<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Mendahulukan Hak Suami dari Orang Tua</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 10:14:30 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: mus rida</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/comment-page-1#comment-11720</link>
		<dc:creator>mus rida</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 19:19:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=839#comment-11720</guid>
		<description>asalamualaikum ustadjariz aku mau tanya seandainya orang tua melarang anaknya untuk membantu suami lalu orang tua melarangnya memberikan uang untuk suami buat kebutuhanya tp orang tua bilang jg kasik suaminya kl punya uang aku aja yg megang tp org tua bilang uang yg ada di aku kl km ikut suaminya apa aja yg ada di saya jg km keluarin dr rumah menurut pak ustadjariz gimana makasih pak ustadjariz
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asalamualaikum ustadjariz aku mau tanya seandainya orang tua melarang anaknya untuk membantu suami lalu orang tua melarangnya memberikan uang untuk suami buat kebutuhanya tp orang tua bilang jg kasik suaminya kl punya uang aku aja yg megang tp org tua bilang uang yg ada di aku kl km ikut suaminya apa aja yg ada di saya jg km keluarin dr rumah menurut pak ustadjariz gimana makasih pak ustadjariz<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: risma</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/comment-page-1#comment-10884</link>
		<dc:creator>risma</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2012 06:52:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=839#comment-10884</guid>
		<description>assalamuaiakum ustad,
saya sekarang mengalami dilema antara ortu dan suami,saya adalah anak pertama dari 2 baersodara.suami saya di luar kota.saya ingin sekali mengurusi dan berbakti dengan suami,akan tetapi ortu melarang saya untuk ikit,ortu sempat mencarikan pekerjaan akn tetapi tdk berhasil.sudah 2 tahun saya menikah,saya ja belum di beri kepercayaan untuk punya baby.orang tua saya mendesak untuk kuliah lagi dgn tujuan agr saya tidak bisa ikut suami.mereka punya alasan tersendiri untuk masa depan  dan lain lain.saya skrg sudah bekerja dan alhadulillah saya jg ada private.banyak alasan untuk tidak bersama suami.akan tetapi saya merasa berdosa mentelantarkan dia.meninggalkan ortu.suami dan saya di ancam klo saya keluar dari rumah saya bukan anak mereka.saya bingung ustad,mana yang bisa saya pilih.......agar keduanya tidak ada yang terskiti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamuaiakum ustad,<br />
saya sekarang mengalami dilema antara ortu dan suami,saya adalah anak pertama dari 2 baersodara.suami saya di luar kota.saya ingin sekali mengurusi dan berbakti dengan suami,akan tetapi ortu melarang saya untuk ikit,ortu sempat mencarikan pekerjaan akn tetapi tdk berhasil.sudah 2 tahun saya menikah,saya ja belum di beri kepercayaan untuk punya baby.orang tua saya mendesak untuk kuliah lagi dgn tujuan agr saya tidak bisa ikut suami.mereka punya alasan tersendiri untuk masa depan  dan lain lain.saya skrg sudah bekerja dan alhadulillah saya jg ada private.banyak alasan untuk tidak bersama suami.akan tetapi saya merasa berdosa mentelantarkan dia.meninggalkan ortu.suami dan saya di ancam klo saya keluar dari rumah saya bukan anak mereka.saya bingung ustad,mana yang bisa saya pilih&#8230;&#8230;.agar keduanya tidak ada yang terskiti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dee</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/comment-page-1#comment-8475</link>
		<dc:creator>dee</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 04:49:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=839#comment-8475</guid>
