Melamar Kerja dengan Ijazah Hasil Mencontek

Apakah Nabi Muhammad adalah Makhluk Paling Mulia?
Bila Pemberontak Menang
Keistimewaan Abu Bakar

Pembahasan yang sangat menarik mengenai hukum melamar kerja dengan ijazah palsu “hasil menyontek”. Penjelasan berikut adalah hasil dialog Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahullah- dan Syaikh Muhammad Sholih Al Munajjid -hafizhohullah-. Semoga bermanfaat.

سؤال : 3481 : الراتب من عمل حصل عليه بشهادة مزورة .

Pertanyaan 3481: Gaji yang didapat dari ijazah palsu

السؤال :
ما حكم الراتب من عمل حصل عليه بشهادات خبرة مزورة ثم أتقن العمل بعد ذلك ، فأول ما توظف بشهادات خبرة مزورة ثم بعد ستة أشهر أتقن العمل مثله مثل أي واحد عنده شهادات حقيقية ، فراتبه بعد الإتقان ما حكمه ؟

Pertanyaan, “Apa hukum gaji yang didapat oleh orang yang bekerja dengan dasar ijazah keterampilan (semisal ijazah profesi, pent) yang palsu namun pada akhirnya mampu menguasai keahlian tersebut. Ada orang yang masuk kerja dengan ijazah keterampilan yang dipalsukan kemudian setelah enam bulan bekerja dia mampu menguasai pekerjaan ini. Kemampuan yang dia miliki pada akhirnya sama persis dengan pekerja yang memiliki ijazah asli. Apa hukum gaji pegawai semacam ini setelah dia menguasai pekerjaannya?

الجواب :
الحمد لله عرضنا هذا السؤال على فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين حفظه الله فكان هذا الحوار :

Jawaban, “Pertanyaan ini telah kami (Syaikh Muhammad Shalih al Munajjid) sampaikan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dan terjadilah dialog sebagai berikut:

الشيخ : أنا رأيي أنه لابد أن يَختبر ، إلا إذا كان غشّ في مادة من المواد التي لا علاقة لها في عمله .

Ibnu Utsaimin mengatakan, “Menurutku pegawai tersebut harus dites ulang kecuali jika dia hanya melakukan kecurangan ujian (baca:nyontek atau yang lain) pada mata kuliah yang tidak memiliki hubungan dengan pekerjaannya”.

سؤال : هذا مثلا طالب ثانوي زوّر شهادة جامعة – أربع سنوات – .. ؟

Pertanyaan, “Bagaimana dengan orang yang memiliki ijazah sarjana namun ketika ujian dia melakukan kecurangan?”

الشيخ : العبرة على السنة الأخيرة التي فيها الشهادة ، يعني مثلا لو قدّرنا أنه غشّ في كل المستويات إلا الأخير كفى .

Jawaban Ibnu Utsaimin, “Yang jadi tolak ukur adalah tahun terakhir. Artinya seandainya ada orang yang melakukan kecurangan dalam ujian kecuali pada ujian semester terakhir maka ijazahnya tidaklah bermasalah”.

Catatan: Fatwa beliau ini berlaku jika transkip ijazah hanya berdasarkan nilai di semester terakhir.

– : يعني أربعة والفصل الأخير لم يغش فيه ؟

Pertanyaan, “Dengan kata lain selama kuliah selama empat tahun tidak melakukan kecurangan dalam ujian kecuali hanya pada semester terakhir saja?”

الشيخ : نعم ، الذي هو يأخذ عليه الشهادة .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Betul, yang jadi tolak ukur adalah nilai semester yang dimasukkan ke dalam ijazah”

– : لو كانت الشهادة كلها – حسب سؤاله – أصلا مزورة ، بمعنى انه لم يدرس جامعة أصلا ؟ أو درس تخصصأ آخر – مثلا واحد درس تجارة وأتى لهم بشهادة كمبيوتر مزورة وأتقن العمل – حسب سؤاله – أنه أتقن العمل بعد ذلك ، لكنه لم يغش في آخر فصل مثلا بل لم يدرس هذا التخصص أصلا ؟

Pertanyaan, “Bagaimana jika ijazah orang tersebut palsu artinya dia sama sekali belum pernah mengenyam bangku kuliah? Atau jurusan kuliah yang yang sebenarnya berbeda dengan ijazahnya, misal ada orang yang kuliah di fakultas ekonomi namun punya ijazah sarjana komputer yang palsu kemudian setelah beberapa saat bekerja di bidang komputer akhirnya dia mahir dalam bidang komputer?

