Jihad Syar'i di Dammaj

Jihad Syar'i di Dammaj

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، أما بعد، فانطلاقًا مِن قول النبي -صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم-: «انصُر أخاك ظالِمًا أو مَظلومًا» -كما ورد في الحديث الصحيح-.
ورغبة في حقن دماءِ إخواننا مِن طلبة العلم مِن أهل دماج وما حولها..

Syaikh Dr Saad Syatsri, mantan anggota Lajnah Daimah KSA, mengatakan, “Bertitik tolak dari sabda Nabi, “Tolonglah saudaramu baik dia zalim atau pun dizalimi” yang terdapat dalam hadits yang shahih dan karena keinginan untuk terjaganya darah saudara-saudara kita para penuntut ilmu agama di Dammaj dan daerah sekitarnya.

ورغبةً في جعل المعتدين يعودون إلى الله -جلَّ وعَلا- فيَسلَمون مِن أن يكون في ذِمَمِهم سفكُ دمٍ مسلمٍ يلاقون الله به في يوم القيامة؛ فيكونون مِن أهل قول النبي -صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم-: «لا يزالُ المسلمُ في فسحةٍ مِن دِينِه ما لم يُصِبْ دمًا حرامًا»..

Demikian pula karena keinginan yang mendalam agar orang-orang yang zalim kembali kepada aturan Allah sehingga mereka terbebas dari dosa menumpahkan darah sesama muslim, suatu dosa yang akan mereka bawa menghadap Allah pada hari kiamat nanti. Akhirnya mereka termasuk dalam sabda Nabi, “Kondisi seorang muslim itu selalu dalam kelapangan sampai dia menumpahkan darah yang haram untuk ditumpahkan”.

ورغبة في إزالة الظلمِ؛ لأن الظلمَ سَيِّئ العاقبة دنيا وآخرة، كما قال -تعالى-: {فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ}،

Demikian pula disebabkan harapan yang mendalam hilangnya kezaliman karena buah kezaliman adalah keburukan di dunia dan di akherat sebagaimana firman Allah yang artinya, “Tidak ada penolong bagi orang-orang yang zalim”.

وكما ورد في الحديث الصحيح أن النبي -صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم- قال: «إن الله ليُملي للظالمِ حتى إذا أخذه لم يُفْلتْهُ»

Sebagaimana terdapat dalam hadits yang shahih, Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah memberi kelonggaran waktu untuk orang yang zalim sampai waktu di mana Allah menghukum orang yang zalim dan tidak melepaskannya”.

ثم قرأ النبي -صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم- قول الله -جلَّ وعَلا-: {وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ}..

kemudian Nabi membacakan firman Allah yang artinya, “Demikianlah hukuman tuhanmu jika mengadzab penduduk suatu kampung yang zalim. Sungguh siksaan-Nya itu sangat menyakitkan”.

ولذا: فإني أتوجَّه إلى المسلمين في مشارق الأرض ومغاربها بأن يَسعَوا إلى نُصرة إخوانهم من طلبة العلم في دماج، وما حولها.

Menimbang hal-hal di atas kuserukan kepada seluruh kaum muslimin di sisi timur atau pun sisi barat bumi ini agar berupaya untuk menolong saudara-saudara mereka para penuntut ilmu agama di Dammaj dan sekitarnya.

ونصرتُهم تكون بعدد من الأمور:

Ada beberapa bentuk pertolongan untuk mereka:

أوَّل ذلك: الدعاء بين يدي الله -جلَّ وعَلا-، والتضرع لديه -سبحانهُ- أن يحقن دماء إخواننا هناك، وأن يُبعد عنهم الظلم، وأن يُسلِّمَهم من براثن المعتدين، انطلاقًا من النُّصوص الشرعيَّة التي رغَّبت في دعاء الله -جلَّ وعلا-، ووعد الله فيها المؤمنينبإجابة دعائِهم؛

Pertama, berdoa kepada Allah dan merendahkan diri di hadapan Allah agar Allah melindungi darah saudara-saudara kita di sana, dijauhkan dari kezaliman dan terselamatkan dari ‘cakaran’ orang-orang yang zalim. Dasar poin ini adalah berbagai dalil syariat yang mendorong kita untuk berdoa kepada Allah dan janji Allah untuk merespon positif doa orang-orang beriman.

كما قال -جلَّ وعَلا-: {ادعُونِي أَستجِبْ لَكُمْ}،

Sebagaimana firman Allah yang artinya, “Berdoalah kepada-Ku niscaya aku akan menjawab doa kalian”.

وكما قال -تعالى-: {وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ} ،

Dan firman Allah yang artinya, “Dan hamba-hambaku bertanya tentang diriku maka katakanlah bahwa Aku dekat. Aku menjawab doa orang yang berdoa jika dia berdoa kepadaku. Hendaklah mereka menyambut aturan-aturan-Ku dan beriman kepada-Ku moga mereka mendapatkan petunjuk”.

وكما ورد في الحديث أن النبيَّ -صلى اللهُ عليه وسلَّم- قال: «إنَّ اللهَ يُجيبُ دُعاء أحدِكم ما لَم يَعجَل».

Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah itu menjawab doa kalian selama kalian tidak tergesa-gesa”.

والأمر الثَّاني: كل مَن استطاع نصرتَهم بأي نوعٍ من أنواع النُّصرة؛ تعيَّن عليه ذلك؛ لأن نُصرتَهم يترتَّب عليها حقنُ الدماء، ويترتَّب عليها انتشارُ العلم وسلامة النفوس وابتعاد الظلم، إلى غير ذلك من المقاصد الشرعيَّة التي تَحصُل من نصرتهم.

Kedua, semua orang yang mampu menolong mereka dengan bentuk pertolongan apapun wajib ain untuk memberikan pertolongan karena menolong mereka berarti melindungi darah mereka, ilmu semakin tersebar, selamatnya banyak nyawa dan menyingkirnya kezaliman serta manfaat-manfaat lain yang terwujud mana kala orang-orang yang bisa menolong memberikan pertolongan.