		<description>Asslmkum ustad,saya anak tunggal,,mempunyai ayah yg skrg sakit2an (saat ini ∂ï rmh sakit) terakhir saya menitipkan ayah saya tsb ∂ï tempat saudaranya (dg ttp memberi nafkah bulanan),sebelumnya mmg saya yg merawat ayah saya sendiri (suami bekerja diluar kota),ayah saya bertempamen tdk bs diatur sampai sakit berkali2 ∂ï rmh sakit dan akirnya saya mengorbankan baik itu pekerjaan,dan kesehatan saya sendiri (sempat keguguran)utk menjaga ayah saya sampai akhirnya suami saya tdk ridha dan menyuruh saya ikut suami ∂ï luar kota(luar jawa),saat ini saudaranya sdh tdk sanggup lg memelihara ayah saya (ibu saya sdh meninggal 3 tahun lalu),saya sangat binggung ustad,harus bagaimana lagi saya menghadapi ayah saya?hrs bagaimana lg saya berbakti,,,(masuk rumah sakit sdh 7x lebih dg penyakit yg kronis),saat ini saya tdk bekerja dan sedang hamil 6 bulan,otomatis saya menggantungkan keadaan keuangan bahkan utk biaya ayah saya kpd suami,yg disini suami sdh tdk sanggup lg utk membiayai biaya rmh sakit ayah yg sekali masuk bs menyampai puluhan juta,,,sedangkan ayah saya mmg masa lalunya adalah seorang Чά‎​πƍ tdk bertanggung jwb trhadap keluarga,banyak hutang,dan semua yg menanggung adalah uami saya akhirnya ustad,,,saya takut ustad kalo saya sampai merawat ayah saya lg seakan percuma krn kejadian sakit ini akan terus berulang,,dan saya hanya sendiri menjaga ayah,,saudara sdh tdk respect lg,,dan tdk mungkin membawa ayah saya tinggal bersama saya dan suami diluar jawa,dikarenakan mmg tugas suami srg berpindah2 sewaktu2 dan suami kawatir keadaan ayah saya akan menggangu kinerjanya (tdk kerja malah bakal konsen ngurus ayah saya Чά‎​πƍ. Sifatnya mmg tdk bisa menurut perintah yg benar),,sedangkan juga kondisi mertua sebenarnya juga sangat masih memerlukan bantuan finansial dr suami (notabene mmg anak Чά‎​πƍ paling besar penghasilannya),,sempat saya dan suami merasa sia2 memasukkan ayah ke rumah sakit kalo akirnya kembali dan kembali lg (karena aturan kesehatan yg dilanggar sendiri oleh ayah),,saya takut juga masalah ini menjadikan rmh tangga. Kami tdk harmonis lg ustad,,,krn masalah Чά‎​πƍ berlarut2,,tolong saya butuh sedikit sarannya ustad bagaimana kemuadian saya harus bertindak,,,trima kasih sebelumnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslmkum ustad,saya anak tunggal,,mempunyai ayah yg skrg sakit2an (saat ini ∂ï rmh sakit) terakhir saya menitipkan ayah saya tsb ∂ï tempat saudaranya (dg ttp memberi nafkah bulanan),sebelumnya mmg saya yg merawat ayah saya sendiri (suami bekerja diluar kota),ayah saya bertempamen tdk bs diatur sampai sakit berkali2 ∂ï rmh sakit dan akirnya saya mengorbankan baik itu pekerjaan,dan kesehatan saya sendiri (sempat keguguran)utk menjaga ayah saya sampai akhirnya suami saya tdk ridha dan menyuruh saya ikut suami ∂ï luar kota(luar jawa),saat ini saudaranya sdh tdk sanggup lg memelihara ayah saya (ibu saya sdh meninggal 3 tahun lalu),saya sangat binggung ustad,harus bagaimana lagi saya menghadapi ayah saya?hrs bagaimana lg saya berbakti,,,(masuk rumah sakit sdh 7x lebih dg penyakit yg kronis),saat ini saya tdk bekerja dan sedang hamil 6 bulan,otomatis saya menggantungkan keadaan keuangan bahkan utk biaya ayah saya kpd suami,yg disini suami sdh tdk sanggup lg utk membiayai biaya rmh sakit ayah yg sekali masuk bs menyampai puluhan juta,,,sedangkan ayah saya mmg masa lalunya adalah seorang Чά‎​πƍ tdk bertanggung jwb trhadap keluarga,banyak hutang,dan semua yg menanggung adalah uami saya akhirnya ustad,,,saya takut ustad kalo saya sampai merawat ayah saya lg seakan percuma krn kejadian sakit ini akan terus berulang,,dan saya hanya sendiri menjaga ayah,,saudara sdh tdk respect lg,,dan tdk mungkin membawa ayah saya tinggal bersama saya dan suami diluar jawa,dikarenakan mmg tugas suami srg berpindah2 sewaktu2 dan suami kawatir keadaan ayah saya akan menggangu kinerjanya (tdk kerja malah bakal konsen ngurus ayah saya Чά‎​πƍ. Sifatnya mmg tdk bisa menurut perintah yg benar),,sedangkan juga kondisi mertua sebenarnya juga sangat masih memerlukan bantuan finansial dr suami (notabene mmg anak Чά‎​πƍ paling besar penghasilannya),,sempat saya dan suami merasa sia2 memasukkan ayah ke rumah sakit kalo akirnya kembali dan kembali lg (karena aturan kesehatan yg dilanggar sendiri oleh ayah),,saya takut juga masalah ini menjadikan rmh tangga. Kami tdk harmonis lg ustad,,,krn masalah Чά‎​πƍ berlarut2,,tolong saya butuh sedikit sarannya ustad bagaimana kemuadian saya harus bertindak,,,trima kasih sebelumnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nayla</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/comment-page-1#comment-8040</link>