الشيخ : لا يجوز ، لابد الآن – مادام أنه أتقن العمل – لابد له أن يختبر .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Tidak boleh baginya untuk bekerja di bidang tersebut namun sekarang setelah dia mengusai bidang tersebut maka dia harus dites ulang oleh perusahaan tempat dia bekerja”.

– : طبعا الشركة لا علاقة لها بالجامعة ، فتقصد أنه يخرج من العمل ؟

Pertanyaan, “Tentu perusahaan tidak memiliki kaitan dengan pihak universitas. Menurut anda orang tersebut harus keluar dari tempat dia bekerja?”

الشيخ : يخرج من العمل أو إذا كان عنده استعداد الآن أن يقدم اختبار في المواد ، أو إذا كانت الشركة لا يهمها أن يكون جامعيا أو غير جامعي فلابد أن يختبر في طبيعة العمل .

Jawaban Ibnu Utsaimin, “Ada beberapa alternatif a) keluar dari tempat kerja, b) jika saat ini orang tersebut memiliki kesiapan hendaknya dia mengajukan diri kepada perusahaan agar mengetesnya terkait dengan mata kuliah yang sangat berhubungan dengan dunia kerja yang dia geluti saat ini, c) atau jika perusahaan tidak mempermasalahkan apakah dia sarjana ataukah bukan sarjana maka orang tersebut hendaknya dites ulang tentang kemampuannya bekerja di bidangnya saat ini”

– : إذن يقول للشركة اختبروني ؟

Pertanyaan, “Jadi pegawai tersebut harus mengatakan kepada pihak perusahaan, Adakan tes ulang untuk diriku”?

الشيخ : نعم ، يقول : أنا أريد أن أتأكد من خبرتي ، فأجروا لي اختبارا .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Betul, hendaknya dia sampaikan kepada pihak perusahaan, Aku ingin memastikan kemampuan dalam bekerja maka tolong adakan tes ulang tentang kemampuan kerjaku”.

– : وليس اختبار الجامعة

Pertanyaan, “Jadi tes yang dimaksudkan di sini bukan tes yang dilakukan oleh pihak universitas?” .

الشيخ : هم لا يهمهم جامعي أو غير جامعي .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Betul, pihak perusahaan tidaklah peduli apakah karyawannya itu sarjana ataukah bukan”.

– : هم مشترطون في الوظيفة أصلا أن يكون جامعيا وعنده شهادة في الكمبيوتر .

Pertanyaan, “Bagaimana dengan perusahaan yang mempersyaratkan sarjana dan memiliki ijazah dalam bidang komputer untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut?”

الشيخ : معناه شرطان ، أن يكون جامعيا وأن يكون عنده خبرة في الكمبيوتر ، معناه لابد أن يأخذ شهادة جامعة

Ibnu Utsaimin menjawab, “Jadi ada dua kriteria a) sarjana, b) memiliki kemampuan di bidang komputer. Dengan kata lain orang tersebut harus benar-benar memiliki ijazah sarjana yang asli” .

– : إذن لابد أن يقول لهم أنا زورت الشهادة ، فتقبلوا بوضعي الآن بعدما أتقنت العمل أو أخرج . يعني لابد أن يبين لهم .

Pertanyaan, “Jadi si pegawai harus menyampaikan kepada pihak perusahaan bahwa dia masuk kerja dengan ijazah palsu? Sehingga perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menerima keadaan orang tersebut saat ini karena dia saat ini telah menguasai bidang yang dia tangani atau pegawai tersebut keluar kerja. Dengan kata lain, si pegawai harus menjelaskan kepada tempat dia bekerja keadaan dirinya yang sebenarnya?”

