<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Bekerjasama dengan Jama&#8217;ah Tabligh</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 10:34:43 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll/comment-page-1#comment-3806</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 03:23:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll#comment-3806</guid>
		<description>untuk anto
Bertakwalah kepada Allah semaksimal yang bisa kita lakukan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk anto<br />
Bertakwalah kepada Allah semaksimal yang bisa kita lakukan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: P Anto</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll/comment-page-1#comment-3789</link>
		<dc:creator>P Anto</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 01:39:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll#comment-3789</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum ustadz,
Ada yang masih terasa mengganjal di hati saya ustadz,
Ketika membaca artikel ustadz dan diskusi selanjutnya, rasanya ada semangat untuk bisa menjalin ukhuwah dengan kelompok lain ( IM/PKS, JT), dengan bekerjasama dalam hal-hal yang haq dan menasihati dalam kesalahan mereka. Akan tetapi yang saya jumpai di kehidupan sebenarnya ternyata tidak seederhana itu, saudara2 kita dari kelompok lain tersebut begitu mendengar/mengetahui bahwa kita bermanhaj salaf langsung menunjukkan sikap apriori. Yang pernah saya alami sendiri dan juga cerita dari teman semanhaj yang lain di daerah saya, sepertinya kelompok salafy sudah mendapat cap sebagai kelompok Islam yang keras, suka menyalahkan dan membid&#039;ahkan kelompok lain, dan hanya membuat perpecahan saja. Sehingga ketika kita ingin menjalin hubungan yang lebih dekat untuk bisa menasehati sudah terhalang masalah tersebut. Mereka terlihat bisa menerima kita hanya dalam hal-hal yang sifatnya sosial atau masalah lain yang tidak ada hubungannya dengan agama/syariat, karena begitu kita berbicara/menyinggung masalah agama mereka sudah mengambil jarak lebih dulu.
 Saya juga pernah membaca nasehat dari syaikh Rabi&#039;, yang isinya antara lain:  jika dalam kerjasama dengan kelompok lain tersebut kita tidak bisa mendakwahkan kebenaran atau mengingatkan kesalahan mereka, lebih baik dijauhi.
Dengan keadaan seperti itu bagaimana kita harus bersikap ustadz, sementara di daerah  kami (kaltim) komunitas salafy baru beberapa gelintir saja?

Syukron.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum ustadz,<br />
Ada yang masih terasa mengganjal di hati saya ustadz,<br />
Ketika membaca artikel ustadz dan diskusi selanjutnya, rasanya ada semangat untuk bisa menjalin ukhuwah dengan kelompok lain ( IM/PKS, JT), dengan bekerjasama dalam hal-hal yang haq dan menasihati dalam kesalahan mereka. Akan tetapi yang saya jumpai di kehidupan sebenarnya ternyata tidak seederhana itu, saudara2 kita dari kelompok lain tersebut begitu mendengar/mengetahui bahwa kita bermanhaj salaf langsung menunjukkan sikap apriori. Yang pernah saya alami sendiri dan juga cerita dari teman semanhaj yang lain di daerah saya, sepertinya kelompok salafy sudah mendapat cap sebagai kelompok Islam yang keras, suka menyalahkan dan membid&#8217;ahkan kelompok lain, dan hanya membuat perpecahan saja. Sehingga ketika kita ingin menjalin hubungan yang lebih dekat untuk bisa menasehati sudah terhalang masalah tersebut. Mereka terlihat bisa menerima kita hanya dalam hal-hal yang sifatnya sosial atau masalah lain yang tidak ada hubungannya dengan agama/syariat, karena begitu kita berbicara/menyinggung masalah agama mereka sudah mengambil jarak lebih dulu.<br />
 Saya juga pernah membaca nasehat dari syaikh Rabi&#8217;, yang isinya antara lain:  jika dalam kerjasama dengan kelompok lain tersebut kita tidak bisa mendakwahkan kebenaran atau mengingatkan kesalahan mereka, lebih baik dijauhi.<br />
Dengan keadaan seperti itu bagaimana kita harus bersikap ustadz, sementara di daerah  kami (kaltim) komunitas salafy baru beberapa gelintir saja?</p>
<p>Syukron.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abuzaid Muhammad</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll/comment-page-1#comment-2267</link>
		<dc:creator>Abuzaid Muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 08:10:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll#comment-2267</guid>
		<description>Maka menjadi kewajiban anda untuk bekerja sama dengan semua kelompok yang ada &lt;strong&gt;dalam kebenaran yang dimiliki kelompok tersebut&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;memberikan nasehat untuk semua kelompok tersebut dalam yang anda nilai sebagai sebuah kesalahan yang dimiliki oleh kelompok tersebut.&lt;/strong&gt; Tinggalkan yang meragukan dan pilihlah yang tidak meragukan”.
Bisa disimpulkan mari Membangun persatuan umat dan ukhuwah Islamiyah yang dilandasi semangat ta’awun (kerjasama) dan &lt;strong&gt;tanashuh (saling menasehati).&lt;/strong&gt;
pedoman yang mulia dari para ulama mari memulai untuk mengaplikasikan dalam keseharian.
uhibbukum fillah
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maka menjadi kewajiban anda untuk bekerja sama dengan semua kelompok yang ada <strong>dalam kebenaran yang dimiliki kelompok tersebut</strong> dan <strong>memberikan nasehat untuk semua kelompok tersebut dalam yang anda nilai sebagai sebuah kesalahan yang dimiliki oleh kelompok tersebut.</strong> Tinggalkan yang meragukan dan pilihlah yang tidak meragukan”.<br />
Bisa disimpulkan mari Membangun persatuan umat dan ukhuwah Islamiyah yang dilandasi semangat ta’awun (kerjasama) dan <strong>tanashuh (saling menasehati).</strong><br />
pedoman yang mulia dari para ulama mari memulai untuk mengaplikasikan dalam keseharian.<br />
uhibbukum fillah<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll/comment-page-1#comment-2166</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 08:37:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll#comment-2166</guid>
		<description>Untuk Niken
Tidak membatalkan wudhu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Niken<br />
Tidak membatalkan wudhu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Niken Kusumawardani</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll/comment-page-1#comment-2157</link>
		<dc:creator>Niken Kusumawardani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 23:14:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll#comment-2157</guid>
		<description>baiklah ustadz, lalu bagaimana dengan hukum angn yang keluar dari farji? Apakah tidak membatalkan wudhu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baiklah ustadz, lalu bagaimana dengan hukum angn yang keluar dari farji? Apakah tidak membatalkan wudhu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
