<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kesyirikan dalam Sumpah Pramuka &#8220;Tri Satya&#8221;</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 10:34:43 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya/comment-page-1#comment-2410</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 06:20:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=667#comment-2410</guid>
		<description>Untuk Khusnul
Wa&#039;alaikumussalam
Niat baik itu tidak bisa mengubah amal yang bermasalah menjadi amal yang benar.
Jangan rajin-rajin ikut upacara bendera.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Khusnul<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Niat baik itu tidak bisa mengubah amal yang bermasalah menjadi amal yang benar.<br />
Jangan rajin-rajin ikut upacara bendera.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Khusnul</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya/comment-page-1#comment-2407</link>
		<dc:creator>Khusnul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 12:15:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=667#comment-2407</guid>
		<description>Assalamualaikum ustadz, maaf OOT. Kalau kt berprofesi sbg guru, mau tdk mau kt hrs mengikuti upacara bendera scr rutin, maka bgmn hukum mengikuti upacara tsb? Sy sdh tahu kalau hormat bendera adl bid&#039;ah, tp yg ingin sy tanyakan disini adl bgmn jika sy hormat bendera tp tdk bermaksud utk mengagung-agungkannya, apakah ini masih dihukumi sbg bid&#039;ah? Kalau iya, sebaiknya sikap sy hrs bgmn ustad? Jazaakallah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum ustadz, maaf OOT. Kalau kt berprofesi sbg guru, mau tdk mau kt hrs mengikuti upacara bendera scr rutin, maka bgmn hukum mengikuti upacara tsb? Sy sdh tahu kalau hormat bendera adl bid&#8217;ah, tp yg ingin sy tanyakan disini adl bgmn jika sy hormat bendera tp tdk bermaksud utk mengagung-agungkannya, apakah ini masih dihukumi sbg bid&#8217;ah? Kalau iya, sebaiknya sikap sy hrs bgmn ustad? Jazaakallah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ameer HW</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya/comment-page-1#comment-2177</link>
		<dc:creator>ameer HW</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 15:14:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=667#comment-2177</guid>
		<description>So...Terjadi..terjadilah...! Mawas diri hanya ada pada orang berakal. Kami sesungguhnya menyadari sehingga Hizbul Wathan memberanikan diri demi Allah , untuk menlindungi umatnya dari syirik walau masih dalam kurungan PP No.238/1961 tetap berani muncul kembali dengan keberaniannya. &quot; Asyhadu Allaailaa ha illallaah...dst, Mengingat harga perkataan saya maka saya berjanji....&quot;( Janji pandu HW).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>So&#8230;Terjadi..terjadilah&#8230;! Mawas diri hanya ada pada orang berakal. Kami sesungguhnya menyadari sehingga Hizbul Wathan memberanikan diri demi Allah , untuk menlindungi umatnya dari syirik walau masih dalam kurungan PP No.238/1961 tetap berani muncul kembali dengan keberaniannya. &#8221; Asyhadu Allaailaa ha illallaah&#8230;dst, Mengingat harga perkataan saya maka saya berjanji&#8230;.&#8221;( Janji pandu HW).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Abdillah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya/comment-page-1#comment-2016</link>
		<dc:creator>Abu Abdillah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 10:36:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=667#comment-2016</guid>
		<description>Tentang bersumpah atas nama selain Allah bisa dilihat disini:
http://www.almanhaj.or.id/content/757/slash/0
Saya nukilkan, tidak semuanya, bisa langsung dibaca link di atas,
Pertanyaan:
 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :
Apa hukum bersumpah atas nama selain Allah Subhanahu wa Ta’ala ? Padahal telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda:
 
 “Artinya : Sungguh, demi ayahnya ! telah beruntunglah dia, jika dia benar (sungguh-sungguh)”  [Muslim dalam kitab Al-Iman 9-11]
 