الشيخ : نعم . أهـ ، الله اعلم .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Betul”.

الإسلام سؤال وجواب (www.islam-qa.com)

سؤال : 6418 : غش في اختبارات الشهادة الجامعية وتوظّف بها .

Curang dalam ujian untuk mendapatkan ijazah sarjana lalu bekerja dengan ijazah tersebut

السؤال :
جاء بشهادة جامعية مزورة تعين في العمل بناءً عليها ، وآخر جاء بشهادة جامعية صحيحة لكن قد غش في بعض امتحاناتها ، وآخر زوّر ورقة من متطلبات العمل كشهادة الخبرة ، وقد عملوا وفهموا العمل تماماً ، فماذا يفعل كل من أصحاب هذه الحالات وقد تابوا ؟ علماً أن بعض الأعمال حكومية وبعضها شركات خاصة .

Ada orang yang bekerja dengan sebab ijazah sarjana yang palsu. Ada juga yang memiliki ijazah sarjana yang asli namun pernah menyontek pada salah satu ujian semesteran. Ada juga yang melengkapi persyaratan kerja berupa ijazah ketrampilan atau profesi palsu. Mereka semua telah bekerja dan menguasai pekerjaannya dengan baik. Apa yang harus dilakukan mereka bertiga setelah mereka bertaubat? Perlu diketahui bahwa sebagian di antara mereka PNS namun ada juga yang bekerja di perusahaan swasta.

الجواب :
الحمد لله عرضنا هذا السؤال على فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين فأجاب حفظه الله :
كل ما بُنِيَ على باطل فهو باطل ، وعلى هؤلاء أن يعيدوا الامتحان في الشهادة التي بني عليها راتبه . ولكن إذا قُدِّرَ أن الشهادة الأخيرة ليس فيها غش وكانوا يغشون في المراحل التي قبلها فهذا أرجو الله أن لا يكون فيه بأس .

Pertanyaan di atas telah kami sampaikan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dan jawaban beliau adalah sebagai berikut, “Jika pondasi rusak maka bangunannya tentu rusak. Kewajiban tiga jenis orang di atas adalah mengulang ujian untuk mendapatkan ijazah yang dengan sebab ijazah tersebut mereka bisa mendapatkan gaji. Namun seandainya saat ujian semester terakhir orang tersebut tidak menyontek dan menyontek hanya dilakukan pada semester-semester sebelumnya maka aku berharap orang tersebut tidak berdosa disebabkan gaji yang didapatkan dengan ijazah semacam itu”.

س : لكن الشهادة تمنح على جميع المقررات المدروسة خلال سنوات الدراسة .

Pertanyaan, “Namun nilai yang diberikan di ijazah atau di transkip nilai adalah nilai untuk semua mata kuliah yang diajarkan selama masa belajar”.

ج : إذاً لا يجوز حتى يعيد الاختبار على وجه سليم .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika demikian orang tersebut tidak boleh menerima gajinya sehingga dia mengulang semua ujian tanpa contekkan”.

س : الآن عملياً لو تقدم للجامعة وقال لهم أريد أن أعيد الاختبار لقالوا له إن النظام لا يسمح له بذلك ؟

Pertanyaan, “Namun realitanya, andai orang tersebut menghadap ke pihak universitas dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan ujian ulang maka pihak universitas akan mengatakan bahwa sistem pembelajaran yang ada tidak mengizinkan hal semacam itu”.

ج : إذاً يستقيل من العمل ثم يعمل على حسب الشهادة التي ليس فيها غش ، كشهادة الثانوية مثلاً .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika demikian hendaknya orang tersebut keluar dari tempat kerjanya kemudian mencari pekerjaan baru sesuai dengan ijazah sekolah yang tidak tercemar dengan menyontek atau melakukan kecurangan ketika ujian semisal ijazah SMA-nya”.

