<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Mengganti Syariat Islam dengan Undang-undang Barat</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/mengganti-syariat-islam-dengan-undang-undang-barat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/mengganti-syariat-islam-dengan-undang-undang-barat</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 10:03:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mengganti-syariat-islam-dengan-undang-undang-barat/comment-page-1#comment-257</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 14:37:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=339#comment-257</guid>
		<description>Untuk Hamzah
Wa&#039;alaikumussalam
1. Tolong baca juga tulisan &quot;Jangan Kafirkan Saudaramu&quot; yang ada di blog ini. Tulisan tersebut membahas sebuah kaedah penting yang dimiliki ahli sunnah yaitu tidak boleh memberikan vonis kafir kepada person tertentu dalam masalah yang diperselisihkan oleh para ulama apakah perkara tersebut membatalkan keislaman ataukah tidak.
2. Tentang bahasan iqomah hujjah perlu tulisan khusus tentang hal tersebut. Semoga Allah mudahkan. Yang jelas perlu diingat diantara syarat iqomah hujjah adalah &#039;izalah syubhah&#039; menepis dalih yang dianggap sebagai dalil. Jadi tidak sekedar memberi tahu saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Hamzah<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
1. Tolong baca juga tulisan &#8220;Jangan Kafirkan Saudaramu&#8221; yang ada di blog ini. Tulisan tersebut membahas sebuah kaedah penting yang dimiliki ahli sunnah yaitu tidak boleh memberikan vonis kafir kepada person tertentu dalam masalah yang diperselisihkan oleh para ulama apakah perkara tersebut membatalkan keislaman ataukah tidak.<br />
2. Tentang bahasan iqomah hujjah perlu tulisan khusus tentang hal tersebut. Semoga Allah mudahkan. Yang jelas perlu diingat diantara syarat iqomah hujjah adalah &#8216;izalah syubhah&#8217; menepis dalih yang dianggap sebagai dalil. Jadi tidak sekedar memberi tahu saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamzah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mengganti-syariat-islam-dengan-undang-undang-barat/comment-page-1#comment-246</link>
		<dc:creator>hamzah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 18:56:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=339#comment-246</guid>
		<description>assalamualaikum ustadz, ada permasalahan yang mengganjal yang masih ana rasakan dalam permasalahan takfir ini.
1. Dari tulisan antum tersebut, manakah pendapat yang paling kuat antara pendapat Al-Hafizh ibn Katsir dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim dengan pendapat yang menyatakan harus ada iqomatul hujjah terlebih dahulu
2. Apakah dengan adanya banyak pengajian dan seruan untuk menerapkan syariat islam hal ini sudah termasuk iqomatul hujjah? Sedangkan misalkan pemerintah sendiri sebenarnya tidak ada penghalang untuk mengikuti pengajian tersebut?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum ustadz, ada permasalahan yang mengganjal yang masih ana rasakan dalam permasalahan takfir ini.<br />
1. Dari tulisan antum tersebut, manakah pendapat yang paling kuat antara pendapat Al-Hafizh ibn Katsir dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim dengan pendapat yang menyatakan harus ada iqomatul hujjah terlebih dahulu<br />
2. Apakah dengan adanya banyak pengajian dan seruan untuk menerapkan syariat islam hal ini sudah termasuk iqomatul hujjah? Sedangkan misalkan pemerintah sendiri sebenarnya tidak ada penghalang untuk mengikuti pengajian tersebut?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mengganti-syariat-islam-dengan-undang-undang-barat/comment-page-1#comment-157</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 12:40:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=339#comment-157</guid>
		<description>Untuk Abang, Hukum kuliah di fakultas hukum perlu dirinci menjadi dua macam
1. Jika mempelajari hukum positif tersebut untuk mengetahui kelemahan hukum buatan manusia dan untuk bisa menjelaskan kepada kaum muslimin keunggulan hukum Allah dan kelemahan hukum manusia maka hukumnya diperbolehkan.
2. Jika maksud mempelajari hukum positif tersebut untuk menerapkannya dengan meninggalkan aturan-aturan Allah maka hukumnya terlarang.
Tentang hukum pajak, pernah saya bahas di kolom komentar dengan cukup rinci. Coba ditelusuri dan dilihat kembali.
Tentang hukum kerja di departemen kehakiman perlu dirinci jenis pekerjaan yang dilakukan.
Kami sarankan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dari pada karyawan bank yang mengklaim dirinya sebagai bank syariah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Abang, Hukum kuliah di fakultas hukum perlu dirinci menjadi dua macam<br />
1. Jika mempelajari hukum positif tersebut untuk mengetahui kelemahan hukum buatan manusia dan untuk bisa menjelaskan kepada kaum muslimin keunggulan hukum Allah dan kelemahan hukum manusia maka hukumnya diperbolehkan.<br />
2. Jika maksud mempelajari hukum positif tersebut untuk menerapkannya dengan meninggalkan aturan-aturan Allah maka hukumnya terlarang.<br />
Tentang hukum pajak, pernah saya bahas di kolom komentar dengan cukup rinci. Coba ditelusuri dan dilihat kembali.<br />
Tentang hukum kerja di departemen kehakiman perlu dirinci jenis pekerjaan yang dilakukan.<br />
Kami sarankan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dari pada karyawan bank yang mengklaim dirinya sebagai bank syariah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abang</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mengganti-syariat-islam-dengan-undang-undang-barat/comment-page-1#comment-123</link>
		<dc:creator>abang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 16:01:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=339#comment-123</guid>
		<description>jd yang kuliah di fakultas hukum gmn ustadz ? keluar aja dan jadi pedagang dgn rizki insya Allah halal, atau lulus kuliah dan kerja di departemen kehakiman ?   

saya jg pengen tanya 3 jenis pekerjaan di bawah ini, halal ato tidak ?
1. PNS, departemen kehakiman
2. PNS, perpajakan / bea cukai / pegadaian
3. karyawan bank Syariah (bukan bank konvensioal)

terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jd yang kuliah di fakultas hukum gmn ustadz ? keluar aja dan jadi pedagang dgn rizki insya Allah halal, atau lulus kuliah dan kerja di departemen kehakiman ?   </p>
<p>saya jg pengen tanya 3 jenis pekerjaan di bawah ini, halal ato tidak ?<br />
1. PNS, departemen kehakiman<br />
2. PNS, perpajakan / bea cukai / pegadaian<br />
3. karyawan bank Syariah (bukan bank konvensioal)</p>
<p>terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.494 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-08 19:03:36 -->

