Melamar Kerja dengan Ijazah Hasil Mencontek

Pembahasan yang sangat menarik mengenai hukum melamar kerja dengan ijazah palsu “hasil menyontek”. Penjelasan berikut adalah hasil dialog Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahullah- dan Syaikh Muhammad Sholih Al Munajjid -hafizhohullah-. Semoga bermanfaat.

سؤال : 3481 : الراتب من عمل حصل عليه بشهادة مزورة .

Pertanyaan 3481: Gaji yang didapat dari ijazah palsu

السؤال :
ما حكم الراتب من عمل حصل عليه بشهادات خبرة مزورة ثم أتقن العمل بعد ذلك ، فأول ما توظف بشهادات خبرة مزورة ثم بعد ستة أشهر أتقن العمل مثله مثل أي واحد عنده شهادات حقيقية ، فراتبه بعد الإتقان ما حكمه ؟

Pertanyaan, “Apa hukum gaji yang didapat oleh orang yang bekerja dengan dasar ijazah keterampilan (semisal ijazah profesi, pent) yang palsu namun pada akhirnya mampu menguasai keahlian tersebut. Ada orang yang masuk kerja dengan ijazah keterampilan yang dipalsukan kemudian setelah enam bulan bekerja dia mampu menguasai pekerjaan ini. Kemampuan yang dia miliki pada akhirnya sama persis dengan pekerja yang memiliki ijazah asli. Apa hukum gaji pegawai semacam ini setelah dia menguasai pekerjaannya?

الجواب :
الحمد لله عرضنا هذا السؤال على فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين حفظه الله فكان هذا الحوار :

Jawaban, “Pertanyaan ini telah kami (Syaikh Muhammad Shalih al Munajjid) sampaikan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dan terjadilah dialog sebagai berikut:

الشيخ : أنا رأيي أنه لابد أن يَختبر ، إلا إذا كان غشّ في مادة من المواد التي لا علاقة لها في عمله .

Ibnu Utsaimin mengatakan, “Menurutku pegawai tersebut harus dites ulang kecuali jika dia hanya melakukan kecurangan ujian (baca:nyontek atau yang lain) pada mata kuliah yang tidak memiliki hubungan dengan pekerjaannya”.

سؤال : هذا مثلا طالب ثانوي زوّر شهادة جامعة – أربع سنوات – .. ؟

Pertanyaan, “Bagaimana dengan orang yang memiliki ijazah sarjana namun ketika ujian dia melakukan kecurangan?”

الشيخ : العبرة على السنة الأخيرة التي فيها الشهادة ، يعني مثلا لو قدّرنا أنه غشّ في كل المستويات إلا الأخير كفى .

Jawaban Ibnu Utsaimin, “Yang jadi tolak ukur adalah tahun terakhir. Artinya seandainya ada orang yang melakukan kecurangan dalam ujian kecuali pada ujian semester terakhir maka ijazahnya tidaklah bermasalah”.

Catatan: Fatwa beliau ini berlaku jika transkip ijazah hanya berdasarkan nilai di semester terakhir.

– : يعني أربعة والفصل الأخير لم يغش فيه ؟

Pertanyaan, “Dengan kata lain selama kuliah selama empat tahun tidak melakukan kecurangan dalam ujian kecuali hanya pada semester terakhir saja?”

الشيخ : نعم ، الذي هو يأخذ عليه الشهادة .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Betul, yang jadi tolak ukur adalah nilai semester yang dimasukkan ke dalam ijazah”

– : لو كانت الشهادة كلها – حسب سؤاله – أصلا مزورة ، بمعنى انه لم يدرس جامعة أصلا ؟ أو درس تخصصأ آخر – مثلا واحد درس تجارة وأتى لهم بشهادة كمبيوتر مزورة وأتقن العمل – حسب سؤاله – أنه أتقن العمل بعد ذلك ، لكنه لم يغش في آخر فصل مثلا بل لم يدرس هذا التخصص أصلا ؟

Pertanyaan, “Bagaimana jika ijazah orang tersebut palsu artinya dia sama sekali belum pernah mengenyam bangku kuliah? Atau jurusan kuliah yang yang sebenarnya berbeda dengan ijazahnya, misal ada orang yang kuliah di fakultas ekonomi namun punya ijazah sarjana komputer yang palsu kemudian setelah beberapa saat bekerja di bidang komputer akhirnya dia mahir dalam bidang komputer?

