04 Desember, 2011
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، أما بعد، فانطلاقًا مِن قول النبي -صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم-: «انصُر أخاك ظالِمًا أو مَظلومًا» -كما ورد في الحديث الصحيح-.
ورغبة في حقن دماءِ إخواننا مِن طلبة العلم مِن أهل دماج وما حولها..
Syaikh Dr Saad Syatsri, mantan anggota Lajnah Daimah KSA, mengatakan, “Bertitik tolak dari sabda Nabi, “Tolonglah saudaramu baik dia zalim atau pun dizalimi” yang terdapat dalam hadits yang shahih dan karena keinginan untuk terjaganya darah saudara-saudara kita para penuntut ilmu agama di Dammaj dan daerah sekitarnya.
ورغبةً في جعل المعتدين يعودون إلى الله -جلَّ وعَلا- فيَسلَمون مِن أن يكون في ذِمَمِهم سفكُ دمٍ مسلمٍ يلاقون الله به في يوم القيامة؛ فيكونون مِن أهل قول النبي -صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم-: «لا يزالُ المسلمُ في فسحةٍ مِن دِينِه ما لم يُصِبْ دمًا حرامًا»..
Demikian pula karena keinginan yang mendalam agar orang-orang yang zalim kembali kepada aturan Allah sehingga mereka terbebas dari dosa menumpahkan darah sesama muslim, suatu dosa yang akan mereka bawa menghadap Allah pada hari kiamat nanti. Akhirnya mereka termasuk dalam sabda Nabi, “Kondisi seorang muslim itu selalu dalam kelapangan sampai dia menumpahkan darah yang haram untuk ditumpahkan”.
ورغبة في إزالة الظلمِ؛ لأن الظلمَ سَيِّئ العاقبة دنيا وآخرة، كما قال -تعالى-: {فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ}،
Demikian pula disebabkan harapan yang mendalam hilangnya kezaliman karena buah kezaliman adalah keburukan di dunia dan di akherat sebagaimana firman Allah yang artinya, “Tidak ada penolong bagi orang-orang yang zalim”.
وكما ورد في الحديث الصحيح أن النبي -صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم- قال: «إن الله ليُملي للظالمِ حتى إذا أخذه لم يُفْلتْهُ»
Sebagaimana terdapat dalam hadits yang shahih, Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah memberi kelonggaran waktu untuk orang yang zalim sampai waktu di mana Allah menghukum orang yang zalim dan tidak melepaskannya”.
ثم قرأ النبي -صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم- قول الله -جلَّ وعَلا-: {وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ}..
kemudian Nabi membacakan firman Allah yang artinya, “Demikianlah hukuman tuhanmu jika mengadzab penduduk suatu kampung yang zalim. Sungguh siksaan-Nya itu sangat menyakitkan”.
ولذا: فإني أتوجَّه إلى المسلمين في مشارق الأرض ومغاربها بأن يَسعَوا إلى نُصرة إخوانهم من طلبة العلم في دماج، وما حولها.
Menimbang hal-hal di atas kuserukan kepada seluruh kaum muslimin di sisi timur atau pun sisi barat bumi ini agar berupaya untuk menolong saudara-saudara mereka para penuntut ilmu agama di Dammaj dan sekitarnya.
ونصرتُهم تكون بعدد من الأمور:
Ada beberapa bentuk pertolongan untuk mereka:
أوَّل ذلك: الدعاء بين يدي الله -جلَّ وعَلا-، والتضرع لديه -سبحانهُ- أن يحقن دماء إخواننا هناك، وأن يُبعد عنهم الظلم، وأن يُسلِّمَهم من براثن المعتدين، انطلاقًا من النُّصوص الشرعيَّة التي رغَّبت في دعاء الله -جلَّ وعلا-، ووعد الله فيها المؤمنينبإجابة دعائِهم؛
Pertama, berdoa kepada Allah dan merendahkan diri di hadapan Allah agar Allah melindungi darah saudara-saudara kita di sana, dijauhkan dari kezaliman dan terselamatkan dari ‘cakaran’ orang-orang yang zalim. Dasar poin ini adalah berbagai dalil syariat yang mendorong kita untuk berdoa kepada Allah dan janji Allah untuk merespon positif doa orang-orang beriman.
