ما حكم من يتوضأ داخل الحمام، وهل يجوز وضوءه؟
Pertanyaan, “Apa hukum seorang yang berwudhu di dalam WC? Sahkah wudunya?”
لا بأس أن يتوضأ داخل الحمام، إذا دعت الحاجة إلى ذلك، ويسمي عند أول الوضوء، يقول: “بسم الله”؛ لأن التسمية واجبة عند بعض أهل العلم، ومتأكدة عند الأكثر، فيأتي بها وتزول الكراهة؛ لأن الكراهة تزول عند وجود الحاجة إلى التسمية، والإنسان مأمور بالتسمية عند أول الوضوء، فيسمى ويكمل وضوءه.
Jawaban Syaikh Ibnu Baz, “Tidaklah mengapa berwudhu di dalam WC jika memang ada kebutuhan untuk berwudhu di dalam WC dan tetap menyebut nama Allah dengan lisan di awal wudhu dengan mengatakan, ‘bismillah’. Menyebut nama Allah dalam wudhu menurut sejumlah ulama hukumnya adalah wajib dan sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama. Orang yang berwudhu di dalam WC tetap menyebut nama Allah dan hukum makruhnya menyebut nama Allah di dalam WC dalam kondisi ini tidak berlaku. Hukum makruh itu hilang alias tidak berlaku jika ada kebutuhan. Dalam kondisi ini ada kebutuhan untuk menyebut nama Allah karena kita diperintahkan untuk menyebut nama Allah di awal wudhu. Sehingga orang yang berwudhu di WC tetap menyebut nama Allah dengan lisan dan berwudhu hingga selesai.
وأما التشهد فيكون بعد الخروج من الحمام – وهو محل قضاء الحاجة – فإذا فرغ من وضوئه يخرج ويتشهد في الخارج.
Sedangkan bacaan setelah wudhu itu diucapkan setelah keluar dari WC alias tempat buang hajat. Setelah selesai berwudhu keluar dari WC lalu membaca bacaan setelah wudhu di luar WC.
أما إذا كان الحمام لمجرد الوضوء ليس للغائط والبول، فهذا لا بأس أن يأتي بها فيه؛ لأنه ليس محلاً لقضاء الحاجة.
Jika kamar mandi tersebut hanyalah untuk tempat berwudhu bukan untung berak atau kencing maka membaca bismillah ketika wudhu di tempat ini hukumnya adalah tidak mengapa karena makruh menyebut nama Allah di dalam kamar mandi hanya berlaku untuk tempat buang hajat, berak atau kencing”
[Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawi’ah karya Ibnu Baz juz 10 hal 28, terbitan Dar Ashda’ Buraidah cet ketiga 1428 H].
Kebanyakan kamar mandi di Saudi biasa terpisah dengan WC (tempat buang hajat). (ed)
Artikel www.ustadzaris.com
Popularity: 4% [?]




Ustadz,kebanyakan kamar mandi ditempat kita jadi satu dgn wc,alias tidak punya wc yang terpisah,maka setiap kali wudhu ya di tempat itu.Apakah tetap boleh baca bismillah dengan jahr setiap wudhu?syukron.
#oni
Boleh
http://yufid.tv/membaca-basmalah-di-kamar-mandi-konsultasi-syariah-yufid-tv/
saya tertarik dengan artikel pak ustadz, kebanyakan kamar mandi di Indonesia sudah terintegrasi dengan WC, dan biasanya terdapat kran yang memang disediakan untuk berwudlu. Untuk menyebut asma Allah di WC menurut saya dalam hati saja, toh niat tidak harus selalu terucap di lisan
#eko
Ada suatu kaedah yang perlu diketahui “Kalimat dzikir baik di dalam atau pun diluar shalat tidaklah teranggap adanya sampai dilafalkan” [Ahkam Tahummu al Muslim hal 109 cet ke-15 Dzul Qa'dah 1428 H].
Ustadz, pengertian kata dzikir dalam kaedah yang perlu diketahui “Kalimat dzikir baik di dalam atau pun diluar shalat tidaklah teranggap adanya sampai dilafalkan” apakah berlaku untuk semua bacaan dzikir atau bacaan apa saja?
Bagaimana dengan bacaan “niat”, apakah termasuk bacaan dzikir?
pak saya izin menyebar artikel
#atok
Bacaan niat bukan termasuk dzikir yang dituntunkan.
ustad izin copas ya…
jazakkallah khoir….
kalo misalnya untukmenghilangkan keraguan,ngebaca bismillah nya di luar pintu wc sblm masuk wc.
soalnya wc saya gabung ama jamban.gmn ustad?
#haris
Bisa juga
jadi untuk bacaan bismillah sebelum wudhu’ itu wajib dilafadzkan?
#muhyiddin
Supaya dinilai mengamalkan hal tersebut harus dilafalkan.
Bismillah
Afwan ustadz, bagaimana jika sebuah kamar mandi yang terdapat kran di dalamnya ,tetapi tidak terdapat jamban dan bak mandi. Akan tetapi terkadang digunakan untuk buang air kecil ketika darurat (mis. kamar kecilnya sedang digunakan). Apakah dihukumi kamar mandi yang boleh membaca ‘bismillah’ atau yang makruh membaca ‘bismillah’ di dalamnya? Lalu bagaimana jika membaca lafadz-lafadz Al-Qur’an?
#thulaibah
Statusnya sama dengan umumnya kamar mandi.