Keluar Masjid Melangkahi Orang

Alergi dengan Shalat Tarawih 23 Raka’at?
Bedakah Penentuan Idul Adha dengan Idul Fitri dan Ramadhan?
Hukum Menyambung Rambut

السؤال : ما هي نصيحتكم لمن يكون في الصفوف الأولى ثم إذا انفضت الصلاة وانتهى الإمام ألتفت وخرج من الصف بتخطيه لرقاب المأمومين والمسبوقين في الصفوف المتأخرة ؟

Pertanyaan, “Apa nasihat Anda untuk orang yang berada di shaf-shaf awal kemudian ketika shalat sudah selesai orang tersebut keluar dari shaf dengan melangkahi pundak-pundak banyak orang, makmum yang sudah selesai shalat ataupun masbuk yang berada di shaf-shaf belakang?”

الجواب :
هذا خطأ يرتكبه البعض ، ينبغي له أن يذكر الله عز وجل في مكانه الذي صلى فيه ، وأن لا يشوش على المصلين ولا يقطع الصفوف التي فيها مصلين مسبوقين ،

Jawaban Syaikh Abdul Muhsin al Ubaikan, “Ini adalah KESALAHAN yang dilakukan oleh sebagian orang. Yang sepatutnya dilakukan adalah berdzikir di tempat yang dia pakai untuk mengerjakan shalat, tidak mengganggu orang-orang yang sedang melengkapi shalatnya dan tidak melintas di shaf yang di shaf tersebut terdapat makmum-makmum masbuq yang melengkapi shalatnya.

كما في حديث النبي صلى الله عليه وسلم الرجل الذي تحظى الرقاب في الجمعة فقال : أجلس فقد آذيت وآنيت ، [ أخرجه أبوداود قي سننه (برقم 1120) والنسائي في سننه (برقم 1399) وصححه الألباني ]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang-orang yang melangkahi pundak-pundak orang pada hari Jumat, “Duduklah, anda telah mengganggu, telat lagi” [HR Abu Daud no 1120 dan Nasai no 1399, dinilai shahih oleh al Albani].

وهذا قريب منه كما أنه يؤذي بتخطي الرقاب في الدخول كذلك في الخروج . والله أعلم .

Kasus yang ditanyakan itu serupa dengan kasus yang ada dalam hadits di atas. Sebagaimana terlarang mengganggu dengan melangkahi pundak-pundak orang ketika masuk masjid, terlarang pula mengganggu dengan melangkahi pundak saat keluar hendak meninggalkan masjid”.

Sumber:
http://al-obeikan.com/show_fatwa/3269.html

 

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 4
  • Oh, ternyata memang tidak diperbolehkan ya melangkahi orang yg sedang shalat. Tetapi kenapa hal ini dilakukan oleh hampir semua jamaah di Masjidil Haram ya? Apakah karena jamaahnya terlalu padat, maka hal ini diperbolehkan? Terimakasih penjelasannya Ustadz

  • Ahmad 7 years ago

     “Duduklah, anda telah mengganggu, telah mengganggu lagi” [HR Abu Daud no 1120 dan Nasai no 1399, dinilai shahih oleh al Albani].

    —-

    Assalaamu’alaikum Ustadz,

    Terima kasih atas artikelnya. Sangat bermanfaat.
    dalam bahasa Arab, aanaita dan aadzaita, apakah memiliki arti yang sama/mirip Ustadz?

    Jazaakumullooh atas jawabannya.

  • ustadzaris 7 years ago

    #ahmad
    Terima kasih atas koreksinya. Sudah saya perbaiki

  • ustadzaris 7 years ago

    #yuli
    Perbuatan orang selain nabi dan para shahabat itu bukan hujjah dg sepakat ulama