الشيخ : لا يجوز ، لابد الآن – مادام أنه أتقن العمل – لابد له أن يختبر .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Tidak boleh baginya untuk bekerja di bidang tersebut namun sekarang setelah dia mengusai bidang tersebut maka dia harus dites ulang oleh perusahaan tempat dia bekerja”.

– : طبعا الشركة لا علاقة لها بالجامعة ، فتقصد أنه يخرج من العمل ؟

Pertanyaan, “Tentu perusahaan tidak memiliki kaitan dengan pihak universitas. Menurut anda orang tersebut harus keluar dari tempat dia bekerja?”

الشيخ : يخرج من العمل أو إذا كان عنده استعداد الآن أن يقدم اختبار في المواد ، أو إذا كانت الشركة لا يهمها أن يكون جامعيا أو غير جامعي فلابد أن يختبر في طبيعة العمل .

Jawaban Ibnu Utsaimin, “Ada beberapa alternatif a) keluar dari tempat kerja, b) jika saat ini orang tersebut memiliki kesiapan hendaknya dia mengajukan diri kepada perusahaan agar mengetesnya terkait dengan mata kuliah yang sangat berhubungan dengan dunia kerja yang dia geluti saat ini, c) atau jika perusahaan tidak mempermasalahkan apakah dia sarjana ataukah bukan sarjana maka orang tersebut hendaknya dites ulang tentang kemampuannya bekerja di bidangnya saat ini”

– : إذن يقول للشركة اختبروني ؟

Pertanyaan, “Jadi pegawai tersebut harus mengatakan kepada pihak perusahaan, Adakan tes ulang untuk diriku”?

الشيخ : نعم ، يقول : أنا أريد أن أتأكد من خبرتي ، فأجروا لي اختبارا .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Betul, hendaknya dia sampaikan kepada pihak perusahaan, Aku ingin memastikan kemampuan dalam bekerja maka tolong adakan tes ulang tentang kemampuan kerjaku”.

– : وليس اختبار الجامعة

Pertanyaan, “Jadi tes yang dimaksudkan di sini bukan tes yang dilakukan oleh pihak universitas?” .

الشيخ : هم لا يهمهم جامعي أو غير جامعي .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Betul, pihak perusahaan tidaklah peduli apakah karyawannya itu sarjana ataukah bukan”.

– : هم مشترطون في الوظيفة أصلا أن يكون جامعيا وعنده شهادة في الكمبيوتر .

Pertanyaan, “Bagaimana dengan perusahaan yang mempersyaratkan sarjana dan memiliki ijazah dalam bidang komputer untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut?”

الشيخ : معناه شرطان ، أن يكون جامعيا وأن يكون عنده خبرة في الكمبيوتر ، معناه لابد أن يأخذ شهادة جامعة

Ibnu Utsaimin menjawab, “Jadi ada dua kriteria a) sarjana, b) memiliki kemampuan di bidang komputer. Dengan kata lain orang tersebut harus benar-benar memiliki ijazah sarjana yang asli” .

– : إذن لابد أن يقول لهم أنا زورت الشهادة ، فتقبلوا بوضعي الآن بعدما أتقنت العمل أو أخرج . يعني لابد أن يبين لهم .

Pertanyaan, “Jadi si pegawai harus menyampaikan kepada pihak perusahaan bahwa dia masuk kerja dengan ijazah palsu? Sehingga perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menerima keadaan orang tersebut saat ini karena dia saat ini telah menguasai bidang yang dia tangani atau pegawai tersebut keluar kerja. Dengan kata lain, si pegawai harus menjelaskan kepada tempat dia bekerja keadaan dirinya yang sebenarnya?”

الشيخ : نعم . أهـ ، الله اعلم .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Betul”.

الإسلام سؤال وجواب (www.islam-qa.com)

سؤال : 6418 : غش في اختبارات الشهادة الجامعية وتوظّف بها .

