Mati di Neraka

Mati di Neraka

Apakah Orang yang Berdo’a Kepada Selain Allah Termasuk Musyrik?
Thaghut, antara Salafy dengan Takfiri
Haruskah Melepas Tali Pocong?

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَمَّا أَهْلُ النَّارِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُهَا فَإِنَّهُمْ لاَ يَمُوتُونَ فِيهَا وَلاَ يَحْيَوْنَ وَلَكِنْ نَاسٌ أَصَابَتْهُمُ النَّارُ بِذُنُوبِهِمْ – أَوْ قَالَ بِخَطَايَاهُمْ – فَأَمَاتَهُمْ إِمَاتَةً حَتَّى إِذَا كَانُوا فَحْمًا أُذِنَ بِالشَّفَاعَةِ

Dari Abu Said, Rasulullah bersabda, “Penduduk neraka yang memang kekal di neraka maka mereka tidak merasakan kematian tidak pula merasakan hidup yang nyaman di neraka. Sedangkan sejumlah orang yang masuk neraka dikarenakan dosa mereka maka Allah mematikan mereka sehingga ketika mereka telah menjadi arang Allah mengizinkan adanya syafaat” [HR Muslim no 477].

Syaikh Abdurrazzaq al Badr dalam pelajaran Tajrid Sharih kedelapan mengatakan,

Bahkan terdapat dalam Shahih Muslim dari Abu Said al Khudri, Nabi bersabda “maka Allah mematikan mereka sehingga ketika mereka telah menjadi arang”. Fahm maknanya jelas yaitu arang. Menjadi arang inilah yang dimaksudkan dengan ‘mereka menjadi hitam’ sebagaimana dalam hadits yang ada dalam Shahih Bukhari. Artinya badan mereka menjadi arang sebagaimana layaknya sepotong arang. Tentang makna ‘mereka dimatikan’ yang terdapat dalam hadits yang shahih diriwayatkan oleh Muslim, bagi muslim bertauhid yang penuh dengan lumuran dosa ini terjadi sebelum kematian disembelih karena ada saat dimana kematian disembelih di satu tempat diantara surga dan neraka. Setelah kematian disembelih maka yang ada hanya kehidupan tanpa ada lagi kematian. Jadi kematian yang dirasakan oleh mukmin ahli maksiat itu terjadi sebelum kematian disembelih. Sehingga bisa disimpulkan bahwa disembelihnya kematian yang ketika itu dalam bentuk domba jantan lalu dikatakan kepada penghuni surga dan neraka ‘apakah kalian mengenalnya?’. Jawaban mereka semua ‘betul, kami mengenalnya’. Mereka semua mengenalnya karena mereka semua pernah merasakannya. Kemudian kematian disembelih di antara surga dan neraka. Kematian itu secara real disembelih diantara surga dan neraka. Setelah itu dikatakan kepada penghuni surga dan neraka ‘Kalian tinggal kekal di tempat kalian tanpa merasakan kematian’.

Penyembelihan kematian ini terjadi setelah semua mukmin ahli maksiat yang dibersihkan di neraka seluruhnya telah keluar dari neraka. Setelah tidaklah tertinggal di neraka kecuali orang yang kekal alias penghuni asli neraka saat itulah kematian didatangkan lalu disembelih diantara surga dan neraka. Setelah itu maka masing masing penghuni surga dan neraka kekal di tempatnya masing masing tanpa merasakan kematian”.

Penjelasan beliau di atas bisa disimak pada link berikut ini:

http://www.al-badr.net/web/index.php?page=lecture&action=lec&lec=4273

tepatnya pada menit 20:26 sampai 22:50.

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • Alhamdulillah, nambah ilmu
    Jazakallohu khaira