س : الآن هو يقول : أنا فهمت العمل تماماً ، وخبرتي في العمل تؤهلني للعمل حتى بدون الشهادة ؟

Pertanyaan, “Bagaimana jika pegawai tersebut mengatakan bahwa dia telah menguasai pekerjaan dengan baik dan kemampuannya dalam bekerja menyebabkan dia berhak untuk bekerja meski tidak memiliki ijazah?”

ج : إذاً يقدِّم للمسؤولين في المصلحة التي يعمل فيها ، ويقول القضية كذا وكذا ، فإذا أذنوا له بالاستمرار بناءً على أنه أجاد العمل ، فأرجو أن لا يكون في هذا بأس .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika demikian, hendaknya dia melapor ke bagian personalia tempat dia bekerja dan menyampaikan bahwa realita senyatanya dari ijazahnya adalah demikian dan demikian. Jika pihak tempat dia bekerja mengizinkan orang tersebut untuk tetap bekerja di tempat tersebut dengan pertimbangan bahwa dia telah menguasai pekerjaan dengan baik maka aku berharap moga dia tidak berdosa jika tetap bekerja di tempat tersebut”.

الإسلام سؤال وجواب (www.islam-qa.com

Sumber:http://www.saaid.net/Doat/Zugail/27.htm

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 73
  • Jazaakallahu khair ustadz, artikel yang sangat sesuai dengan realita pada zaman ini…

  • kalau udah pernah melakukan pada saat belum tahu? sebaiknya dimaklumin aja kali ya tadz? *senyum*
     

  • ustadzaris 8 years ago

    Untuk Ifa
    Belum tahu ataukah tidak mau cari tahu?

  • abang 8 years ago

    lebih tepatnya pura2 ngga tau, padahal dlm hati udah tau itu dosa, setelah dibilangin ngga mau tau,
    eh tau2 bilang    ‘dulu saya ngga tau’…

  • Ridho Amrullah 8 years ago

    Belum tahu tapi iman mereka bahwa hal tersebut adalah hal yang buruk tentunya mereka menganggap dosa itu kecil dan bisa dihapuskan dengan amalan solat saja misal. Apakah orang yang mencontek dan menganggap demikian harus dipertanyakan solatnya?

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk ridho
    Mencontek adalah menipu dan menipu adalah dosa besar.

  • ustad afwan mau tanya apakahSyaikh Muhammad Sholih Al Munajjidseorang hizbi?ana pernah membaca (lupa sumbernya) intinya spt itu..(bhkn d katakan pengagum sayyid quthb. Jazakallah

  • ustadzaris 8 years ago

    Untuk Abdullah
    1. Penilaian terhadap person itu cenderung bersifat ijtihadi. Boleh jadi hizbi menurut satu pihak, namun tidak hizbi menurut pihak yang lain. sebagaimana khilaf tentang keadaan rawi dalam ilmu rijal hadits.
    2. Kita tidak wajib menerima vonis hizbi dari suatu pihak jika kita belum merasa mantap dengan alasan yang diutarakan oleh pihak yang memvonis.

  • fahrul 8 years ago

    Assalamu’alaikum
    Waduh susah juga saya,apalagi selama kuliah saya sebagian besar mencontek saat ujian. Bagaimana nih Ustadz?

  • ustadzaris 8 years ago

    Untuk fahrul
    Wa’alaikumussalam
    Saya sarankan agar tidak jadi PNS atau kerja di perusahaan2 besar.
    Kerjalah dengan berwiraswasta.

  • hamba Allah 8 years ago

    ustadz klo saya jujur saja ketika interview dgn perusahaan ttg perilaku kecurangan2 saya semasa kuliah dulu, maka bgmn hukum gajinya?

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk hamba
    Insya Allah, halal

  • Fahrul 8 years ago

    Permasalahannya sekarang ana sedang bekerja di sebuah perusahaan swasta,tetapi ada rencana sih untuk berdagang/berwirausaha dg gaji sebagai modal. Apakah uang yang ana dapat berkah dan halal serta boleh dijadikan modal?