Curang dalam ujian untuk mendapatkan ijazah sarjana lalu bekerja dengan ijazah tersebut

السؤال :
جاء بشهادة جامعية مزورة تعين في العمل بناءً عليها ، وآخر جاء بشهادة جامعية صحيحة لكن قد غش في بعض امتحاناتها ، وآخر زوّر ورقة من متطلبات العمل كشهادة الخبرة ، وقد عملوا وفهموا العمل تماماً ، فماذا يفعل كل من أصحاب هذه الحالات وقد تابوا ؟ علماً أن بعض الأعمال حكومية وبعضها شركات خاصة .

Ada orang yang bekerja dengan sebab ijazah sarjana yang palsu. Ada juga yang memiliki ijazah sarjana yang asli namun pernah menyontek pada salah satu ujian semesteran. Ada juga yang melengkapi persyaratan kerja berupa ijazah ketrampilan atau profesi palsu. Mereka semua telah bekerja dan menguasai pekerjaannya dengan baik. Apa yang harus dilakukan mereka bertiga setelah mereka bertaubat? Perlu diketahui bahwa sebagian di antara mereka PNS namun ada juga yang bekerja di perusahaan swasta.

الجواب :
الحمد لله عرضنا هذا السؤال على فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين فأجاب حفظه الله :
كل ما بُنِيَ على باطل فهو باطل ، وعلى هؤلاء أن يعيدوا الامتحان في الشهادة التي بني عليها راتبه . ولكن إذا قُدِّرَ أن الشهادة الأخيرة ليس فيها غش وكانوا يغشون في المراحل التي قبلها فهذا أرجو الله أن لا يكون فيه بأس .

Pertanyaan di atas telah kami sampaikan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dan jawaban beliau adalah sebagai berikut, “Jika pondasi rusak maka bangunannya tentu rusak. Kewajiban tiga jenis orang di atas adalah mengulang ujian untuk mendapatkan ijazah yang dengan sebab ijazah tersebut mereka bisa mendapatkan gaji. Namun seandainya saat ujian semester terakhir orang tersebut tidak menyontek dan menyontek hanya dilakukan pada semester-semester sebelumnya maka aku berharap orang tersebut tidak berdosa disebabkan gaji yang didapatkan dengan ijazah semacam itu”.

س : لكن الشهادة تمنح على جميع المقررات المدروسة خلال سنوات الدراسة .

Pertanyaan, “Namun nilai yang diberikan di ijazah atau di transkip nilai adalah nilai untuk semua mata kuliah yang diajarkan selama masa belajar”.

ج : إذاً لا يجوز حتى يعيد الاختبار على وجه سليم .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika demikian orang tersebut tidak boleh menerima gajinya sehingga dia mengulang semua ujian tanpa contekkan”.

س : الآن عملياً لو تقدم للجامعة وقال لهم أريد أن أعيد الاختبار لقالوا له إن النظام لا يسمح له بذلك ؟

Pertanyaan, “Namun realitanya, andai orang tersebut menghadap ke pihak universitas dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan ujian ulang maka pihak universitas akan mengatakan bahwa sistem pembelajaran yang ada tidak mengizinkan hal semacam itu”.

ج : إذاً يستقيل من العمل ثم يعمل على حسب الشهادة التي ليس فيها غش ، كشهادة الثانوية مثلاً .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika demikian hendaknya orang tersebut keluar dari tempat kerjanya kemudian mencari pekerjaan baru sesuai dengan ijazah sekolah yang tidak tercemar dengan menyontek atau melakukan kecurangan ketika ujian semisal ijazah SMA-nya”.

س : الآن هو يقول : أنا فهمت العمل تماماً ، وخبرتي في العمل تؤهلني للعمل حتى بدون الشهادة ؟

Pertanyaan, “Bagaimana jika pegawai tersebut mengatakan bahwa dia telah menguasai pekerjaan dengan baik dan kemampuannya dalam bekerja menyebabkan dia berhak untuk bekerja meski tidak memiliki ijazah?”

ج : إذاً يقدِّم للمسؤولين في المصلحة التي يعمل فيها ، ويقول القضية كذا وكذا ، فإذا أذنوا له بالاستمرار بناءً على أنه أجاد العمل ، فأرجو أن لا يكون في هذا بأس .