 Jawaban:
 Bersumpah atas nama selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti mengatakan &lt;strong&gt;“Demi hidupmu”, “Demi hidupku”, “Demi Tuan Pimpinan”, atau “Demi Rakyat”&lt;/strong&gt;, semua itu &lt;strong&gt;diharamkan&lt;/strong&gt; bahkan &lt;strong&gt;termasuk syirik&lt;/strong&gt; sebab&lt;strong&gt; jenis pengagungan seperti ini hanya boleh dilakukan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.&lt;/strong&gt; Barangsiapa yang mengagungkan selain Allah dengan suatu pengagungan yang tidak layak diberikan selain kepada Allah, &lt;strong&gt;maka dia telah menjadi musyrik.&lt;/strong&gt; Akan tetapi manakala si orang yang bersumpah ini tidak meyakini keagungan sesuatu yang dijadikan sumpahnya tersebut sebagaimana keagungan Allah, &lt;strong&gt;maka dia tidak melakukan syirik besar tetapi syirik kecil.&lt;/strong&gt; Jadi, barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah, &lt;strong&gt;maka dia telah berbuat kesyirikan kecil.&lt;/strong&gt;
Dalam hal ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
 “Artinya : Sesungguhnya &lt;strong&gt;Allah Azza wa Jalla melarang kalian bersumpah atas nama nenek moyang kalian ;&lt;/strong&gt; barangsiapa yang ingin bersumpah, &lt;strong&gt;maka bersumpahlah atas nama Allah atau lebih baik diam”&lt;/strong&gt; [Al-Bukhari secara ringkas dalam kitab Manaqib Al-Anshar 3836, Muslim di dalam kitab Al-Iman III : 1646]
 
 Beliau juga bersabda:
 
 “Artinya : &lt;strong&gt;Barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan”&lt;/strong&gt; [Abu Daud dalam kitab Al-Iman 3251. At-Tirmidzi dalam kitab An-Nudzur 1535]
 
 Oleh karena itu, janganlah bersumpah atas nama selain Allah, siapa dan apapun sesuatu yang dijadikan sumpah tersebut sekalipun dia adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Jibril atau para Rasul lainnya, malaikat atau manusia. Demikian juga mereka yang dibawah kedudukan para Rasul. &lt;strong&gt;Jadi, janganlah bersumpah atas nama sesuatupun selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;/strong&gt;
 
 Sedangkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
 
 “Artinya : Sungguh, demi ayahnya ! telah beruntunglah dia, jika dia benar (sungguh-sungguh)”
 