		<dc:creator>Nayla</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 05:31:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=839#comment-8040</guid>
		<description>Aslm ustadz. Kasus sy jg seperti kasus2 sblumx d atas. Tp sy dengan alasan kuliah. Org tua sy menyuruh sy agar menyelesaikan kuliah dl sblm ikut suami. Tp sy kasihan dgn suami sy krn d tempatx dia tinggal sendri apalagi skrg kami udah pux baby yg umurx 2 bln. Pertanyaan sy ustadz, gmn crx sy menyampaikan hal ini kpd org tua sy agar dia bs mengerti, soalx dia sgt menghawatirkn masa dpn pendidikan sy ustd. Mksh sblmx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aslm ustadz. Kasus sy jg seperti kasus2 sblumx d atas. Tp sy dengan alasan kuliah. Org tua sy menyuruh sy agar menyelesaikan kuliah dl sblm ikut suami. Tp sy kasihan dgn suami sy krn d tempatx dia tinggal sendri apalagi skrg kami udah pux baby yg umurx 2 bln. Pertanyaan sy ustadz, gmn crx sy menyampaikan hal ini kpd org tua sy agar dia bs mengerti, soalx dia sgt menghawatirkn masa dpn pendidikan sy ustd. Mksh sblmx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/comment-page-1#comment-7872</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 01:02:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=839#comment-7872</guid>
		<description>#rensi
Pilihlah suami</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#rensi<br />
Pilihlah suami</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rensi</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/comment-page-1#comment-7865</link>
		<dc:creator>Rensi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 14:16:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=839#comment-7865</guid>
		<description>Ass wr.wb
ustad saya mau bertanya saya harus ikut suami atau orang tua..saya mepunyai pekerjaan yg gaji tdk seberapa smntara suami saya alhmdlh memumyai penghslan lbh dari cukup.saya bekerja terpisah dari suami dan dekat dengan orang tua..saya ingin berhenti bekerja dan ingi ikut denga suami smntara ortu saya melarang..saya mskrg masih mengikuti keingina ortu krna saya takut mengecewakan mereka dan mereka jatuh saki..saya harus pilih suami ato ortu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass wr.wb<br />
ustad saya mau bertanya saya harus ikut suami atau orang tua..saya mepunyai pekerjaan yg gaji tdk seberapa smntara suami saya alhmdlh memumyai penghslan lbh dari cukup.saya bekerja terpisah dari suami dan dekat dengan orang tua..saya ingin berhenti bekerja dan ingi ikut denga suami smntara ortu saya melarang..saya mskrg masih mengikuti keingina ortu krna saya takut mengecewakan mereka dan mereka jatuh saki..saya harus pilih suami ato ortu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/comment-page-1#comment-7676</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 14:54:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=839#comment-7676</guid>
		<description>#echa
Pilihlah suami anda</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#echa<br />
Pilihlah suami anda</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: echa</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/comment-page-1#comment-7671</link>
		<dc:creator>echa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 08:00:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=839#comment-7671</guid>
		<description>assalamu allaikum wr wb