Ibnu Utsaimin menjawab, “Jika demikian, hendaknya dia melapor ke bagian personalia tempat dia bekerja dan menyampaikan bahwa realita senyatanya dari ijazahnya adalah demikian dan demikian. Jika pihak tempat dia bekerja mengizinkan orang tersebut untuk tetap bekerja di tempat tersebut dengan pertimbangan bahwa dia telah menguasai pekerjaan dengan baik maka aku berharap moga dia tidak berdosa jika tetap bekerja di tempat tersebut”.

الإسلام سؤال وجواب (www.islam-qa.com

Sumber:http://www.saaid.net/Doat/Zugail/27.htm

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 73
  • hidayat 7 years ago

    asslmkm.,,,
    kalau dalam skripsi kan ada ujiannya (dites lagi hasil skripsi yang dibuat) terus kalau skripsinya itu hasil buatan orang lain terus skripsi tsb dipelajari guna persiapan ujian skripsi dan  akhirnya lulus karena ditanya soal skripsinya itu bisa menjawab semua,, tapi skripsinya itu bikinan orang lain,,, cntoh aku minta dibuatkan website,, terus setelah jadi aku pelajari itu webnya dan bisa kemudian dites ama dosen hasilnya lulus,, terus kalau begitu apa termasuk penipuan dlm pembuatan skripsi. maaf kalau bahasa sulit dipahami
    sukron

  • #hidayat
    Jika skripsi dibuatkan orang maka ijazahnya haram meski bisa menjawab pertanyaan penguji saat pendadaran.

  • hidayat 7 years ago

    ass.
    tanya lagi ya uztad
    kalau seumpama   membantu teman membuatkan skripsi gmn,,, apakah yg membantu diperbolehkan membuatkan,, soalnya ada temen aku yang minta bantuan..
    terus gmn hukum membantu /yang membuatkan,, jk dilarang,, apakah yang membantu membuatkan jg akan kena kiriman dosa ketika ijazah tersebut digunakn untk melamar kerja meski tidak sesuai dengan keterampilan ijazah,, misal syaratnya hanya minimal S1 semua jurusan,,, cnth lebih mudahnya ( yg ingin aku tanyakan )  “” Apakah yg membuatkan skripsi tsb akan terus mendapat kiriman dosa selamanya  jika ijazah tsb digunakan ??,,,, atau hanya berdosa sekali   ketika membuatkan sj,, dan selanjutnya atau kedepanny udah terlepas“,,, trm kasih
    wassalam

  • zahidah zahra 5 years ago

    Assalamualaikum pa ustadz, saya merasa semenjak SD sampai kuliah sy tidak lepas dr mencontek, bahkan kemarin waktu membuat skripsi, data skripsi ada yg saya karang agar hasil penelitian bagus, bagaimana status ijazah saya pa ustadz bila ingin digunakan untuk bekerja? Apakah gajinya halal? Apabila sy ingin melanjutkan S2 apakah masih bs dengan syarat ijazah trsb? Lalu nanti saya harus bekerja seperti apa agar gajinya halal, sekarang saya sudah lulus S1, namun masih bingung apakah harus melamar bekerja ataukah melanjutkan S2 dengan keadaan ijazah seperti ini? Tolong nasihatnya pa ustadz, syukron

  • Asslamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
    mau tanya ust.

    ana adalah org yg seseorang yg bekerja disalah satu lembaga advokat, dan saat ini telah lulus tes pengacara dan sdh memasuki 5 thun menjalani profesi ana, namun dlm proses administrasi, ana, mengcopi paste Ijazah teman ana yg lulus kuliah satu angkatan, krena pd saat tes advokat dibukan ana blum punya ijazah dari universitas, krena harus menyelesaikan dlu smua persyaratan, smentara peluang sdh di depan mata, sehingga sya harus menggunakan ijazah teman….gmana ust…mnurut syari’ah…jazakallah….atas jawabannya

  • @Ibnu Hibban
    Jika ingin gaji yang halal, laporkan keadaan sebenranya kepada pihak kantor dan siaplah menerima keputusan apapun yang akan diberikan oleh pihak kantor.

  • @Zahidah
    Silahakn ambil S2 dan berlakulah jujur selama masa studi lantas gunakan ijazah S2 untuk lamar kerja dan jangan gunakan ijazah S1 anda yang bermasalah.

