Hukum Merapikan Jenggot

Hukum Merapikan Jenggot

من دون قبضة يعني أقل من قبضة، ذكر ابن عابدين من الحنفية  أنه إذا كان قد يأخذ ما دون قبضة فإنه محرم بلا نزاع. والواقع أنه ليس في المسألة نزاع [ممكن المقصود: إجماع]

فقد خالف في ذلك بعض المالكية وقالوا إذا كانت اللحية فيها كثرة بحيث يكون وفر ذلك فإنه لا بأس.

والذي يظهر لي-والله أعلم- أن ما زاد عن القبضة سائغ والأولي تركه

وأما دون القبضة فمحرم. والله أعلم

Syaikh Dr Abdullah bin Nashir al Sulmi, dosen Sekolah Tinggi Calon Hakim Riyadh KSA, mengatakan:

Mengenai hukum merapikan jenggot jika dia kurang dari satu genggam, Ibnu Abidin salah seorang ulama bermazhab Hanafi mengatakan bahwa merapikan jenggot yang kurang dari satu genggam tanggan hukumnya adalah haram tanpa ada perselisihan ulama dalam hal ini.

Namun realita menunjukkan bahwa permasalahan ini bukanlah permasalahan yang disepakati oleh seluruh ulama. Buktinya sebagian ulama malikiyyah menyelisihi apa yang dikatakan oleh Ibnu Abidin. Mereka mengatakan jika jenggot itu lebat merapikannya [meski belum sampai satu genggam tangan] hukumnya boleh.

Pendapat yang tepat tentang hukum merapikan jenggot adalah dengan merinci:

Jika jenggot sudah lebih dari satu genggam tangan, boleh dipangkas meski yang lebih baik adalah dibiarkan.

Sedangkan jika kurang dari satu genggam, memangkasnya hukumnya adalah haram

Sumber:

http://www.youtube.com/watch?v=7Khv-F7zen8&list=UUky9PNmAxTX6iqPDV7-0oZQ&index=13&feature=plcp