كما قال -جلَّ وعَلا-: {ادعُونِي أَستجِبْ لَكُمْ}،
Sebagaimana firman Allah yang artinya, “Berdoalah kepada-Ku niscaya aku akan menjawab doa kalian”.
وكما قال -تعالى-: {وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ} ،
Dan firman Allah yang artinya, “Dan hamba-hambaku bertanya tentang diriku maka katakanlah bahwa Aku dekat. Aku menjawab doa orang yang berdoa jika dia berdoa kepadaku. Hendaklah mereka menyambut aturan-aturan-Ku dan beriman kepada-Ku moga mereka mendapatkan petunjuk”.
وكما ورد في الحديث أن النبيَّ -صلى اللهُ عليه وسلَّم- قال: «إنَّ اللهَ يُجيبُ دُعاء أحدِكم ما لَم يَعجَل».
Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah itu menjawab doa kalian selama kalian tidak tergesa-gesa”.
والأمر الثَّاني: كل مَن استطاع نصرتَهم بأي نوعٍ من أنواع النُّصرة؛ تعيَّن عليه ذلك؛ لأن نُصرتَهم يترتَّب عليها حقنُ الدماء، ويترتَّب عليها انتشارُ العلم وسلامة النفوس وابتعاد الظلم، إلى غير ذلك من المقاصد الشرعيَّة التي تَحصُل من نصرتهم.
Kedua, semua orang yang mampu menolong mereka dengan bentuk pertolongan apapun wajib ain untuk memberikan pertolongan karena menolong mereka berarti melindungi darah mereka, ilmu semakin tersebar, selamatnya banyak nyawa dan menyingkirnya kezaliman serta manfaat-manfaat lain yang terwujud mana kala orang-orang yang bisa menolong memberikan pertolongan.
generic zithromax tabletrabic; font-size: 26px; text-align: center;” dir=”RTL”>فكل من استطاع نُصرتَهم بأي وسيلة؛ سواء: بكلمةٍ، أو مقالة، أو بتوجيهِ نصيحة، أو بالسَّعي في الإصلاح والابتعاد عن مواطن الحروب، أو كانت النُّصرة بنصرتِهم ماديًّا -بِمَدٍّ بسِلاح، أو بمدٍّ بقوة، أو بالمقاتلة معهم لدفع الظُّلم الواقع عليه-؛ فإن هذا مِن أعظم القُربات التي يُتقرَّب بها لله -جلَّ وعَلا-؛ فإن النصوص الشرعيَّة قد رغَّبت في نصرة المظلوم، وقد بيَّن النبي -صلى اللهُ عليهِ وسلَّم- أن المسلمَ أخو المسلم لا يَظلمه ولا يُسلِمُه؛ يعني: لا يتركه لِمن يُحاول الاعتداءَ عليه وظلمَه.
Semua orang yang mampu menolong mereka dengan cara apapun baik dengan kultum di masjid atau selainnya, menulis artikel di berbagai media, memberikan nasihat, berupaya untuk membawa keadaan menjadi semakin lebih baik dan terhindarnya berbagai kontak senjata atau menolong mereka secara materi dengan memberikan bantuan persenjataan, bantuan kekuatan dengan ikut berperang bersama mereka untuk mencegah kezaliman yang menimpa mereka maka ini semua termasuk amal ibadah yang sangat agung untuk mendekatkan seseorang kepada Allah. Terdapat banyak dalil syariat yang mendorong untuk memberikan pertolongan kepada orang yang dizalimin. Nabi pun telah menjelaskan bahwa seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menzalimi seorang muslim, tidak pula boleh menyerahkan seorang muslim kepada orang yang mau menzaliminya dalam pengertian membiarkan seorang muslim di tangan orang yang berupaya untuk menzaliminya.
