<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Jangan ada Dusta di antara Kita</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/jangan-ada-dusta-di-antara-kita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/jangan-ada-dusta-di-antara-kita</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 10:34:43 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jangan-ada-dusta-di-antara-kita/comment-page-1#comment-3493</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 08:13:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=11#comment-3493</guid>
		<description>Untuk hamba
Tanyakan kepada hati anda, apakah itu bohong ataukah bukan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk hamba<br />
Tanyakan kepada hati anda, apakah itu bohong ataukah bukan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamba Allah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jangan-ada-dusta-di-antara-kita/comment-page-1#comment-3485</link>
		<dc:creator>hamba Allah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 04:05:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=11#comment-3485</guid>
		<description>ustadz,,bila kita ditanya oleh dosen penguji pendadaran dgn pertanyaan &quot;mengapa anda tidak melakukan hal ini dan itu,dst..? namun saya menjawab &quot;saya tidak melakukan hal itu karena demikian dan demikian&quot; padahal alasan sebenarnya saya tidak melakukan sesuatu tersebut bukanlah seperti yang telah saya jelaskan kepada dosen penguji,,apakah hal ini termasuk berdusta?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustadz,,bila kita ditanya oleh dosen penguji pendadaran dgn pertanyaan &#8220;mengapa anda tidak melakukan hal ini dan itu,dst..? namun saya menjawab &#8220;saya tidak melakukan hal itu karena demikian dan demikian&#8221; padahal alasan sebenarnya saya tidak melakukan sesuatu tersebut bukanlah seperti yang telah saya jelaskan kepada dosen penguji,,apakah hal ini termasuk berdusta?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jangan-ada-dusta-di-antara-kita/comment-page-1#comment-3476</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 10:01:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=11#comment-3476</guid>
		<description>Untuk Yugo
Wa&#039;alaikumussalam
Ada bahasan panjang tentang hukum teater. Ulama ahli sunnah zaman ini berselisih tentang hukumnya. kewajiban kita adalah memilih pendapat yang paling mendekati kebenaran, bukan pendapat yang paling menyenangkan diri kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Yugo<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Ada bahasan panjang tentang hukum teater. Ulama ahli sunnah zaman ini berselisih tentang hukumnya. kewajiban kita adalah memilih pendapat yang paling mendekati kebenaran, bukan pendapat yang paling menyenangkan diri kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yugo</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jangan-ada-dusta-di-antara-kita/comment-page-1#comment-3462</link>
		<dc:creator>yugo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 23:28:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=11#comment-3462</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum,
Ustadz, ada blog tertentu yang mengambil artikel ini untuk dijadikan hujjah tidak terlarangnya teater drama. Bagaimana persoalan yang sebenarnya tentang hal ini. Afwan, artikel di atas sebaiknya dicantumkan beberapa fatwa ulama agar lebih bagus. Syukran</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum,<br />
Ustadz, ada blog tertentu yang mengambil artikel ini untuk dijadikan hujjah tidak terlarangnya teater drama. Bagaimana persoalan yang sebenarnya tentang hal ini. Afwan, artikel di atas sebaiknya dicantumkan beberapa fatwa ulama agar lebih bagus. Syukran</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/jangan-ada-dusta-di-antara-kita/comment-page-1#comment-618</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:08:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=11#comment-618</guid>
		<description>Untuk Ibnu Shalih
Wa&#039;alaikumussalam
Definisi tersebut adalah definisi secara bahasa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Ibnu Shalih<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Definisi tersebut adalah definisi secara bahasa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