  • ustadzaris 8 years ago

    @fahrul
    gaji anda bercampur dg harta yg haram

  • Fahrul 8 years ago

    Pertanyaan, “Bagaimana dengan orang yang memiliki ijazah sarjana namun ketika ujian dia melakukan kecurangan?”
    الشيخ : العبرة على السنة الأخيرة التي فيها الشهادة ، يعني مثلا لو قدّرنا أنه غشّ في كل المستويات إلا الأخير كفى .
    Jawaban Ibnu Utsaimin, “Yang jadi tolak ukur adalah tahun terakhir. Artinya seandainya ada orang yang melakukan kecurangan dalam ujian kecuali pada ujian semester terakhir maka ijazahnya tidaklah bermasalah”.
    Catatan: Fatwa beliau ini berlaku jika transkip ijazah hanya berdasarkan nilai di semester terakhir.
    – : يعني أربعة والفصل الأخير لم يغش فيه ؟
    Pertanyaan, “Dengan kata lain selama kuliah selama empat tahun tidak melakukan kecurangan dalam ujian kecuali hanya pada semester terakhir saja?”
    الشيخ : نعم ، الذي هو يأخذ عليه الشهادة .
    Ibnu Utsaimin menjawab, “Betul, yang jadi tolak ukur adalah nilai semester yang dimasukkan ke dalam ijazah”
     
    Kalau saya perhatikan ucapan syaikh Utsaimin maka asumsi saya  yang dipakai patokan adalah skripsi atau ujian penutp studinya

  • Fahrul 8 years ago

    Maaf ustadz,itu hanya  asumsi saya saja. Terus apa yang harus saya lakukan terhadap gaji saya?

  • ustadzaris 8 years ago

    @fahrul
    Tolong baca tulisan diatas dengan cermat niscaya akan jelas bahwa asumsi anda itu salah besar.
    Apakah transkip nilai anda itu hanya berdasar skripsi atau penutup studi saja??
    Moga Allah menjadikan kita orang-orang yang mencari kebenaran bukan pencari pembenaran atas kesalahan yang kita lakukan.

  • FAHRUL 8 years ago

    USTADZ YANG MENJADI PERTANYAAN SAYA HARUS DIAPAKAN GAJI SAYA TERSEBUT,SAYA MAU SOLUSINYA?

  • ustadzaris 8 years ago

    @fahrul
    Solusinya sudah ada pada tulisan di atas.

  • FAHRUL 8 years ago

    JAZAKALLAH.

  • hamba allah.. 8 years ago

    Assalamu’alaykum ustadz.
    ana sekarang bekerja sebagai PNS.
    yang menjadi masalah ana ialah ijazah ana. nilai ijazah ana telah dirubah oleh guru atas permintaan orang tua ana, hal tersebut ana ketahui setelah lulus menjadi pns. ana mengetahui dari teman yang  merubah nilainya jg dari guru yang sama. apakah ana harus berhenti dari pns tersebut?
    yang menjadi perhatian ana ialah ortu ana. apakah mereka menerima dengan hal tsb. dan mencari pekerjaan lain ijazah ana tidak bisa lagi digunakan. ana sungguh sedih setelah mengetahui hal tsbt. tapi setelah ana tanya beberapa orang ustadz. mereka membolehkan ana bekerja, karena pelakunya ialah ortu ana. tapi ana masih bingung ustadz. mohon pencerahan dari ustadz??? Jazakallahu khairan

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk hamba
    Wa’alaikumussalam
    Laporkan keadaan senyatanya dari ijazah anda ke BKD, anda halal bekerja jika secara institusi, BKD tidak mempermasalahkannya.

  • Assalamu’alaikum
    Dahulu sewaktu ana kuliah,nilai mata kuliah ana dikatrol oleh dosen karena ana seorang ketua kelas sehingga diberikan hak istimewa yaitu dikatrol nilai ujian ana. Padahal ana merasa tak menguasai mata kuliah tersebut,tetapi si dosen sendiri  telah menjanjikan nilai A dengan cara ana disuruh memberi tanda khusus pada kertas ujian walaupun ana menjawab soal ujian tersebut agak asal-asalan tetapi sudah dijamin nilai A. Bagaimana status ijazah ana? Mohon penjelasan Ustadz.