saya seorang istri dengan 2 orang anak. saya 3 bersaudara dalam keluarga, saya anak pertama. Dua tahun lalu saya pernah berdoa tiap malam, dalam doa saya meminta kepada yg maha kuasa untuk dapat di berikan kesempatan untuk di mutasi ke yogya, karena kantor saya ada cabang di sana. saya berdoa untuk di mutasi karena suami saya di berikan warisan rumah di sana yg harus kami tempati. Selain berdoa saya juga pernah minta  kepala cabang  saya yg berada di yogya. tahun 2010 saya dapat tawaran di kantor semarang, saya menolak karena masih jauh dari yogya dan ibu saya bilang jangan karena jauh dari yogya dan harus hidup terpisah dengan keluarga. di saat saya tidak berdoa untuk itu tiba-tiba tahun 2011 ini say dapat kesempatan untuk bekerja di yogya. saya kaget ,bingung bercampur rasa seneng. Tapi orang tua saya tidak setuju saya untuk ke yogya dengan alasan mereka tidak ada yang rawat dan kasihan dengan anak saya yg masih kecil nanti di sana dengan siapa. Tapi yg orang tua saya takutkan saya sudah jelaskan dan saya kasih solusinya. suami saya bilang saya ambil kesempatan itu. yg saya ingin tanyakan mana yg saya harus pilih orang tua saya dengan menetap di jkt atau suami saya harus ambil kesempatan yg di yogya. saya sudah sholat istikhoroh tp masih tetap bingung. mohon bantuan ustadz. terima kasih, wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu allaikum wr wb</p>
<p>saya seorang istri dengan 2 orang anak. saya 3 bersaudara dalam keluarga, saya anak pertama. Dua tahun lalu saya pernah berdoa tiap malam, dalam doa saya meminta kepada yg maha kuasa untuk dapat di berikan kesempatan untuk di mutasi ke yogya, karena kantor saya ada cabang di sana. saya berdoa untuk di mutasi karena suami saya di berikan warisan rumah di sana yg harus kami tempati. Selain berdoa saya juga pernah minta  kepala cabang  saya yg berada di yogya. tahun 2010 saya dapat tawaran di kantor semarang, saya menolak karena masih jauh dari yogya dan ibu saya bilang jangan karena jauh dari yogya dan harus hidup terpisah dengan keluarga. di saat saya tidak berdoa untuk itu tiba-tiba tahun 2011 ini say dapat kesempatan untuk bekerja di yogya. saya kaget ,bingung bercampur rasa seneng. Tapi orang tua saya tidak setuju saya untuk ke yogya dengan alasan mereka tidak ada yang rawat dan kasihan dengan anak saya yg masih kecil nanti di sana dengan siapa. Tapi yg orang tua saya takutkan saya sudah jelaskan dan saya kasih solusinya. suami saya bilang saya ambil kesempatan itu. yg saya ingin tanyakan mana yg saya harus pilih orang tua saya dengan menetap di jkt atau suami saya harus ambil kesempatan yg di yogya. saya sudah sholat istikhoroh tp masih tetap bingung. mohon bantuan ustadz. terima kasih, wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Putra</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/comment-page-1#comment-6985</link>
		<dc:creator>Putra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 08:47:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=839#comment-6985</guid>
		<description>salam ustaz. Sedangkan kebanyakan isteri tidak mahu sujud Pada Allah maka mana mungkin mereka mahu sujud pada suaminya. Kalau dah tak  takut pada hukum Allah sebab itu ramai isteri yang nusyuz dan derhaka pada suami. Sikap pentingkan diri dan merendahkan mertabat suami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam ustaz. Sedangkan kebanyakan isteri tidak mahu sujud Pada Allah maka mana mungkin mereka mahu sujud pada suaminya. Kalau dah tak  takut pada hukum Allah sebab itu ramai isteri yang nusyuz dan derhaka pada suami. Sikap pentingkan diri dan merendahkan mertabat suami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua/comment-page-1#comment-6921</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2011 06:41:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=839#comment-6921</guid>
		<description>#aini
Isteri punya hak bebas untuk memanfaatkan harta yang dia dapatkan dari penghasilannya sendiri. meski sebenarnya dia dianjurkan untuk meng-obrol-kan hal ini dengan suami</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#aini<br />
Isteri punya hak bebas untuk memanfaatkan harta yang dia dapatkan dari penghasilannya sendiri. meski sebenarnya dia dianjurkan untuk meng-obrol-kan hal ini dengan suami</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.418 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-22 21:25:12 -->

