Hukum Makan Siang Panitia Qurban

Hukum Makan Siang Panitia Qurban

الجزار معروف وهو الذي يتولي السلخ والقطع

Ibnu Mulaqqin as Syafii mengatakan, “Yang dimaksud dengan jagal itu sudah kita ketahui bersama yaitu orang orang yang menangani pengulitan dan memotong motong daging hewan yang disembelih” [al I’lam bi Fawaid Umdah al Ahkam jilid 6 hal 286 terbitan Dar al ‘Ashimah Riyadh cet pertama 1421H].

Berdasarkan pengertian ‘jagal’ yang disampaikan oleh Ibnu Mulaqqin as Syafii jelaslah bahwa panitia qurban yang ada di berbagai masjid itu tergolong ‘jagal’ dan jagal itu tidak boleh mendapatkan upah atas aktivitasnya sebagai jagal dari hewan qurban yang dia sembelih. Makan siang untuk panitia dari daging hewan qurban yang mereka sembelih itu tergolong upah ‘jagal’.

Solusi dalam masalah ini adalah:

Pertama, perbanyak daging yang dimasak sehingga makan siang itu tidak hanya khusus untuk panitia namun undanglah seluruh warga baik menjadi panitia atau pun bukan untuk ikut makan siang bareng. Makan siang bareng dalam hal ini berstatus sebagai pembagian daging hewan qurban dalam bentuk suap saji dan ini adalah suatu hal yang dibenarkan menurut pendapat yang paling kuat.

Kedua, shahibul qurban bisa dimintai tambahan biaya untuk beli daging yang nantinya akan dimasak untuk makan siang panitia. Wallahu a’lam.

COMMENTS

WORDPRESS: 18
  • Ustadz, mohon pencerahan, shohibul qurban mewakilkan dalam hal penyembelihan & pembagian hewan qurban kepada panitia qurban, maka apakah jadi masalah ketika sebagian yg dibagikan juga diterima panitia (sebagai hadiah)?
    afwan

  • abu aisyah 6 years ago

    Bagaimana seandainya yang dimasak adalah bagian dari shohibul kurban atas kerelaaannya ?
    Barakallahu fiik.

  • #abu
    wakil yang murni wakil shahibul qurban itu sbagaimana ali bin abi thalib ketika ngurusi hadyu nabi yaitu hanya bertugas distribusi daging dan kulit hewan.
    jika dia terlibat nangani penyembelihan, menguliti dan memotong motong daging maka dia adalah jagal.

  • #abu aisyah
    shahibul qurban itu tidak punya jatah yang paten.
    bahkan menurut jumhur ulama, boleh seluruh daging korban dia sedekahkan.
    qurban itu sah manakala seluruh daging dan kulit diambil oleh shahibul qurban dan hanya sepotong daging 0,5 ons yang dia sedekahkan.

  • abu aisyah 6 years ago

    Berarti boleh ya ustadz, kalau shohibul kurban memberikan kepada panitia untuk dimasak ? Afwan

  • Senjata yang kerap digunakan untuk menghantam Syaikh Al-Munajjid adalah buku yang berjudul   أربعون نصيحة لإصلاح البيوت (40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga).  Pada buku itu dalam bab Buatlah Perpustakaan di Rumahmu dan Perpustakaan Kaset tertulis annjuran untuk melengkapi perpustakaan dengan  karya2 spt Sayyid Quthb, Yusuf Qardhawi, Said Hawwa,  Abul A’la Al-Maududi dsb.
    Namun demikian pada edisi berikutnya, Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid telah merevisinya dan menghilangkan semuanya dan menggantinya dengan para ulama seperti; Ibnu Katsir, Ibnul Arabi, Syaikh Al-Utsaimin dsb. Jadi tidak ada lagi nama2 spt Sayyid Quthb, Yusuf Qardhawi, Said Hawwa, dsb.
    Maka patut disayangkan oleh apa yang dilakukan oleh sebagian ikhwan yang masih mengungkit-ungkit hal ini terlebih lagi sebagian mereka telah mengetahuinya dan malah sengaja mengobral masa lalu seorang Syaikh!!!
    Padahal, lihatlah; tak ada seorang sahabatpun yang mengungkit-ungkit Umar bin Khattab atau Kholid bin Walid akan masa sebelum Islam mereka apalagi demi tujuan menjelek-jelekkan!!!

  • Abu Ziyad 6 years ago

    Bismillah. Atas saran seorang Ustadz, daging qurban bisa dimanfaatkan untuk makan siang panitia dengan membuat akad wakalah atau surat kesepakatan bersama antara mudhohhi dengan panitia, di mana salah satu item kesepakatan adalah panitia dibolehkan mengambil daging qurban utk konsumsi panitia. Karna pada dasarnya panitia adalah wakil mudhohhi, maka mudhohhi yg wajib menentukan pembagian daging qurban. Dengan adanya akad wakalah maka berarti mudhohhi sudah menyetujuinya.
    Bagaimana menurut Ustadz solusi ini?

  • #abu aisyah
    tidak boleh karena itu tergolong upah jagal

  • #abu
    solusi yang bukan solusi

  • abu aisyah 6 years ago

     
    Afwan, bgmn dengan riwayat  Ali radhiallahu ‘anhu, kalau tidak salah Beliau mengambilkan dari bagiannya untuk mengupah ?
    Baarakalllahu fiik

  • #abu
    Bisa dicek di buku mana keterangan semacam itu?
    Barokallahu fikum

  • Secara hukum posisi panitia qurban itu apakah memang diatur? Apakah panitia dapat diposisikan sebagai wakil dari shohibul qurban? sehingga panitia tidak boleh menjual kulit hewan qurban? Mohon pencerahan.

  • danish 6 years ago

    tentang makan siang panitia qurban, ditempat saya dengan cara diambilkan bagian dari pequrban (kan ada tuh jatah untuk pequrban ). jadi tidak diambil dari daging yang akan dibagikan ke warga. gmn tadz?

  • #danish
    sama saja, tetap tidak boleh

  • Abu Taqi 6 years ago

    Panitia qurban biasanya sudah di tunjuk orang-orangnya, akan tetapi sering kali dilingkungan ikhwan-ikhwan kita mempersilahkan/tidak mempermasalahkan siapa saja yang akan ikut membantu menguliti, memotong, dll, khususnya kepada ikhwan-ikhwan yang se-manhaj. Kalo sudah selesai biasanya makan-makan dan di bawain jatah daging mentahnya se kantong. Mohon nasehatnya, apabila ada kesalahan agar tidak terulang lagi di tahun-tahun selanjutnya … ?
     

  • #abu
    nasihatnya sudah terdapat dalam tulisan di atas.

  • kambing aqiqah 5 years ago

    baru tau,,
    makasih pas ustad infonya..sangat berguna :)

  • abu hafshoh 3 years ago

    bagaimana jika yang disebut sebagai “panitia” di sini adalah seluruh warga satu rt ? karena mereka sepakat bergotong royong dalam hal ini ? apa juga disebut jagal yang harus diupah?