  • asalamualikum pa jaman skrg sekolah skrg itu identik dengan menyontek, sudah dididik dari sd untuk menyontek, malah saat Ujian Nasional jg beli kertas jawaban, saya baru lulus S1, mau melamar kerja tapi saya sadar saya pernah mencontek saat ujian semester dari sd,smp,sma,universitas, solusinya gimana pa

  • Assalam, Ustadz kalau ijazah S1 asli, tapi ada satu mata kuliah hasil mencontek digunakan untuk mencari beasiswa S2, bagaimana hukumnya? syukron

  • Assalamu Alaikum ustad….mau tanya,bagaimana dengan hukum orang yang menyontek ketika ujian/tes masuk kerja…apakah dia juga harus melapor ke pimpinannya tentang apa yang dia lakukan dl dan harus meminta ujian ulang?dan jika pimpinannya tidak mempermasalahkan dan tidak memberikan ujian ulang hanya menyuruh bertobat dan memperbaiki diri,apakah dia masih berhak bekerja ditempat itu?dan apakah gajinya halal?

  • abdullah al jakarty 3 years ago

    Ustadz, untuk dapat mengikuti suatu ujian sertifikasi profesi, telah ditetapkan suatu syarat administratif. Misal minimum pengalaman kerja 2 tahun. JIika kita belum berpengalaman 2 tahun dan berbohong agar bisa ikut ujian.Lalu dlm ujian ini kita tdk nyontek dan lulus. Apakah ijazah ini boleh utk melamar kerja dn gajinya halal?

  • Bismillahirrahmanirrahim..
    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
    Ustadz Abduh , afwan sebelumnya. Kebenaran adalah datangnya dari Allah dan Kesalahan adalah karena kebodohan diri saya sendiri.. Jadi mohon maaf kalau ada kesalahan atau hal2 yang memicu adanya perselisihan , lebih baik untuk di hentikan..
    Begini ustadz , yang mengganjal di pikiran saya , jawaban Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah : ” إذاً يستقيل من العمل ثم يعمل على حسب الشهادة التي ليس فيها غش ، كشهادة الثانوية مثلاً ,
    Jika demikian hendaknya orang tersebut keluar dari tempat kerjanya kemudian mencari pekerjaan baru sesuai dengan ijazah sekolah yang tidak tercemar dengan menyontek atau melakukan kecurangan ketika ujian semisal ijazah SMA-nya. ”
    Perhatikan kalimat ” sesuai dengan ijazah sekolah yang tidak tercemar ” dan ” semisal ijazah SMA-nya. ”
    Dapat diartikan , konteks tanya jawab diatas itu untuk ‘ Ijazah Kuliah Yang Tercemar ‘ saja , jadi ijazah2 sebelum2nya itu bersih.. Ketika Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah mengeluarkan jawaban seperti itu , si penanya pun juga tidak membantahnya.
    Sedangkan di Indonesia , mencontek adalah suatu tradisi yang tidak lepas dari Ujian Akhir. Bahkan guru2 pun mengingatkan Murid yang cerdas untuk membagi2 jawaban. SD , SMP , SMA ustadz. Dan ini hal yang saya alami , bahkan semua orang Indonesia yang menempuh jenjang pendidikan pun pasti tahu.
    Lantas , bagaimana jika dari SD pun kita sudah mencontek di Ujian Akhir ?
    Dan syarat masuk SMP adalah dengan Ijazah SD , jika ijazah SD tercemar , bagaimana hukumnya ijazah SMP kita ? Patokan Akhirnya Ujian untuk masuk SMP kan Ujian Akhir SD ?