كما أنني أتوجَّه لإخواني من طلبة العلم هناك: أن يعتصموا بالله -جلَّ وعلا-، وأن يتوكلوا عليه -سُبحانه-، وأن يَعرِفوا أن النصرَ بيدِ الله -جل وعلا- ينصر من يشاء من عباده، وأنهم متى توكَّلوا على الله؛ فإن الله لا بُدَّ أن ينصرهم وأن يُبعد عنهم ظلم الظالمين مِمن يحاول الاعتداء عليهم،
Sebagaimana kuserukan kepada para penuntut ilmu di Dammaj agar mereka memohon perlindungan kepada Allah, bertawakal kepada Allah dan menyadari bahwa kemenangan itu di tangan Allah. Dia menolong siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Hendaknya mereka sadari bahwa jika mereka bertawakal kepada Allah maka Allah pasti akan menolong mereka dan menjauhkan mereka dari kezaliman orang-orang yang zalim.
كما قال -جلَّ وعلا-: {إِن يَّنصُركمُ اللهُ فلا غالبَ لكُم}،
Sebagaimana firman Allah yang artinya, “Jika Allah menolong kalian maka tidak ada yang bisa mengalahkan kalian”,
وكما قال -سُبحانه-: {وَكانَ حقًّا عَلينا نَصْرُ المُؤمِنينَ}،
Firman Allah yang artinya, “Adalah wajib atas Kami untuk menolong orang-orang yang benar-benar beriman”.
وكما قال -جلَّ وعلا-: {إنَّا لَنَنصُرُ رُسَلَنا والذينَ آمَنُوا في الحياةِ الدُّنْيا ويومَ يقومُ الأشهادُ}.
Firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya Kami akan menolong para utusan Kami dan orang-orang yang beriman di dunia dan di akherat”.
ولذلك: فإني أوصيهم بأن تعتمدَ قلوبُهم على الله، وأن لا ينظروا إلى قوَّتِهم، ولا إلى ما لديهم من أسبابٍ ماديَّة؛ فإن المتصرِّف في الكونِ هو ربُّ العزَّة والجلال -سُبحانَهُ-، إذا أراد شيئًا فإنما يقولُ له كن فيكون، ومن توكَّل على الله؛ فإن الله -جلَّ وعلا- سينصره وسيؤيده،
Oleh karena itu kuwasiatkan kepada mereka agar mereka menggantungkan hati kepada Allah, jangan ‘memandang’ kekuatan yang mereka miliki dan usaha-usaha fisik yang mereka lakukan. Yang mengatur jagad raya adalah Allah. Jika Dia menghendaki terjadinya sesuatu maka Dia mengatakan ‘jadilah’ maka terwujudlah apa yang Allah kehendaki. Barang siapa bertawakal kepada Allah maka Allah akan menolong dan menguatkannya.
كما قال -تعَالى-: {ومَن يَّتوكَّل على اللهِ فهو حَسْبُه}؛ أي: كافيه؛ فلا يحتاج إلى أحد سوى ربِّه.
sebagaimana firman Allah, “Siapa saja yang bertawakal kepada Allah maka Dia akan mencukupinya” artinya orang yang bertawakal kepada Allah itu tidak membutuhkan makhluk, dia cukup dengan Allah.
ولذلك: فإني أحاول أن أبيِّن لإخواني المسلمين أن نُصرة هؤلاء من طلبة العلم من القُربات التي يُتقرَّب بها لله -عزَّ وجلَّ-؛ ميِّتُهم شهيد، وجريحهم في كفالة ربِّ العزَّة والجلال، ومُقاتِلُهم منصورٌ بإذن الحي القيُّوم القويِّ العزيز القادر على كلِّ شيءٍ الفعَّال لما يريد.
