحسب،فهل هذا يدخل في النعي المنهي عنه علما أنه لا تذكر محاسنه عند الإعلان؟.

Pertanyaan, “Kami di sisi barat Aljazair memiliki kebiasaan mengumumkan kematian dengan menggunakan pengeras suara yang diletakkan di mobil lalu mobil berputar-putar di berbagai jalan di daerah kami sambil mengumumkan nama orang yang meninggal dunia, tempat pelaksanaan shalat jenazah untuk orang tersebut dan tempat pemakamannya. Itu saja yang diumumkan. Apakah perbuatan ini termasuk mengumumkan kematian yang terlarang? Perlu diketahui bahwa pada saat itu tidak ada pujian-pujian untuk mayit”

الجواب: النعي هو الإخبار بموت شخص، وقد ثبت عن حذيفة بن اليمان رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن النعي» رواه أحمد (23270)، والترمذي (986) وحسّنه، ووافقه الألباني.

Jawaban Syaikh Abu Said al Jazairi, “An Na’yu adalah mengumumkan kematian seseorang. Terdapat hadits sahih dari Hudzaifah bin al Yaman bahwa Nabi melarang anna’yu. HR Ahmad dan Tirmidzi, dinilai hasan oleh Tirmidzi dan al Albani.

وما يفعله أهل بلدك هو موجود في كثير من البلاد، وهُو النّعي الذي يكون على رؤوس المنابر وفي الأسواق والتجمّعات، كما كان يفعل أهل الجاهلية،

Perbuatan penduduk negerimu itu ada di banyak daerah. Itulah mengumumkan kematian di menara masjid, di tengah-tengah pasar dan perkumpulan banyak orang. Ini sama persis dengan kelakuan orang-orang jahiliah.

أما النعيُ من أجل مقصد شرعي ليسمع أصحابه وأقرباؤه وكل من سيأتي للصلاة وحضور جنازته فهو أمر جائز، وهذا لا يُتوسّع فيه.

Sedangkan mengumumkan kematian dengan tujuan yang dilegalkan oleh syariat semisal memberitahukan berita kematian kepada kawan dan kerabat mayit serta semua orang yang akan mendatangi rumah duka untuk melakukan shalat jenazah dan menghadiri jenazahnya itu dibolehkan. Pengumuman kematian semacam ini seharusnya bersifat terbatas.

وثبت في صحيح البخاري (1328) وصحيح مسلم (951) أن النبي صلى الله عليه وسلم نعي للناس النجاشي في اليوم الذي مات فيه فخرج بهم إلى المصلى، وكبّر أربع تكبيرات»

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumumkan kepada para sahabat kematian Najasyi pada hari kematian. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabat melakukan shalat jenazah di tanah lapang. Ketika itu beliau bertakbir sebanyak empat kali.

قال النووي رحمه الله تعالى: فيه استحباب الإعلام بالميت لا على صورة نعي الجاهلية، بل مجرّد إعلام للصلاة عليه وتشييعه وقضاء حقّه في ذلك، والذي جاء من النهي عن النعي ليس المراد به هذا، وإنما المراد نعي الجاهلية المشتمل على ذِكر لمفاخر وغيرها»  اهـ.
An Nawawi mengomentari hadits di atas dengan mengatakan, “Hadits di atas adalah dalil dibolehkannya mengumumkan kematian asalkan tidak menyerupai orang-orang jahiliah dalam mengumumkan kematian. Itulah mengumumkan kematian semata-mata ajakan untuk mensholati jenazahnya, mengantarkannya ke pemakaman dan menunaikan hak mayit dengan melakukan hal-hal di atas. Sedangkan pengumuman kematian yang terlarang tidaklah pengumuman kematian sebagaimana di atas. Yang terlarang adalah mengumumkan kematian ala jahiliah. Itulah pengumuman kematian diiringi dengan memuji-muji mayit”.

وقال ابن العربي المالكي رحمه الله: يؤخذ من مجموع الأحاديث ثلاث حالات: الأولى: إعلام الأهل والأصحاب وأهل الصلاح، فهذا سنّة. الثانية: دعوة الحفل للمفاخرة، فهذه تكره. والثالثة: الإعلام بنوع آخر كالنياحة ونحو ذلك، فهذا يحرم» اهـ.