  • # Tambahan #
    Dari jawaban2 yang ustadz berikan pada penanya yang masih kuliah atau ingin melanjutkan S2 di kolom komentar , ustadz menyarankan untuk kuliah dengan baik dan bersih. Bolehkah kita melupakan kesalahan yang lalu ketika SD , SMP , dan SMA ?
    Jika tidak boleh , lantas apa yang harus di lakukan ? Bertaubat dan menyesal itu pasti.. Lalu tidak melakukan apa2 ?
    Lantas , mengapa juga ustadz tidak menyarankan yang sudah bekerja untuk tetap bekerja saja dengan baik dan bersih ?
    Ijazah SD , SMP , dan SMA , juga faktor membuat pekerja untuk mendapatkan gaji. Jika tidak ada ijazah2 sebelumnya , bagaimana bisa dia bekerja mendapatkan gaji dengan Ijazah Kuliah ? ” كل ما بُنِيَ على باطل فهو باطل , Jika pondasi rusak maka bangunannya juga rusak . “

  • Bagaimana hukum ketika mencontek saat tes ujian masuk kerja (walaupun hanya satu nomor)? jika lolos diterima kerja, apakah gajinya haram/halal? Bagaimana jika hal tersebut adalah khilaf? Mohon jawabannya. Terimakasih

  • no_name 3 years ago

    Assalamu’alaikum
    pertanyaan saya sama dgn atas saya. bagaimana hukum mencontek saat ujian masuk kerja (walaupun hanya satu nomor dan soal tes mengenai psikotes kepribadian)? apakah gajinya halal/haram? bagaimana jika si pencontek tsb merasa khilaf dan berjanji tidak mengulangi kesalahannya.
    mohon pencerahannya. syukron, wassalamu’alaikum.

  • Hamba Allah 2 years ago

    Pak Ustadz
    jujur dari SD hingga kuliah saya pernah menyontek, bahkan saat penelitian skripsi saya juga berlakau curang, sekarang saya baru sadar atas perbuatan saya.
    Sampai sekarang saya belum bekerja, karena sudah tahu kalau ijazah saya yang dibutuhkan untuk melamar kerja tidak halal. pertanyaan saya, apakah selamanya saya tidak boleh bekerja dengan menggunakan ijazah2 tersebut?

  • maulana 2 years ago

    assalamuallaikum
    bagaimana hukumnya cari kerja yang nilainya “dipalsukan” oleh pihak sekolah…
    karena saya anak abk… guru guru disana bilang yang penting kamu lulus…
    jadi pas saya mendapatkan ijazahnya saya sadar bahwa ijazah itu adalah nilai bohong… bagaimana hukumnya cari kerja pakai ijazah itu…??
    kalau gak bisa, bagaimana saya kerja tanpa ijazah??

  • Akhsan hidayat 2 years ago

    Assalamualaikum saya mau bertanya
    1.bagaimana jika dari ijasah sd sampai dapat gelasr sarjana itu sidapat dari hasil menyontek
    2. Program kampua kan menjumlah semua nilai dari nilai harian sikap dan ujian bagaimana hukum atas hal itu trimah kasihbatas jawabannya

  • ranisya ariela 2 years ago

    Pak ustad, suami saya lulusan SD namun suami menggunakan ijasah STM untuk melamar pekerjaan, dan sampai saat ini beliau masih bekerja di perusahaan tersebut halal kah bagi nya uang yg didapat setiap bulan nya pak ustad, terimakasih

  • Pak ustadz bagaimana kalau kita nyontek ketika ujian daftar masuk universitasnya???

  • ustadz, sya memutuskan untuk tidak memakai ijazah saya dri sd sampai SMA dan sya berhenti kuliah. sekarang saya mulai usaha kecil2an. doakan semoga usaha saya bisa berkembang dan berhasil sukses. tapi ustadz, apakah keputusan saya benar? lalu saya memikirkan teman2 saya, mereka masuk kuliah dengan cara snmptn, sbmptn, dan ujian mandiri yang syaratnya nilai rapot dri semester 1-5 dan sya tau klw itu hasil nyontek( sya tw karena saya juga terlibat). bagaimana ustadz? saya lulusan tahun 2016

  • ustadz, bagaimana hukumnya kalau masuk kuliah dngan ijazah atau nilai rapot hasil nyontek dan bagaimana jika sekarang sudah terlanjur semester 2?

  • Assalamualaikum ustad, kalau saya menggunakan rapot saya untuk masuk universitas sedangkan ada beberapa nilai hasil mencontek apakah ilmu yang saya terima di universitas nanti jadi haram? Dan bila di bangku kuliah saya bertaubat dan berlaku jujur apakah ijazah kuliah saya bisa saya gunakan bekerja?