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk dwi
    Wa’alaikumussalam
    Yang terjadi adalah kerja sama dalam kecurangan.

  • Apa yang harus ana lakukan sekarang Pak Ustadz? Karena saat itu si dosen menjanjikan nilai A karena imbalan atas bantuan ana sebagai ketua kelas dan ana saat itu masih khilaf apalagi waktu ana seorang mahasiswa.

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk dwi
    Laporkan keadaan senyatanya dari nilai ijazah anda ke bagian personalia. Tunggu apa sikap mereka selaku institusi.

  • Fahrul 8 years ago

    Assalamu’alaikum
    Alhamdulillah kontrak ana akan berakhir pada tanggal 1 Agustus 2010,yang menjadi pertanyaan saya (maaf kalau diulang lagi),apakah gaji/penghasilan selain gaji seperti bonus dan THR saya sebelum saya mengetahui adanya hukum yang sesuai fatwa di atas (sebelum Juni 2010) haram atau tidak,karena sebagian sudah dipakai untuk keperluan sehari-hari dan ditabung harus diapakan  dan untuk Juni-Agustus 2010 beserta bonus yang saya terima juga harus  diapakan?

  • abdurrahman 8 years ago

    ustad, ijazah saya mengandungi nilai hasil menyontek pada beberapa mata kuliah. lalu saya melamar kerja dengan ijazah tsb.
    namun saya juga disyaratkan untuk mengikuti beberapa tes sebelum diterima bekerja; tes TPA (b.inggris, b.indonesia, matematika), psikotes, wawancara dimana saya lulus semua tahapan tes ini secara jujur, sehingga saya diterima bekerja.
    apakah ini berarti saya telah layak utk pekerjaan ini?

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk abdurr
    Anda layak dan berhak bekerja di sana jika anda telah menyampaikan keadaan yang sebenarnya dari ijazah anda.

  • Fahrul 8 years ago

    ASSALAMU`ALAIKUM
    WAH TERNYATA ANTARA ANA DAN SAUDARA ABDURRAHMAN SAMA  NIH!

  • sedang belajar 8 years ago

    berdasar fatwa syeikh Ibnu Utsaimin di atas untuk melapor tentang kecurangan kita cukup melapor ke bagian personalia saja, berarti kita tidak harus melapor sampai ke semua jajaran direksi y ustadz?

  • ustadzaris 8 years ago

    #sedang
    Ya, betul

  • assalamu ‘alaikum. wr.wb. Pak ustadz, selama sekolah saya sepertinya tak pernah lepas dari menyontek. sejak SD, SMP, hingga SMA. Saya termasuk yang masih suka nyontek. Saya baru mulai sadar, kelas 2/3 SMA. yang saya tanyakan, bagaimana hukum saya bila menggunakan ijasah/raport untuk mendaftar sekolah atau kerja, karena saya merasa pendidikan saya selama ini tidak ada yang murni lepas dari nyontek. Sekarang saya sedang kuliah, sekarang apa yang harus saya lakukan, mumpung masih belum terlanjur.
    wassalamu ‘alaikum. wr.wb.

  • ustadzaris 8 years ago

    #ibe
    Kuliahlah dengan baik dan pakailah ijazah kuliah untuk cari kerja

  • Jadi, sy tdk perlu mengulang skolah sy sblmnya, ya pak? Trus apakah sy hrs mlapor ke universitas tntng ap yg sbnrnya. ?
    Pak, apabila saya ingin bkerja atau ambl kursus dgn ijasah smp/sma apakah msh blh?, ataukah harus menyampaikan keadaan sbnrnya tntang ijsh yg sy pakai..? Apakah dgn itu sy trbbs keharaman ijsah trsbt? Sy msh rg.

  • ustadzaris 8 years ago

    #ibe
    Jadikan ijazah S1 anda bersih dari hasil contekan.

  • berbohong dengan Mengatakan “BELUM SELESAI” gar hasil jawabn dr prtnyaan soal2 ujian tdk d Nyontek ma teman2, apakah perbuatan ini termasuk bohong yg di bolehkan, mohon jawabx ust n dalil2x, Barakallahu fiek.. )

  • ustadzaris 8 years ago

    #ayib
    Katakan saja, “Belum” dengan maksud “belum akan saya serahkan ke pengawas ujian”.

