<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Jilbab Hitam Menurut Ulama Yaman</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 10:34:43 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Abu Anas</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman/comment-page-1#comment-3877</link>
		<dc:creator>Abu Anas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 00:22:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=336#comment-3877</guid>
		<description>Ana tinggal di Riyadh.
Kalau ke makkah dan madinah mah bolak balik.
dan buat orang saudi dan timur tengah tidak ada yang lebih membuat mereka sangat menarik hati selain warna hitam pakaian mereka yang sangat kontras dengan warna putihnya kulit mereka.
atau dengan bahasa lain warna hitam justru membuat mereka nampak lebih cantik...beda dengan yg dari turki misalnya justru &quot;tersembunyi&quot; dengan pakaian coklat dan abu abu...
Sampai saat inipun kami tidak tau mengapa samapi di haramkan dengan begitu keras oleh sebagian kalangan baju selain hitam bagi muslimah
Wallahu&#039;alam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ana tinggal di Riyadh.<br />
Kalau ke makkah dan madinah mah bolak balik.<br />
dan buat orang saudi dan timur tengah tidak ada yang lebih membuat mereka sangat menarik hati selain warna hitam pakaian mereka yang sangat kontras dengan warna putihnya kulit mereka.<br />
atau dengan bahasa lain warna hitam justru membuat mereka nampak lebih cantik&#8230;beda dengan yg dari turki misalnya justru &#8220;tersembunyi&#8221; dengan pakaian coklat dan abu abu&#8230;<br />
Sampai saat inipun kami tidak tau mengapa samapi di haramkan dengan begitu keras oleh sebagian kalangan baju selain hitam bagi muslimah<br />
Wallahu&#8217;alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman/comment-page-1#comment-3423</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 05:49:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=336#comment-3423</guid>
		<description>untuk nur
boleh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk nur<br />
boleh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: NUR FATIMAH</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman/comment-page-1#comment-3422</link>
		<dc:creator>NUR FATIMAH</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 00:53:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=336#comment-3422</guid>
		<description>salam..ana ambil notes ni blh ustaz?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam..ana ambil notes ni blh ustaz?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ABu ABdillah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman/comment-page-1#comment-3385</link>
		<dc:creator>ABu ABdillah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 05:27:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=336#comment-3385</guid>
		<description>
Syaikh Shalih al Munajjid:
وجمهور العلماء من المذاهب الأربعة على عدم التحريم (mayoritas) Ulama dari kalangan empat madzhab tidak mengharamkannya.”
(ada di situsnya)

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syaikh Shalih al Munajjid:<br />
وجمهور العلماء من المذاهب الأربعة على عدم التحريم (mayoritas) Ulama dari kalangan empat madzhab tidak mengharamkannya.”<br />
(ada di situsnya)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ABu ABdillah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman/comment-page-1#comment-3384</link>
		<dc:creator>ABu ABdillah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 05:26:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=336#comment-3384</guid>
		<description>
Imam Abu Hanifah membolehkan. Dalam Al Adab Asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih berkata:
&lt;strong&gt;قَالَ صَاحِبُ الْمُحِيطِ مِنْ الْحَنَفِيَّةِ وَرُوِيَ أَنَّ أَبَا حَنِيفَةَ رَحِمَهُ اللَّهُ ارْتَدَى بِرِدَاءٍ ثَمِينٍ قِيمَتُهُ أَرْبَعُمِائَةِ دِينَارٍ وَكَانَ يَجُرُّهُ عَلَى الْأَرْضِ فَقِيلَ لَهُ أَوَلَسْنَا نُهِينَا عَنْ هَذَا ؟ فَقَالَ إنَّمَا ذَلِكَ لِذَوِي الْخُيَلَاءِ وَلَسْنَا مِنْهُمْ&lt; “Berkata pengarang Al Muhith dari kalangan Hanafiyah,  dan diriwayatkan bahwa Abu Hanifah Rahimahullah memakai mantel mahal seharga empat ratus dinar, yang menjulur hingga sampai tanah. Maka ada yang berkata kepadanya: “Bukankah kita dilarang melakukan itu?” Abu Hanifah menjawab:“Sesungguhnya larangan itu hanyalah untuk yang berlaku sombong, sedangkan kita bukan golongan mereka”(Imam Ibnu Muflih,Al Adab Asy Syar’iyyah, Juz. 4, Hal. 226.   Syamilah)
Imam Ahmad bin Hambal Radhiallahu ‘Anhu Masih dalam Al Adab Asy Syar’iyyah:
وَقَالَ فِي رِوَايَةِ حَنْبَلٍ : جَرُّ الْإِزَارِ إذَا لَمْ يُرِدْ الْخُيَلَاءَ فَلَا بَأْسَ بِهِ وَهَذَا ظَاهِرُ كَلَامِ غَيْرِ وَاحِدٍ مالْأَصْحَابِ رَحِمَهُمُ اللَّهُDalam satu riwayat Hambal berkata: “Menjulurnya kain sarung, jika tidak dimaksudkan untuk sombong, maka tidak mengapa. Demikian ini merupakan zhahir perkataan lebih dari satu sahabat-sahabatnya(Imam Ahmad) rahimahumullah.”
&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Abu Hanifah membolehkan. Dalam Al Adab Asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih berkata:<br />
<strong>قَالَ صَاحِبُ الْمُحِيطِ مِنْ الْحَنَفِيَّةِ وَرُوِيَ أَنَّ أَبَا حَنِيفَةَ رَحِمَهُ اللَّهُ ارْتَدَى بِرِدَاءٍ ثَمِينٍ قِيمَتُهُ أَرْبَعُمِائَةِ دِينَارٍ وَكَانَ يَجُرُّهُ عَلَى الْأَرْضِ فَقِيلَ لَهُ أَوَلَسْنَا نُهِينَا عَنْ هَذَا ؟ فَقَالَ إنَّمَا ذَلِكَ لِذَوِي الْخُيَلَاءِ وَلَسْنَا مِنْهُمْ< “Berkata pengarang Al Muhith dari kalangan Hanafiyah,  dan diriwayatkan bahwa Abu Hanifah Rahimahullah memakai mantel mahal seharga empat ratus dinar, yang menjulur hingga sampai tanah. Maka ada yang berkata kepadanya: “Bukankah kita dilarang melakukan itu?” Abu Hanifah menjawab:“Sesungguhnya larangan itu hanyalah untuk yang berlaku sombong, sedangkan kita bukan golongan mereka”(Imam Ibnu Muflih,Al Adab Asy Syar’iyyah, Juz. 4, Hal. 226.   Syamilah)<br />
Imam Ahmad bin Hambal Radhiallahu ‘Anhu Masih dalam Al Adab Asy Syar’iyyah:<br />
وَقَالَ فِي رِوَايَةِ حَنْبَلٍ : جَرُّ الْإِزَارِ إذَا لَمْ يُرِدْ الْخُيَلَاءَ فَلَا بَأْسَ بِهِ وَهَذَا ظَاهِرُ كَلَامِ غَيْرِ وَاحِدٍ مالْأَصْحَابِ رَحِمَهُمُ اللَّهُDalam satu riwayat Hambal berkata: “Menjulurnya kain sarung, jika tidak dimaksudkan untuk sombong, maka tidak mengapa. Demikian ini merupakan zhahir perkataan lebih dari satu sahabat-sahabatnya(Imam Ahmad) rahimahumullah.”<br />
</strong></strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