Ibnul ‘Arabi al Maliki mengatakan, “Kesimpulan dari berbagai hadits mengenai hal ini adalah perlu ada tiga rincian.
Pertama, menyampaikan berita kematian seseorang kepada keluarga, kawan dan orang-orang shalih. Hal ini hukumnya dianjurkan.
Kedua, mengumumkan kematian kepada kumpulan orang dengan tujuan menyebut-nyebut kelebihan mayit. Hukum hal ini adalah makruh.
Ketiga, pengumuman kematian jenis lain semisal dalam bentuk meratapi kematian dan semisalnya. Hukum poin ketiga ini adalah haram”.

Sumber:
http://www.abusaid.net/index.php/fatawi-sites/258-2009-05-03-21-41-36.html

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 11
  • Abu ja'far 8 years ago

    Ustadz jika seperti yang umumnya terjadi di indonesia brarti boleh ustadz?

  • ustadzaris 8 years ago

    #abu
    Berarti, tidak boleh.

  • disebutkan “Pertama, menyampaikan berita kematian seseorang kepada keluarga, kawan dan orang-orang shalih. Hal ini hukumnya dianjurkan.
    Kedua, mengumumkan kematian kepada kumpulan orang dengan tujuan menyebut-nyebut kelebihan mayit. Hukum hal ini adalah makruh.
    Ketiga, pengumuman kematian jenis lain semisal dalam bentuk meratapi kematian dan semisalnya. Hukum poin ketiga ini adalah haram.”
    bukankah yang umum di Indonesia (termasuk di daerah tempat tinggal) itu hanya memberitahu si fulan meninggal pada pukul sekian,disholatkan dan dikuburkan di tempat dan waktu demikian..
    ini bukan termasuk yang diperbolehkan ustadz?? syukron..

  • Abidin 8 years ago

    Assalamu’alaikum
    Ustadz, kalau mengumumkan berita kematian muslim di masjid bagaimana?
    Bila mengumumkan berita kematian kafir dimasjid apa boleh?
    ana mohon jawabannya karena ana adalah sekertaris masjid yang salah satu tugasnya adalah mengumumkan berita kematian warga. Jazakallah khair

  • Ustadz,terus bagaimana solusinya?apakah kita saling berkirim sms saja ke orang2 yg kita kenal?atau bagaimana?jazakumulloh khoiron.

  • ustadzaris 8 years ago

    #oni
    Berikan kabar kepada kerabat dan orang-orang yang kenal dengan mayit.

  • ustadzaris 8 years ago

    #danny
    1. Pengumuman kematian di masjid yang sering terjadi itu mengandung sanjungan kpd mayit ‘meninggal dunia dengan tenang’-padahal boleh jadi tidak demikian-, ‘berpulang ke rahmatullah’-padahal boleh jadi diazab. dari mana tahu kalo mayit itu mendapatkan rahmat.
    2. pengumuman kematian yang ditujukan kepada semua orang, baik yang berkepentingan di si mayit atukah tidak adalah pengumuman kematian ala jahiliah yang dilarang oleh Nabi

  • Jazakallahu khoiron atas ilmunya…
    Barakallahufikum…

  • Abu Usamah 8 years ago

    Assalamu’alaykum….
    Ustadz, posisi kami sebagai penjaga masjid.
    Sering sekali datang permintaan untuk mengumumkan “berita lelayu” semisal di atas.
    Bagaimanakah sikap kita yang paling selamat, untuk menghindari mafsadah yang lebih besar karena banyak penduduk yang sering protes kenapa berita lelayunya tidak diumumkan.
    Sampai sekarang solusi yang kami ambil adalah meminta si pemohon penunguman untuk mengumumkannya sendiri lewat horn masjid. Apakah hal tersebut sudah baik?
    Ataukan kami harus menerima permintan2 tersebut untuk menghindari mafsadah yang lebih besar?
    Ataukah ada solusi yang lebih selamat lagi?

  • Assalamu’alaykum..
    Ustadz,  Bagaimana hukumnya mengumumkan berita kematian semisal di Fb ?

  • ummu baihaqi 8 years ago

    assalamu’alaikum
     
    ustadz, kebiasaan disini adalah, ketika ada yg meninggal memasanga bendera kuning di rumah si mayit, apakah hal demikian diperbolehkan? lalu bgmn dg mengiringi jenazah ke perkuburan dg berbondong seraya membawa bendera kuning?
    kedua hal tsb apakah diperbolehkan?
    jazamulllah khoyron