  • Ridho Amrullah 7 years ago

    Assalammu’alaikum,
    Pak Aris,

    Ketika kuliah saya pernah mencontek waktu UTS saja, itu bagaimana Pak Ustadz ? Sekarang saya semester 4, dan pastinya nilai UTS itu mempengaruhi nilai untuk nilai keseluruhan. Tapi, saya tidak mencontek ketika Ujian semesternya ? Itu bagaimana Pak Ustadz, kalau minta ujian lagi mungkin tidak mungkin karena, UTS yang ketika mencontek itu saya lupa pada pelajaran apa ?  Itu bagaimana Pak Ustadz ? Apakah saya masih bisa menggunakan Ijazah saya/halal ?

    Syukron,

  • Assalamu alaykum ustadz,ada perguruan tinggi yang menawarkan kuliah tidak dari semester awal,tapi langsung ke semester 6 atau 7 dengan membayar uang sejumlah tetentu..setelah kuliah setahun itupun masuk hanya 4 atau 5 kali sebulan ijazah S 1 bisa ia dapatkan..Bagaimana dengan perguruan tinggi seperti ini ustadz apakah boleh kita ikut kuliah di dalamnya?Bagaimana status ijazahnya?

  • ustadzaris 7 years ago

    #oni
    Haram kuliah di sana.
    Jika ijazah tersebut dipakai untuk mendapatkan uang maka uangnya haram.

  • diqra 7 years ago

    ustad bagaimana hukum “nembak” dalam ujian.dan bagaimana hukumnya melamar kerjaan dengan nilai “menembak” saat ujian?
     
    ket: nembak adalah ragu2 dengan jawaban soal yang dia tidak tahu jawabannya sehingga dia memilih asal2an dengan harapan berntung sehingga jawabannya benar/ kalau salah yang penting sudah diisi

  • ustadzaris 7 years ago

    #diqra
    Boleh

  • Afwan ustadz.. saya mau tanya.. saya kan pernah di wawancara saat mau masuk kerja.. saya di tanya tentang salah satu hasil matakuliah saya yang mendapatkan nilai jelek (padahal mata kuliah tersebut tidak ada kaitannya dengan pekerjaan saya) lalu karena malu atau takut saya berbohong dengan berbagai alasan tentang hasil jelek dari hasil mata kuliah tersebut.. apakah hukumnya ustadz?

  • #hamba
    bohong adalah dosa sehingga wajib bertaubat.

  • lalu bagaimanakah dengan pekerjaan saya dan gaji yang saya dapat ustadz, apakah haram?  jujur memang hal tersebut terkesan remeh pada awalnya, tapi sekarang saya sangat menyeslinya ustadz.. mohon beri pencerahan

  • #hamba
    Jika yang terjadi hanya sebagaimana yang anda ceritakan maka gaji anda halal.

  • Sebenarnya di masa kuliah saya juga sering mencontek, tapi seingat saya, saya hanya mencontek pada mata kuliah yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan saya, lalu bagaimana hukum gaji saya kalau begitu ustadz?

  • Pak ustadz bagaimana hukummya bila saya kuliah dengan cara dipercepat misalnya saya pernah kuliah disalah satu universitas sampai dengan semester II tetapi blm pernah ujian.. lalu saya mendaftar lagi di universitas lain tetapi pihak universitas yang sekarang ( baru ) bisa mengusakan saya untuk bisa langsung ke semester IV dengan nilai yang mereka usahakan ( mereka atur sendiri ) untuk semester I dan II ( maksud mereka diconversi ) padahal di universitas sebelumnya nilai saya blm keluar karena memang sy blm pernah ikut ujian…
    hukum nya bagaimana seandainya sy tetap menggunakan ijazah tersebut apakah uang yang diperoleh haram????

  • #agia
    Nilai-nilai siluman adalah penipuan.
    Haram bagi anda mempergunakan ijazah yang mengandung nilai-nilai siluman.