Oleh sebab itu, aku berupaya untuk menjelaskan kepada kaum muslimin bahwa menolong mereka, para penuntut ilmu agama termasuk amal ibadah yang mendekatkan pelakunya kepada Allah. Yang gugur diantara mereka gugur sebagai syahid. Yang terluka dalam jaminan Allah. Yang masih berperang akan mendapatkan pertolongan dengan izin Allah, zat yang maha kuasa atas segala sesuatu dan zat yang mewujudkan semua yang Dia inginkan.
أسأل الله -جلَّ وعَلا- أن يحميَهم مِن كل سوء، وأن يُبعد عنهم ظُلم الظالمين، وأن يحقن دماءهم، وأن يجعل كلَّ صاحب خير ممن يعضدهم ويعاونُهم ويساعدهم بِما استطاع.
هذا والله أعلم.
وصلَّى اللهُ على نبيِّنا محمَّد وعلى آله وأصحابه وأتباعِه، وسلَّم تسليمًا كثيرًا إلى يوم الدِّين.
Aku berdoa memohon kepada Allah agar Allah melindungi mereka dari segala kejelekan, menjauhkan mereka dari kezaliman orang-orang yang zalim, melindungi darah mereka menjadikan semua orang yang mendukung, menolong dan mendukung mereka dengan kemampuan yang dimilikinya sebagai orang-orang mendapatkan kebaikan”.
Sumber:
http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=33543











9 Comments
abu nafisah
Des 4, 2011, 7:55 pm
assalamu’alaikum,, ustadz ana baca fatwa dari syaikh yahya bahwasanya ahli sunnah di dammaj wajib jihad barang sapa mundur maka terkena ancaman neraka kecuali mundur dalam rangka membuat siasat atau bergabung dg pasukan laen,,, yg ana tanyakan bgmn dg thulab misal dari indonesia memilih pulang jk memungkinkan apakah mereka terkena ancaman tersebut,, syukran
ustadzaris
Des 5, 2011, 1:32 pm
#abu
Ya, terkena ancaman tersebut.
Pembaca setia ustadz aris.com
Des 6, 2011, 10:28 pm
apakah jihadnya mereka di Dammaj tanpa ulil amri ?
abu miqdad al-atsariy
Des 6, 2011, 11:18 pm
Ahlussunnah dammaj – yaman ini diserang akhi. Maka secara tidak langsung ini jihad defensif (bertahan). Insya Allah tanpa bersama ulil amri yaman, mereka mau tidak mau harus berjihad karena kondisi mereka adalah diserang. Wallahu a’lam.
abu nafisah
Des 7, 2011, 9:22 pm
afwan ustadz di daerah magetan jawa timur mereka melakukan Qunut Nazilah pd sholat yg 5 berkenaan dg peristiwa perang di dammaj ,, apakah hal tersebut dibenarkan ustadz,,,
Andi Abu Nauroh
Des 8, 2011, 6:47 am
insya Alloh secara tersirat bahwa saudara kita di Dammaj adalah jihad bersama Pemerintah. Mengingat kaum Syi’ah Hutsiyyin ini merupakan pemberontak Pemerintah Yaman yang sah dan telah berlangsung peperangan antara Pemerintah dengan kaum pemberontak ini dalam waktu yang lama.
Terlebih kondisinya adalah bertahan dari serangan yang membabi buta dari para kuffar syi’ah Hutsiyyin.
ustadzaris
Des 8, 2011, 9:04 am
#abu
Jika itu kebijaksanaan Imam tetap masjid maka insya Allah tidak masalah.
ibnu sarbini
Des 22, 2011, 8:35 am
Ustadz, apakah kewajiban jihad berlaku juga untuk yang berada diluar yaman? syukron
ustadzaris
Des 22, 2011, 8:19 pm
#ibnu
Jawabannya ada di tulisan di atas. Tolong dicermati.