 Kata ‘Demi Ayahnya’ tersebut masih diperselisihkan oleh para Hafizh (Ulama yang banyak menghafal hadits). Di antara mereka ada yang mengingkari lafazh semacam itu dan menyatakan, “ Tidak shahih berasal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Berdasarkan statement ini, maka tema yang dipertanyakan tersebut tidak jadi masalah lagi sebab suatu Mu’aridh (lafazh yang bertentangan maknanya dengan lafazh yang lebih masyhur, pent) harus efektif (sehingga dapat berlaku), sebab bila tidak demikian, maka dia tidak dapat diberlakukan dan tidak ditoleh alias tidak dapat dijadikan acuan.
selengkapnya baca &lt;a href=&quot;http://www.almanhaj.or.id/content/757/slash/0&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tentang bersumpah atas nama selain Allah bisa dilihat disini:<br />
<a href="http://www.almanhaj.or.id/content/757/slash/0" rel="nofollow">http://www.almanhaj.or.id/content/757/slash/0</a><br />
Saya nukilkan, tidak semuanya, bisa langsung dibaca link di atas,<br />
Pertanyaan:<br />
 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :<br />
Apa hukum bersumpah atas nama selain Allah Subhanahu wa Ta’ala ? Padahal telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda:</p>
<p> “Artinya : Sungguh, demi ayahnya ! telah beruntunglah dia, jika dia benar (sungguh-sungguh)”  [Muslim dalam kitab Al-Iman 9-11]</p>
<p> Jawaban:<br />
 Bersumpah atas nama selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti mengatakan <strong>“Demi hidupmu”, “Demi hidupku”, “Demi Tuan Pimpinan”, atau “Demi Rakyat”</strong>, semua itu <strong>diharamkan</strong> bahkan <strong>termasuk syirik</strong> sebab<strong> jenis pengagungan seperti ini hanya boleh dilakukan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.</strong> Barangsiapa yang mengagungkan selain Allah dengan suatu pengagungan yang tidak layak diberikan selain kepada Allah, <strong>maka dia telah menjadi musyrik.</strong> Akan tetapi manakala si orang yang bersumpah ini tidak meyakini keagungan sesuatu yang dijadikan sumpahnya tersebut sebagaimana keagungan Allah, <strong>maka dia tidak melakukan syirik besar tetapi syirik kecil.</strong> Jadi, barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah, <strong>maka dia telah berbuat kesyirikan kecil.</strong><br />
Dalam hal ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p> “Artinya : Sesungguhnya <strong>Allah Azza wa Jalla melarang kalian bersumpah atas nama nenek moyang kalian ;</strong> barangsiapa yang ingin bersumpah, <strong>maka bersumpahlah atas nama Allah atau lebih baik diam”</strong> [Al-Bukhari secara ringkas dalam kitab Manaqib Al-Anshar 3836, Muslim di dalam kitab Al-Iman III : 1646]</p>
<p> Beliau juga bersabda:</p>
<p> “Artinya : <strong>Barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan”</strong> [Abu Daud dalam kitab Al-Iman 3251. At-Tirmidzi dalam kitab An-Nudzur 1535]</p>
<p> Oleh karena itu, janganlah bersumpah atas nama selain Allah, siapa dan apapun sesuatu yang dijadikan sumpah tersebut sekalipun dia adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Jibril atau para Rasul lainnya, malaikat atau manusia. Demikian juga mereka yang dibawah kedudukan para Rasul. <strong>Jadi, janganlah bersumpah atas nama sesuatupun selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.</strong></p>
<p> Sedangkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p> “Artinya : Sungguh, demi ayahnya ! telah beruntunglah dia, jika dia benar (sungguh-sungguh)”</p>
<p> Kata ‘Demi Ayahnya’ tersebut masih diperselisihkan oleh para Hafizh (Ulama yang banyak menghafal hadits). Di antara mereka ada yang mengingkari lafazh semacam itu dan menyatakan, “ Tidak shahih berasal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Berdasarkan statement ini, maka tema yang dipertanyakan tersebut tidak jadi masalah lagi sebab suatu Mu’aridh (lafazh yang bertentangan maknanya dengan lafazh yang lebih masyhur, pent) harus efektif (sehingga dapat berlaku), sebab bila tidak demikian, maka dia tidak dapat diberlakukan dan tidak ditoleh alias tidak dapat dijadikan acuan.<br />
selengkapnya baca <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/757/slash/0" rel="nofollow">disini</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Untoro</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya/comment-page-1#comment-2008</link>
		<dc:creator>Untoro</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 14:09:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=667#comment-2008</guid>
		<description>Jadi orang Islam mbok ya yg positif thinking gitu, dikit2 musyrik, kafir lah bid&#039;ah-lah dll yg sejenis, klo kita mau maju umat itu seharusnya bersatu dan tdk saling mencemooh, ingat kebenaran mutlak hanya pada &lt;em&gt;&lt;strong&gt;ALLAH SWT&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, jd sebagai manusia yg mengaku Islam tolonglah jangan sekali2 menghakimi saudara kita yg muslim, apa ada jaminan njenengan mengatakan begitu trus ntar masuk surga Allah SWT, khan ndak tho, yg memasukkaan surga itu krn ridlo Allah SWT semata bukan krn ibadah panjengan yg sok plg benar!!! sekali lg kebenran mutlak hanya pada sisi Allah SWT semata, panjengan sudah melakukan kedzaliman terhadap anggota pramuka yg muslim di seluruh Indonesia, istighfarlah mudah2an Allah SWT mengampuni dan para anggota Pramuka di Indonesia jg !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi orang Islam mbok ya yg positif thinking gitu, dikit2 musyrik, kafir lah bid&#8217;ah-lah dll yg sejenis, klo kita mau maju umat itu seharusnya bersatu dan tdk saling mencemooh, ingat kebenaran mutlak hanya pada <em><strong>ALLAH SWT</strong></em>, jd sebagai manusia yg mengaku Islam tolonglah jangan sekali2 menghakimi saudara kita yg muslim, apa ada jaminan njenengan mengatakan begitu trus ntar masuk surga Allah SWT, khan ndak tho, yg memasukkaan surga itu krn ridlo Allah SWT semata bukan krn ibadah panjengan yg sok plg benar!!! sekali lg kebenran mutlak hanya pada sisi Allah SWT semata, panjengan sudah melakukan kedzaliman terhadap anggota pramuka yg muslim di seluruh Indonesia, istighfarlah mudah2an Allah SWT mengampuni dan para anggota Pramuka di Indonesia jg !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
